
Lily perlahan - lahan membuka matanya dan dirinya melihat langit malam yang dipenuhi taburan bintang yang bersinar. Edward merasa lega saat melihat senyuman kembali merekah di wajah Lily. Sekarang mereka berdua sedang menuju kediaman mereka tapi dengan cara berlari. Sangat beresiko untuk menggunakan mobil karena kemungkinan besar mereka akan diikuti lagi.
Kebetulan jalur yang mereka lewati adalah jalan pintas menuju kediaman baru mereka. Lily khawatir melihat kondisi Edward yang harus berlari ditambah dia harua menggendong dirinya. Edward sedang menahan rasa lelahnya dan tiba - tiba saja dirinya mendapat ciu man di bi bir dari sang istri. Lily sengaja memberikan ciu man tersebut dengan maksud sebagai penambah energi untuk sang suami. Edward tersenyum kemudian menambah kecepatan berlarinya.
Beberapa menit kemudian akhirnya pasangan baru menikah ini akhirnya sampai di kediaman baru mereka. Banyak pengawal di pasang di setiap sudut bangunan tersebut. Edward menurunkan Lily kemudian menggandeng tangannya. Mereka berjalan memasuki rumah mereka. Semua pengawal yag berjaga menunduk hormat kepada Edward termasuk Lily. Bagi Lily hal ini merupakan hal biasa bagi dia karena dia juga terlahir di keluarga kaya raya makanya dia tidak terkejut sama sekali.
Mereka berdua sekarang sudah ada di kamar tidur. Lily memutuskan untuk mandi terlebih dahulu dan Edward duduk di pinggir kasur. Edward harus memikirkan cara agar masalah ini cepat terselesaikan. Masalahnya Edward tidak tahu apa sumber masalahnya karena menurut dia hubungan kerajaan bisnisnya dengan kelompok mafia tersebut terbilang sangat harmonis. Namun seketika saja pasukan kelompok mafia tersebut tiba - tiba saja menyerang markas anak buah Edward.
Hari diserang markasnya adalah tepat dua hari sebelum hari pernikahannya. Edward sengaja tidak menceritakan tentang hal ini karena Lily akan khawatir sehingga tidak fokus ke pernikahannya.
Beberapa menit kemudian Lily sudah keluar dari mandi. Lily hanya mengenakan handuk yang menutupi dari da da sampai pa ha nya. Edward sangat tergiur melihat penampilan Lily yang seperti itu. Dia beranjak dari kasur kemudian memeluk tubuh Lily dan mendaratkan satu kecu pan di pipi sang istri.
"Tunggu sebentar kemudian kita akan melakukan malam pertama kita" selesai membisikkan sang istri, Edward masuk ke kamar mandi.
Wajah Lily berubah merah setelah mendengar ucapan Edward tadi. Dengan segera dirinya berlari ke arah lemari pakaian kemudian langsung saja dia mengambil piyama dan memakainya. Lily takut kalau dirinya akan tiba - tiba saja diterkam oleh Edward.
Setelah memakai piyama Lily menyisir rambutnya kemudian melempar dirinya do atas kasur. Dia menarik selimut lalu mencoba tidur tapi nyatanya tidak bisa karena dia terus memikirkan tentang malam pertamanya. Suara gemericik air terdengar dari kamar mandi dan suara tersebut membuat Lily semakin tegang.
Sepuluh menit kemudian Edward keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk di pinggul sampai lututnya. Matanya melihat sang istri yang berpura - pura tidur. Kaki Edward melangkah mendekati kasur selanjutnya dia menarik selimut yang menutupi tubuh sang istri.
"Akh! Sayang!" teriak Lily karena kaget.
"Jangan takut baby.... Awalnya memang sakit tapi berikutnya pasti enak" ucap Edward yang mengec up dahi Lily.
"Kalau begitu mainnya pelan - pelan dulu" jawab Lily yang dengan malu - malu.
"Iya my baby honey sweetie" Edward mengelus rambut Lily.
Perlahan - lahan Edward memulai permainan. Setiap permainan tidak lupa Edward berikan ucapan yang menenangkan sang istri. Dan kalian tahulah apa yang terjadi selanjutnya.
__ADS_1
...****************...
Keesokan paginya pasangan suami istri yang baru menikah ini terbangun dari mimpinya. Saat Lily akan bangkit dia merasakan sakit di bagian belakang tubuhnya. Dia sudah tahu akibat dari malam pertama ini dan Edward hanya memperhatikan dengan wajah bangganya. Lily merasa kesal saat melihat wajah Edward yang seperti itu.
"Bantuin dong! Aku tidak bisa bangun" pinta Lily yang merengek.
"Hahaha.... Baiklah baby" jawab Edward yang menuruti permintaan sang istri.
Edward menggendong tubuh Lily kemudian berjalan memasuki kamar mandi. Mereka hanya mandi saja ya guys dan tidak lebih karena satu malam saja sudah cukup.
Selesai man di bers ama, Edward mengajak Lily sarapan dengan para pelayan yang sudah menyiapkan makan malam mereka. Lily merasa sedikit kesusahan untuk duduk tapi dia berusaha untuk menahannya. Mereka berdua melakukan sarapan bersama.
Sesudah sarapan bersama Edward mengajak Lily duduk di ruang tamu untuk membicarakan masalahnya. Edward dan Lily duduk bersebelahan dan tangan Edward menggenggam salah satu tangan Lily untuk memberikan kepercayaan diri kepada dirinya untuk mengungkapkan masalahnya.
"Baby".
"Kenapa sayang?".
"Masalah apa memangnya? Apa tentang yang kemarin?".
Edward terkejut mendengar jawaban Lily tapi itu masih setengah cerita dari masalahnya. Sebelum melanjutkan ceritanya Edward menarik nafas kemudian dihembuskan kemudian berbicara kembali.
"Itu benar baby! Tapi itu belum sepenuhnya".
"Hm? Maksudmu itu belum semuanya?".
"Iya.... Sekarang aku ceritakan masalahku".
"Baiklah! Lanjutkan".
__ADS_1
"Jadi awal ceritanya aku memiliki hubungan baik dengan kelompok mafia yang kemarin kemudian saat dua hari sebelum kita menikah tiba - tiba saja pasukan kelompok mafia tersebut menyerang markas anak buahku. Maaf kalau aku tidak menceritakannya karena aku tidak ingin membuatmu khawatir sehingga kau susah fokus ke pernikahan kita. Kemudian kemarin yang kita dikejar itu adalah kelompok mafia yang aku ajak kerja sama. Penyebab masalah ini masih diselediki oleh anak buahku jadi kau tidak perlu khawatir,oke?".
"Tidak apa - apa sayang! Yang penting kau sudah berani cerita itu tidak ada masalahnya. Lalu menurutmu apa penyebab masalah ini?".
"Menurutku penyebab masalah ini hanya salah paham saja karena seminggu yang lalu aku melakukan transaksi beberapa barang berharga dengan kelompok mafia tersebut. Mungkin saja ada yang menyabotase satu atau dua barang sehingga membuat kelompok mafia tersebut marah".
"Hmmm.... Apa kau sudah bertemu dengan pemimpib kelompok mafia tersebut?".
"Belum! Aku belum berani menemui dia karena aku tidak memiliki bukti yang kuat untuk membuktikan kalau aku tidak bermasalah sama sekali".
"Ohh... Apa perlu bantuan kedua kakak?".
"Tidak usah baby! Ini masalahku dan aku sangat yakin kalau aku bisa menyelesaikannya dengan caraku sendiri".
"Baiklah! Lalu apa lagi yang ingin kau katakan?".
"Aku ingin memintamu tidak usah keluar rumah selama masalah ini masih berlangsung. Jika kau keluar rumah mungkin saja kau akan dicelakai ditambah mereka sudah mengetahui kalau dirimu adalah diriku. Mereka juga terkenal dengan skill menghafal wajah musuhnya meskipun sudah operasi. Apakah kau bisa melakukannya?".
"Tidak keluar rumah? Berarti hanya di rumah saja dan tidak boleh pergi kemana pun?".
"Iya baby! Apa kau bisa melakukannya? Jika kau memerlukan sesuatu minta sama diriku atau para pengawal disini pasti langsung dikabulkan".
"Baiklah sayang! Aku bisa melakukannya dengan syarat kau harus membawakanku berbagai macam buku dan barang yang aku inginkan".
"Terima kasih banyak baby! Aku sangat bersyukur kita bisa menikah dan kau bisa menjadi istriku".
"Sama - sama sayang! Aku juga sangat bersyukur kau menjadi suamiku. Selama kau di luar aku akan mempelajari tentang apa yang saja perlu dilakukan oleh ibu rumah tangga".
Maaf untuk tidak update kemarin karena riviewnya kelamaan. Padahal author udah menyerahkan dari jam setengah delapan tapi selesai riviewnya jam sepuluh tadi pagi,sekali lagi author minta maaf
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>