
Edward dan Lily kembali melakukan perjalanannya menjelajahi taman bunga yang luas tersebut. Lily sama sekali belum menemukan bunga yang sama dengan namanya.
"Sayang! Dimana bunga Lilynya? Kita sudah mencarinya dari tadi tapi kenapa tidak ketemu juga?" tanya Lily yang menoleh kanan kirinya.
"Ikuti aku sayang! Bunganya ada di tempat yang sudah aku siapkan " jawab Edward yang menarik tangan Lily untuk mengikutinya.
Lily mengikuti suaminya dari belakang. Langkah mereka terus menjauh dari tempat tadi. Edward terus menggenggam tangan istrinya.
"Sayang! Aku capek! Gendong" ucap Lily yang tiba - tiba berhenti.
Edward langsung menggendong istrinya dengan gaya bridal. Lily mencium pipi suaminya sebagai hadiah telah menggendongnya. Kaki Edward tidak merasa lelah sama sekali melangkah jauh ditambah dia sedang menggendong istrinya saat ini.
Mereka pun akhirnya sampai di tempat yang dikatakan Edward tadi. Lily turun dari gendongan Edward dan berlari di tengah raturan bunga Lily dan tulip. Bunga tulip adalah bunga favorite Edward sebab itu dia menambahkan bunga tulip diantara bunga Lily.
"Sayang! Aku cinta padamu!" teriak Lily yang membelakangi suaminya.
Edward hanya tertawa kecil mendengar teriakan manis istrinya. Dia pun membalas teriakan Lily dengan mengatakan,
"Baby! Aku juga cinta padamu!".
Lily menoleh ke belakang dan mengembangkan senyum manisnya. Edward berlari menghampiri Lily kemudian memeluknya.
"Siapa yang mengajarimu untuk berteriak seperti itu?" tanya Edward yang meletakkan dagunya di bahu Lily.
"Sean yang mengajariku, kemarin dia mengatakan seperti itu di lapangan utama kampus untuk Lola" jawab Lily yang mendapat sumber teriakannya dari Sean.
KITA REPLAY SEDIKIT TENTANG KEJADIAN KEMARIN.
Hari ini Sean dan Lola sedang perang dingin. Penyebab mereka perang dingin adalah Sean yang tidak menjawab pesan chatnya dan tidak memberi kabar kalau ada latihan pagi. Lola sangat marah kepada Sean sampai tidak menyapa satu sama lain. Tapi hari ini Sean ingin berdamai dengan Lola karena dia mendapat saran dari kakak iparnya untuk tidak bertengkar terlalu lama.
Siang hari saat jam makan siang Sean melihat Lola yang berjalan sendirian di lapangan utama kampus. Sean mengambil nafas panjang kemudian meneriakkan,
"LOLA! TOLONG MAAFKAN AKU! AKU TAHU AKU SALAH JADI MAAFKAN AKU! AKU MOHON!".
Semua mahasiswa yang ada disana langsung menoleh ke sumber suara termasuk Lola. Mereka melihat Sean dengan nafas yang terengah - engah. Lola langsung merasa malu saat melihat wajah Sean.
"LOLA! TOLONG MAAFKAN AKU! AKU TIDAK AKAN MELAKUKANNYA LAGI! AKU TIDAK AKAN BERHENTI TERIAK SAMPAI KAU MEMAAFKAN AKU!AKU MOHON" Sean kembali berteriak dengan kalimat maafnya.
__ADS_1
Wajah Lola berubah merah seperti tomat. Lola berlari menghampiri Sean saat dia akan berteriak lagi. Gadis berambut lurus itu menggenggam tangan Sean dan mengatakan,
"Iya aku maafkan kau tapi jangan berteriak seperti tadi".
"Terima kasih sayang! Love you♡~" jawab Sean dengan senangnya.
Setelah satu jam berlalu datanglah berita tentang Sean dan Lola. Berita tersebut menyebar dengan sangat cepat tetapi pasangan tersebut tidak mempermasalahkan hal tersebut yang penting sekarang adalah mereka sudah baikan kembali.
REPLAY SELESAI KEMBALI KE CERITA.
"Kenapa kau mengikuti,Sean? Dia itu ajaran salah" Edward menoleh ke wajah Lily.
"Hehe... Iseng saja sih" Lily terkekeh pelan saat dirinya ditatap Edward.
Pasangan suami istri tersebut mengambil beberapa gambar menggunakan kamera dan ponsel pribadi. Edward sengaja mengambil gambar yang banyak untuk digunakan sebagai wallpaper. Sedangkan Lily hanya mengambil beberapa saja tidak ada niat untuk mengganti wallpapernya.
"Sayang aku laper..." ucap Lily dengan wajah cemeberut.
"Ayo kita duduk disini! Sebentar lagi aku suruh pelayan membawa makanan dan minuman" jawab Edward yang menarik tangan Lily ke salah satu meja yang sudah disiapkan.
Edward mengantar Lily menuju meja tersebut. Kemudian Edward menepuk tangannya dan datang makanan minuman yang sudah disiapkan. Lily menepuk kecil tangannya saat menu tersebut diletakkan di atas meja.
"Sini dong! Aaaaa" Edward sudah berada di posisi siap menyuapi sang istri.
Lily membuka mulutnya lalu memakan suapan tersebut. Dia tersenyum lebar merasakan nikmatnya makanan tersebut. Lily balik menyuapi sang suami.
"Ehmm... Enaknya! Besok kalau liburan lagi kita main disini lagi" ucap Edward yang mengunyah makanan tersebut.
"Oke sayang! Oh ya sayang! Coba lihat fotoku tadi yang di dekat pohon bunga sakura sepertinya bagus" Lily kembali menyuapi dirinya dengan makanan yang di atas meja.
"Ini dia!"
SUMBER FOTO DARI GOO GLE DAN PIN TEREST
Edward menunjukkan foto hasil jepretan ponselnya. Lily sangat senang melihat hasil fotonya dan meminta sang suami untuk mengirim foto tersebut.
__ADS_1
"Makasi sayangku!".
"Sama - sama my baby".
Mereka kembali melanjutkkan liburan di taman bunga. Liburan mereka serasa honeymoon tapi mereka sudah melakukan honeymoon mereka di negara lain dan setahun yang lalu.
...****************...
Setelah melakukan liburan tersebut mereka kembali pada urusan pribadi yang dimana Edward sibuk dengan perusahaannya dan Lily sibuk dengan kuliahnya. Walaupun begitu mereka masih memiliki waktu bersama.
Hari demi hari terus berlanjut dan semakin menyenangkan saja. Lily semakin manja dengan Edward. Ada perasaan curiga di benak Edward. Dia mengira kalau Lily sedang hamil tapi dia tidak memiliki waktu untuk memeriksa hal tersebut jadi dia memutuskan untuk menunggu sang istri menyadari keanehan ini.
Suatu hari Lily dan Yuri yang sedang berada di cafe depan kampus. Lily datang terlambar karena ada kelas tambahan. Yuri melihat ukuran tubuh Lily yang sedikit berubah.
"Lily! Kau kelihatan gendutan, ada apa denganmu? Apa kau stress gara -gara tugas?" tanya Yuri yang masih fokus melihat tubuh Lily.
"Hm? Benarkah ? Tapi aku tidak merasakannya sama sekali menurutku tubuhku tidak gemuk sama sekali" jawab Lily yang menarik satu bangku kemudian duduk disana.
"Iya beneran Ly! Apa suamimu memberimu terlalu banyak makanan?!".
"Tidak Yuri! Suamiku memberikanku makan dan minum yang cukup tidak perlu khawatir".
"Apa kau telat datang bulan?".
"Iya sudah dua bulan lebih".
"Tu kan! Apa dugaanku! Kau itu sedang berisi!".
Lily melihat ke arah perutnya yang semakin besar. Dia mulai berpikir dan menurutnya dugaan Yuri ada benarnya juga.
"Kau harus cek itu Lily! Harus!" saran Yuri sambil menyiup kopi.
"Benar juga... Nanti aku kabari Edward untuk menjemputku sekalian melakukan tes" jawab Lily yang mengelus perutnya.
"Kalau kau berisi bagaimana dengan kuliahmu? Bagaimana denganku? Siapa yang ajak aku bermain nanti?" Yuri merasa sedih membayangkan kalau Lily tidak masuk kuliah.
"Aku bisa sekolah dari rumah dan untukmu kau bisa bermain dengan yang tiga itu" Lily mengambil ponselnya dari tas lalu segera menghubungi sang suami.
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA LOVE YOU♡~
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>