Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Pacar Sean


__ADS_3

Lily yang sudah berada di kampus pukul sepuluh lebih sepuluh menit. Dia harus berjalan sedikit pincang karena area bawahnya masih sakit dan harus menggunakan pakaian tertutup. Yuri yang melihat Lily yang berada di depannya langsung menghampiri.


"Lily! Hai! Hei.... Kenapa kau memakai turtle neck?" apa kau..." Yuri mengagetkan Lily dengan cara memeluknya dari belakang dan sedikit kebingungan dengan cara berpakaian Lily.


"Ssshhtt! Diam! Jangan berkata apa - apa lagi" Lily langsung membungkam mulut temannya itu.


Yuri mengangguk paham dan langsung terdiam. Lily menggandeng tangan Yuri jalan bersama ke ruang kelas. Yuri hanya ingin mengantarkan Lily sampai ke kelasnya. Tapi sayangnya diperjalanan Lily dan Yuri harus berhenti karena ada Frains yang menghalangi. Frains berjongkok dihadapan Lily kemudian mengeluarkan sebuket bunga mawar merah.


"Wahai pujaan hatiku! Aku ingin mengatakan bahwa aku sangat mencintaimy melebihi diriku sendiri, maukah kau menjadi kekasihku?" ternyata Frains sengaja berjongkok untuk menyatakan perasaannya kepada Lily.


"Ehmmm... Maaf ya aku tidak bisa menerimamu karena aku sudah memiliki kekasih" Lily menolak pernyataan tersebut kemudian berjalan bersama Yuri melewati Frains.


Sedangkan Frains yang berjongkok hanya terdiam setelah cintanya ditolak begitu saja. Lalu dia berbalik arah dan berteriak.


"Lily! Kalau kau tidak menerima cintaku aku akan bunuh diri!".


"Idih! Apa - apaan itu?! Kok maksa sekali! Hei mau orang terima atau tidak terserah orangnya!" Yuri menanggapi teriakan alay Frains tersebut.


"Biarkan saja! yang penting Lilyku bisa menerima cintaku ini dan menjadi kekasihku!" Frains membentak balik tanggapan Yuri.


Yuri yang hendak membalasnya ditahan oleh Sean yang muncul secara tiba - tiba. Sean berdiri dihadapan dua gadis tersebut lalu menanyakan sesuatu kepada Frains.


"Apa kau bilang barusan? Lilyku? Apa kau tidak mendengar kalau Lily sudah mempunyai kekasih?".


"Aku dengar! Tapi aku tidak terima! Aku rela menjadi yang kedua demi mendapatkan dia" jawab Frains dengan lantang.


"Lalu kenapa kau memaksa sekai? Tidak tahu malu sekali kau jadi manusia" Sean mendekati Frains dengan tatapan tajam.


Mahasiswa dan mahasiswi yang lain berbisik tentang perkelahian tersebut juga membicarakan tentang Sean. Banyak diantara mereka berpikir kalau Lily adalah kekasihnya Sean makanya Sean marah seperti itu. Yuri yang mendengar omongan orang - orang tersebut langsung menoleh dan mengusirnya. Kerumunan akhirnya bubar tapi ada yang memfoto pertengkaran tersebut.


"Pergi kau dari sini!" Sean mengusir Frains.


"Awas saja kau Sean! Mentang - mentang kau adalah adik dari direktur Davis. Awas saja kau!" Frains pergi dari sana yang meninggalkan ancaman untuk Sean.


"Davis? Siapa itu Davis" tanya Yuri yang menoleh ke Lily.


Lily yang hendak menjawab tapi dijawab oleh seorang wanita berambut hitam panjang dan memiliki raut wajah dingin.


"Davis itu adalah marga keluarga. Davis adalah marga keluarga yang memiliki perusahaan terhebat di benua C yaitu perusahaan David's".


"Aku tidak mengerti dan... siapa kau?" Yuri kebingungan dengan kedatangan gadis tersebut.

__ADS_1


"Maaf aku belum memperkenalkan diri. Nama saya Lola, tahun ketiga kuliah. Davis terkenal sangat bengis dan tidak akan melepaskan musuhnya begitu saja" gadis rambut panjang itu ternyata bernama Lola.


Sean melihat kedatangan Lola langsung menghampirinya. Lola tampak diam saja saat melihat Sean dan seolah - olah dia tidak peduli.


"apa kau tidak akan bertanya apakah aku baik - baik saja?".


"Kenapa aku harus bertanya? Lagipula adu mulut saja".


"Oh! Kenapa kau disini,Lola?".


"Aku kangen pacarku makanya aku mencarimu kesini".


"Aku kira kau lupa kalau aku adalah pacarmu".


"Aku masih ingat dengan sangat jelas dan kita sering bersama hanya hubungan kita saja yang dirahasiakan".


"Terserah? Apa kau lapar? Aku ingin ke kantin".


"Tidak! Tapi aku bisa menemanimu".


Lily dan Yuri hanya terdiam menonton Sean dan Lola yang ternyata adalah sepasang kekasih. Lily tidak menyangka kalau adik iparnya itu memiliki pacar yang lebih tua dari pada dia. Lola menatap Lily kemudian beralih ke Sean lagi.


"Siapa dia?".


"Oh...".


Sean tidak mengatakan sebenarnya karena ini adalah perintah kakaknya. Lola tersenyum kepada Lily dan yang disenyumi sedikit bingung dengan sikap Lola yang berubah. Sean menggandeng tangan Lola kemudian pergi ke kantin bersama.


"Woaahhh... Tidak menyangka kalau kak Sean bisa pacaran dengan wanita cuek seperti itu" Yuri terpukau dengan hubungan Sean dan Lola.


"Bisa saja kak Lola cuek tapi perhatian" Lily kembali menggandeng tangan Yuri kemudian kembali melanjutkan perjalanannya.


...****************...


Lily dan Yuri yang sudah selesai kelas memutuskan ke kantin. Ada sesuatu yang aneh dengan kondisi kantin sekarang, yang dimana tempat itu sekarang menjadi tempat orang pacaran. Orang sedang berpacaran beetebaran disana dan Yuri sangat iri melihat kemesraan pasangan yang ada disana.


"Kau kenapa,Yuri? Apa perut kamu mules?" tanya Lily yang kondisi Yuri terlihat lemes.


"Lily... Bisa tidak kita hilang aja dari dunia ini? Masalahnya banyak sekali orang berpacaran disini" jawab Yuri yang mengacak - acak rambutnya karena kesal.


"oh karena itu.... Makanya cari pacar! Jangan diem mulu! Pepet saja sepupu suamiku" Lily memberikan saran kepada temannya agar mendekati sepupu Edward.

__ADS_1


"Kayaknya berat "


"Jangan putus asa seperti itu".


"Bagaimana aku tidak putus asa?! Aku tidak mempunyai kemampuan apapun baik itu memasak,mencuci,membersihkan rumah, apalagi menjaga anak kecil".


"Ya belajar! Coba kau pikir! Aku nikah muda dan kau pikir aku mempunya bakat dulu?! Aku tidak punya bakat selain memasak".


"Memasak itu penting tapi aku...".


"Semangat saja belajar masaknya! Banyak - banyak belajar dari sosial media".


"Baiklah!".


Lily yang sudah menyemangati temannya itu tiba - tiba mendapat panggilan telepon dari suaminya. Yuri sudah capek dengan keromantisan antara suami dan istri ini. Lily meminta Yuri untuk diam kemudian dia menjawab panggilan tersebut.


"Halo sayang?".


"Halo baby! Aku mau kasi tahu kalau Sean akan memperkenalkan pacarnya dua hari lagi dan kita diminta hadir oleh mama".


"Baiklah! Jam berapa?".


"Jam tujuh malam".


"Pakaian formal?".


"Tidak usah! Pakaian seperti biasanya saja".


"Baiklah sayang! Makasi banyak telah memberi kabar ini dan i love you".


"Sama - sama baby, love you more".


Panggilan selesai dengan segera menoleh ke arah Yuri. Ternyata benar saja Yuri sudah capek dan memainkan es batu di dalam gelas plastik. Lily menepuk pucuk rambut Yuri sebagai tanda kalau dirinya harus banyak sabar. Tidak lama kemudian Brian,Tito,dan Leo datang menghampiri meja dengan membawa beberapa cemilan. Lily dan Yuri langsung mengeluarkan senyum sumringahnya.


"Baru cemilan saja dibawain langsung senyum kalian berdua ini" ucap Tito yang mengambil sebiji cemilan.


"Diam! Cemila adalah best friend wanita" jawab Yuri dengan cepatnya tangannya mengambil cemilan tersebut.


Mereka berlima menikati cemilan sambil mengerjakana tugas kuliah masing - masing. Lily masih bingung dan bertanya - tanya mengenai pacar Sean, kenapa mereka bisa jadian? apakah ada hal tersembunyi? Nantikan saja di chapter selanjutnya.


Makasi yang sudah mampir dan baca.

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2