Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Di Gedung Olahraga Nasional


__ADS_3

Akhirnya mereka telah sampai di tempat tujuan. Sean meminta Jia untuk menjaga Lily selama dia memarkirkan mobil. Jia membawakan barang - barang milik Lily dan si pemilik barang - barang berdiri di sebelah Jia. Sean memarkirkan mobilnya tidak terlalu jauh dari gedung. Selesai memarkirkan mobil, Sean menghampiri dua orang tadi.


"Ayo ikuti aku!" ajak Sean yang berjalan lebih dulu kemudia diikuti Lily dan Jia.


"Kapan kau mendaftarkan tim kita,Sean?" tanya Jia yang mengikuti dari belakang.


"Seminggu yang lalu tapi sebenarnya pendaftarannya dibuka sejak sebulan yang lalu dan sekarang adalah hari terakhir pendaftaran" jawab Sean yang menuju meja panitia.


Jia mengangguk paham. Sean berbincara sebentar kepada panitia tersebut kemudian panitia tersebut memberikan Sean sebuah amplop besar. Setelah dari meja panitia mereka bertiga beralih ke tempat papan pengumuman yang dimana tempat tersebut ada sebuah papan dan disana terdapat banyak informasi mengenai pertandingan,pemain,asal tim, dan lain - lain.


Lily membaca sebentar papan pengumuman tersebut dan mendapati beberapa teman timnya yang dulu masuk ke tim - tim andalan. Jia juga ikut membaca isi papan tersebut dan dia bertemu teman lamanya disana lalu menghampiri temannya tersebut. Sean juga bertemu teman - temannya yang lain disana.


Karena terlalu fokus membaca papan tersebut Lily sampai tidak menyadari kalau dirinya ditinggal sendirian. Tapi itu bukan masalah besar bagi Lily yang lebih penting sekarang adalah mendapatkan informasi lebih banyak mengenai tim - tim yang akan bertanding. Lily mencatat semua poin - poin penting pada isi papan tersebut.


Beberapa menit kemudian Lily sudah selesai mencatat dan sekarang tinggal mencari Sean dan Jia. Lily tampak bingung harus kemana karena ini pertama kalinya dia datang kembali ke gedung olahraga tersebut. Tangan Lily mengambil ponselnya dari saku tasnya. Yang pertama dihubungi adalah Sean.


"Halo Sean! Kau dimana? Aku sudah selesai mendapatkan informasi".


"Tunggu sebentar kak! Aku sedang berbincang sebentar dengan teman - teman lamaku".


"Jangan lama - lama!".


"Iya kakakku tersayang".


Panggilan telepon selesai. Sekarang beralih menelpon Jia yang entah dimana dia sekarang.


"Halo Jia!".


"Halo Lily! Kenapa?".


"Temani aku berkeliling yuk!".


"Maafkan aku Lily sepertinya aku tidak bisa karena aku sedang bersama teman - teman lamaku. Kau sendiri saja dulu berkeliling".


"Bagaimana dengan barang - barangku?".


"Barang - barang pentingmu sudah aku pindahkan ke tas yang kau bawa dan sisanya masih ada padaku".


"Okelah! Selamat bersenang - senang".


Panggilan telepon Lily dan Jia selesai. Lily merasa bosan karena tidak ada teman dia berkeliling. Namun ya sudahlah lebih baik dia berkeliling sendiri.

__ADS_1


Lily mulai jalan - jalan sendiri. Sampai pada akhirnya dia menemukan ada kios kecil yang menjual minuman. Mulut Lily langsung tergiur melihat orang - orang keluar dari kios kecil tersebut dengan membawa minuman. Lily langsung menghampiri tempat tersebut.


Saat sampai disana ternyata banyak juga orang yang memesan minuman. Lily menghampiri tempat memesan.


"Mau pesan apa mbak?" tanya pegawai tersebut.


"Saya pesan milk teanya satu tapi jangan pakai susu kental manis,ya mbak" jawab Lily yang langsung mengeluarkan uang cas.


"Baiklah mbak tunggu sebentar" pegawai tersebut langsung menyiapkan minuman Lily.


Sembari menunggu minumannya siap Lily melihat sekeliling. Kios kecil ini sekarang ini dipenuhi oleh para pemain profesional dan Lily mengetahui itu semua karena Lily pernah satu sekolah dengan pemain - pemain tersebut.


"Permisi mbak! Ini minumannya" ucap pegawai tersebut menyerahkan pesanan Lily.


"Ini bayarannya mbak" jawab Lily yang bersama dengan pria disebelahnya yang juga mau mengambil minuman milk tea tersebut.


Lily dan pria itu saling menoleh satu sama lain. Ternyata pria yang membayar samaan dengan minuman Lily adalah mantan kapten di tim SMAnya dulu. Lily sangat terkejut melihat kapten lamanya tersebut. Pria tersebut membayar minuman Lily lalu memberikannya kepada Lily.


"Kenapa kakak yang bayar? Ini minumanku seharusnya aku yang bayar" tanya Lily yang merasa tidak terima.


"Ambil saja! Aku yang memberikannya" jawab pria tersebut yang mengambil minumannya yang sesungguhnya.


"Kalau begitu terima kasih banyak kak" Lily mulai meminum milk teanya.


"Aku baik! Bagaimana kabar kak Yohan?" Lily tersenyum kepada mantan kaptennya yang bernama Yohan.


"Aku juga baik! Bagaimana karirmu menjadi manager basket?".


"Masih aman tapi awalnya aku tidak ingin menjadu manager saat kuliah nanti namun sekarang aku disuruh kembali jadi ya sudahlah...".


"Hmmm... Apa kau masih trauma dengan insiden itu?".


"Aku tidak trauma hanya saja aku tidak ingin analisisku salah lagi karena ini juga mempengaruhi hidupku".


"Sudahlah jangan diingat lagi! Lagipula kita bisa menjadi juara satu walaupun ada sedikit masalah".


"Kak Yohan benar!".


"Dimana kau kuliah? Kalau kakak di Blues kampus karena disana banyak pemain bagus".


"Aku juga pernah mendengarnya! Angkatanku yang dulu saja kebanyakan masuk disana".

__ADS_1


"Hahaha... Benar! Aku bisa melihat beberapa adik kelas lamaku".


"Tuh kan! Astaga! Maaf aku lupa menjawab pertanyaan kak Yohan yang tadi. Aku kuliah di Dazzling Stars".


"Ohh... Aku kira kau kuliah di kampus - kampus elit dan mewah itu".


"Aku malas disana! Kebanyakan orang sombong dan tukang bul ly saja".


"Kau benar! Lebih baik kuliah di tempat biasa - biasa saja. Bagaimana kalau aku menemanimu keliling sebentar?".


"Boleh juga! Ayo!".


Yohan dan Lily beranjak dari kursi lalu berkeliling mengelilingi gedung olahraga. Ternyata di sekitara gedung olahraga tersebut tidak hanya ada taman melainkan juga ada kios - kios kecil lainnya disekitaran sana.


Lily menarik tangan Yohan untuk membeli sesuatu di kios - kios tersebut. Kios yang mereka kunjungi pertama adalah kios makanan yang dimana kios tersebut tersebut menjual makanan khas negara K(kalau di realnya negara K adalah korsel). Yang dibeli Lily hanya tiga jenis saja karena sisanya termasuk makanan mentah.


Selesai disana mereka beralih ke kios manik - manik. Lily melihat ada gelang couple disana dan niatnya dia ingin membeli Edward juga. Gelang - gelang tersebut ada yang bertuliskan married with (inisial), i love ( inisial), stay with(inisial),dan masih banyak lagi. Namun yang dipilih Lily adalah gelang yang bertuliskan married with (inisial) dan Lily meminta penjual untuk menuliskan Mr. Davis E lalu dibelakang hurufnya ada gambar bunga Lily pada gelang tersebut.


Penjual tersebut langsung menuliskan apa yang diminta Lily. Sementara Lily meminta lagi satunya untuk menuliskan Mrs.Lawrence L ditambah gambar bunga Lily dibelakangnya. Selesai penjual tersebut menulis apa yang diminta pelanggannya, penjual tersebut mendapatkan bayaran lebih. Lily menyimpan dua gelang tersebut di tasnya.


Mereka berdua kembali melanjutkan berkeliling. Yohan sedikit penasaran apa yang dibeli Lily tadi di kios manik - manik. Dia ingin bertanya tapi tidak memiliki keberanian. Sebenarnya Yohan menyukai Lily sejak menjad manajer klub basket SMAnya namun karena tidak memiliki keberanian jadi Yohan didahului.


Lily meminta Yohan untuk memfoto dirinya di sebuah taman. Yohan menuruti permintaan Lily dan mengambil beberapa gambar.


Selesai mereka berkeliling, Yohan mengantarkan Lily kembali ke tempat panitia takutnya dia dicari oleh teman - temannya. Sampai disana ada Sean dan Jia yang menunggu Lily.


"Terima kasih sudah menemaniku jalan - jalan kak Yohan,sampai jumpa di pertandingan" ucap Lily yang pamit kepada Yohan.


Si kapten hanya bisa melambaikan tangannya kepada mantan manajernya. Kemudian dia kembali mencari teman - temannya. Lily hanya tersenyum saja saat di depan Sean dan Jia.


"Sudah jalan - jalannya?" tanya Sean kepada Lily.


"Sudah! Ayo kita kembali!" jawab Lily.


Mereka bertiga memutuskan kembali ke kampus setelah pergi selama satu jam. Sean mengambil mobilnya tapi dia melihat ada Lola bersama pria lain. Dia membuka pintu lalu menutupnya kembali dengan cara kasar.


Mobil Sean sudah berada di depan gerbang. Lily dan Jia masuk bersamaan. Mobil melaju menuju kampus Dazzling Stars.


MAAF AUTHOR TIDAK BISA DOUBLE UPDATE KEMARIN GARA - GARA ADA KESIBUKAN DI REAL LIFE YA SUDAH SEBAGAI GANTINYA AUTHOR KASI SEKARANG AJA


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>


__ADS_2