Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Mahasiswi Baru?


__ADS_3

Keesokan paginya, Lily sedang memasak sarapan di dapur. Tangan Lily terlihat sangat sibuk menyiapkan bahan dan mengaduk campuran bahan - bahan di penggorengan. Sedangkan Edward sedang bersiap - siap di kamarnya.


Tapi kali ini ada hal spesial yang dimana Lily membuatkan bekal untuk sang suami. Biasanya Edward tidak mau membawa bekal karena tidak ingin merepotkan sang istri padahal Lily sangat ingin sekali membuatkan bekal. Namun hari ini kesempatan itu datang.


Lily menyiapkan bekal terbaik untuk suami tercintanya. Beberapa menit kemudian sarapan sudah siap begitu juga bekal untuk Edward. Di saat yang bersamaan pula Edward sudah ada di meja makan dengan membawa koper hitamnya.


Kaki Lily melangkah menuju meja dan kedua tangannya membawa masing - masing satu piring berisi makanan. Edward yang melihat Lily bolak balik membawa piring memutuskan untuk membantu sang istri.


"Eh? Sayang ngapain?" tanya Lily yang bingung kenapa sang suami membawa piring yang akan dia bawa.


"Aku hanya ingin membantumu,aku takut kau kecapean karena sudah masak dari tadi pagi" jawab Edward yang membawa piring makanan ke meja makan.


Lily terdiam melihat suaminya membawa piring makanan. Akhirnya Lily membawa dua gelas yang dimana gelas berukuran pendek berisi kopi dan gelas yang panjang berisi susu hamil.


Pasangan suami istri itu duduk berhadapan di meja makan. Ingat ya sebelum makan harus berdoa dulu. Mereka berdua mulai memakan sarapannya. Seperti biasa Edward selalu terpukau dengan hasil masakan Lily.


"Baby".


"Kenapa?".


"Bekalku sudah siap?".


"Sudah! Itu ada di dapur, di dekat kompor".


"Ohh... Baguslah! Terima kasih".


"Sama - sama sayang🥰".


Lily tersipu mendengar pujian suaminya tersebut. Edward yang melihat istrinya tersipu hanya tersenyum saja. Lima belas menit mereka menghabiskan sarapan. Edward melarang Lily untuk mencuci piring dan biarkan dirinya untuk mencuci piring. Karena tidak bisa melawan akhirnya Lily biarkan saja dan mengambil tasnya di kamar.


Sesudah mengambil tas Lily berjalan menuju pintu depan. Edward yang sudah selesai mencuci piring dan sudah menyiapkan mobilnya. Lily sudah mengunci semua pintu rumah dan segera masuk ke mobil Edward.


"Sudah sayang! Kenapa?" Lily sudah masuk ke mobil dan sudah memasang sabuk pengaman.


"Sepertinya ada sesuatu yang terlupakan deh baby" Edward berusaha mengingat sesuatu yang ia lupakan.


"Apa itu? Apa mungkin bekalmu?".


"Oh iya! Astaga! Tunggu sebentar ya baby".

__ADS_1


Edward keluar dari mobil dan masuk kembali ke rumahnya untuk mengambil bekal. Sambil menunggu Lily melihat sesuatu yang menarik di ponselnya. Tidak lama kemudian Edward kembali dengan membawa bekalnya. Lily meletakkan ponselnya di tas.


Mobil Edward melaju keluar kediaman Davis dan pergi menuju kampus lalu menuju kantor. Di perjalanan, Lily sibuk melihat jalanan yang dilalui melalui kaca mobil.


"Baby".


"Kenapa,sayang?".


"Apakah klubmu ada latihan hari ini?".


"Ada tapi tidak seketat kemarin. Kalau kemarin itu semua para pemain sangat kelelahan karena menu latihannya yang sangat ketat".


"Memangnya latihan apa kemarin?".


"Latihan daya tahan tubuh dan stamina. Diantara semua pemain yang memiliki daya tahan dan stamina yang bagus hanyalah Dovan saja. Menurutku dialah definis cowok idaman di kampus".


"Kenapa kamu bilang begitu?".


"Dia itu pintar,baik, bisa olahraga, kesayangan dosen, dan pekerja keras tapi yang minusnya adalah dia itu ceroboh".


"Ok! Jangan dibahas lagi!".


"Apakah baby masih pakai cincin pernikahan meskipun di area kampus?".


"Masih! Tapi tidak ada banyak orang yang tahu".


"Hhmmm.... Baguslah".


Pembicaraan mereka selesai. Edward kembali fokus ke jalanan dan Lily sibuk mengelus perutnya.


...****************...


Beberapa menit kemudian mobil Edward sudah sampai di depan gerbang kampus Dazzling Stars. Sebelum turun dari mobil, Lily memberikan kecu pan ringan di pipi dan bi bir suaminya sedangkan Edward memberikan ciu man manis di perut dan bi bir istrinya. Lily turun dari mobil kemudian melamabaikan tangannya ke arah mobil Edward yang mulai melaju.


Saat Lily balik badan ternyata ada Dovan yang berdiri di belakangnya. Lily sempat sedikit terkejut tapi Dovan menepuk pelan bahu Lily. Dovan mengajak Lily untuk masuk bersama dan Lily menerimanya.


Bukan namanya kampus Dazzling Stars kalau tidak ada kerumunan di tengah lapangan. Tepat di tengah lapangan ada kerumunan mahasiswa dan mahasiswi yang hanya memperhatikan seorang mahasiswi baru. Mahasiswi baru tersebut mengaku kalau dirinya adalah nona utama keluarga Lawrence.


Dovan dan Lily sedikit bingung dengan keadaan itu. Tapi karena kondisi Lily yang masih hamil, Dovan langsung mengajak dia ke tempat yang tidal terlalu ramai. Semenjak Lily hamil,dirinya mulai sensitif terhadap kerumunan orang banyak.

__ADS_1


Saat mereka di depan ruangan Max, ada Yuri yang berdiri di depan sana dengan matanya tertuju ke arah kerumunan tersebut. Lily mengajak Dovan untuk segera menghampiri Yuri dengan cara menarik salah satu tangan Dovan.


"Yuri!" panggil Lily yang berlari kecil.


"Lily! Hati - hati Lily! Nanti kamu jatuh takutnya" jawab Yuri yang langsung menghampiri temannya tersebut.


"Hehehehe... Maaf! Maaf! Ada masalah apa di kerumunan tersebut?" Lily melepas pegangan tangannya kepada Dovan lalu mengganti topik pembicaraan.


"Ada mahasiswi baru yang mengaku sebagai nona utama dari keluarga Lawrence" Yuri kembali menatap kerumunan tersebut.


"Nona Lawrence? Maksudnya aku? Aku kan Lawrence" Lily langsung menunjuk dirinya.


"Margamu apa?" tanya Dovan.


"Lawrence".


Dovan langsung terdiam mendengar jawaban Lily. Memang di negara C, marga Lawrence adalah marga yang langka dan juga merupakan marga yang istimewa karena marga tersebut selalu sukses di bidang apapun. Tapi di keluarga Lawrence hanya ada terdapat satu keluarga utama yaitu keluarganya Lily.


"Aku juga tidak tahu Lily namun saat ini Max sedang mengatasi orang tersebut" Yuri melipat kedua tangannya di depan dada.


Lily hanya mengangguk paham dan memperhatikan kerumunan orang - orang tersebut. Tidak berapa lama kemudian Max keluarga dari kerumunan tersebut dengan mahasiswi yang katanya bermarga Lawrence itu mengikutinya di belakang. Terlihat jelas di wajah Max kalau dirinya sangat marah.


"Lily! Dovan! Masuk kelas kalian! Dan Yuri tetap disini,ikuti bapak" ucap Max kepada tiga muridnya.


Lily dan Dovan menuruti perintah Max tersebut. Yuri berjalan di sebelah Max memasuki ruangan tersebut. Mahasiswi baru itu terlihat sangat sombong,lebay,dan sok cantik.


Di ruangan Max, mahasiswi baru tersebut sedang di sidang oleh Max. Yuri duduk di sebelah Max sebagai penenangnya dan di atas paha ada tangan Max yang menggenggam tangan Yuri.


"Kenapa kau mengatakan dirimu sebagai nona Lawrence?" tanya Max dengan ketusnya.


"Itu memang benar pak! Saya adalah nona Lawrence" jawab mahasiswi tersebut dengan mengeluarkan pesonanya.


"Tapi kenapa di daftar absen nama marga kamu lain? Apa kamu tahu akibat yang kamu perbuat ini?" Max menggenggam erat telapak tangan Yuri karena dia terlihat sangat emosi.


SEGINI DULU GUYSS


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2