
Setelah memaafkan Brian, Lily langsung keluar dari ruang kelas. Di luar ruang kelas Yuri sudah menunggu Lily. Yuri langsung menghampiri Lily dan mengecek tubuh Lily takutnya Brian melukai Lily lagi.
"Sudahlah Yuri! Aku baik - baik saja dan Brian sudah minta maaf padaku" ucap Lily yang memegang kedua tangan Yuri.
"Hah?! Yang benar? Terus sekarang kau sudah baikan bersama dia?" tanya Yuri yang terkejut dengan ucapan Lily.
"Iya benar! Dahlah! Aku mau pulang dulu juga besok kan weekend aku mau jalan - jalan dulu sama suami tercintaku" jawab Lily yang meninggalkan Yuri dengan berjalan agak centil.
Yuri tertawa melihat Lily jalan seperti itu dan merasa lega setelah Brian mengakui kesalahannya kepada Lily.
Lily berjalan gembira yang dimana akhirnya dia bisa weekend dengan suaminya dan dia akan menagih janji Edward. Saat Lily berjalan gembira tidak sengaja diterpeleset dan tubuhnya ditangkap oleh pria yang dia temui.
"Hati - hati nona cantik kalau tidak aku akan jatuh dalam pesonamu" ucap pria tersebut yang menangkap Lily.
"Maafkan aku! Tadi aku terpeleset dan kehilangan keseimbangan" jawab Lily yang langsung kembali ke posisi berdiri.
"Tidak apa - apa nona cantik" ucap pria tersebut yang menunduk kepalanya sebagai salam hormatnya.
"Terima kasih telah menangkapku! Tunggu! Kau yang kemarin kan? Yang kemarin aku tidak sengaja menabrakmu" Lily kembali teringat seseorang yang pernah dia tabrak sebelumnya.
"Itu benar nona! Kenalkan nama Frains" ujar pria tersebut yang memperkenalkan dirinya yang bernama Frains.
"Salam kenal Frains! Saya Lily" jawab Lily yang membelas perkenalan diri Frains.
"Namamu sangat indah sangat sesuai dengan wajahmu" Frains memuji nama Lily yang sesuai dengan wajahnya.
"Jangan berkata seperti itu! Aku sama seperti yang lainnya, aku hanya manusia biasa saja. Astaga! Aku hampir terlambat! Aku pergi dulu Frains! Sampai jumpa!" Lily berpamitan kepada Frains kemudian berlari meninggalkan pria tinggi tersebut.
"Kau jahat Lily! Bagaimana bisa kau melupakanku? Aku ini adalah teman masa kecilmu juga aku mencintaimu sejak dulu" batin Frains dalam hatinya yang tampak kecewa dari raut wajahnya.
Lily menambah kecepatan larinya untuk mencapai gerbang. Di pintu gerbang Lily bisa melihat suaminya yang menjemputnya di luar mobi. Jarak Lily dan Edward semakin dekat kemudian Lily melompat memeluk Edward. Keduanya tertawa bahagia setelah saling bertemu selama beberapa jam.
__ADS_1
"Besok weekend kau kemana?" tanya Edward yang menatap sang istri.
"Aku mau ke... Kita jalan - jalan tapi aku yang menentukan sesuai seperti yang aku katakan sebelumnya di chat" jawab Lily yang menatap balik mata suaminya tersebut.
"Baiklah cintaku♡~..." Edward menyatukan hidungnya ke hidung Lily kemudian menggosokkannya.
Mereka berdua pun berjalan masuk ke mobil Edward dan menuju kembali ke kediaman Edward.
...****************...
Dalam perjalanan Lily menceritakan mengenai Brian yang sudah meminta maaf kepada dirinya dan tidak akan mengulanginya lagi. Edward sedikit lega mendengarnya tapi masih ada rasa khawatir di dalam hati Edward. Brian bisa mengatakan tidak akan mengulanginya lagi tapi seorang pria itu kadang bisa lepas kendali di saat - saat tertentu dan Edward pernah mengalami hal seperti itu. Sebab itulah masih ada rasa khawatir di dalam hati Edward.
"Apa kau yakin baby? Dia tidak akan mengulanginya lagi?" tanya Edward yang fokus ke jalanan.
"Aku yakin sayangku! Dari tatapannya dia bersungguh - sungguh" jawab Lily dengan sedikit nada penekanan saat berbicara.
"Hmmm... My baby aku masih merasakan perasaan khawatir di hatiku ,mungkin saja Brian akan mengulangi perbuatannya suatu hari nanti masalahnya dia adalah seorang pria. Aku juga seorang pria! Jadi bisa mengetahui hal itu".
"Itu mungkin saja tapi aku akan berusaha melindungi diriku sendiri jika dia mengulanginya lagi".
"Aku tahu sayang! Dan aku tidak menyalahkanmu mengenai kejadian tersebut aku juga saat itu tidak bisa melindungi diriku sendiri dan aku hanya bisa mengandalkanmu saja".
"Andalkan aku terus sayang! Aku tidak mempermasalahkan hal itu".
"Sudahlah Edward! Jika dia berulah lagi ada Yuri dan Sean yang akan membantuku nanti".
"Ingat kau harus hati - hati!".
Lily mengangguk paham mendengar ucapan Edward dan reaksi Edwars sedikit tersenyum setelah melihat istri cantiknya mengerti. Edward yang masih mengemudi melihat Lily yang sedang bermain dengan ponselnya kemudian tiba - tiba saja adik kecil Edward bangun.
"Kenapa harus di saat seperti ini?! Akh! Sia!" ucap Edward dalam hatinya yang merasa kepanasan.
__ADS_1
"Kamu kenapa, sayang? Apa kamu demam?" tanya Lily yang meletakkan punggung tangannya di dahi Edward.
"Tidak sayang! Akh! Aku hanya merasa sedikit sempit saja" jawab Edward dengan nafas berburu.
Lily melihat gejala yang dialami oleh suaminya itu dia berasumsi kalau hal ini bukan penyakit melainkan suaminya ingin bermain. Memahami situas tersebut Lily menyentuh lengan dan sedikit memijatnya.
"Heh! Akhirnya kau paham juga my sweetie baby" ucap Edward yang memahami situasi sang istri.
"Cepat kemudikan mobilnya jika kau ingin segera keluar!" Lily memerintahkan Edward untuk menambah kecepatan mobilnya untuk segera sampai di kediamannya.
Tanpa berlama - lama Edward menambah kecepatan mobilnya untuk segera mengeluarkan-- eh! Ralat untuk segera sampai di rumahnya. (Bagaimana sih author ini?!).
Pasangan tersebut telah tiba di kediamannya bukannya langsung masuk ke rumah mereka malah bermain sebentar di mobil. Edward yang tanpa pakaian memakan Lily yang hanya mengenakan baju saja. Permainan mereka semakin intens dan Lily sangat menikmatinya.
"Sayang... Keuarin di dala..." ucap Lily yang nafasnya terengah - engah.
"Sebentar lagi sayang... Akh! Semaki deka! A***...(Bayangin sendiri aja author tidak mau terkena pelanggar)" jawab Edward yang melepaska semua putinya di dalam miliknya Lily.
"Kita masuk ke kamar dulu daddy takut dilihatin oleh para penjaga" ucap Lily yang mengalungkan kedua tangannya di leher Edward.
Tangan Edward langsung membuka pintu mobil kemudian menggendong Lily yang tanpa bawahan tapi Edward menutupinya dengan bajunya tidak dengan Edward masuk ke rumahnya tanpa apapun. Lagipula itu rumahnya bukan masalah.
Edward melangkah cepat menuju kamarnya untuk segera bermain dengan sang istri. Kaki Edward menendang pintu lalu melempar Lily ke kasur.
"Akh! Masalah beginian cepat sekali kau" ucap Lily yang kesakitan di lempar tadi.
"Tentu saja my sweetie baby~... " jawab Edward yang mendekatkan wajah ke wajah Lily.
"Keluarka di dala my sweetie daddy~..." Lily mengucapkan kalimat tersebut dengan sangat menggoda.
Edward langsung melahap Lily dengan ganasnya. Dia tidak membiarkan istrinya untuk beristirahat. Banyak rode sudah dilakukan sampai tengah malam. Juga banyak tembakan sudah dilakukan di dalam milik Lily.
__ADS_1
MAAF YA GUYS CERITANYA KADANG SUKA NGELANTUR ATAU KADANG TIDAK NYAMBUNG ATAU TIDAK JELAS AUTHOR MASIH PEMULA TAPI AUTHOR AKAN MELAKUKAN YANG TERBAIK UNTUK KEDEPANNYA.
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>