Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Sudah baikan


__ADS_3

Edward terkejut mendengar ucapan Lily yang rela berkorban demi dirinya. Tangan Edward membantu Lily berdiri kemudian memeluknya dengan penuh kehangatan.


"Jangan mengatakan hal seperti itu baby! Aku sudah janji kepada kakakmu kalau aku akan membiarkan kau berkuliah sampai wisuda jadi jangan korbankan kuliahmu. Sudahlah baby aku memaafkanmu tapi jangan dekat - dekat dengan si Yohan - Yohan itu! Aku tidak suka!" jawab Edward yang mengelus punggung sang istri.


"Sayang.... Jangan pergi! Aku mau dipeluk terus kamu harus disini" pinta Lily yang sesunggukkan.


"Iya! Iya! Aku tidak pergi! Aku menetap disini jadi jangan menangis,ya baby" Edward langsung menggendong Lily seperti koala.


Hazel masih terlihat marah setelah mendengar ucapan Lily sebelumnya. Tapi dia harus menahan emosinya karena hubungan mereka sudah membaik. Zeta juga ikut marah setelah mendengar ucapan Lily.


Edward berjalan menuju sofa sambil menggendong Lily. Perlahan - lahan Edward mendudukkan tubuhnta agar sang istri merasa nyaman kemudian mengambil roti yang dimakan istrinya tadi. Kemudian Hazel duduk dihadapan Edward.


"Kenapa kau membiarkan adikku menjadi seperti ini? Apa maksudmu,hah?!" tanya Hazel yang masih mempertanyakan situasi yang terjadi antara Edward dengan Lily.


"Sebenarnya aku hanya salah paham sama Lily. Kemarin itu ceritanya kita jalan - jalan ke taman yang disekitaran pantai kemarin. Terus kami duduk di salah satu bangku di pantai tersebut dan Lily minta dibelikan air minum jadi aku pergi belikan air dulu. Kemudian saat aku kembali aku melihat Lily sedang dipegang oleh mantan kakak kelasnya saat SMA sontak saja aku langsung marah sama dia. Sejak kemarin juga aku mencuekkin dia itulah penyebab kami bertengkar" jawab Edward yang menjelaskan situasi yang terjadi kemarin.


"Lalu kenapa kau tidak mendengar penjelasanku dulu? Adikku yang dipegang tangannya lalu kenapa kau bisa seenaknya saja marah kepada adikku?!" Hazel masih belum menerima penjelasan Edward.


"Lily sudah menjelaskannya tapi aku saja yang masih ragu dengan penjelasannya" Edward kembali menyuapi istrinya dengan roti.


"Kenapa kamu bisa memiliki perasaan tidak percaya terhadap istriku?! Bukankah kau itu suaminya?! Dalam hubungan itu harus saling percaya! Ada apa dengan dirimu,hah?!" Hazel masih menyerang Edward dengan pertanyaan - pertanyaannya.


"Kak sudahlah! Jangan bertanya lagi! Edward sudah menjelaskan kalau dia hanya salah paham saja,kenapa kakak tidak mau mengerti?! Edward sudah menjelaskan semua yang terjadi!" ujar Lily yang menghentikkan sang kakak untuk terus bertanya.


"Aku masih tidak percaya dengan ucapan dia! Berapa kali pun dia menjelaskan situasinya tetap saja aku tidak percaya! Sebaiknya kau ikut kakak pulang saja dari pada tinggal sama manusia ini!" jawab Hazel yang menyerang adiknya.


"Tidak! Aku tidak mau! Aku sudah menikah dan suamiku adalah Edward! Pasangan suami istri harus tinggal satu atap yang sama, tidur di kasur yang sama,dan harus tetap bersama dalam keadaan apapun!" Lily tetap membela sang suami walaupun dirinya tetap ikut diserang.


"Baiklah adik! Kau boleh tinggal bersama Edward lagi tapi kalau terjadi hal seperti ini lagi maka, kakak akan langsung membawamu pulang ke kediaman lama".

__ADS_1


"Meskipun kakak memaksaku untuk pulang,aku tetap tinggal bersama Edward dalam keadaan apapun!".


Hazel akhirnya pasrah saja dengan keputusan sang adik. Zeta kembali memasuki dapur kemudian membuatkan susu hamil untuk sang adik. Kondisi Lily mulai tenang tapi masih di dalam dekapan Edward.


Zeta kembali dengan membawa segelas susu hamil untuk sang adik. Kedua tangannya memberikan gelas tersebut ke tangan Lily lalu susu tersebut masuk ke mulut dan mulai turun ke lambung. Lily sangat haus sekali bahkan susu tersebut hanya habis dalam satu tegukan saja. Edward membersihkan bibir Lily dengan saput tangan yang biasa dia bawa.


"Sekarang sudah tenang dan makan lah yang banyak" ucap Edward yang mengelus punggung Lily.


"Sayang mau makan donat yang coklatnya lumer terus aku mau milkshake oreo tapi aku ingin ikut beli" jawab Lily dengan wajah mengembungnya.


"Iya baby boleh ikut,sekarang baby siap - siap dulu" jawab Edward yang mengijinkan permintaan sang istri.


"Aku sudah siap dari tadi! Mau berangkat sekarang!" Lily langsung duduk tegak.


Edward hanya terkekeh pelan melihat reaksi istrinya. Lily mengambil ponselnya.beserta dompetnya di atas meja makan dan kembali ke suaminya. Tangan Lily menarik tangan Edward untuk segera menuju mobil.


"Iya baby! Iya!" jawab Edward yang bangkit kemudian mengikuti sang istri.


"Da - da kak Zeta! Da - da kak Hazel!" Lily melambaikan tangannya kepada kedua kakaknya.


Lambaian tangan Lily dibalas oleh kedua kakaknya. Edward merangkul pinggang Lily masuk ke mobil. Saat di dalam mobil Lily tampak manja sekali dan tidak ingin melepaskan tangan Edward.


Ya sudah demi sang istri, Edward rela membiarkan salah satu tangannya dipegang Lily. Mobil mulai berjalan dan para penjaga membukakan gerbang untuk tuan beserta nona mereka.


Di dalam kediaman Edward, Hazel menceritakan alasan dia mengapa sangat marah kepada Edward. Zeta tidak menyangka kalau sang kakak sulung belum menerima pernikahan sang adik. Hazel hanya menceritakan jika dirinya tidak menerima pernikahan Lily dengan Edward tapi tidak dengan alasannya.


...****************...


Mereka berdua akhirnya sampai di suatu bakery(toko roti). Lily lebih dulu keluar dari mobil baru diikuti dengan Edward di belakangnya.

__ADS_1


Di dalam toko roti tersebut banyak sekali berbagai macam aneka jenis roti tapo bukan hanya roti yang dijual ada kue - kue kering,makanan penutup dan minuman yang beraneka macam rasanya. Siapapun yang datang kesana pasti langsung tergugah seleranya termasuk dengan Lily yang sudah tidak sabar mencicipi setiap jenis roti dan hal lainnya.


Tanpa basa basi lagi Lily langsung mengambil beberapa roti yang dia inginkan termasuk minumannya. Edward hanya duduk di kursi yang telah disediakan sembari menunggu sang istri selesi memilih. Lily mengambil keranjang untuk roti - roti yang dia pilih.


Beberapa menit setelah memilih akhirnya Lily sudah selesai memilih. Karena kesulitan membawa keranjangnya,Lily meminta Edward untuk membawakannya. Total jumlah yang dibeli adalah dua keranjang berisi roti,satu keranjang berisi cupcake,satu keranjang berisi kue - kue kering,dan lima puluh gelas minuman berbagai rasa.


"Hanya segini saja baby? Apa tidak mau lagi?" tanya Edward yang memindahkah semua belanjaan ke meja kasir.


"Memangnya boleh lagi? Menurutku ini terlalu banyak" jawab Lily yang masih ragu dengan jumlah belanjaannya.


"Kalau baby mau lagi ambil saja nanti suamimu ini yang bayar" Edward langsung mengeluarkan dompetnya.


"Kalau begitu aku ingin tiga puluh lima kotak kue kering dengan berbagai macam kue di dalamnya" Lily menyebut pesanan selanjutnya di depan kasir.


"Baiklah mbak tunggu sebentar" jawab si kasir yang pergi ke dapur untuk menyiapkan pesanan Lily.


....


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya pesanan Lily sudah siap. Total semua belanjaan Lily berjumlah lima juta tujuh ratus. Selesai membayar Edward membawa semua belanjaan istrinya ke mobil dengan cara satu per satu.


Semua belanjaan sudah naik termasuk istrinya juga tinggal melajukan mobilnya ke suatu lokasi. Edward meminta agar sang istri memakan beberapa roti dahulu tapi Lily menolak karena dia ingin membagi sedikit belanjaannya kepada tim basketnya.


Edward menuruti permintaan sang istri lalu pergi ke kampus Dazzling Stars. Selama perjalanan Lily sibuk memakan beberapa roti dan donat yang dia beli tadi. Edward hanya tersenyum saja melihat pipi istrinya yang mengembung karena penuh dengan makanan.


MAAF YA GUYS BELUM BISA GANTI UPDATE YANG KEMARIN KARENA AUTHOR BELUM PUNYA WAKTU BUAT BIKIN DUA SEKALIGUS, SEKALI LAGI MINTA MAAF


Makasi yang sudah mampir dan baca


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2