
Edward dan Lily tertawa melihat kelakuan Max dan Yuri. Selesai mereka makan mangga muda,si ibu hamil ini menginginkan pudding coklat tapi harus kakaknya yang buat. Sedangkan Zeta tidak tahu cara membuat pudding.
"Ayo kak! Buatin aku pudding! Ponakanmu menginginkannya!" ucap Lily yang menggoyang - goyangkan tangan kiri Zeta.
"Tapi kakak tidak tahu cara buatnya" jawab Zeta yang mengelus kepala adiknya.
"Nanti aku yang ajarin,ayolah kak! Aku sangat menginginkannya" Lily tetap menginginkan agar kakaknya yang membuat pudding.
Zeta menoleh ke arah Edward dan berharap agar Edward mau membujuk istrinya. Edward mengangkat kedua tangannya kalau sang istri sudah dalam mode ngidam. Zeta akhirnya pasrah saja dan mengikuti kemauan adiknya.
"Baiklah kakak akan memasaknya" jawab Zeta yang mau menerima permintaan adiknya.
"Eh tidak jadi! Pinpin mau yang beli aja" oke kali ini Lily dalam mode moodswing.
"Tadi katanya mau makan pudding coklat tapi harus kakak yang masak" Zeta berusaha membujuk adiknya kembali.
"Kalau begitu aku beli pudding di minimarket sama kak Zeta aja" Lily menarik kakaknya menuju mobilnya Edward.
"Edward! Berikan kunci mobilmu!" pinta Zeta kepada Edward.
Tangan Edward merogoh saku celananya lalu melempar kunci mobilnya kepada Zeta. Tangan Zeta berhasil menangkap kunci mobil tersebut. Zeta membukakan pintu untuk adiknya.
Setelah semuanya masuk,Zeta menyalakan mobil lalu melajukan mobilnya menuju minimarket. Lily melambaikan tangannya kepada Edward dan Edward melambaikan balik.
Lily sangat senang bisa belanja lagi bersama bersama kakak keduanya. Setelah Lily menikah dirinya jadi jarang bertemu kedua kakaknya dan kakek neneknya.
Mereka berdua telah sampai di minimarket. Lily masuk lebih dulu baru diikuti oleh Zeta. Di dalam minimarket, Lily terlihat sibuk mengambil berbagai pudding dan berbagai macam cemilan. Zeta mengikuti sang adik dari belakang sekaligus membawakan barang belanjaannya.
"Jangan banyak - banyak Lily! Nanti tidak habis dimakan,bagaimana?" tanya Zeta yang melihat barang belanjaan Lily semakin banyak.
"Ini bukan hanya untukku tapi untuk kalian semua yang ada di rumah" jawab Lily yang menoleh sebentar ke Zeta kemudian kembali mengambil cemilan yang lain.
__ADS_1
Zeta hanya geleng - geleng kepala saja melihat adiknya. Mereka berdua sudah selesai belanja dengan dua keranjang berisi cemilan dan minuman di tangan kanan dan kiri Zeta. Mas - mas kasir menghitung jumlah total keseluruhannya kemudian memberikannya kepada Zeta.
Selesai mereka membayar belanjaannya, kakak beradik itu kembali ke mobil. Zeta meletakkan dua kantung plastik belanjaan di kursi penumpang lalu kembali ke kursi kemudi.
"Kak Zeta! Bagaimana kabar kakek dan nenek? Apa baik - baik saja ?" tanya Lily yang tiba - tiba teringat kakek neneknya.
"Mereka baik - baik saja tidak perlu khawatir dan aku sudah memberitahu kalau kau sedang hamil kepada mereka" jawab Zeta yang melihat ke spion kanan.
"Bagaimana reaksi mereka?" Lily semakin penasaran dengan jawaban Zeta.
"Mereka sangat senang dan mereka tidak menyangka akan memjadi seorang kakek buyut dan nenek buyut".
Lily tersenyum bahagia mendengar jawaban kakaknya. Tidak lama kemudian mereka telah sampai di kediaman Edward. Orang - orang yang disana membukakan pintu untuk Lily tapi orang yang pertama menyambut Lily tentu saja adalah Edward.
"Bagaimana baby? Sudah menemukan cemilannya?" tanya Edward yang memberikan ciu man kupu - kupu di pucuk kepala Lily.
"Sudah! Sekarang semuanya ayo kita makan sama - sama" jawab Lily dengan penuh semangat.
...****************...
Sesudah mengadakan acara makan kecil - kecilan,para tamu Lily memutuskan pamit pulang. Lily mengantar para tamunya sampai depan dan tidak lupa mengucapkan kalimat terima kasih atas telah hadir di acaranya.
Melihat para tamu yang sudah pergi,Lily memutuskan masuk kembali ke rumahnya. Di ruang tamu,Lily mendapati kalau Edward sedang mencuci mangkuk - mangkuk yang digunakan tadi. Edward sudah selesai mencuci mangkuk segera menghampiri sang istri yang tengah duduk di sofa ditemani beberapa cemilan dan minuman.
"Aduh... Nafsu makan my baby semakin meningkat,apa anak ayah sangat kelaparan?" tanya Edward yang menyentuh perut Lily.
"Hehehe... Iya ayah! Pinpin sangat lapar" jawab Lily yang menirukan suara Pinpin.
"Kalau begitu makanlah yang banyak supaya bisa menjadi anak yang kuat dan sehat" Edward mendaratkan satu kecupan di perut Lily.
"Oh ya sayang! Bisa ceritakan tentang si pelakor itu? Aku penasaran" Lily langsung mengubah topik pembicaraan yang membuat Edward membeku.
__ADS_1
Edward mendudukkan tubuhnya di sebelah Lily kemudian mengelus pelan perut Lily. Sebenarnya Edward tidak ingin membahas ini karena tahu sang istri sedang mengandung takutnya jika Lily mengetahui kabar ini nanti dia mulai berpikiran buruk.
"Tapi baby jangan marah,ya?".
"Iya sayang! Cerita saja".
"Awalnya aku pergi rapat ke kantor teman papa terus aku tidak tahu kalau anak perempuannya ikut. Papa sama aku sudah duduk berjauhan dengan wanita itu tapi entah kenapa wanita itu terus menatapku dengan pandangan iuhhh.... Lalu badannya gerak - gerak tidak jelas mungkin dia cacingan aku juga tidak tahu kenapa. Rapat hari itu terpaksa diberhentikkan karena aku merasa tidak nyaman satu ruangan dengan dia".
"Terus? Apa kamu berhasil menghindar dari dia?".
"Berhasil! Hari terakhir rapat pembahasan aku cepat - cepat pulang dan meninggalkan papa begitu saja. Sumpah aku jijik melihat wanita cacingan itu,iuuhhhð€®".
Lily menanggapi cerita Edward hanya dengan tawa. Edward memeluk tubuh Lily kemudian mulai mengelus perut Lily. Tapi suasana romantis mereka harus terhenti karena ada panggilan masuk dari ponsel Edward. Kebetulan ponsel Edward ada di atas meja dan Lily yang menjawab panggilan tersebut. Edward meminta Lily agar mengaktifkan mode speakernya.
"Halo sayang Edwardku~.... Ini aku Nika" ucap si wanita cacingan yang entah dari mana dia mendapatkan nomornya Edward.
Lily menoleh ke arah Edward dengan kode " kita harus jawab apa?" dan jawaban Edward hanya gelengan kepala saja. Bingung mau menjawab apa,Lily memilih mengerjai wanita tersebut.
"Ahh~... Aduh... Sayang... Jangan~... Itu sudah buntu~..." jawab Lily yang berpura - pura mende sah sampai membuat Edward terkejut terdiam.
"Sayang? Siapa dia?! Kenapa kamu bermain sama wanita lain?! Jawab!" Nika langsung meninggikan nada bicaranya mendengar suara Lily.
Si pelaku berusaha menahan tawanya karena pertanyaan yang dolontarkan Nika. Edward merebut kembali ponselnya dan Lily memberi kode untuk melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan tadi.
"Tahan,ya baby? Sebentar lagi ada baby di dalam perutmu karena ulahku" tanggap Edward yang menahan tawanya.
"Lalu kenapa ada wanita lain menjawab panggilan teleponku?!".
"Wanita itu adalah istri! Sebaiknya kau pergi!".
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>