Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Positif


__ADS_3

Edward menghampiri Lily dan memegang kedua pundaknya. Lily memberikan alat test pack yang dia sembunyikan di belakangnya.


"Kenapa yang dipakai cuman lima? Apa takut tidak... Eh? EHHHHHHH???!!!.... BABY INI BENERAN?! KAU?!" Edward tiba - tiba saja kaget melihat hasil test pack tersebut.


"Itu benar sayang, aku hamil" Lily menyebutkan hasil test packnya agar sang suami lebih yakin.


Edward menepuk jidatnya. Dia tidak menyangka kalau dirinya akhirnya akan menjadi seorang ayah. Lily menatap suaminya dengan pandangan julid karena Edward berubah jadi patung.


"Sayang? Apa kau baik - baik saja?" tanya Lily yang memiringkan kepalanya karena kebingungan.


Edward langsung menggendong istrinya kemudian berputar. Dia tertawa lepas dan menatap istrinya dengan penuh kebahagiaan.


"Sayang! Jangan putar aku!" pinta Lily yang mulai merasa pusing.


"Akh! Maafkan aku baby! Saking gembiranya aku lupa harus menjagamu dengan hati - hati" Edward menurunkan Lily di atas kasur.


"Ish kamu ini! Tadi hampir saja".


"Hehehe maafkan aku".


"Tahu ah! Pokoknya sebagai permintaan maaf kau harus memelukku sepanjang hari ini".


"Siap nyonya Davis".


Lily hanya tertawa kecil mendengar panggilan tersebut. Edward bersandar di papan kasur kemudian memeluk Lily dari belakang. Tangan besar Edward mengelus perut berisi Lily. Kepala Lily bersandar di dada bidang sang suami. Pasangan tersebut menikmati momen saat itu dan berharap waktu berhenti saat ini juga.


OKE GUYS MARI KITA REPLAY KEMBALI KE MOMEN DIMANA LILY MELAKUKAN TEST PACK,LET'S GO.


Lily sudah melakukan sesuai prosedur yang tertulis di kotak test pack tersebut. Dia memutuskan menggunakan lima buah terlebih dahulu. Tapi saat dia menggunakan test pack kelima Lily melihat test pack pertama yang ternyata sudah menunjukkan hasilnya. Lily terdiam melihat dua garis yang tertera di test pack tersebut.


"Eh? Ini bukan candaan,kan?" tanya Lily di dalam hatinya yang masih tidak percaya dengan hasil test pack pertama.


Lalu test kedua,ketiga,dan keempat yang menunjukkan hasilnya. Mata Lily membulat tidak percaya melihat hasil empat test pack tersebut. Saat Lily menoleh ke test pack kelima dan benar saja hasilnya sama. Lily sangat shock dengan hasil tersebut. Gadis manis tersebut sangat terkejut sampai membuat dia terduduk. Itulah penyebab Lily di kamar mandi.


OKE SELESAI! KEMBALI KE CERITA

__ADS_1


Edward merubah posisi duduknya yang tadinya membelakangi dan sekarang berada di depan Lily. Dia mencium perut Lily kemudian mengelusnya.


"Sayang! Apakah kita harus memberitahu papa dan mama mengenai hal ini?".


"Sebaiknya jangan! Karena jika kita memberitahunya maka, mama akan lebih sibuk kesini dari pada mengurus suaminya".


"Aku bukan bermaksud untuk menyuruh mama kesini setiap hari hanya saja aku ingin memberitahu kabar ini itu saja".


"Sekali tidak ya tidak! Lebih baik memberitahu Sean sehingga dia bisa lebih fokus melindungimu".


"Nanti Lola marah,bagaimana?".


"Jika dia berani marah jangan harap mendapar restu dari keluarga Davis!".


"Jangan begitu sayang! Tidak baik! Lagi pula besok ada Max yang menjagaku".


"No! Dia juga tidak boleh! Max itu playboy kelas hiu baik itu perempuan atau laki - laki dia akan menjadikannya kekasih".


"Memangnya dia punya berapa mantan?".


"Seingatku yang terakhir adalah enam puluh empat, dua puluh dua laki - laki dan empat puluh dua perempuan".


"Makanya jangan terlalu dekat sama dia kalau tidak nanti kau akan kena pelet".


"Baiklah! Aku tidak akan terlalu dekat sama dia".


"Lebih baik kau kuliah lusa saja, besok kita melakukan tes USG".


"Tapi lusa adalah hari kak Max mulai mengajar di kampus".


"Palingan dia tidak mengajar di kelasmu".


"Dia adalah dosen utama di mata kuliahku".


"Tiga hari lagi babyku akan masuk kampus,oke?".

__ADS_1


"Kelamaan! Nanti di marah!".


"Tidak apa - apa nanti aku yang bicara sama Max yang penting sekarang adalah bayi kecil kita yang berada di perutmu ini" Edward mengelus perut Lily dan mendaratkan satu kecupan.


"Sayang~... Aku laper~...".


"Makanan akan segera sampai!".


Edward langsung melesat menuju dapur untuk memasak satu suatu makanan. Lily yang belum menyebutkan makanan apa yang diminta hanya bisa pasrah melihat suaminya pergi duluan. Tapi ya sudahlah...


...----------------...


Setelah beberapa menit Edward membawa makanan dan minuman menggunakan nampan disertai di belakang dia ada satu bodyguard yang membawa meja. Bodyguard tersebut meletakkan meja itu di atas kasur dan di depan Lily. Kemudian Edward meletakkan makanan dan minuman di atas meja tersebut. Selesai mengantar meja bodyguard tersebut kembali ke tugas utamanya.


"Suapi sayang" Lily langsung membuka mulutnya lebar - lebar.


Edward menuruti permintaan istrinya tersebut. Tuan Davis tersebut menyuapi nyonya Davis dengan sangat telaten. Nyonya Davis hanya menikmati makanan yang dibuat oleh sang suami.


Setelah selesai makan Edward mengajak Lily menonton tv di ruang tamu. Tapi perlahan - lahan Lily mulai tertidur dan Edward yang menyadari hal tersebut menggendongnya lalu membawa Lily kembali ke kamar tidur.


Melihat istrinya yang sudah tertidur pulas Edward meletakkan secarik kertas di atas nakas kemudian pergi ke ruang baca. Edward berpikir mulai hari ini dia harus menambah kekuatan keamanan dan harus berhati - hati.


...****************...


Besoknya Edward dan Lily melakukan tes USG. Dokter kandungan menerangkan kondisi janin yang berada di dalam perut Lily. Melalui layar yang disediakan disana Edward dan Lily bisa melihat kondisi janin yang sehat. Usia janin Lily adalah sepuluh minggu atau dua bulab lebih dua minggu. Lily sangat senang melihat kondisi janinnya yang sehat.


Selesai tes USG, Edward dan Lily mampir sebentar ke kampus. Lily sengaja dibiarkan diam di dalam mobil agar para mahasiswa yang lain tidak mengetahuinya. Edward yang masuk ke ruang rektor untuk membicarakan mengenai home schooling.


"Selamat datang tuan Davis" sapa rektor.


"Saya tidak bisa berlama - lama disini jadi saya langsung ke intinya" Edward duduk di salah satu sofa di ruangan tersebut yang berhadap - hadapab dengan si rektor.


"Katakan saja tuan Davis" rektor tersebut sudah siap dengan permintaan Edward.


"Saya ingin meminta anda melakukan home schooling khusus istri saya saja karena saat ini istri saya sedang hamil dua bulan".

__ADS_1


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>


__ADS_2