Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Brian berulah lagi


__ADS_3

Mereka bertiga makan bersama di kantin dan bercerita tentang diri mereka masing - masing. Yuri mulai menerima keberadaan Yuan. Mereka bertiga bersenang - senang seperti teman baru.


"Ngomong - ngomong Yuan! Apa kau punya crush atau ada yang ngecrushin kamu?" tanya Yuri yang sedikit penasaran dengan kisah asmara Yuan.


"Hah? Aku punya crush tapi crushku sudah punya pacar(Sama kayak author)" jawab Yuan dengan ragu - ragu.


"Astaga! Kenapa tidak tikung saja?" Yuri meminum minumannya.


"Heh Yuri! Tidak boleh seperti itu! Siapa crushmu Yuan? Maksudku namanya" Lily memukul lengan temannya.


"Dia kapten klub basket yang pasti kalian tahu siapa orang itu" Yuan menundukkan kepalanya.


Lily sangat terkejut mendengar jawaban Yuan. Yuri langsung tersedak minuman saat mendengar ucapan Yuan.


"Yang benar Yuan?!" tanya Lily dan Yuri bersamaan.


"Iya beneran! Aku mulai menyukainya saat kami masih semester satu tapi dia langsung mendapatkan pacar saat dia masuk klub basket dan hatiku terasa sangat sakit waktu aku melihat mereka bersatu" jawab Yuan yang meremat erat roknya.


Lily dan Yuri merasa kasihan mendengar cerita Yuan. Namun tiba - tiba saja muncul ide gila dipikiran Yuri.


"Lily! Bagaimana kalau kita satukan saja Yuan dengan kak Sean?" usul Yuri dengan ide gilanya.


"Astaga Yuri! Sean sudah punya pacar! Jangan satukan dengan orang yang tidak pasti lebih baik satukan dengan orang yang lebih pasti saja,aduh bagaimana sih kamu ini" Lily menolak ide gila Yuri.


"Yaahhh... Okelah" Yuri hanya bisa pasrah dengan meminum minumannya.


Mereka kembali bercerita satu sama lain. Lily tidak menceritakan dirinya sudah menikah dan sedang hamil begitu juga dengan Yuri yang tidak menceritakan hubungannya dengan sang dosen.

__ADS_1


...----------------...


Selesai mereka makan - makan di kantin tiga wanita itu berpencar dengan tujuan masing - masing. Lily memutuskan untuk ke perpustakaan untuk mengajar Brian disana. Sebenarnya dia cukup takut untuk mengajar Brian sendirian di perpustakaan tanpa adanya Yuri. Namun ya sudahlah...


Lily telah sampai di perpustakaan. Saat dia akan melangkah masuk di saat yang bersamaan dirinya bertemu Brian yang akan masuk juga. Akhirnya mereka berdua masuk bersama - sama.


Lily memilih meja yang dipojok dekat dengan jendela. Brian mulai mengeluarkan bukunya dan Lily sibuk mencari buku - buku yang akan dia pelajari untuk ulangan tengah semester bulan depan. Menyentuh buku sebelah sana sebelah sini dan membaca buku.


Setelah menemukan buku yang sesuai baru dia kembali. Lily hanya membawa tiga buku, dia tidak berani membawa terlalu banyak karena dia masih hamil muda.


"Baiklah Brian! Mari kita mulai!" ucap Lily.


Brian hanya mengangguk saja. Lily mulai mengajarkan bagian - bagian yang sulit dipahami oleh Brian. Baru lanjut ke bagian yang akan dipelajari Lily. Brian sedikit bingung dengan Lily, di dalam pikirannya terdapat satu pertanyaan yang mengganjal yaitu kenapa Lily belajar materi yang belum diberikan oleh pak dosen?. Karena merasa takut Lily aka tersinggung jadi Brian memutuskan untuk tidak bertanya.


"Lily! Boleh tidak aku menanganggapmu sebagai teman tapi mesra?" tanya Brian secara spontan.


"Kenapa tidak boleh?! Tidak apa - apa perasaan terluka karena dirimu yang penting aku bisa merasakan bersamamu" Brian menuntut agar Lily menerima dirinya.


"Tidak boleh ya tidak boleh Brian! Aku sudah punya kekasih! Sebaiknya kau jangan memaksa diriku" Lily menolak keras ucapan Brian.


"Ayolah Lily! Aku sangat mencintaimu! Aku tidak peduli kau sudah punya kekasih atau belum".


"Kau tidak mencintaku! Kau hanya obsesi saja!".


Petugas perpustakaan langsung memberikan peringatan kepada Lily dan Brian. Lily membereskan semua peralatannya lalu beranjak pergi dari sana. Brian juga ikut membereskan peralatannya dan mengejar Lily.


Brian terus mengejar Lily kemana pun dia berjalan. Lily berjalan terburu - buru tanpa dia sadari kalau dirinya tergelincir saat menuruni tangga.

__ADS_1


Tapi syukurnya ada Max disana yang langsung menangkap Lily. Tidak ada bagian tubuh Lily yang menyentuh lantai termasuk kakinya. Lily terlihat sangat ketakutan saat dirinya ditangkap Max.


"Hei tenanglah Lily! Ini aku pak Max" ucap Max yang berusaha menenangkan Lily.


"Aku tidak jatuh kan pak Max? Aku tidak berdarah kan? Katakan pak Max?" tanya Lily yang memegangi kerah baju Max.


"Kau tidak jatuh sama sekali, kau tidak berdarah dan kau baik - baik saja" jawab Max dengan lembut.


Lily masih merasa ketakutan saat akan menyentuh tanah. Max membantu Lily berdiri dan menenangkannya.


"Ikut ke ruanganku Lily! Disana kau harus menjelaskan apa yag terjadi?" Max memegang tangan Lily lalu mengajaknya ke ruangannya.


Max juga menghubungi Yuri untuk membantunya. Lily masih kelihatan ketakutan. Kepala Lily menoleh ke belakang dan mendapati Brian masih mengikutinya.


Mereka berdua telah sampai di ruangan Max. Sekarang Max tinggal menunggu Yuri datang. Max sedikit kebingungan dengan wajah ketakutan Lily.


"Kau kenapa,Lily? Katakan lah" tanya Max yang duduk di sebelah Lily.


"Tadi ada yang ngikutin aku terus saat aku di tangga aku hampir jatuh dan pak Max menangkapku. Saat pak Max mengajakku ke ruangan ini orang itu masih mengikuti" jawab Lily yang menjelaskan semua yang terjadi.


"Siapa orang itu? Biar aku menanganinya".


SEGINI DULU GUYSSSS EH BTW GUYS KALIAN MAU DOUBLE UPDATE NGGK NANTI? KALAU MAU UPDATE TINGGAL KASI PEMBERITAHUAN MINTA UPDATE MAKASI.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2