Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Pergi ke Taman Bermain


__ADS_3

Keesokan paginya pasangan suami istri itu masih tidur di kamarnya walaupun jam sudah menunjuk pukul sembilan pagi. Edward menggunakan lengan kirinya sebagai bantal dan menghadang sinar matahari untuk tidak masuk ke kamarnya secara langsung. Lily tertidur sangat lelap dengan keadaan sangat lelah. Edward sedikit mulai sadar dan memerjapkan matanya. Dia melihat istrinya yang masih tertidur dengan isengnya Edward masuk ke bawah selimut miliki istrinya.


Lily yang kehilangan bantalnya menjadi terbangun. Dia melihat suaminya sedang mencium perut langsingnya.


"Apa yang kau lakukan sayang? Kenapa mencium perutku?" tanya Lily yang mengangkat selimutnya.


"Aku sedang berdoa agar puti!ku bisa bersatu dengan milikmu dan perutmu bakal berisi nantinya" jawab Edward yang terlihat gemas mencium perut istrinya.


"Haha... Ya ampun sayang! Proses jadi janinnya masih lama jadi kau sabar saja" Lily melingkarkan kedua tangannya di punggung Edward yang tidur tengkurap.


"Aku akan berusaha lebih keras lagi agar perutmu ini bisa ada isinya" Edward meniduri perut Lily kemudian mengusap - usapnya.


Lily memukul nakal Edward yang telah berkata seperti dan Edward hanya tertawa saja saat dipukul. Edward kemudian menggelitik pinggang Lily hingga membuat sang istri menggeliat tertawa.


Mereka pun berhenti dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu dilanjutkan sarapan bersama di ruang makan. Lily yang sedang memasak di dapur dan Edward memandangi istrinya yang manis sedang memasak.


"Kenapa kau terus menatapku ,sayang? Apa tatapan tadi tidak puas? Saat di kamar tadi" tanya Lily yang sibuk membuat sarapan.


"Tidak! Aku sama sekali belum puas! Aku tidak akan pernah puas melihatmu karena istriku itu selalu membuatku candu" jawab Edward dengan bicara layaknya anak kecil.


"Haha... Kenapa nada bicaramu seperti anak kecil? Dan bagian mana yang membuatmu candu?" Lily tertawa kecil menyinggapi suaminya tersebut.


"Acu kan anak cecilmu dan bacian yang membuatcu candu adalah cemua bacian cubuhmu celmasuk pelacaan cintamu padacu" Edward berbicara dengan nada kecil disertai kalimat berbicaranya seperti anak kecil.( maaf author nggk bisa ngetik kayak omongan anak kecil).


"Hahahaha... Ya ampun bayi besarku... Jangan berbicara seperti itu kau membuatku gemas saja".


"Hahaha... Aku bercanda sayangku tapi jujur saja akhir - akhir ini aku menginginkan seorang anak".

__ADS_1


Kalimat yang keluar dari Edward tersebut membuat Lily berhenti memasukkan minyak di wajan. Lily mulai berpikir kalau perkataan Edward ada benarnya. Mereka sudah menikah selama setahun tapi belum memiliki anak dan selama awal - awal pernikahan Lily dilarang keluar rumah tanpa seizin Edward. Mungkin di luar sana ada pasangan yang belum memiliki anak selama beberapa tahun namun masalah kali ini berbeda yang dimana Edward sebentar lagi menginjak kepala tiga sudah pasti Edward mempunyai perasaan memiliki seorang anak.


"Baby? Apa kau baik - baik saja?" tanya Edward yang tidak mendengar suara orang memasak di dapur.


"Ah?! Aku baik - baik saja kok! Tidak perlu khawatir sayang " jawab Lily yang kembali melanjutkan kegiatan memasaknya.


Edward sedikit khawatir dengan Lily setelah mendengar ucapannya tadi. Dia tidak menganggap dirinya salah karena hal itu termasuk hal yang manusiawi dimana sepasang suami istri pasti ingin mempunya seorang anak. Tapi Lily mungkin menanggapinya lain karena dia masih muda.


"Nanti kita bahas ucapanku yang tadi sayang" ucap Edward yang memainkan ponselnya.


Lily tidak menjawab dan melanjutkan kegiatan memasaknya. Sarapan pun siap Lily meletakkan sarapannya di atas meja kemudian segera dihabiskan.


Selesai sarapan Lily mencuci piring kemudian menemani suaminya yang sedang menonton televisi di ruang tamu. Edward yang melihat istrinya yang duduk di sebelahnya langsung menariknya ke pangkuannya.


"Akh! Sayang! Apa kau jadi membahas yang tadi?" tanya Lily yang sedikit ragu - ragu.


"Sepertinya sekitar dua atau tiga menurutku itu jumlah yang bagus" Lily yang membenarkan posisi duduknya di pangkuan Edward.


"Kenapa tidak empat saja? Supaya pas saja" Edward melingkarkan kedua tangannya di pinggang Lily.


"Tidak kebanyakan ? Karena tiga menurutku sudah banyak".


"Tidak baby! Jika kita bisa mempunya empat anak maka,kita bisa bermain setiap hari".


"Heh! Enak saja mulutmu berbicara! Tiga saja sudah cukup!".


"Hahaha... Aduh baby! Jangan pukul aku! Banyak anak kan banyak rezeki,benar tidak?".

__ADS_1


"Cukup tiga saja! Itu pun kau bisa dapat bermain setiap hari. Kau enak aku yang lemes".


"Hahaha... Dimana babyku ini mendapat kata - kata seperti itu? Lucu sekali sayangku ini".


"Jangan cubit pipiku sayang! Sampai sini pembahasan anak masa depan kita dan ayo kita jalan - jalan!".


Lily berdiri dari tempat duduk pribadinya kemudian beranjak ke kamarnya untuk menyiapkan diri pergi jalan - jalan. Edward tersenyum melihat istrinya yang marah gemas seperti itu.


Selesai bersiap - siap Lily turun kembali ke ruang tamu. Edward yang melihat istrinya yang sudah turun kemudian Edward mengulurkan tangannya kepada Lily. Kemudian Lily juga mengulurkan tangannya dan Edward langsung menggandeng tangan Lily.


Edward mengemudi mobilnya sesuai instruktur dari sang istri yanh mengatakan kalau dia ingin pergi ke taman bermain. Entah apa yang terpikirkan di otak Lily yang tiba - tiba ingin pergi ke taman bermain tapi dia sudah berjanji untuk menurutinya kemana pun weekend ini.


Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di taman bermain. Lily menguncir kuda rambut dengan menggunakan jaket jeans,kaos putih polos, celana berwarna hitam dan sepatu warna putih. Sedangkan untuk Edward menggunakan kaos lengan panjang berwarna putih, celana jeans dan sepatu berwarna.


Lily menarik tangan Edward untuk segera masuk eit! Jangan lupa bayar tiket masuk Lily! Edward membayar tiket masuk barulah mereka bisa masuk. Lily sangat senang bisa melihat banyak wahana disana sampai membuat dia bingung harus memulai yang mana dulu.


"Baby mau main yang mana?" tanya Edward yang melihat istrinya kebingungan.


"Ini pertama kalinya aku melihat taman bermain lagi setelah satu tahun tidak keluar. Sepertinya kita harus bermain wahana itu" jawab Lily yang menunjuk wahana cangkir putar. (maaf guys tidak tahu namanya jadi author ketik sesuai yang ada dipikiran author aja).


Edward merasa sedikit bersalah setelah mendengar ucapan Lily tersebut tapi sekarang dia diizinkan keluar dan Edward akan membayar yang selama ini membuat sang istri inginkan selama di rumah. Tanpa berlama - lama Edward menarik tangan sang istri langsung menuju wahana yang dia ingin naiki.


Edward dan Lily sudah duduk di wahan tersebut kemudian mereka memutar kemudi yang ada ditengah. Mereka tertawa senang setelah memitar wahana itu sangat kencang sekali. Lily tertawa lepas memutar wahana tersebut sedangkan Edward merasa sangat pusing setelah diputar oleh wahana tersebut.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN SUDAH BACA


UNTUK PARA RIDERS AUTHOR HANYA INGIN MENYAMPAIKAN TERIMA KASIH TELAH SETIA MEMBACA NOVEL INI.

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2