
OKE GUYS MARI KITA MASUK KE ROOM CHAT PASANGAN SUAMI ISTRI TERCINTA KITA.
^^^"Sayang!".^^^
^^^"Kamu lagi ngapain? Aku mau tanya sesuatu".^^^
DUA MENIT KEMUDIAN.
^^^"Sayangggggg!!!".^^^
^^^"Lama sekali balasnya! Lagi ngapain sih?!".^^^
"Maaf baby tadi aku masih ada rapat ini baru selesai".
^^^"Oh.".^^^
"Baby kalau ngetik itu jangan pakai titik kayak gitu takut aku ngelihatnya".
^^^"Terus pakai apa?".^^^
"Seperti kita chatting biasanya".
^^^"Iyain aja".^^^
"Tadi baby mau bertanya".
"Memangnya mau tanya apa?".
^^^"Boleh aku aja Yuri ikut ke kolam renang besok?".^^^
"Kenapa mau ajak Yuri? Kan liburannya cuman kita berdua aja".
^^^"Aku pengen! Terus katanya dia mau kenalan sama kak Max".^^^
"Jadi yang pergi berlibur itu aku,baby,Yuri,dan Max?".
^^^"Iya".^^^
^^^"Boleh,ya?".^^^
"Boleh asalkan dia terus bermain sama Max".
^^^"Terus main sama akunya kapan?".^^^
"Nanti selesai dia bermain sama Max".
^^^"Ahhhh!... Sayangku pelit!".^^^
"Pelit begini tapi kamu cinta,kan?".
^^^"iuhhhh".^^^
"Jangan begitu baby😭".
^^^"Yang ketik iuhhh itu bukan aku tapi Pinpin".^^^
"Pinpin kan belum lahir bagaimana cara dia ketik keyboard?".
^^^"Melalui aku😁".^^^
"Ya ampun baby...".
"Yuri boleh ikut asalkan Max ikut juga".
^^^"Iyeyyyy love you sayangku♡".^^^
"Love you more my baby♡".
__ADS_1
^^^"Sayang!".^^^
"Kenapa,baby?".
^^^"Ternyata beneran Max jadi dosen di kampusku juga dia mengajar di kelasku tadi".^^^
"Ada dia dekat - dekat sama baby?".
^^^"Ada kok! Ini lagi duduk di kantin terus Max duduknya di sebelah aku".^^^
Edward tidak membalas pesan chat yang dikirim Lily barusan. Melainkan dia langsung menghubungi pihak yang duduk di sebelah Lily.
Max yang sedang asyik berbincang dengan Yuri tiba - tiba mendapati ponselnya berdering. Tangan Max mengambil ponsel dari sakunya tapi saat dia melihat nama yang tertera di layar wajahnya langsung berubah masam. Dengan terpaksa Max menjawab panggilan telepon tersebut.
"Halo Edward?".
"Woi! Duduknya jangan di sebelah istriku!".
"Apaan sih?! Salah memangnya aku duduk di sebelah adik iparku sendiri?".
"Salah besar! Sudah jauh - jauh sana duduknya".
"Kalau aku tidak mau bagaimana?".
"Aku panggil rektor kampus nanti".
"Cuman sekedar duduk di sebelah istrinya langsung bawa rektor".
"Banyak omong! Pindah sana!".
"Iya! Iya! Ini aku pindah! Posesif sekali jadi suami".
"Besok istrimu kalau dibelai sama pria lain memangnya kamu tidak marah?!".
"Ya marahlah! Pakai tanya segala lagi! Bego!".
"Itu namanya cemburumu kelewatan tahu!".
"Terserah! Pokoknya tugasmu di kampus selain mengajar hanya boleh menjaga adik iparmu! Tidak boleh menyentuh sedikit pun".
"Iya! Cerewet sekali kau ini! Sudahlah aku matikan".
Max langsung mematikan panggilan telepon tersebut dari pada dia mendapat omelan yang tidak hentinya. Lily bisa mengetahui siapa yang menelpon Max tadi dan dia mengetahuinya dari Max pindah tempat duduk tadi.
OKEY GUYS KEMBALI KE ROOM CHAT
^^^"Sayang".^^^
^^^"Kamu yang menyuruh kak Max pindah tempat duduk tadi?".^^^
"Iya".
^^^"Ohh... Pantesan".^^^
^^^"Nanti saat jemput aku antar aku dulu ke toko bakery".^^^
"Baby mau beli apa?".
^^^"Mau beli sepatu".^^^
"Memangnya di toko bakery ada sepatu?".
^^^"Sudah tahu toko bakery adalah toko roti pakai tanya lagi!".^^^
"Maaf".
^^^"Intinya nanti dalam perjalanan kita mampir ke toko bakery aku mau beli banyak roti".^^^
__ADS_1
"Kenapa tidak sekalian saja sama tokonya?".
^^^"Kasihan sama orang yang punya".^^^
"Oke,nanti sore aku jemput love you baby♡".
^^^"Love you more and more sayang♡".^^^
CHATTINGAN SELESAI KEMBALI KE CERITA
Selesai Lily chattingan dengan Edward tanpa dia sadari jika temannya tersebut sudah mendapatkan langkah pertamanya dalam mendekati Max. Yuri terlihat sangat fokus sekali dalam perbincangannya dengan Max.
"Ngomong - ngomong Yuri... Apa kau sudah memiliki pacar?" tanya Max tanpa basa basi lagi.
Yuri terlihat sangat shock mendengar pertanyaan Max tersebut. Lily hampir saja tersedak saat mendengar pertanyaan Max. Dengan penuh keyakinan Yuri menjawab dengan sopannya,
"Belum pak, kenapa ya?".
"Ohhh... Kasihan sekali" Max menanggapi jawaban Yuri dengan santainya.
Lily tiba - tiba saja mengeluarkan minuman yang ia sudah minum. Yuri terdiam mendengar tanggapan Max. Dia mengira dirinya akan ditanya seperti apa kamu mau menjadi pacar bapak? Bagaimana kalau minggu ini kita dating? Boleh tidak bapak mendekatimu? . Nyatanya semua pertanyaan yang muncul di otak Yuri hanyalah hayalan dia saja. Lily menahan tawanya melihat ekspresi wajah Yuri yang tampak membeku.
"Sudahlah Yuri jangan dipikirkan ucapan bapak tadi! Oh iya bapak harus ke kantor dulu ada urusan penting, sampai jumpa Lily! Sampai jumpa Yuri!" Max pergi dari sana tanpa menjelaskan alasan dia memberikan tanggapan seperti tadi.
"Sampai jumpa Yuri! Hahahaha..." Lily meniru ucapan Max tadi kemudian diakhiri suara tawanya.
"Diam Lily! Huaaa...... Kenapa pak Max menjawabnya seperti itu? Padahal aku sudah menaruh harapan sama dia" Yuri mengeluh dirinya ditinggal begitu saja dengan rasa harapan yang masih ada.
"Yuri! Apa kau lupa kalau pak Max adalah sepupu suamiku?" tanya Lily yang mengingatkan kembali hubungan keluarga Edward dengan Max.
"Astaga iya! pak Max kan sepupu suamimu! Bagaimana aku bisa lupa? Aduhhh" jawab Yuri yang teringat hubungan keluarga Edward dengan Max.
"Jangan menyerah Yuri! Sabtu ini kita mau pergi ke kolam renang nah nanti disana kamu harus berusaha mendekati pak Max".
"Kau benar! Aku tidak akan menyerah! Semangat!".
Lily tertawa melihat kobaran semangat yang dimiliki oleh Yuri. Selesai mereka berbincang - bincang keduanya memutuskan berpisah dan memutuskan kembali ke kelas masing - masing.
...****************...
Lily menjalani kelasnya seperti biasa tanpa gangguan seperti pusing,mual,keram perut,dan hal lainnya. Semua kelas dia sudah selesaikan dengan sangat baik dan sisa yang terakhir yaitu klub basket. Tugas Lily hari ini adalah mendata mahasiswa baru mulai dari skill,teknik,power,taktik,dan kerja sama tim.
Spesial hari ini klub basket menggunakan lapangan outdoor disebabkan klub bola voli menggunakan gedung olahraga. Sekarang pukul dua siang dan cuaca hari ini lumayan panas. Para pemain tidak diberikan waktu bermain yang lama dibawah sinar matahari takutnya ada yang pingsan.
Lily duduk di bangku yang tersedia di pinggir lapangan sambil mendata. Jujur saja Lily sudah capek berdiri dan berjalan kesana kemari jadi dia memutuskan untuk duduk saja.
Para mahasiswa baru memiliki skill yang lumayan bagus tapi yang paling bagus adalah laki - laki berambut perak tersebut. Lily belum pernah menemukan pemain basket sehebat dia yang melebihi para seniornya. Stamina yang dimiliki pria tersebut melebihi Dovan. Jika saja Dovan tidak cedera mungkin saja dia bisa menandingi pria tersebut.
Waktu permainan selesai. Lily memberikan kertas hasil analisisnya kepada pak pelatih kemudian lanjut duduk. Pak pelatih mulai membaca hasil analisis setiap pemain mahasiswa baru. Lily sudah tidak kuat untuk berdiri lagi bahkan nafasnya mulai tidak teratur. Sean sebagai kapten yang baik memberikan botol air minum kepada Lily.
"Terima kasih Sean" Lily langsung meminum air tersebut dan merasa lebih lega.
"Sama - sama kak Lily! Dan kak Lily sudah bekerja dengan sangat baik" setelah mengatakan hal tersebut Sean kembali fokus dengan hasil analisis.
Lily sudah capek mendata mahasiswa baru padahal baru dua puluh lima menit dia menganalisis. Tapi untuk menjadi manajer yang baik Lily harus menjalankan tugasnya dengan baik juga.
"Aduhh... sakit sekali perutku! Pinpin jangan siksa ibu dong" batin Lily dalam hatinya yang mengusap perutnya.
UNTUK PARA PEMBACA MULAI HARI INI AUTHOR MENGADAKAN Q&A SPESIAL MENUJU HARI ULANG TAHUN LILY BATASNYA SAMPAI TANGGAL DUA APRIL
JADI SILAKAN PARA PEMBACA SEKALIAN MEMBERIKAN PERTANYAAN APA SAJA DAN KEPADA KARAKTER SIAPA SAJA TAPI PERTANYAANNYA HARUS SOPAN,CONTOHNYA
dari @namakamu pertanyaan untuk Lily "Kenapa mbak Lily mau menikah sama Edward?".
Nanti author jawab saat ulang tahun Lily ayo semuanya ajukan pertanyaan kalian di kolom komen
Terima kasih yang mampir dan baca
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>