Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Latihan di pantai


__ADS_3

Besok pagi atau lebih tepatnya pukul enam pagi semua anggota sudah berkumpul. Memang semuanya sudah berkumpul tapi latihan belum dimulai karena latihan akan dimulai pukul tujuh tiga puluh. Yang lain sedang bersiap - siap sedangkan si manajer sedang menunggu sang suami ganti pakaian.


"Sudah belum sayang?" panggil Lily dari luar kamar mandi.


"Ini sudah selesai! Sekarang aku keluar" jawab Edward yang membuka pintu kamar mandi.


Lily sangat senang bisa melihat tubuh indah sang suami. Edward mengenakan baju pantai yang ia tidak kancing sehingga roti sobeknya terlihat, ditambah celana pendek selutut berwarna hitam. Lily memeluk tubuh Edward dan tidak lupa menyentuh aset sang suaminya.


"Ayolah baby! Kita jalan - jalan yuk! Kan kita sudah sarapan tadi" ucap Edward yang menyentuh pipi kenyal sang istri.


"Ayo! Jalan - jalannya harus dipinggir pantai juga!" jawab Lily yang tampak tidak bersemangat.


Edward menggandeng tangan istrinya kemudian berjalan keluar kamar hotel. Mereka terlihat sangat romantis sekali. Untuk penampilan Lily nanti author sediakan pic nya juga kok tapi author deskripsikan sedikit. Lily berpenampilan dengan mengenakan dress sampai selutut berwarna putih, rambut di kepang dua, dan sandal jepit berwarna krem.


Mereka berdua sampai di pantai. Lily sangat bahagia melihat pemandangan pantai pagi hari. Kaki Lily melepas sandalnya sebentar lalu berlari kecil untuk sedikit mendekat ke bibir pantai. Edward mengikuti istrinya dari belakang dengan senyum bahagianya.


"Hahaha.... Aku senang sekali sayang! Sudah lama aku tidak ke pantai lagi" ujar Lily yang sangat bahagia.


"Kau benar baby! Sekarang bermainlah sepuasmu" jawab Edward yang membiarkan istrinya bersenang - senang dengan tetap memperhatikan dari belakang.


Lily bermain air di bibir pantai. Kedua tangan Lily melempar air kesana kemari kemudian beralih ke perutnya. Dia menyelusupkan tangannya ke perutnya lalu elus sebentar.


"Pinpin.... Lihat ini nak! Ibu lagi main air di pantai,besok saat kamu sudah lahir ibu bawa kau kesini lalu kita main sama - sama disini" ucap Lily yang berbicara kepada Pinpin.


Edward hanya tersenyum dari belakang melihat dua kehidupannya sangat bahagia. Lily berlari kesana kemari sampai bajunya basah tapi dia tidak mempermasalahkan hal tersebut yang penting dia bahagia.


Di sekitaran pantai hanya ada mereka berdua saja jadi hal ini memudahkan mereka untuk menikamti dunia mereka. Lily berlari ke arah Edward dan menarik tangan suaminya. Edward menuruti saja keinginan sang istri untuk bermain bersama di bibir pantai.


Pasangan suami istri ini saling melempar air satu sama lain. Edward sengaja tidak melempar air dengan kekuatan penuh takutnya kena mata Lily jadi dia hanya menyerang ke bagian leher ke bawah saja. Lily menyerang suaminya dengan air yang sangat banyak sehingga membuat Edward kewalahan menangkisnya. Tapi Edward memiliki banyak cara untuk menjinakkan istrinya tersebut yaitu dengan cara dia melangkah mendekati Lily kemudian memeluk pinggang istrinya.


"Dapat! Nakal sekali istriku ini! Sini ci um dulu!" ucap Edward yang memeluk Lily dari belakang dan hendak menci um leher sang istri.


"Hahaha.... Aduh geli sayang,hahahaha...." jawab Lily yang dipenuhi dengan tawa.

__ADS_1


Mereka sangat menikmati waktu berdua mereka. Tapi saat Edward melihat jam tangannya yang ternyata sudah menunjukkan pukul enam dua puluh. Dia mengajak sang istri agar kembali ke villa karena sebentar lagi jadwal latihan klub basketnya. Awalnya Lily menolak tapi Edward memberikan syarat kepada Lily jika sesudah latihan maka dia akan mengajak Lily jalan - jalan lagi sampai sang istri puas. Tentu saja syarat itu disetujui oleh Lily tanpa pikir panjang sama sekali.


Saat Edward dan Lily kembali ke villa,mereka berdua mendapati kalau semua anggota klub basket sudah siap untuk latihan. Lily segera menuju kamarnya untuk mengambil perlengkapan manajernya. Edward memutuskan untuk menghampiri tim basket.


"Hai kalian semua!" sapa Edward yang langsung berdiri di sebelah Sean.


"Hai kak! Mana Lily?" tanya Sean yang mencari keberadaan kakak iparnya.


"Dia lagi mengambil perlengkapannya,kalian mau latihan apa saja hari ini?" jawab Edward yang melihat setiap wajah para pemain.


"Kita mau latihan daya tahan tubuh sama latihan di bagian kaki juga" Sean mengambil lembar kertas menu latihannya.


"Permisi kapten! Siapa dia? Kenapa dia ada disini?" tanya Kevin yang bingung melihat kehadiran Edward karena yang mengetahui suami Lily hanyalah Dovan dan Jia saja.


"Perkenalkan dia adalah kakakku sekaligus suaminya Lily" Sean dengan terpaksa memperkenalkan kakaknya dihadapan semua anggotanya.


"Halo semua! Nama saya Edward" suami Lily itu memutuskan menyapa sekali lagi.


"Sean! Apakah kakakmu juga seorang mantan pemain basket?".


"Tidak! Dulu aku sukanya main baseball sama voli" jawab Edward.


"Ohh... Pantas saja kapten kita cebol" ujar Jia yang keluar begitu saja.


"Apa katamu?! Coba sini kau,Jia!" protes Sean yang siap - siap menyerang Jia tapi ditahan oleh Henryi.


Edward hanya tersenyum saja melihat ukuran tinggi adiknya. Apa yang dikatakan Jia itu memang benar kalau Sean lebih pendek dari pada Edward. Selisih tinggi mereka saja bisa mencapai dua puluh centimeter.


Tidak lama kemudian Lily kembali dengan membawa peralatan manajernya. Penampilan Lily kali ini ada penambahnya yaitu Lily menggunakan topi jerami yang sudah dibeli oleh Edward kemarin agar sang istri tidak merasa kepanasan saat menganalisis.


"Baiklah semuanya ayo kita ke pantai!" ajak Sean yang berjalan terlebih dahulu baru diikuti yang lain.


"Sayang~.... Kau juga harus ikut latihan" pinta Lily dengan nada bicara manja.

__ADS_1


"Memangnya boleh? Aku takut merusak susunan latihan mereka" jawab Edward yang sedikit ragu untuk mengabulkan permintaan Lily.


"Aku pengen lihat kamu olahraga" Lily kali ini dalam mode ngidam.


"Baiklah! Ayo kita ikuti mereka" Edward akhirnya menuruti permintaan Lily lalu berjalan mengikuti anggota klub basket sambil merangkul pinggang istrinya.


Mereka pun sampai di pantai dengan sinar matahari yang mulai terlihat. Edward memberitahu Sean kalau dirinya harus ikut latihan demi sang istri. Sean tahu maksud sang kakak dan mengiyakannya. Semua anggota berbaris rapi dengan memanjang ke arah barat.


Di saat yang bersamaan pula Max dan Yuri datang. Yuri menyapa Lily kemudian memeluknya. Para anggota tim basket kebingungan dengan kehadiran dosen mereka.


"Pak Max! Semua tugas aku sudah kumpulin! Kalau mau nagih jangan sampai kesini juga pak!" teriak Dovan dari barisan.


"Itu benar pak! Hanya si G ay saja yang malas!" Jia menyetujui ucapan temannya tersebut.


"Saya kesini bukan mau tagih tugas! Saya datang kesini karena diundang oleh dia" jawab Max yang menunjuk Edward.


Sontak semuanya menoleh ke arah Edward yang tersenyum mengangkat kedua tangannya. Disini semuanya paham kalau dengan rencana Edward. Lily menoleh ke arah Max dan meminta,


"Kak Max! Ikut latihan!".


"Hm? Kok kakak juga ikut?" Max niatnya mau liburan bukan ikut latihan.


Edward memberi kode kepada Max agar menuruti saja kemauan Lily. Terpaksa Max masuk ke barisan dan Lily bertepuk tangan ria melihat Max ikut latihan. Lily dan Yuri jadi penonton para pria latihan.


"Oh iya Lily! Sejak kapan suamimu punya ta to di pinggang kanannya?" tanya Yuri yang memperhatikan ta to tersebut.


"Ta to itu sudah ada sejak setahun yang lalu. Ta to itu juga merupakan simbol keluarga Davis. Yang aku tahu kalau ada salah satu anggota keluarga Davis sudah menikah berarti dia harus men ta to badannya dengan simbol keluarganya".


SEGINI DULU


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2