
SEBELUM LANJUT KE CERITA MAU NANYA KEPADA PARA READERS
APA CERITA INI MULAI NGEBOSENIN? KALAU NGOBESININ SILAKAN KOMEN DI BAWAH OKE? NANTI KALAU BOSAN CERITANYA AUTHOR TAMBAH PELAKOR DI CHAPTER SELANJUTNYA.MAKASI.
"Itu tadi ada teman kelasku yang juga menyukaiku" jawab Lily yang menyebutkan pelakunya.
"Biar aku tanangani kalau begitu" Max yang akan beranjak pergi tapi langsung ditahan oleh Lily.
"Jangan kak! Sebaiknya kita biarkan saja dulu percuma saja menyalahkan dia kalau tidak ada bukti".
Max akhirnya memutuskan menemani Lily sampai Yuri datang. Lily tidak ingin Max menyalahkan Brian tanpa bukti jadi itulah sebabnya Lily menahan Max.
Beberapa menit kemudian Yuri datang dengan keadaan panik. Dia mengecek seluruh tubuh Lily untuk memastikan ibu hamil itu dalam keadaan baik - baik saja. Setelah cek saja cek sini ternyata tidak ada yang lecet sedikit pun dan Yuri bisa bernafas lega.
...****************...
Oke guys mari kita beralih ke Edward dan papa Jack yang sedang berada di negara J. Timenya ini pas hari kedua disana kan beda enam jam sama negara C.
Hari ini adalah hari kedua ayah dan anak tersebut di negara J. Mereka pergi kesana untuk membahas proyek besar yang sedang dirancang. Kebetulan hari ini mereka memiliki jadwal rapat di perusahaan yang diajak kerja sama untuk proyek ini.
Mobil mewah hitam Edward telah sampai di gedung perusahaan tersebut. Mereka langsung disambut oleh beberapa pegawai yang sudah disiapkan. Direktur utama perusahaan tersebut juga menyambut mereka.
"Selamat datang tuan Jack dan tuan Edward! Senang bisa mengundang kalian" sambut direktur utama yang bernama Tony.
"Saya juga merasa senang bisa diundang oleh orang terhormat seperti tuan Tony" balas papa Jack dengan keramahannya.
"Mari ikuti saya ke ruang rapat! Disanalah kita akan mulai membahas tentang proyek ini" Tony mengajak Jack dan Edward menuju ruang rapatnya.
Saat mereka sampai di ruang rapat ternyata ruanga rapat tersebut tidak seperti ruang rapat biasanya. Ruangan tersebut memiliki meja bundar dan beberapa kursi di sekelilingnya ditambah interior ruangan tersebut bisa dibilang santai sehingga siapapun yang masuk atau melakukan rapat di ruangan itu tidak akan merasa tegang.
Tony mempersilakan dua tamunya duduk di kursi yang telah disediakan. Papa Jack dan Edward duduk bersebelahan menghadap papan putih. Tapi tiba - tiba saja ada seorang wanita muda masuk ke ruangan tersebut.
"Oh! Kau sudah datang putriku, ayo masuk" ucap Tony kepada wanita muda tersebut yang ternyata putrinya.
"Terima kasih ayah!" putri Tony berjalan dan hendak duduk di sebelah Edward.
"Maafkan saya karena lupa memberitahu tuan Jack dan Edward mengenai kehadiran putri saya. Perkenalkan dia adalah putri sulung saya bernama Rika, dia juga ikut dalam membahas proyek besar ini" Tony memperkenalkan putrinya yang bernama Rika tersebut.
__ADS_1
Papa Jack dan Edward langsung berdiri dan menjauh dari Rika saat wanita tersebut duduk di sebelah mereka. Tony dan Rika sedikit kebingungan dengan tindakan ayah dan anak itu.
"Ada apa tuan Jack? Kenapa kalian menjauh dari putri saya" tanya Tony yang kebingungan dengan sikap Jack dan Edward.
"Maafkan saya tuan Tony! Masalahnya saya sudah berjanji kepada istri saya untuk tidak memandang,duduk,atau melirik kepada wanita manapun baik itu muda atau tua. Sebab itulah saya menjauh" jawab papa Jack yang menjelaskan alasan dia menjauh dari Rika.
"Kalau tuan Edward bagaimana? Yang saya dengar anda belum memiliki pasangan" Tony melirik ke arah Edward.
"Saya punya hati yang harus dijaga! Masalahnya sebelum saya berangkat ke negara J, istri saya sudah curiga sebab itulah saya berusaha untuk menjauh dari wanita manapun" jawab Edward yang teringat dengan ucapan Lily.
Tony dan Rika terkejut mendengar jawaban Edward. Rika tidak menyangka kalau Edward sudah memiliki istri padahal kedatangan dia ke perusahaan ayahnya untuk mendekati Edward bukan ikut membahas proyek ini.
"Ohh... Seperti itu rupanya, saya paham perasaan kalian. Jika kalian merasa tidak nyaman kalian bisa duduk di kursi yang lain dan sedikit menjauh" Tony kembali mempersilakan dua tamunya untuk duduk.
Papa Jack menarik satu kursi dan duduk di dekat pintu saja dengan posisi membelakangi Rika. Begitu juga dengan Edward yang menarik satu kursi lalu duduk di sebelah ayahnya.
"Baiklah kalau begitu mari kita mulai rapat ini" rapat pun dimulai dengan dipimpin oleh Tony.
Rapat berlangsung tidak baik. Rika terus memandang Edward dengan pandangan menggoda dan hal itu membuat Edward tidak fokus kepada rapat. Papa Jack juga merasakan ketidaknyaman anaknya yang terus ditatap. Rika sama sekali tidak bisa melepaskan pandangannya dari ketampanan Edward.
Dengan terpaksa papa Jack meminta kepada Tony untuk menunda rapat ini dengan alasan ketikdnyamanan putranya. Tony meminta putrinya untuk keluar dari ruangan tersebut. Bukannya menuruti perintah sang ayah, Rika semakin dekat dengan Edward. Akhirnya Edward yang memutuskan keluar dari ruangan tersebut. Papa Jack pamit kepada Tony kemudian segera mengikuti sang anak.
"Aku tertarik kepadanya ayah. Dia sangat tampan,baik,kaya,dan menggoda" jawab Rika yang terus membayangkan Edward.
"Dia itu sudah punya istri! Sebaiknya kau jangam macam - macam dengannya" Tony memberikan peringatan kepada putrinya lalu pergi dari sana.
"Heh! Aku tidak peduli kalau dia sudah punya istri atau tidak asalkan dia masih bisa didapatkan apa salahnya" Rika tersenyum miring setelah membayangkan Edward.
Kita kembali lagi kepada Edward yang sedang dalam keadaan kesal. Papa Jack terus mengikuti putranya sampai masuk ke mobil. Di dalam mobil tidak ada pembicaraan sama sekali antara mereka berdua.
Mobil pun telah sampai di hotel tempat mereka menginap. Edward membuka pintu mobil lalu berjalan dengan terburu - buru ditambah dengan rasa kesalnya yang semakin meningkat. Papa Jack bisa memahami perasaan putranya tersebut.
Edward melempar tubuhnya di kasur. Tangan kanan Edward menutup matanya. Hari ini dja sangat kesal sekali sehingga tidak ingin menemui siapapun. Dia ingin sekali menghubungi sang istri tapi sekarang istrinya sudah tertidur.
Drrtt... Drrtt... Drrtt...
Edward mengambil ponselnya dari saku celananya. Saat melihat layar ponselnya, Edward langsung merasa senang.
__ADS_1
^^^"Halo sayangku♡~...".^^^
Ternyata yang menelpon Edward adalah Lily. Walaupun hanya dalam mode panggilan suara, Edward langsung merasa nyaman saat mendengar suara istrinya.
^^^"Sayang? Kau disana kan?".^^^
"Iya baby! Aku disini".
^^^"Ada apa dengan dirimu? Kau sakit? Atau ada sesuatu hal buruk menimpamu?".^^^
"Ada sesuatu hal buruk terjadi padaku".
^^^"Apa itu? Bisakah kau menceritakannya kepadaku dan kepada Pinpin".^^^
"Tentu saja my baby".
^^^"Oke! Mulailah".^^^
"Tadi aku pergi rapat ke kantor perusahaan teman papa dan saat disana ada putrinya ikut rapat juga. Selama rapat aku tidak nyaman sekali karena dia terus melihatku dan ayah meskipun kami duduknya sudah berjauhan. Karena kesal aku langsung pergi dari sana tanpa menghiraukan apapun".
^^^"Jadi gara - gara wanita itu?".^^^
"Iya karena dia! Aku sangat kesal melihat wajahnya! Terus yang bikin kesal lagi kenapa badannya itu harus bergerak - gerak seperti orang uletan atau orang cacingan?! Memangnya dia cacingan?!".
^^^"Hahaha... Itu biasa sayang. Biasa calon - calon pelakor".^^^
"Pelakor?! Bagaimana kalau dia terus mengikuti sampai ke negara C?!".
^^^"Habisi saja! Lagipula kan ada kak Zeta yang seorang mafia".^^^
"Benar juga! Terus bagaimana kalau dia mengganggumu?".
^^^"Aku tidak selemah itu sayang jadi tenang saja".^^^
MAAF TIDAK UPDATE KEMAREN KARENA AUTHOR TIDAK MEMILIKI INSPIRASI DAN BUTUH KOMEN SEMANGAT DARI PARA READERS. SEBAGAI GANTINYA NANTI AUTHOR DOUBLE UPDATE DEH
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>