Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Latihan tapi tidak fokus?


__ADS_3

Malam harinya di kediaman Edward, Lily bercerita banyak tentang festival kebudayaan sedangkan Edward hanya bisa mendengarkan sang istri bercerita. Saat Lily bercerita dia terlihat sangat imut di mata Edward. Lily sangat sibuk bercerita walaupun mulutnya penuh dengan puding.


"Jadi begitu sayang.... Aku bingung harus menyanyikan lagu apa" Lily sudah selesai dengan ceritanya dan dia tampak bingung.


"Sebaiknya baby bernyanyi khusus untuk diriku saja" usul Edward yang menyuapi Lily dengan sesendok puding susu.


"Kau akan datang ke festival besok? Benarkah?!" Lily semakin bersemangat saat mendengar usulan Edward.


"Tentu saja! Aku ingin baby menyanyikan lagu favoritku, baby pasti tahu kan?".


"Iyalah aku tahu! Aku akan menyanyikannya untuk suamiku tercinta".


Edward mengelus rambut Lily dan melebarkan senyumnya. Lily pun meminta lagi puding susunya tapi kali ini ditambah oreo.


...****************...


Keesokan harinya Lily dan anggota klub basket melakukan latihan band dengan menggunakan satu jam masa latihan mereka. Dovan sedang menyiapkan suaranya untuk latihan begitu juga dengan Lily.


"Lagu apa yang kita mau bawakan?" tanya Dovan kepada Lily.

__ADS_1


"Bagaimana kalau lagunya Ed Sheeran yang perfect? Kita bagi dua bagian nyanyinya" jawab Lily dengan rekomendasi lagunya.


"Oke kalau begitu, sekarang kita bagi bagian kita masing - masing" Dovan dan Lily menulis lirik - lirik yang akan mereka nyanyikan.


Sedangkan yang lainnya masih sibuk menyetel atau mencoba alat musik mereka dengan notenya. Sean sedikit kesal karena dirinya hanya bermain keyboard saja. Di belakang Sean, ada Jia yang memegang dua buah simba kemudian membunyikannya di dekat telinga Sean.


"Aduhhh!!!.... Hei sini kau! Dasar Jia!" Sean mengejar Jia yang sudah kabur duluan.


Yang lain hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua. Semuanya sudah dalam posisi masing - masing dan siap berlatih secara bersamaan. Awal percobaan masih ada yang salah, percobaan kedua Lily yang kecepetan bernyanyi,percobaan ketiga Sean salah tekan,dan percobaan keempat simba drum Jia jatuh.


"Sudahlah cukup sampai sini saja dulu,besok kita lanjutkan" ucap Sean yang mengakhiri latihan band hari ini.


Selama latihan basket berlangsung banyak kendala yang terjadi dimulai Sean yang tiba - tiba marah besar walaupun itu hanya kesalahan kecil, Jia yang sulit mengontrol bola, Kevin melakukan shooting tapi tidak masuk dan masih banyak hal lainnya. Namun diantara semuanya itu hanya Dovan saja yang masih stabil. Dari segi manapun Dovan masih terbilang sangat stabil.


Latihan pun berakhir pukul lima sore. Saat Dovan akan mengambil handuknya dia melihat Lily yang bengong terdiam. Dovan menjentikkan jarinya dihadapan Lily yang kemudian membuat dia tersadar.


"Hah! Astaga! Kok aku dari bengong saja? Ya ampun! Huhuhu....." Lily yang tersadar tiba - tiba kaget melihat kertas yang digunakan untuk mendata para anggota kosong.


Dovan merasa aneh dengan semua temannya yang ada disini karena dari tadi tidak ada yang fokus selama latihan berlangsung termasuk dengan manajernya. Sepertinya ini akan menjadi hal yang sulit untuk kedepannya.

__ADS_1


"Isshhh! Kok dari tadi aku tidak fokus?! Ada apa dengan diriku?!" Sean melempar bola tersebut ke lantai sehingga memantul ke atas dan hampir mengenai kepala Lily saat akan mendarat.


Untungnya ada Dovan disana yang langsung menangkap bola tersebut. Kemudian Dovan melempar bola tersebut tepat mengenai kepala belakang Sean.


"Hei! Apa yang kau lakukan,Dovan?!" tanya Sean yang masih terselimut emosi.


"Tidak ada, ada apa dengan dirimu? Marah - marah saja terus" jawab Dovan yang mengganti bajunya.


"Aku juga tidak tahu! Ya ampun!" Sean kebingungan saat mencari penyebab emosi dia terus meluap.


"Mungkin ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu kapten" Dovan mengemasi semua barang - barangnya kemudian menggendong di pundaknya.


"Iya mungkin, atau.... Tidak? Huhuhu....." Dovan tidak mengerti dengan semua tingkah temannya yang tiba - tiba menjadi tidak fokus.


Semua anggota klub basket pulang ke rumah masing - masing kecuali Dovan dan Lily yang masih berada di parkiran. Dovan melihat Lily sepertinya mulai fokus kembali dan sudah memahami permasalahan di klubnya.


"Dovan, sepertinya kita perlu bantuan orang profesional".


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>


__ADS_2