
Oke guys mari kita lanjut ke cerita yang dimana Lily sedang duduk memandangi kaca yang menembus pemandangan gedung - gedung di luar sana. Lily berhenti sejenak cuman sekedar memandangi pemandangan di luar sana.
"Lihat Pinpin! Pemandangannya indah sekali!" ucap Lily yang berbicara dengan janinnya.
Tangan Lily mengusap perut bulatnya. Tiba - tiba saja dirinya ingat kalau besok adalah jadwal check upnya pukul tiga sore. Padahal besok adalah jadwal padatnya tapi dia bisa membuat Sean untuk membuat surat izin.
Dua jam Lily menunggu sang suami untuk menyelesaikan rapatnya. Namun dirinya sudah tertidur pulas saat ini. Edward memasuki ruangannya dengan melonggarkan dasinya. Namun semua rasa penatnya hilang saat melihat sang istri tertidur pulas. Edward sangat ingin memeluk tubuh ibu muda tersebut tapi dia tidak ingin mengganggu mimpi indah Lily.
...****************...
Keesokan paginya Lily sudah berada di kampus dan sangat sibuk dengan tugas - tugasnya. Lily tidak sendirian melainkan dia sedang bersama Yuri dan Yuan. Mereka juga memiliki banyak tugas sehingga mereka bertiga memutuskan untuk mengerjakannya bersama - sama di meja kantin.
"Ahhh.... Capeknya.... Dari kemarin tugas ini tidak ada habisnya, capek deh" ucap Yuri yang meretangkan kedua tangannya ke atas.(Kau tidak sendirian Yuri,author sama denganmu)
"Kerjakan saja Yuri karena percuma saja kau mengeluh sebab tugasmu itu tidak akan selesai jika kau terus mengeluh" saut Lily yang masih fokus mengerjakan tugas.
__ADS_1
"Iya Lily! Tahu si paling rajin" jawab Yuri yang kembali melanjutkan mengerjakan tugasnya.
Saat mereka bertiga sedang mengerjakan tugas tiba - tiba saja muncul sebuah insiden di kantin. Insiden tersebut merupakan perkelahian antara kapten klub sepak bola dengan kapten klub basket. Penyebabnya adalah Sean tidak sengaja menyenggol kekasih kapten klub sepak bola dan membuat minuman si cewek tumpah. Padahal Sean sudah meminta maaf tetapi kapten klub sepak bola marah dan menghajar wajah Sean. Untungnya ada kedua wakil disana sehingga masalah yang lebih besar bisa dihindari.
"Apa maksudmu menyenggol kekasihku,hah?! Jawab Sean!" teriak kapten sepak bola yang bernama Finno.
"Aku sudah meminta maaf kepada kekasihmu dan dia tidak mempermasalahkannya. Lalu untuk apa kau menghajar wajahku,hah?! Seharusnya disini kau yang menjelaskan kenapa kau menghajar wajahku padahal aku sudah minta maaf?!" jawab Sean yang tidak terima dirinya di salahkan.
"Apa kejadian tadi kurang jelas?! Apa perlu aku hajar kau lagi supaya kau paham alasanku menghajarmu?!" Finno hendak bergerak tetapi tubuhnya dipegangi oleh wakilnya.
Kedua kapten tersebut terus meronta - ronta yang dimana mereka berdua hendak mengeluarkan emosi mereka. Kedua wakil tersebut sudah tidak kuat menahan kapten mereka sampai pada akhirnya kekasih Finno yang bergerak.
"Cukup kalian berdua! Kalian ini orang dewasa!..masa berkelahinya seperti anak.- anak?! Dengar ya Finno! Sean sudah meminta maaf dan untuk apa kau memukul Sean?! Yang penting dia sudah minta maaf itu saja cukup untukku!" ucap kekasih Finno yang melerai perkelahian tersebut.
Finno hanya terdiam saja mendengar ucapan pacarnya. Si cewek menarik Finno pergi dari sana karena sudah merasa malu memiliki kekasih seperti Finno. Sean sangat kesal dengan sikap Finno yang selalu menyalahkan orang lain walaupun dalam hal kecil sekali pun.
__ADS_1
Perkelahian sudah selesai dan kerumunan sudah bubar. Lily merasa heran saja dengan dua kapten barusan yang dimana ada pusat kerumunan maka jawabannya sudah jelas kalau mereka berdualah yang bertengkar.
"Hadeuhhh.... Akhirnya selesai juga" ucap Lily yang menutup bukunya lalu meregangkan sedikit badannya.
"Hah?! Kau sudah selesai?! Terus aku harus bagaimana?! Aku belum selesai!" tanya Yuri yang panik mendengar kalau tugas Lily sudah selesai.
"Ya selesaikanlah! Aku juga sudah selesai" jawab Yuan yang juga menutup bukunya.
"Heiii!.... Jangan tinggalin aku dong!" Yuri langsung membereskan buku - bukunya.
"Nanti saja lanjutin saat di kelas tapi saat dosen belum datanh" Lily melangkah terlebih dahulu lalu diikut dengan Yuri dan Yuan.
Mereka bertiga memutuskan untuk kembali ke kelas masing - masing. Untuk para anything tolong doakan Yuri agar tugasnya cepat selesai.
Makasi yang sudah mampir dan baca
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>