
Lily akhirnya selesai latihan. Dia merasa lelah sekali karena dari tadi dua pemainnya berkelahi lagi dan mengharuskan mengeluarkan mereka dari lapangan. Syukurnya Sean bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat.
Ibu hamil itu terus mengelus perutnya yang merasa sedikit kram. Dia berjalan ke arah gerbang kampus. Saat dia sampai mata Lily mendapati ada mobil kakaknya disana.
"Lily!" panggil dua kakak Lily bersamaan.
"Kak Hazel! Kak Zeta! Kalian disini! Apa kalian berdua datang untuk menjemputku?" tanya Lily yang langsung sumringah melihat kedua kakaknya.
"Itu benar Lily! Edward yang menyuruh kami untuk menjemputmu selama dia masih di luar negri dan kami akan menginap di rumahmu juga" jawab Hazel yang membukakan pintu untuk adiknya.
"Yeayyy!!! Asyiknya! Ada kak Hazel, ada kak Zeta,dan ada Yuri" Lily terlihat sangat bahagia membayangkan ada tiga orang terdekatnya menginap di rumahnya.
Mobil Hazel langsung melaju menuju kediaman Lily. Selama perjalanan Lily menceritakan Yuri di depan dua kakaknya dan mengenai klub basketnya yang semakin berkembang. Dua kakaknya merasa bangga dan bahagia mendengar cerita adiknya tersebut.
...----------------...
Mari kita beralih ke rumah Yuri yang dimana Yuri sudah mendapatkan izin ayahnya untuk menginap di rumah Lily. Yuri sudah selesai menyiapkan barang - barangnya dengan segera dia turun menuju depan rumahnya.
Saat Yuri sampai di depan rumahnya, dia terkejut melihat ayahnya menghampiri Max. Terlihat sang ayah sedang berbicara dengan Max. Yuri segera mendekati mobil Max.
__ADS_1
"Ayah! Aku sudah selesai bersiap dan aku sekarang akan berangkat ke rumah temanku" ucap Yuri yang mencium punggung telapak tangan ayahnya.
"Baiklah! Hati - hati! Lain kali ajak pacarmu main kesini agar hubungan ayah mertua dan menantu semakin dekat" ayah Yuri terkekeh memandang Max.
"Saya permisi dulu om" Max pamit dan memasuki mobilnya.
Mobil Max pun berjalan menjauhi rumah Yuri. Mac senyum - senyum sendiri seperti membayangkan sesuatu hal yang menyenangkan.
"Kenapa senyum - senyum sendiri? Gila?" tanya Yuri dengan pandangan julidnya.
"Iya aku gila kepadamu" jawab Max yang ditambah bumbu gombalnya.
Perjalanan terus berlanjut dengan suasana tenang. Yuri sibuk mengecek barang - barangnya dan Max sibuk melihat jalanan.
...****************...
Mobil Hazel dan mobil Max ternyata tiba secara bersamaan di depan rumah Lily. Para penjaga rumah segera membuka pintu gerbang tersebut. Penumpang dari masing - masing mobil turun dan berdiri saling berhadapan.
"Yuri!".
__ADS_1
"Lily!".
Dua wanita itu saling berpelukan dan para pria saling bertatapan dengan tajam. Hazel merasa kalau pria yang dihadapannya tidak asing sama sekali.
"Siapa dia,Lily? Aku kira cuman kita berdua yang menjagamu dan temanmu" tanya Hazel dengan pandangan tajam ke arah Max.
"Dia adalah sepupu Edward namanya kak Max, kak Max mereka adalahd dua kakakku bernama Hazel dan Zeta. Kak Max adalah pacar temanku" jawab Lily yang memperkenalkan dua kakaknya ke Max.
Hazel dan Zeta tersenyum sedikit lalu membawa barang - barangnya. Max melakukan hal yang sama dengan membawa barang bawaannya dan milik Yuri juga.
Lily meminta dua kakaknya meletakkan barang - barangnya di kamar bawah dan Max di kamar bawah sebelah kamar kakaknya. Untuk Yuri tentu saja tidur berdua bersama Lily.
Setelah selesai membereskan barang - barang mereka semua memutuskan untuk membersihkan badan. Namun harus bergiliran karena rumah Lily hanya memiliki dua kamar mandi. Sembari menunggu Max memutuskan duduk santai di sofa dan menonton tv. Hazel yang sudah selesai mandi dan berpakaian segera menghampiri Max yang duduk sendirian.
SEGINI DULU GUYS AKU ADA SESUATU YANG HARUS DIKERJAKAN
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>
__ADS_1