Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Dimarahi Brian


__ADS_3

Tito dan Leo terkejut melihat cara pengobatan Brian yang sedikit berbeda. Yuri berpura - pura tidak melihat adegan tersebut dan dia segera mengangkat telurnya yang sudah matang kemudian memindahkannya ke piring. Lily masih terdiam melihat tindakan Brian yang spontan itu.


"Brian... Kenapa kau menghisapnya?" tanya Lily dengan nada bicara agak takut.


Brian yang tersadar dari tindakannya langsung melepas cara pengobatannya. Dia merasa malu karena sudah mengemut jari tengah Lily.


"Maafkan aku Lily! Aku secara tidak sadar telah mengemut darahmu tadi" ucap Brian yang meminta maaf atas tindakannya.


"Tidak apa - apa... Apa kau punya plaester luka?" Lily sedikit malu saat berbicara dengan Brian.


"Ada kok! Sebentar ya?" Brian lekas mengambil plaester luka.


Lily masih memegangi jari tengahnya yang mengeluarkan darah. Yuri menepuk bahu dan Lily menoleh ke arah temannya tersebut. Lily sangat terkejut dengan tampilan telur goreng buatan Yuri. Penampilan telur goreng bisa dideskripsikan seperti ini, telurnya tidak berbentuk bulat melainkan bentuknya terpecah - pecah menjadi kecil,dan warnanya agak gelap sedikit.


"Kenapa bisa menjadi seperti ini?! Ini gosong namanya" tanya Lily yang mempermasalahkan telur goreng buatan Yuri.


"Kau tidak memberiku instruksi selanjutnya jadi aku tunggu saja sampai kecoklatan dan gara - gara Brian tadi aku jadi gagal fokus sampai lupa mengangkat telurnya eh... Hasilnya gosong" jawab Yuri yang menjelaskan penyebab tampilan telurnya jadi seperti itu.


"Terserah sudah! kau yang buat kau harus makan" Lily kembali memotong sayuran.


Kemudian Brian datang membawa plaester. Dengan sigap Brian mengambil tangan Lily yang jari tengahnya terluka. Lily terdiam melihat Brian memasangkan jarinya plaester. Yuri segera pergi dari dapur dan kembali ke meja makan dengan membawa telur gorengnya yang bentukannya agak aneh.


"Terima kasih Brian..." ucap Lily yang malu - malu berterima kasih kepada Brian.


"Tidak masalah! Sebaiknya kau duduk saja biar aku saja yang memasak" jawab Brian yang juga meminya Lily untuk duduk bergabung dengan yang lain.


"Tidak apa - apa kok Brian! Aku bisa membantumu memasak" Lily tetap ingin membantu Brian memasak.


"Aku bilang tidak! Ya tidak! jarimu sudah terluka karena pisau jika kau membantu lagi mungkin saja tanganmu akan terkena penggorengan panas! Menurut saja" Brian memarahi Lily seperti memarahi pacarnya.


"Ayolah Brian! Aku akan berhati - hati" Lily yang keras kepala dan sudah terbiasa dengan dapur tetap ingin membantu Brian.


"Aku bilang tidak! Duduk sana!" Brian meninggikan suaranya agar si crushnya menurut.


Lily terkejut mendengar ucapan Brian. Tanpa pikir panjang Lily langsung menurut tapi dengan bibirnya dikerucutkan akibat tidak dapat membantu Brian. Lily duduk bersebelahan dengan Yuri dan mengambil ponselnya yang masih telponan dengan sang suami. Kemudian Lily mengirim pesan chat kepada sang suami.


Mari kita masuk ke roomchat pasangan suami istri ini.


"Sayang♡~...".

__ADS_1


"Kenapa baby? Kan bisa saja panggil aku lewat telepon jugaan kita masih telponan".


"Ada teman - temanku disini aku malu telponan dengan kamu. Aku lagi bosen...".


"Terserahmu saja my baby. Bukannya kamu lagi ngajarin Yuri belajar memasak".


"Sudah kok! Tapi temanku melarangku membantu dia memasak".


"Kenapa begitu?".


"Gara - gara jariku luka terkena pisau tadi syukurnya cuman sedikit".


"jarimu luka? Kenapa kamu bisa terluka? Kita harus ke rumah sakit sekarang!".


"tidak perlu sayang! Lukanya cuman sedikit kok".


"Tidak! Takutnya infeksi nanti. Aku segera kesana untuk menjemputmu".


"Memangnya kau tahu aku ada lagi dimana?".


"itu masalah gampang nanti aku lacak lokasi ponselmu".


"Ya sudah! Selamat bersenang - senang! Ingat pap!".


"Iya my husband♡~... Tapi aku foto jariku bentuk love mark dan aku tutupin jari tengahnya".



"Pinter! Selamat bersenang - senang".


Edward yang sedang berada di kantornya tiba - tiba senyum - senyum sendiri melihat foto yang dikirim oleh istrinya. Dia mulai membayangkan beberapa skenario bahagia bersama istrinya.


"Sudah dulu ya sayang, aku mau makan dulu,aku matiin teleponnya".


Lily selesai bertukar pesan dan telepon dengan Edward. Yuri yang melihat Lily tersenyum sendiri mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepada temannya. Sekarang hati Lily sedang berbunga - bunga setelah chattan dengan suaminya.


Beberapa menit kemudian makanan buatan Brian telah selesai dimasak. Brian menyajikkan makanan dan minuman di atas meja. Makanan yang dibuat ada telur campur sosis,soup,nasi, dan es sirup. Empat teman Brian sangat senang melihat makanan yang sudah matang dan tidak sabar untuk memakannya. Selesai menyajikkan Brian mempersilakan teman - temannya untuk menyicipi masakannya. Tito dan Leo langsung menyambar makanan dengan lahapnya, Yuri mengambil makanan yang ada kemudian dia letakkan di atas piring tempat dia meletakkan telur tadi dan Lily memakan soup secara sopan dan anggun. Brian terpukau melihat cara makan Lily yang sangat sopan seperti seorang bangsawan.


"Ya ampun! Ehmm... Enak sekali!" ucap Yuri yang memuji makanan Brian.

__ADS_1


"Lihat kan! Makanan yang dibuat Brian pasti selalu enak! Ayo habiskan!" Tito langsung menyombongkan masakan temannya dihadapan Yuri.


"Kalian makannya pelan - pelan dong! Awas keselek" Brian mengingatkan teman - temannya yang rakus untuk makan secara perlahan.


Tapi tiga temannya tidak peduli dengan peringatan yang diberikan oleh Brian dan tetap memakan makanan buatan Brian dengan lahapnya. Lily memfoto makanan tersebut kemudiam mempostingnya ke sosial media miliknya. Tertulis di postingannya seperti ini "Makan makanan buatan teman check!". Kemudian Lily kembali melanjutkan makannya yang anggunly.


"Wahhh... aromanya harum sekali!" seru adik laki - laki Brian yang muncul secara tiba - tiba di sebelah Brian.


"Kau benar! Pasti ini masakan buatan kakak! Apa itu benar kak Brian?" adik perempuan Brian juga muncul di dekat Brian.


"Kalian mau? Ayo sini makan sama kak Lily!" Lily mengajak dua adik Brian untuk makan bersama.


"Yeayyy" dua adik Brian langsung menghampiri Lily.


Lily menyajikkan dua piring berisi nasi kepada dua adik Brian. Adik laki - laki Brian meminta telur sosis dan adik perempuannya meminta soup tapi hanya wortelnya saja.


"Nama kalian siapa? Kakak sedikit sulit memanggil kalian" tanya Lily yang mengambilkan yang diminta dua adik Brian.


"Namaku Kirana".


"Aku Tobi" jawab dua Brian secara bergiliran.


"Hmm... Kenalkan nama kakak Lily" ucap Lily yang juga memperkenalkan dirinya.


"Hai kak Lily! Kak Lily pasti pacarnya kak Brian" ujar Tobi yang mengatakan kakaknya dan Lily sedang berpacaran.


"Kakak tidak pacaran sama kakakmu! Kakak sudah punya kekasih, ini fotonya" jawab Lily yang menunjukkan ponselnya dengan wallpaper foto Lily bersama Edward dengan pakaian piyama yang dimana tangan Edward memegang dagu Lily begitu juga sebaliknya.


"Yahhhh... Kasihan sekali kakakku sudah didahului" ucap Kirana yang merasa kasihan dengan kakaknya.


Tito tersedak setelah mendengar ucapan Kirana tadi saat sedang minum es sirup. Brian yang juga melihat wallpaper ponsel Lily namun dia berusaha tabah saja.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


SAYA BERTERIMA KASIH KEPADA PARA RIDERS YANG MENINGKAT SANGAT SIGNIFIKAN


SEMOGA PARA RIDERS DIBERI KESEHATAN SELALU DAN REZEKINYA LANCAR.


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2