Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Gelang Couple sudah dipakai


__ADS_3

Mereka bertiga sudah sampai di kampus. Lily sudah menempel jadwal timnya bertanding. Kira - kira seperti inilah jadwalnya.( maaf author kasi xxx bulan sama tahunnya soalnya ndk nentu nanti).


Kampus Dazzling Stars VS Institut Wales West


Hari selasa tanggal xx bulan xxx tahun xxx.


Jam empat sore di gedung olahraga Institut Wales West.


Kampus Dazzling Stars VS Kampus The Dreamer


Hari jumat tanggal xxx bulan xxx tahun xxx.


Jam empat sore di gedung olahraga Kampus The Dreamer.


Kampus Dazzling Stars VS Kampus Big Hopes


Hari Senin tanggal xxxx bulan xxx tahun xxx.


Jam dua siang di gedung olahraga Dazzling Stars.


Kampus Dazzling Stars VS Institut Ilmu Tinggi Barat


Hari Rabu tanggal xxxx bulan xxx tahun xxx


Jam tiga sore di gedung olahraga Intitut Ilmu Tinggi Barat.


Kampus Dazzling Stars VS Kampus Khusus Ilmu Kedokteran


Hari sabtu tanggal xxxx bulan xxx tahun xxx


Jam dua siang di gedung olahraga kampus Dazzling Stars. (Pastikan semua readers menontonnya kalau tidak.... Akan menyesal).


Jadwal yang ditempel baru babak kualifikasi dan untuk pertandingan sungguhannya akan diadakan dua bulan lagi. Jadi selama satu bulan ini pertandingan ini akan menyaring tim - tim terbaik untuk melawan tim terbaik lainnya.


Kampus Dazzling masuk ke blok D yang untungnya tidak ada lawan berbahaya disana. Sean tetap saja merasa khawatir. Sekarang mereka melakukan latihan intensif awal.


"Baiklah semuanya dengarkan! Kita akan bertanding sekitar dua minggu lagi! Jadi mulai sekarang berlatihlah dengan serius dan jangan main - main!" ucap Sean dengan tegas hingga membuat suaranya menggema.


Latihan kembali diambil alih oleh Sean. Pak pelatih mereka melakukan tim by one. Sekarang pemain inti dipecah menjadi dua. Tiga orang tim inti ditambah pemain junior di tim merah dan dua orang tim inti ditambah tiga junior di tim biru.


"Heh! Keluar kau! Cepat!" usir Sean kepada Dovan.


"Aku bisa kapten! Percaya saja kepadaku! Aku tidak akan mengganggu!" jawab Dovan yang tetap mau bermain.

__ADS_1


"Dengarkan aku Dovan! Kau itu pemain paling handal di tim kita jadi aku memerlukanmu untuk istirahat sehingga kau bisa bermain di pertandingan dua minggu lagi,mengerti?" Sean memberikan penjelasan kepada Dovan agar dia mau beristirahat.


Dovan mengangguk saja dan duduk di sebelah Lily. Manajer manis itu hanya tersenyum saja saat melihat wajah lesu Dovan.


"Tidak apa - apa Dovan! Berikutnya kau pasti sembuh" ucap Lily yang mengelus kepala Dovan.


"Terima kasih Lily,haeuhhh....." jawab Dovan yang masih merasa lesu.


Latih tanding antar tim pun dimulai. Banyak perubahan yang terjadi yang dimulai dari umpan yang kurang tepat,shooting kurang sempurna,pemain saling tabrakan,dan masih ada lagi. Pak pelatih menepuk jidatnya saat para pemainnya jadi kacau.


"Sudah berhenti! Semuanya berkumpul!" panggil pak pelatih.


Semua pemain berkumpul di depan pak pelatih. Sean sudah bisa menebak kalau dirinya akan dimarahi habis - habisan oleh pak pelatih.


"Ada apa dengan kalian semua?! Kenapa permainan kalian kacau sekali?! Cuman beda tim!" tanya pak pelatih yang marah - marah sampai wajahnya memerah.


Tidak ada satu pun yang menjawab termasuk Sean. Jia berpura - pura mengikat tali sepatunya, Henryi berpura - pura menguap,Kevin berpura - pura mengingat sesuatu,dan Sean hanya tersenyum saja seperti badut.


"Sudahlah! Latihan sampai disini saja! Sekarang masuk kelas masing - masing" pak pelatih pergi meninggalkan gedung olahraga.


Semua pemain mulai berkemas dan masuk ke kelas masing - masing. Lily melipat kertas yang berisi data hasil latihan tadi di tasnya. Latihan selesai dan semuanya kembali ke kelas masing - masing.


******************


"Hah?! Benarkah?! Itu bagus dong" Lily terkejut mendengar cerita Yuri.


"Iya itu benar! Aku tidak sabar melihat kedekatan ayah dan Max" Yuri mulai membayangkan apa yang akan terjadi di rumahnya pada malam hari.


"Tin! Tin! Tin!" suara klakson mobil Edward.


Lily berpamitan kepada Yuri lalu menghampiri mobilnya Edward. Tangan Lily membuka pintu lalu masuk. Di dalam mobil, Lily disambut dengan berbagai macam cemilan ringan dan minuman yang tentunya yang bisa dimakan untuk ibu hamil.


"Terima kasih sayangku" ucap Lily yang juga mendaratkan kecu pan ringan di pipi kiri Edward.


"Sama - sama my baby,bagaimana harimu di kampus?" jawab Edward yang mulai menjalankan mobilnya.


"Menyenangkan! Tadi aku diajak pergi ke gedung olahraga nasional dan disana aku bertemu dengan teman lamaku" Lily mulai membuka salah satu bungkus cemilan dan memakanya.


"Hmmm... Apakah laki - laki?".


"Iya! Dia itu kapten di tim basket SMAku dulu tapi tenang saja sayangku, aku dan dia hanya sebatas teman saja".


"Sebatas teman? Bagaimana kalau dia menyukaimu?".

__ADS_1


"Ya biarin saja! Apa salahnya? Kan aku sukanya sama kamu cintanya sama kamu lalu kenapa aku harus oleng ke pria lain?".


"Jawaban yang bagus nyonya Davis. Kau sudah menghilangkan rasa cemburuku".


"Hehehe... Oh ya! Aku punya oleh - oleh untukmu saat aku pergi ke gedung olahraga nasional,nih!".


Lily mengeluarkan gelang couplenya tersebut lalu memberikannya kepada Edward. Si suami sangat tersentuh melihat pemberian sang istri. Edward menggunakan gelang yang bertuliskan married with Married with Mrs. Lawrence L(gambar bunga Lily) dan Lily menggunakan gelang yang bertuliskan Married with Mr. Davis E(gambar bunga Lily).


Lily memasangakan gelang tersebut di tangan kiri Edward dan Lily memakai gelang tersebut di tangan kanannya. Edward tersenyum lebar saat mendapatkan hadiah tersebut. Walaupun barang tersebut tidak mahal tapi rasa tulus ikhlasnya tiada tara.


"Terima kasih baby, i love you♡" ucap Edward yang masih merasa senang.


"Sama - sama sayang, i love you too♡" jawab Lily yang melanjutkan memakan cemilannya.


"Oh ya baby! Aku mau cerita".


"Cerita apa?".


"Tentang kejadian di kantor".


"Ada apa memangnya?".


"Wanita gila itu masuk ke kantor dan langsung marah - marah kepadaku. Aku panggil sekuriti untuk mengusirnya tapi wanita gila itu tetap saja ingin menemuiku".


"Lalu? Bagaimana cara kau menghentikannya?".


"Aku lapor kepada kakek supaya wanita itu segera disingkirkan".


"Kenapa tidak mengadu sama kak Zeta saja?".


"Aku ingin... Tapi masalahnya nanti aku kena tuntut karena sudah membu nuh anak orang dengan tuduhan pembu nuhan berencana,lalu bagaimana dengan istri dan anakku nanti?".


"Aku cari pria baru,hahahaha...".


"Jangan berkata seperti itu baby! Aku jadi khawatir".


"Hehehe... Maaf! Maaf! Aku hanya bercanda saja".


"Hadeuhh... My baby~...".


Mereka berdua terus melanjutkan pembicaraan mereka sampai mereka tanpa sadari kalau mereka sudah sampai di kediaman mereka. Edward membukakan pintu untuk Lily lalu masuk bersama.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>


__ADS_2