
Zeta terkejut mendengar pertanyaan tersebut. Dia bingung harus menjawabnya atau tidak karena ini masih menjadi rahasia pribadi dia.
"Katakan saja kak! Lily janji tidak akan membocorkannya kepada siapapun" ucap Lily yang meminta jawaban kakaknya sambil mengangkat jari kelingkingnya.
"Oke deh! Tapi janji tidak kasi tahu siapapun" jawab Zeta yang juga mengangkat jari kelingkingnya.
Kakak beradik itu mengikat janji kelingking. Setelah janji dilakukan barulah Zeta mulai bercerita.
"Jadi wanita tadi itu namanya Rora, mantan pacarnya kakak. Kami sudah pacaran selama satu tahun tiga bulan dan putus mungkin sekitar empat bulan yang lalu tapi dia masih saja mengejar kakak dan mengatakan "ayo kita kembali seperti dulu lagi". Tadi saat berdebat dengan dia, wanita itu tidak mengatakan kalimat itu mungkin saja dia kesal".
"Lily tidak pernah dengar kalau kakak sudah punya pacar terus pacarnya modelan seperti itu lagi,iiuhh...".
"Nah itu dia kakak menyesal telah pacaran sama dia. Awal - awal pacaran dia terlihat seperti wanita biasa dan pada umumnya dah sampai pada anniversary satu tahun dia berubah. Perubahannya seperti ingin barang mewah,ingin selalu di dekat kakak,ingin tinggal satu rumah,dan lain sebagainya. Dari perubahan itu kakak mulai curiga sama dia,kenapa dia bisa berubah secepat ini? Padahal dulu dia tidak pernah meminta - minta apapun dan kakak selalu dibiarkan bebas. Menurut kakak dia dihasut oleh seseorang".
"Jadi menurut spekulasi kakak kalau wanita itu dihasut atau cemburu melihat orang lain sampai dia melakukan hal yang sama seperti orang lain lakukan kemudian diterapkan di dalam hubungannya,begitu?".
"Ya seperti itulah.... Kakak terus melakukan penyelidikan seperti mencari siapa saja teman dia,apa saja yang dia lakukan,barang - barang apa saja yang dia lakukan dan sebagainya. Tapi dia melakukan aktivitas dia seperti biasanya itu sebabnya aku tidak paham dan memutuskan hubungan ini".
Lily memang menganggap kalau hubungan kakaknya dengan Rora memang rumit tapi yang bisa menyelesaikannya hanyalah Rora. Tapi masalahnya Rora tidak mau menjelaskan apa yang terjadi dengan dia.
"Sekarang bagaimana? Apa kakak masih berharap sama dia?" Lily kembali meminum milkshakenya.
"Aku tidak tahu aku hanya berharap dia seperti dulu dengan sikap biasa - biasa dia" Zeta memandangi pemandangan di luar melalui jendela.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Selesai mereka minum di kafe mereka berdua memutuskan untuk kembali ke ruangan Hazel. Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas yang menandakan sebentar lagi jam makan siang. Lily melihat - lihat menu makanan apa saja yang cocok untuk di siang hari.
Saat mereka baru membuka knop pintu Zeta dan Lily sudah disambut oleh pemandangan Hazel sedang menindih salah satu pegawainya. Lily terdiam melihat pemandangan tersebut dan Zeta tiba - tiba merasa ingin hilang sekarang juga.
__ADS_1
Hazel langsung berdiri dan merapikan pakaiannya begitu juga dengan pegawainya. Dua adik Hazel memasuki ruangan dengan perlahan dan tidak ingin mengganggu urusan mereka berdua.
"Kalau kakak mau lanjut silakan saja nanti kami berdua makan di ruangan lain" ucap Lily yang menahan malunya setelah melihat hal itu tadi.
"Tidak terima kasih! Tadi kakak tidak sengaja melakukan sleding di kakinya ehh.... Malah jadi seperti tadi dan aku minta kalian berdua jangan bicarakan hal ini kepada siapapun. Lily mau makan apa? Nanti kakak pesankan" jawab Hazel yang mengambil ponselnya lalu segera menghubungi asistennya.
"Tuan Hazel.... Apa boleh..... Saya pergi sekarang?" mereka bertiga melupakan satu orang yang sedang menahan malu paling besar disini.
"Oh boleh silakan saja nanti saja lanjutkan,hehehe....." Zeta mempersilakan pegawainya keluar.
Langsung saja pegawai tersebut keluar sambil menundukkan kepalanya. Lily menatap Hazel dengan pandangan tajam. Hazel sudah tahu apa maksud pandangan tersebut.
"Katakan yang sebenarnya kak! Apa yang kakak telah lakukan pada pegawai tersebut?" Lily berjalan menuju sofa kemudian duduk sambil melipat kedua tangannya.
"Hah~..... Jangan kasi tahu kakek ya" Hazel akhirnya pasrah.
"Jadi aku suka sama pegawai itu dan saat ini aku sedang mengejar dia" Hazel mengatakan yang sebenarnya.
"Tapi dia cowok kak! Bagaimana bisa?" Zeta terkejut mendengar kalau kakaknya pecinta sesama jenis.
"Kakak juga tidak tahu kenapa kakak bisa jatuh cinta sama dia yang jelas kakak sudah terlanjur suka sama dia".
"Apa kakak yakin dengan keputusan kakak ini? Masalahnya resikonya ini besar loh" tanya Lily agar lebih jelas dengan keputusan yang diambil kakaknya.
"Kakak sangat yakin dan kakak siap menerima resiko apapun yang akan menimpa kakak di masa depan" jawab Hazel dengan penuh keyakinan.
Zeta dan Lily hanya bisa pasrah saja melihat kakaknya yang sudah seperti ini. Mereka berdua hanya berharap agar sang kakek tidak mendengar ini.
Beberapa menit kemudian Edward datang dengan berbagai macam makanan. Mereka berempat makan siang di ruangan Hazel. Lily makan dengan sangat lahap dan sampai lupa kalau ada bagian yang perlu dibagi dengan ketiga pria dihadapannya. Bagi mereka tidak masalah tidak mendapat bagian asalkan Lily sehat dan bahagia.
__ADS_1
Lily mencicipi setiap makanan yang ada dan tidak lupa Edward memberikan segelas air putih kepada istrinya. Edward tidak memberikan minuman berwarna atau berasa karena dia tidak ingin terjadi apa - apa sebab terlalu sering minum minuman berwarna.
Hazel dan Zeta masih memikirkan tentang masalah mereka masing - masing. Lily bisa membaca wajah kakaknya yang masih memikirkan masalah mereka. Tapi Lily belum memikirkan cara apapun untuk menyelesaikan permasalahan ini.
"Sayang~....".
"Kenapa baby? Mau apa?".
"Mau pulang habis makan siang".
"Yoh? Nanti baby bosan kalau sendirian di rumah".
"Suruh Yuri main ke rumah".
"Maaf baby tidak bisa tadi Edward mengatakan kalau dia ada kesibukan hari ini".
"Yahhh....".
"Bagaimana kalau main ke rumah mama saja?".
"Ayo! Aku tidak sabar! Ayo sayang kita ke rumah mama!".
"Baiklah! Tapi jangan nakal ya".
Lily mengangguk paham setelah mendengar ucapan Edward. Mereka berdua langsung melaju menuju rumah mama Kiana atau lebih tepatnya rumah lama keluarga Davis. Lily masih memikirkan masalah yang ditimpa kedua kakaknya dan akibatnya jika diketahui oleh kakek.
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>
__ADS_1