Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Tugas Kuliah untuk Lily


__ADS_3

Satu minggu kemudian Lily sudah berada di rumah. Sebenarnya Lily diizinkan pulang setelah dua hari tapi tiba - tiba saja dokter meminta pemeriksaan terhadap Lily. Karena Lily memiliki sesuatu special di dalam tubuhnya.


Namun setelah satu minggu belum ada hasil keluar sama sekali. Tetapi Lily tidak peduli sama sekali tentang hal tersebut yang dia lebih pedulikan adalah suami dan anak.


Edward tidak dapat melepaskan pandangannya dari sang putra kecilnya. Dia ingin putranya tersebut satu kamar dengannya sebab dia ingin putranya tetap aman.


Pagi ini Edward sedang memasak sarapan sedangkan Lily masih menyu sui baby Luke. Baby Luke tampak tampan dan memiliki kulit yang cerah.


"Pelan - pelan minumnya nak nanti tersedak" ucap Lily yang mengelus kepala baby Luke.


Si baby Luke hanya tetap meminum asi ibunya dengan tenang. Lily terkekeh pelan saat merasakan sedotan sang anak mulai pelan.


"Baby! Sarapannya sudah siap!" teriak Edward dari dapur.


"Iya sayang! Tunggu sebentar!" jawab Lily yang langsung menggendong baby Luke dan berjalan menuju dapur.


Lily menggendong baby Luke menggunakan selendang gendong yang merupakan warisan ibunya. Saat dia menggunakan selendang tersebut dia merasa tidak kesusahan sama sekali dalam menggendong atau pun sambil menyu sui.


"Silakan duduk baby dan ini sarapannya" ucap Edward yang menarik kursi untuk Lily dan meletakkan menu sarapan yang sehat.


"Makasi banyak sayang" jawab Lily yang duduk di kursi tadi dan mulai memakan sarapannya.


"Apa kau tidak kesusahan? Masalahnya kau makan sambil menyu sui baby Luke" Edward mendudukkan tubuhnya yang berhadapan dengan Lily.


"Tidak kok! Malahan aku sangat terbantu dengan selendang ini" Lily kembali menyuap makanannya.


"Ohh... kalau baby kesusahan menggendong baby Luke kan ada aku disini baby".


"Tidak apa - apa kok! Aku bisa kalau pun aku tidak bisa pasti aku akan memanggilmu".


Edward hanya mengangguk paham. Mereka berdua memakan sarapan dengan hikmat dan baby Luke sudah selesai minum asi. Baby Luke mulai tertidur di dalam gendongan ibunya.


"Mau gantian baby? Kebetulan aku sudah selesai makan" ucap Edward yang merapikan alat makannya.


"Tunggu sebentar, sekarang baby Luke sama ayah dulu ibu mau lanjut makan" jawab Lily yang memberikan baby Luke ke suaminya.


"Sekarang baby Luke tidur dulu,ya? Nanti sama ibu lagi ya?" Edward berjalan menuju ke taman depan untuk mengajak baby Luke berjemur.


Lily kembali melanjutkan sarapannya. Tapi tiba - tiba ponselnya berdering. Tangannya mengambil ponselnya dan melihat yang menelpon adalah Sean.


"Halo Sean! Kenapa?".

__ADS_1


"Halo kak! Selamat ya kak sudah jadi ibu, maaf telat ucapin".


"Makasi Sean,tidak apa - apa kok".


"Hehehe... oh iya kak! Ada pengumuman penting tadi mengenai orang - orang yang akan memimpin ospek".


"Kenapa memangnya? Perasaan aku tidak pernah ikut organisasi lain deh selain basket".


"Iya aku tahu kak! Tapi pak rektor memilihnya melalui setiap perwakilan klub atau organisasi minimal tiga orang".


"Lalu apa hubungannya denganku?".


"Masalahnya kakak ditunjuk ikut dalam kegiatan ospek".


"Yang benar saja Sean?! Aku baru saja melahirkan masa iya aku langsung pergi ikut panitia ospek".


"Ini beneran kak! Ini kan sudah dipilih sesuai dengan orang yang berpengaruh dalam klub".


"Ya sudah kalau begitu! Aku dapat bagian jadi apa?".


"Kakak jadi wakil ketua panitia ospek".


"Kok kakak jadi wakilnya sih?! Ada - ada aja rektor ini".


"Sabar kak".


"Heh~.... kalau kau dapat bagian jadi apa? Terus siapa lagi satu yang dipilih di dalam klub kita".


"Kalau aku dapat bagian jadi panitia biasa terus yang ikut juga yaitu Kevin, dia menjadi sekretaris".


"Ohh... oke kalau begitu kapan acaranya".


"Katanya sih bulan depan atau dua bulan lagi belum ditentukan tanggalnya".


"Kasi tahu aku kalau ada informasi lain".


Lily mematikan panggilannya sepihak. Dia mulai memikirkan bagaimana cara dia menjaga sang baby yang masih kecil.


Selesai sarapan Lily yang melakukan cuci piring. Setelah itu baru dia melihat sang putra.


Lily tertawa kecil melihat suaminya duduk berjemur bersama sang putra. Edward duduk bersantai di kursi panjang taman depan dengan baby Luke tertidur pulas.

__ADS_1


"Sayang! Sudah berjemurnya kasihan baby Luke kepanasan nanti" ucap Lily yang berjalan menghampiri suaminya.


"Iya baby! Ayo masuk!" jawab Edward yang tetap ingin menggendong baby Luke dan berjalan masuk.


Mereka berdua sudah selesai bersih - bersih begitu juga dengan baby Luke. Lily menceritakan tentang hal tadi kepada Edward.


"Apa kau yakin ingin melakukannya? Masalahnya baby Luke masih kecil" tanya Edward merasa sedikit khawatir dengan tugas tersebut.


"Aku juga masih ragu nanti aku coba telpon Sean lagi atau tidak aku suruh dia kesini" jawab Lily yang mengayun - ayunkan baby Luke di keranjang bayinya.


"Nanti saja aku hubungi dia,baby cukup jaga putra kecil kita saja".


"Hmmm... baiklah".


"Aku pergi kerja dulu baby,da da baby Luke nanti ayah pulang kita main lagi terus kalau paman Sean kesini jangan mau sama dia ya? Pokoknya jangan mau sama paman Sean".


"Hush! Jangan gitu sayang! Itu kan adikmu jangan menghasut anakmu dengan perkataan yang tidak tidak".


"Biarin saja! Aku suka lihat dia dijauhi sama anakku".


Lily hanya menepuk jidat mendengar ucapan suaminya. Edward menge cup kening istrinya lalu melakukan hal yang sama ke putranya. Setelah itu baru dia berangkat kerja.


Lily kembali mengurus pekerjaan rumahnya seperti menyapu,merapikan kamar,membersihkan dapur,mencuci pakaian atau pekerjaan lainnya. Selama baby Luke tidur sebisa dan secepat mungkin Lily menyelesaikan pekerjaannya.


Selesai dua jam bersih - bersih akhirnya usai sudah. Lily duduk sebentar di sofa untuk minum.


"Huweekkk...." suara tangisan baby Luke terdengar dari kamar Lily.


Dengan cepat Lily lari menuju kamarnya. Dia langsung menggendong putranya dan menenangkannya. Baby Luke perlahan - lahan mulai tenang dan Lily kembali menyu suinya.


Inilah keseharian Lily setelah memiliki anak. Ngurus rumah,anak,dan suami. Tapi dia menikmati saja kegiatan sehari - hari karena itu sudah merupakan kewajibannya.


Namun ini masih di masa liburan tidak tahu setelah selesai libur. Lily masih memikirkan cara untuk menjaga baby Luke selama dia kuliah.


"Mungkinkah aku harus membiarkan Edward mengajak baby Luke? Apakah nanti dia aman selama di kantor? Kenapa sih rektor ini kasi pekerjaan ini ke aku?! Ribet tahu!" batin Lily yang kebingungan memikirkan cara menjaga anaknya.


Lily berjalan ke dapur sambil menggendong baby Luke. Dia mulai berpikir untuk lebih fokus pada anaknya saja saat ini.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIRBDAN BACA s s


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2