Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Masa lalu Edward dan Lily(Awal menikah) part 1


__ADS_3

Pasangan suami istri tersebut di depan kampus Dazzling Stars. Sean yang menunggu di depan gerbang memperhatikan kiri kanan jalan sampai akhirnya dia menemukan mobil Edward berhenti di dekat pagat. Dia segera menghampirinya.


"Kak Edward! Kakak ipar! Kenapa kalian berdua kesini? Aku sudah membuatkan surat izin untuk kakak ipar" tanya Sean yang berlari menghampiri kedua kakaknya tersebut.


"Ini Lily yang minta kesini makanya aku menghantarkan dia kesini, nih ada sedikit cemilan untuk anggota klub basket dan jangan lupa bagi - bagi" jawab Edward yang menyerahkan beberapa bungkusan tas plastik yang isinya ada beberap kotak cemilan dan satu gelas setiap tas yang dibeli mereka berdua tadi.


"Wahhhh.... Terima kasih banyak! Kebetulan kami baru selesai latihan. Oh iya kak Lily! Besok salah satu kampus mengajak kita latihan bersama di gedung olahraga mereka,kakak mau ikut?" Sean mengambil semua tas kresek yang ada di tangan Edward.


"Sayang boleh aku ikut?" Lily langsung mengalihkan pandangannya ke arah Edward.


"Boleh kok! Latihannya di kampus mana?" Edward mengizinkan permintaan istrinya tersebut.


"Aku lupa namanya besok saja aku kasi tahu,ya sudah kalau begitu kak! Aku kembali ke gedung olahraga dulu, sekali lagi terima kasih" Sean berlari kembali masuk ke area kampus.


Edward dan Lily melambaikan tangannya kepada Sean. Lalu Edward membukakan pintu untuk sang istri setelah itu baru dirinya masuk melalui pintu pengemudi.


Mobil kembali dilajukan menuju ke suatu tempat entah kemana. Lily sedikit bingung ingin pergi kemana sampai akhirnya dirinya memutuskan untuk meminta Edward pergi ke kantornya.


"Pergi ke kantor? Apa kau yakin? Nanti kau bosan disana loh" tanya Edward yang sedikit meragukan permintaan Lily.


"Ayolah sayang! Aku ingin kesana! Terus aku mau makan disana!" jawab Lily dengan rengekannya.


"Masalahnya baby sebentar lagi aku ada rapat,memangnya tidak apa - apa aku tinggalkan sendirian?" Edward melirik sedikit ke arah kaca spion.


"Tidak apa - apa kok! Aku bisa makan sepuas yang aku mau dan aku bisa melakukan apapun yang aku mau" selesai mengucapkan kalimatnya Lily memasukkan potongan roti ke mulutnya.

__ADS_1


"Okey kalau begitu" Edward akhirnya menyetujui permintaan Lily kemudian segera melaju menuju kantornya.


Lily bersorak ria di dalam mobil dengan mulut penuh roti. Mobil Edward melaju dengan kecepatan normal menuju gedung perusahaan Davis dan Edward berharap tidak ada masalah yang terjadi jika dirinya membawa sang istri.


...****************...


Mobil Edward sudah terparkir rapi di parkiran bawah tanah. Edward menggenggam tangan sang istri masuk menuju ruangannya. Semua mata karyawan tertuju pada Edward yang menggenggam tangan Lily. Ini bukan pertama kalinya Edward mengajak Lily ke kantornya tapi para pegawai Edward masih terkejut saja melihat penampilan Lily yang memikat siapapun.


Edward memasuki lift bersama Lily dan beberapa pengawalnya. Dia sengaja membawa beberapa pengawal dengan tujuan untuk menjaga sang istri selama dirinya memimpin rapat. Lift yang mereka masuki adalah lift khusus direktur jadi terhindar dari desakkan karyawan - karyawan yang terburu - buru.


Lift sudah berhenti di lantai paling atas dan Edward langsung menarik tangan sang istri masuk menuju ruangannya. Lily sudah lama tidak kembali memasuki gedung ini dan tampilannya masih sama saja.


Di ruangan Edward, Lily sudah duduk rapi sambil memakan beberapa roti atau cemilan lain lalu ditemani beberapa minuman. Edward mengambil beberapa berkas dan bersiap - siap untuk melakukan rapat. Suami dari Lily tersebut meminta beberapa pengawalnya untuk menjaga di depan pintu selama dirinya melaksanakan rapat.


Sebelum Edward pergi dia memberikan kecu pan ringan di dahi dan perut Lily. Sang istri hanya terkekeh pelan kemudian melambaikan tangannya kepada sang suami.


Saat dirinya sedang asyik bermain media sosial tiba - tiba saja Lily mendapat pesan dari Hazel. Lily mengerutkan alisnya membaca pesan chat tersebut. Kira - kira seperti inilah pesan chatnya.


"Lily, apa kau baik - baik saja?".


"Apakah Edward memperlakukanmu dengan baik? Atau tidak? Jika tidak kakak akan datang dan menghajar wajahnya lagi".


Lily tidak suka melihat sang suami disakiti lagi. Tapi tiba - tiba saja Lily teringat suasana dirinya tidak diizinkan keluar selama setahun karena Edward sedang bermasalah dengan kelompok mafia. Saat itu dirinya hanya menatap beberapa tanaman di tamannya,menatap langit biru atau juga menatap langit - langit rumah,dan sibuk mengerjakan pekerjaan rumah.


Oke guyss author mau flashback ke masa - masa Edward dan Lily baru menikah sekaligus masa - masa Edward sedang bermusuhan dengan kelompok mafia. Oke mari kita mulai flashbacknya.

__ADS_1


Satu tahun yang lalu seorang pria dan wanita yang baru saja disatukan di suatu altar harus segera lari dari sana karena ada sebuah insiden. Insiden tersebut adalah sang pengantin pria bermasalah dengan kelompok mafia. Syukurnya acara pernikahan sudah selesai dan pasangan pengantin tersebut hendak mendatangi rumah baru mereka. Saat ini mereka sedang berada di dalam mobil dengan kecepatan tinggi.


"Sayang! Bagaimana ini?! Mereka terus mengikuti kita? Kalau begini terus mereka akan mengetahui lokasi tempat tinggal kita" tanya si pengantin wanita yang merupakan Lily yang baru saja lulus SMA.


"Sabar baby! Aku akan menemukan cara apapun agar kelompok mafia tersebut tidak menemukan lokasi tempat tinggal kita" jawab si pengantin pria yang merupakan Edward.


"Sayang mereka semakin mendekat! Kita harus bagaimana?!" Lily semakin panik karena beberapa mobil yang mengikuti mereka semakin dekat.


"Sabar! Sekarang aku sudah mendapatkan ide untuk menghindari mereka" Edward membelokkan mobilnya ke arah kanan dengan sangat mulus seperti di film - film.


Lily semakin panik karena Edward menambah kecepatan mobilnya. Mereka berdua masih memakai pakaian pengantin tapi tidak dengan Lily yang sudah melepas sepatunya karena dipaksa berlari menghindari musuh.


Sampai pada akhirnya mobil Edward memasuki jalan sepi yang kebetulan sudah ada dua asistennya disana yang sedang bersembunyi. Edward melihat posisi setiap anak buahnya lalu melakukan drip memutar seratus delapan puluh derajat. Mobil tersebut berhenti begitu juga dengan beberapa mobil yang mengejar mereka.


Tangan Edward menggenggam erat tangan Lily seolah - olah memberikan tanda kalau Lily harus percaya kepada suaminya. Lily menggenggam balik tangan Edward dan berusaha tenang.


Orang - orang mafia tersebut keluar dari mobil mereka dengan membawa beberapa senjata baik itu senjata api atau hanya senjata jarak dekat. Edward memberikan tanda kepada semua anak buahnya untuk segera keluar dan menyerang orang - orang tersebut.


Dua asisten Edward bergerak terlebih dahulu baru diikuti dengan yang lainnya. Edward memiliki dua asisten yang dimana satu pria dan satu perempuan. Yang pria bernama Ren dan yang perempuan bernama Chici. Mereka berdua merupaka asisten kepercayaan Edward yang sudah menemani sang tuas sejak Edward mengambil alih perusahaan sang ayah.


Saat para anak buah Edward melawan orang - orang mafia, Edward membuka seatbeltnya dan milik Lily juga. Dengan segera mereka berdua langsung keluar dari mobil di satu pintu yang sama. Di saat Lily akan keluar tiba - tiba saja ada salah satu orang mafia menusuk atap mobil yang untungnya tidak mengenai Lily. Sontak saja Lily berteriak dan Edward langsung menggendong sang istri dengan gaya bridal lalu segera menjauh dari area sana. Lily sangat ketakutan sampai - sampai dirinya tidak berani membuka matanya.


"Baby! Buka matamu sekarang sudah tidak apa - apa. Anak buahku sudah menanganinya sekarang kita bisa kembali ke rumah" ucap Edward sambil berlari memasuki suatu gang sempit.


SEGINI DULU GUYSSS

__ADS_1


makasi yang sudah mampir dan baca love you anything


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>


__ADS_2