Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Liburan di Taman Bunga


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Edward dan Lily pergi ke taman bunga yang sangat terkenal di kota ini. Lily sangat senang sekali melihat bunga yang berwarna - warni dengan bentuk yang berbeda. Taman bunga tersebut benar - benar di sewa selama delapan jam. Edward tidak mempersalahkan berapa banyak uang yang harus dikeluarkan demi sang istri. Edward rela melakukan apa saja yang penting istrinya bahagia.


Lily berlarian kesana kemari untuk melihat keindahan setiap bunga. Untungnya hari ini Lily membawa kamera jadi dia bisa mengambil banyak foto.


"Sayang! Sini fotoin aku!" panggil Lily.


Edward langsung berjalan menuju tempat Lily. Tangan Edward mengambil kamera dan bersiap untuk memfoto sang istri. Lily melakukan beberapa pose saat Edward mulai. Edward lumayan banyak mengambil gambar keindahan Lily bersama beberapa bunga.


"Bagus sekali hasilnya! Ayo kita foto berdua!" ucap Lily yang menarik tangan suaminya untuk foto bersama.


"Iya baby! Tapi siapa yang fotoin kita?" tanya Edward yang masih memegang kamera.


"Tenang saja! Kan ada pegawai disini kita minta mereka saja,permisi mbak! Minta tolong fotoin!" jawab Lily yang juga memanggil salah satu pegawai wanita yang kebetulan lewat.


Pegawai tersebut menghampiri Lily dan menerima perintahnya. Pasangan suami istri tersebut langsung bersiap pada pose yang romantis. Banyak gaya yang mereka peragakan saat kamera mengambil gambar mereka. Lily menghampiri pegawai tersebut untuk melihat hasil fotonya.


"Makasi banyak mbak! Nanti suamiku kasi tips lebih untukmu" ucap Lily yang mengambil kembali kameranya.


Pegawai tersebut menunduk tersenyum kemudian pergi dari sana. Lily kembali melakukan perjalanannya menjelajahi area taman bunga tersebut. Saat mengambil beberapa gambar Edward memakaikan topi di kepala Lily. Reaksi Lily hanya tersenyum saja saat dipakaikan.


"Ahh~... Baby! Tersenyum lah terus seperti ini aku sangat menyukainya" Edward memeluk Lily dari belakang dan mengecup lehernya.


"Terima kasih banyak sayang! Aku sangat senang saat kau mengajakku kemari. Setelah kesibukkan di kampus yang dimulai dari tugas,klub,dan lain - lainnya akhirnya aku bisa refresing" Lily mengelus kepala Edward.


"Kau tahu,baby? Hanya ada kita berdua di taman ini sekarang jadi kita bisa menghabiskan banyak waktu bersama".


"Aku tahu sayang! Kau sudah menepati janjimu untuk menyewa seluruh taman ini".


"Hehehe... Iya! Aku hanya menuruti permintaan istriku saja".


Edward dan Lily menikmati waktu berdua mereka di taman tersebut. Sampai pada ada seorang manager taman tersebut yang datang menghampiri mereka berdua yang akan melakukan kis. Manager tersebut menunggu dari jauh agar pasangan tersebut menyelesaikan aksinya. Setelah selesai melakukan aksinya manager tersebut barulah dia bergerak.


"Tuan Edward! Tuan Edward! Ada orang yang marah - marah ingin minta masuk kesini,bagaimana ini tuan?" ucap si manager dengan nada bicara panik.


"Saya akan kesana tunggu sebentar" jawab Edward.


Manager itu harus menunggu Edward berpamitan sebentar kepada Lily. Setelah mendapat ijin Edward langsung menuju pintu utama untuk menemui seseorang tersebut bersama manager. Lily kembali mengambil banyak gambar dibantu dengan seorang pegawai wanita yang sudah dipanggil oleh Edward tadi.

__ADS_1


......................


"Kenapa saya tidak diizinkan masuk?! Cepat berikan saya masuk! Saya sudah membawa keluarga karyawan saya untuk berlibur disini!" tanya seorang pria yang sangat kesal dirinya tidak diizinkan masuk.


"Saya mengatakannya tuan Hazel kalau tempat ini sudah di sewa sampai nanti sore oleh seseorang yang ingin namanya dirahasiakan" jawab seorang karyawan yang sudah menahan Hazel dari tadi.


Ternyata orang yang ingin meminta masuk tersebut adalah kakaknya Lily yaitu Hazel. Dia datang bersama keluarga Brian. Hazel sudah membentak karyawan tersebut dari tadi.


Edward berjalan cepat ke arah Hazel bersama manager pengelola taman tersebut. Hazel melihat dari Edward berjalan mendekatinya.


"Oh jadi kau orang yang menyewa satu taman ini?" tanya Hazel kepada Edward.


"Itu benar! Ada masalah, Hazel?" jawab Edward dengan mengangkat sebelah alisnya.


"Apa adikku bersamamu?".


"Tentu saja! Aku menyewa satu taman ini untuk adikmu tercinta".


"Ohh... Pantesan, kenapa tidak bilang dari tadi?".


"Aku baru saja sampai makanya aku baru memberitahumu dan kau juga tidak sabaran saat ingin bertemu si penyewa".


"Kenapa kau harus pergi? Kau bisa menggunakan sisi lain taman istriku masih di sebelah taman".


Hazel menoleh ke ayah dan ibu Brian. Mereka menggelengkan kepalanya karena merasa tidak pantas di satu taman yang sama dengan nona Lawrence. Brian melihat Edward dengan sangat teliti.


"Ayo ibu kita main - main ditaman ini!" pinta Tobi yang menarik tangan ibunya.


"Kita main di taman lain saja nak! Taman ini sudah disewa" jawab ibu Brian.


"Lalu kenapa kalau sudah disewa? Istri tuan Edward tidak akan habis mengelilingi taman ini" saut Brian dengan pandangan tajam ke arah Edward.


"Jaga ucapanmu Brian!" ayahnya langsung memberi teguran.


"Ucapanku tidak salahkan?! Ayo masuk saja!" Brian melangkah masuk dengan sombongnya.


Edward bisa melihat rasa ambisi di mata Brian. Hazel sangat tidak menyukai Brian dari dulu karena sikap ambisi negatifnya yang berlebihan.

__ADS_1


Tiba - tiba saja dari kejauhan ada Lily yang berlari sambil membawa kamera menuju ke Edward. Lily tidak bisa menghentikkan kakinya yang berlari begitu cepat sampai akhirnya Edward langsung menangkap Lily agar tidak menabrak Hazel.


"Hehe... Makasi sayangku" Lily mencium pipi kanan Edward.


"Hati - hati makanya kalau lari" Edward memeluk erat pinggang Lily.


"Hehe... Maaf sayang! Eh ada kak Hazel!" Lily baru menyadari ada kakaknya di belakang Edward.


Lily melepas pelukannya lalu menghampiri sang kakak. Brian yang dari tadi disana tidak disadari keberadaannya dan dia mendengar pembicaraan Edward dan Lily tadi.


"Mentang - mentang adikku sudah jadi milik orang malah melupakan kakaknya" ucap Hazel yang memeluk adiknya tersebut.


"Mana ada kak! Aku selalu ingat sama kakak, oh ya! Mana kak Zeta?" Lily melihat kebelakang Hazel.


"Dia tidak ikut aku hanya membawa keluarga karyawanku liburan disini eh ternyata iparku yang menyewa tempat ini untuk adikku tercinta" Hazel mencubit pipi Lily saking gemasnya.


Lily hanya tersenyum saat pipinya dicubit. Ayah dan ibu Brian sangat terkejut melihat ikatan keluarga tersebut. Kirana dan Tobi tidak menyangka kalau sang kekasih Lily adalah berasal dari keluarga Davis.


"Lily! Apa maksudnya ini?!" tanya Brian yang seolah - olah tidak menerima kenyataan.


"Eh ada Brian! Ini kakakku Hazel dan ini adalah kekasih yang sering aku bicarakan yaitu Edward" jawab Lily dengan santainya.


"Jadi selama ini kau sudah menjadi milik orang? Kau telah menyakiti hatiku".


"Iya! Memangnya aku peduli? Aku sudah mengatakannya dari awal kalau aku sudah memiliki kekasih tapi apa pernah aku mengatakan hubungan apa yang aku jalin bersama Edward".


Brian hanya terdiam mendengar ucapan Lily. Edward merangkul istrinya dan membawanya pergi. Hazel melihat reaksi Brian yang sangat aneh.


"Brian! Apa kau menyukai adikku?" tanya Hazel kepada Brian.


"Iya! Aku menyukainya dan aku akan tetap menyukainya!" jawab Brian dengan membuat tekad yang kuat.


"Sebaiknya kau jangan merebut Lily dari Edward karena sangat beresiko" Hazel langsung meninggalkan tempat tersebut dan pergi menuju parkiran.


MAAF YA GUYS JADWAL UPDATE JADI BERANTAKAN KARENA AUTHOR BANYAK KENDALA MAU NULIS SEKALI LAGI MAAF


Makasi yang sudah mampir dan baca

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2