Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Pertengkaran Dovan dan Grey


__ADS_3

Grey langsung merasa kesal mendapatkan perlakuan dari Dovan. Latih tanding kembali dilanjutkan dengan Grey melakukan banyak pelanggaran dan kecurangan selama latih tanding. Pak pelatih bisa melihat potensi apa yang dimiliki Grey tapi minusnya Grey selalu membuat pelanggaran.


Latih tanding selesai dengan hasil akhir Dovan yang keluar sebagai pemenang. Grey tampak kelelahan sekali sampai dia menggunakan lututnya sebagai tumpuan. Dovan berjongkok di depan Grey lalu mengatakan,


"Percuma kau menggunakan trik curangmu itu karena hal itu tidak akan mempengaruhi irama permainanku. Lain kali jangan bertindak seperti itu karena percuma".


Grey menekuk dua alisnya lalu memberikan tatapan tajam kepada Dovan. Sean meminta semua anggota agar berkumpul di depan pak pelatih.


"Baiklah semuanya! Mari kita dengarkan hasil analisis Grey selama latih tanding dengan Dovan tadi yang akan dibacakan oleh Lily" ucap pak pelatih yang mempersilakan Lily mulai membaca hasil analisisnya.


"Terima kasih pak pelatih! Hasil analisis Grey, stamina yang dimiliki Grey agak lemah,cara yang bermain yang buruk,sering pelanggaran,berbuat curang,shooting yang bagus, dan yang terakhir adalah lemah dalam defense. Itu saja pak! Kalau lebih detailnya pasti pak pelatih sudah tahu" jawab Lily yang membaca hasil analisisnya.


Semua anggota mengangguk paham kecuali Grey. Dia merasa jengkel dengan hasil analisis yang dibuat Lily. Grey melangkah ke depan lebih tepatnya ke hadapan Lily kemudian merebut paksa kertas yang menempel di papan alas. Karena tidak percaya dengan hasil analisis Lily, Grey merobek kertas tersebut.


Semua orang disana sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Grey. Sean bergerak maju untuk membenarkan anggota barunya.


"Apa maksudmu merobek kertas hasil analisis manager kita?" tanya Sean dengan wajah serius.


"Analisis dia salah semua! Aku tidak pernah bermain buruk! Aku selalu bermain dengan sangat baik! Dia nya yang salah menganalisis!" jawab Grey yang menunjuk - nunjuk Lily.


"Hei! Jaga kelakuanmu! Dia seorang wanita dan kau tidak boleh menunjuk orang dengan sembarangan begitu saja! Jangan kelakuanmu Grey!" Sean langsung memegang tangan yang digunakan Grey untuk menunjuk Lily.


"Bagaimana aku tidak menunjuk dia ya jelas dia nya yang salah! Kok aku yang disalahin?!" Grey menepis tangan Sean.


"Lily tidak salah sama sekali dan hasil analisisnya selalu tepat! Jaga cara bicaramu itu!".


"Apa maumu,hah?! Mau kelahi?!".


"Aku tidak ingin berkelahi sama sekali Grey melainkan aku ingin membenarkan dirimu supaya tidak bertindak yang tidak - tidak".


"Alah! Bilang saja kau mau berkelahi".


Saat Sean akan berbicara lagi langsung ditahan oleh Dovan dan Jia. Mereka berdua menarik kaptennya itu ke belakang. Dovan mulai berbicara kepada Grey.

__ADS_1


"Yang dikatakan kapten itu ada benarnya G ay! Situ harusnya jaga kelakuan dan cara bicaramu itu apalagi saat berbicara dengan seorang wanita".


"Kalau mau berkelahi bilang saja! Jangan sok jagoan menasihatiku! Wanita itu mudah terbawa baperan! Lemah!".


"Apa katamu? Coba ulang lagi?".


"Wanita itu---".


"GABUAK! BEM!" Dovan melayangkan dua pukulan secara bergiliran di wajah Grey.


"Wanita itu tidak lemah sama sekali! Mereka adalah yang paling kuat! Apa kau pernah berpikir sesakit apa ibumu melahirkanmu?! Pernah berpikir sesakit apa seorang wanita menyimpan lukanya sendiri?! Atau pernah membayangkan bagaimana seorang wanita berjuang untuk hidupnya?! Jangan asal bicara kalau tidak tahu! Karena seorang wanita juga seorang ibu! Apa kau mengerti?!" ujar Dovan yang penuh emosi.


Grey terdiam mendengar ucapan Dovan yang penuh makna dan emosi tersebut. Dovan kembali melayangkan satu puku lan di dagu Grey. Yang dipukul akhirnya terjatuh sambil memandang Dovan.


"Apa kau paham sekarang?! Atau aku perlu melayangkan satu bogeman lagi di wajahmu?!" tanya Dovan yang bersiap - siap untuk menghajar Grey.


Yang ditanya tidak memberikan jawaban dengan perkataan namun dia menjawabnya dengan melayangkan satu pukulan di wajah Dovan. Perkelahian diantara keduanya mulai terjadi dan berlangsung sangat sengit. Sean dan Henryi menarik Grey untuk menjauh sedangkan Kevin dan Jia menahan Dovan agar tidak melayangkan serangan lagi.


Lily langsung memeriksa kondisi bahu Dovan. Tidak ada apa - apa yang terjadi dengan bahu Dovan tapi Lily menempelkan satu bungkus es batu ke bahu Dovan yang cedera tersebut. Lagi - lagi Dovan harus duduk di bangku panjang bersama ibu hamil kesayangan kita semua.


Sebenarnya Dovan masih belum merasa puas dengan perkelahian tadi sebab pukulan yang dilayangkan oleh Grey tidak ada rasanya sama sekali. Lily menepuk pelan punggung Dovan agar otak si ace mulai dingin.


...****************...


Selama latihan terjadi banyak hal yang membuat Sean dan pak pelatih. Untungnya ada Henryi dan Kevin yang membantu untuk menangani anggota baru tersebut.


Latihan sudah selesai dan sekarang semuanya sudah bubar. Lily sudah dijemput oleh Edward, Dovan sudah jalan ke rumahnya, Jia jalan pulang menggunakan mogenya dengan Kevin ikut numpang,Henryi pulang menggunakan mobilnya, dan Grey pulang dijemput oleh supirnya.


Oke guys kali ini author mau bahas Sean sama Lola dulu supaya tuntas,tuntas,tuntas dan tuntas! Jadi kalian tidak bertanya - tanya lagi. Oke guys mari kita mulai.


Sean menggunakan mobilnya menuju suatu tempat. Dari ekspresi wajahnya terlihat jelas kalau Sean benar - benar serius. Mobilnya telah sampau di kediaman seseorang. Sean mengetuk pintu dan yang keluar adalah Lola.


"Untuk apa kau kesini? Bukannya hubungan kita sudah berakhir?" tanya Lola dengan pandangan julidnya.

__ADS_1


"Kita bicarakan di dalam saja tidak enak dilihat tetanggamu" jawab Sean.


"Tapi hanya ada aku di rumah" Lola sedikit ketakutan jika Sean sudah mengeluarkan ekspresi seriusnya.


"Aku tidak akan melakukan apapun kecuali kita sudah resmi".


Lola membiarkan Sean masuk ke rumahnya. Sean duduk di ruang tamu dan sudah disajikkan secangkir kopi hitam tanpa gula yang merupakan minuman favoritnya ditemani juga brownies coklat hitam. Mereka berdua mulai pembicaraan yang dimulai dari Lola.


"Untuk apa kau datang kesini?".


"Aku ingin membicarakan tentang hubungan kita dan salah pahammu".


"Kau masih saja membela kakak iparmu itu".


"Apakah kau pernah berpikir untuk apa aku selalu dekat kepada Lily?".


"Tidak! Untuk apa aku berpikir seperti itu? Tidak ada gunanya".


"Memang kau ini! Aku sengaja selalu dekat sama Lily karena supaya mendapatkan restu dari dia".


"Apa maksudmu?".


"Sistem keluargaku berbeda dari yang lain. Jika kau ingin mendapatkan restu dari seluruh keluargaku yang pertama adalah orang tuaku,kedua kakek dan nenek di rumah utama,dan yang terakhir adalah Lily! Kalau kita tidak mendapatkan restu Lily itu sama saja kita tidak bisa menikah!".


"Jadi selama ini kau selalu di dekatnya demi mendapatkan restunya Lily?".


"Iya! Selama ini aku berusaha memperjuangkan hubungan kita! Memperjuangkan cinta kita bersama! Aku mendekati Lily juga dengan tujuan memahami fase - fase kehamilan seorang wanita,bagaimana cara mengatasi permasalahan dalam rumah tangga,dan intinya ada hubungannya dengan rumah tangga! Sehingga kita bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi setelah kita menikah!".


SPECIAL DAY MARI KITA DOUBLE UPDATE


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2