Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Kedatangan Edward


__ADS_3

Selesai melakukan pesta kemenangan timnya, semua pemain kembali ke kelas masing - masing. Lily berjalan menuju kelas tapi kali ini dia tidak ditemani oleh Yuri.


Di lorong menuju kelasnya, mahasiwa dan mahasiswi yang lain menatap tajam Lily ada juga yang membicarakannya. Lily sedikit takut menoleh sekitarnya. Dia segera berjalan menuju kelasnya.


Tidak di lorong tidak di kelas semuanya sama. Teman - teman kelas Lily memandang dia dengan pandangan tajam dan julid kecuali tiga teman prianya. Lily duduk di bangkunya dengan menundukkan kepalanya.


Selama proses pembelajaran berlangsung suasana kelas terasa sangat dingin bagi Lily. Tapi Lily berusaha mengikuti kelas sampai selesai. Namun di tengah pembelajaran ada Max yang mencari Lily. Max merupakan dosen yang menangani mahasiswa yang bermasalah atau masalah lainnya.


"Lily! Kesini sebentar! Ada yang mencarimu" ucap Max yang meminta Lily untuk keluar dari kelasnya sebentar.


Lily segera menghampiri Max dengan membawa ponselnya. Teman - teman Lily yang berada di kelas mulai membicarakannya.


Saat berada di luar kelas,Lily langsung diajak Max ke ruang rektor. Lily merasa gugup saat menuju ruang rektor. Ibu hamil itu mulai berpikiran yang tidak - tidak seperti apakah Lola ingin balas dendam ? Atau ada temannya Lola yang melapor karena keributan tadi.


"Lily! Jangan khawatir! Rektor memanggilmu karena ada orang yang ingin menemuimu" ucap Max yang menepuk bahu Lily.


Ibu hamil itu mengangguk pelan. Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju ruang rektor. Lily masih takut saat dirinya menuju ruang rektor.


Sesampai di ruang rektor,Max membukakan pintu untuk Lily. Kaki Lily melangkah masuk ke ruangan tersebut dengan penuh keyakinan. Saat dia sudah sampai di ruangan tersebut Lily langsung sumringah melihat siapa sosok di depannya.


"Sayang! Hahaha...." ucap Lily yang berlari kemudian memeluk suaminya.


"Halo baby! Aku sangat rindu padamu, my baby" jawab Edward yang memeluk istrinya dan memberikan ciuman kupu - kupu ke pucuk kepala Lily.


"Aku juga sangat merindukanmu. Peluk aku terus" Lily mengeratkan pelukannya.


"Ehem! Bro! Ada kakek disana" ucap Max yang memecah momen romantis Edward dan Lily.


Mendengar ucapan Max,Lily langsung melihat sekeliling untuk mencari keberadaan sang kakek. Ternyata sang kakek sedang duduk di sofa bersama kakeknya Lily.


"Kakek Doni! Kakek Ben! Kapan kalian datang?" Lily menghampiri kedua kakek tersebut lalu memeluk dua kakeknya.


Author beri penjelasan, kakek Doni adalah kakeknya Edward dan kakek Ben adalah kakeknya Lily. Kakek Doni yang menentukan sistem menantu utama dan penjelasannya sudah ada di chapter sebelumnya. Kakek Ben adalah kakek yang merawat Hazel,Zeta,dan Lily semenjak orang tuanya meninggal. Setelah Lily melewati lima ujian menjadi menantu utama, kakek Ben datang menemui cucunya tersebut di kediaman lama Davis. Oke kita kembali ke cerita.


"Hahaha... Barusan kakek sampai" jawab kakek Ben yang mengelus kepala Lily.


"Tapi kenapa kakek datang kesini? Kan bisa hubungi aku saja kalau kakek mau datang" Lily memegang kedua tangan kakek Ben.

__ADS_1


"Kami ingin memberikanmu surprise dan kau sudah melihatnya" jawab kakek Doni.


Lily memahami maksud ucapan kakek Doni. Yang dimaksud hadiah tersebut adalah kepulangan Edward. Dua kakek tersebut tersenyum senang melihat cucu atau menantu cucunya senang melihat hadiahnya.


"Oh iya kakek! Aku juga punya untuk kakek Doni dan kakek juga" ucap Lily yang membulatkan perutnya.


"Apa itu?" tanya kakek Doni dan kakek Ben bersamaan.


"Sebentar lagi kakek akan menjadi seorang kakek buyut" jawab Lily yang menepuk pelan perutnya yang bulat.


Kakek Doni dan kakek Ben langsung mengeluarkan senyum sumringahnya mendengar kabar baik tersebut. Lily langsung mendapatkan elusan tangan di kepalanya.


Catatan penting: rektornya sedang di ruangan lain karena Edward yang memintanya.


Di sisi lain Edward sibuk menanyakan kondisi istrinya selama ia dinas keluar negri kepada Max. Dosen tampan tersebut memberitahukan semua yang ketahui selama ini,termasuk laporan dari Sean juga dan tentang kejadian tadi. Edward kelihatan sangat marah setelah mendengar kejadian tersebut.


Selesai berbicara dengan dua kakeknya tersebut sekarang giliran Edward yang berbicara. Max mengantar dua kakeknya tersebut. Edward duduk di sebelah Lily lalu mengelus perut bulat istrinya.


"Bagaimana kabar Pinpin? Apa Pinpin nakal selama ayah di luar negri?" tanya Edward yang berbicara kepada sang janin.


"Pinpin tidak nakal ayah, Pinpin jadi anak yang sangat baik ayah" jawab Lily yang berpura - pura menjadi Pinpin.


"Hehehe... Oh ya sayang! Aku harus kembali ke kelas dulu takut dimarahi oleh dosen yang mengajar hari ini" ucap Lily yang harus segera kembali ke kelas.


"Padahal baru saja ketemu baby, diamlah sebentar ya?" jawab Edward yang memanyunkan mulutnya.


"Tidak bisa sayang! Aku harus kembali nanti aku kesini lagi" Lily beranjak dari sofa menuju kelasnya.


Edward terdiam melihat istrinya kembali ke kelas. Max memasuki ruangan tersebut. Dia mentertawai sepupunya yang ditinggal istri ke kelas.


"Jangan tertawa!" bentak Edward kepada Max.


"Hahaha... Maaf! Maaf! Aku tidak bisa menahannya sama sekali! Hahaha..." jawab Max yang tidak bisa menahan tawanya.


"Awasi istriku! Juga awasi wanita jahat itu" perintah Edward yang beranjak dari sofa.


"Siap pak boss!" jawab Max yang mengikuti Edward dari belakang.

__ADS_1


...****************...


Lily sudah kembali ke kelas tapi masih banyak orang yang membicarakannya. Namun dia tidak terpengaruh sama sekali dan tetap melanjutkan melihat penjelasan dosen.


Kelas berakhir semua mahasiswa dan mahasiswi keluar. Tetapi ada beberapa dari mereka menghampiri Lily. Ada sekitar enam mahasiswi yang menghampiri ke tempat duduknya.


"Hei Lily!" panggil salah satu wanita yang juga merupakan pemimpin gengnya.


"Iya? Kenapa,ya?" tanya Lily yang menoleh ke arah wanita tersebut.


"Tidak usah sok imut! Aku tahu kak Sean mendekatimu karena kau yang menggodanya! Itu benar kan?!" bukannya menjawab secara halus wanita itu malahan membentak Lily.


"Tidak sama sekali! Aku hanya sebagai manager di klub tersebut dan aku harus dekat kepada mereka agar aku mengetahui skill dari mereka masing - masing" Lily meremat tasnya yang dimana saat ini dia sedang ketakutan.


"Dibilangin tidak usah sok imut! Kenapa susah sekali dikasi tahu,hah?!" wanita tersebut sudah siap melayangkan tamparan ke wajah Lily.


Saat tamparan tersebut hampir mengenai pipi putih Lily tapi si ibu hamil tersebut langsung menangkap tangan wanita tersebut. Lily memutar tangan wanita tersebut lalu mendorongnya sampai terjatuh. Lagi - lagi wanita itu bangkit dan bersiap melayangkan tamparan di wajah Lily. Tidak semudah itu untuk mengenai wajah Lily karena Lily sudah menampar wanita tersebut dengan keras sebanyak dua kali.


"Plak! Plak! Jangan ganggu aku!" Lily memberikan peringatan wanita tersebut lalu keluar dari kelasnya.


........


Di sisi lain Sean pergi ke kelasnya Lola dengan membawa sepucuk surat. Sean terlihat sangat marah saat berjalan menuju kelas Lola. Sesampai di kelasnya Lola, Sean langsung menarik tangan Lola kemudian menyeretnya ke tengah lapangan.


Di tengah lapangan semua mahasiswa dan mahasiswi memperhatikan Sean dan Lola. Si wanita memegangi pergelangan tangannya dan melihat Sean dengan tajam.


"Kenapa kau menarikku seperti ini?" tanya Lola dengan nada bicara kasar.


"Nih! Baca baik - baik! Ini semua gara - gara kamu! Dan jangan harap kau bisa hidup setelah ini! Juga aku tidak bisa membantumu dalam masalah ini,bye!" jawab Sean yang memberikan sepucuk surat tersebut kepada Lola dan pergi begitu saja.


Lola mulai membaca isi surat tersebut dan dirinya dikejutkan yang dimana tinta yang digunakan untuk menulis surat tersebut adalah da rah. Tangan Lola gemetar saat membaca surat tersebut. Kira - kira seperti ini isi suratnya,


...*Halo Lola! Hahaha... Astaga! Kau begitu sombong sampai membuat berita yang tidak - tidak kepada menantu utama keluarga Davis. Apa kau tahu satu hal Lola? Oh iya aku lupa! Kau kan tidak suka kepada menantu utama keluarga Davis tapi kau harus tahu hal ini, kakaknya Lily adalah seorang mafia kejam di benua AB dan benua MN. Saya berharap agar berita ini tidak sampai ke telinga kakaknya Lily kalau tidak seluruh keluargamu akan ma ti. Lagi satu aku menulis surat ini menggunakan da rah adik sepupu tersayangmu,terima kasih....


^^^Salam dari Mr.E^^^


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA LOVE YOU GUYs s s s

__ADS_1


To be continued*\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>


__ADS_2