
Lily memecahkan satu butir telur kemudian menuangkan isinya di mangkok stenlis. Kemudian Lily meminta satu buah wortel dari Brian kemudian dia potong menjadi kotak - kotak kecil ditambah dia juga memotong kecil - kecil sayur sawi. Lalu Lily memasukkan potongan wortel dan sayur sawi tadi ke mangkok berisi telur dan ditambahkan sedikit penyedap rasa. Setelah semua jadi satu dalam mangkok selanjutnya tinggal diaduk sampai rata.
Setelah diaduk sampai rata langkah selanjutnya adalah meletakkan penggorengan di atas kompor kemudian tuangkap secukup minyak goreng. Lily menyalakan kompor dan menunggu sampai minyaknya panas. Serasa sudah panas kemudian Lily menuangkan kocokkan telur tadi di penggorengan. Yuri sangat kagum melihat kehebatan Lily dalam memasak, dia berpikir pasti akan sangat sulit untuk melewati masa uji coba saat akan menjadi menantu di keluarga suaminya.
Lily membalik telur tersebut menggunakan spatula dan menekan telur tersebut agar cepat matang. Setelah beberapa menit telur dicampur wortel dan sawi pun jadi di piring cantik milik Brian. Tapi sebelum dicoba Lily memotong toler goreng tersebut seperti pizza.
"Tada! Ayo semuanya silakan dicoba!" ucap Lily yang meletakkan piring berisi telur di meja makan.
Semuanya merasa sangat lapar saat melihat telur tersebut bahkan Leo meneteskan air liurnya. Yuri yang mengambil potongan pertama kemudian dilanjutkan dengan Brian,Tito,dan Leo.
"Ehmm... Ya ampun Lily! Enak sekali! Aku suka" ucap Yuri yang memuji rasa telur yang dibuat Lily tadi.
"Benar kata Yuri! Ini enak sekali! Aku mau nambah lagi" Leo kembali mengambil potongan telur goreng.
"Rasanya sangat lezat! memang kalau makanan buatan rumah sendiri yang paling lezat" Tito juga memuji makanan buatan Lily.
Brian hanya terdiam saja saat memakan makanan buatan Lily. Dia merasa seperti dibuatkan oleh istrinya sendiri tapi dia tahu kalau Lily itu belum menjadi miliknya.
"Yahh... Habis! Gara - gara kau ini Leo!" Yuri menyalahkan Leo yang menghabiskan telur buatan Lily.
"Loh? Kok aku?! makanannya dimakan makanya cepat habis!" Leo menolak dirinya dituduh yang menghabiskan makanan buatan Lily.
"Sudahlah kalian berdua! Nanti kalian kan akan mencoba telur goreng buatan Brian" Lily berusaha menenangkan dua temannya tersebut.
Yuri dan Leo matanya langsung berbinar mendengar kalau Brian yang akan memasak selanjutnya. Brian yang sudah memulai dari tadi membuat makanannya. Semuanya langsung duduk di kursi masing - masing dan Lily duduk di kursi yang diduduki Brian tadi.
__ADS_1
"Aku kalau bikin makanan yang sumber bahannya dari telur ya... Paling buat telur dadar" ucap Brian yang memanaskan penggorengan dan menyebutkan telur goreng apa yang dia akan buat.
"Telur dadar?! Aku suka telur dadar! Aku tidak sabar mencoba telur dadar buatanmu, Brian" Lily langsung sangat senang mendengar menu yang akan dibuat Brian.
Tito terkejut mendengar perkataan yang keluar dari mulut Lily. Tito langsung memberi kode kepada Brian mengenai ucapan Lily tadi. Brian memahami kode yang diberikan oleh Tito dan memutuskan membuat dua telur dadar yang dimana satu buat untuk tiga temannya dan yang satunya untuk sang pujaan hati.
"Oh iya Brian! Aku mau bertanya, makanan apa yang paling kau suka di dunia ini?" tanya Lily kepada Brian sambil menggoyangkan kedua kakinya.
"Aku tidak terlalu memilih mengenai makanan kesukaan tapi untuk yang paling aku sukai itu adalah kamu" jawab Brian yang sudah memindahkan dua dadarnya di piring yang terpisah.
Tito dan Leo terkejut mendengar jawab yang juga diselipkan kata rayuan di jawaban Brian. Yuri panik mendengar jawaban Brian tersebut dan berpura - pura tidak mendengar apapun. Lily hanya tertawa setelah mendengar jawaban Brian sambil dia memegang ponselnya yang dimana dia sedang bertelponan dengan sang suami.
"Hahaha... Kau ini bisa saja Brian, candaanmu sangat lucu" ucap Lily yang menganggap rayuan Brian sebagai candaan belaka saja.
Brian merasa hatinya sedang dirobek oleh omongan Lily. Tito menertawakan raut wajah Brian yang terkejut mendengar omongan Lily.
"Kenapa Lily diberikan secara khusus? Sedangkan kita bertiga tidak" tanya Leo yang tidak menerima makanannya dibedakan.
"Apa kau tidak dengar tadi, Leo? Brian suka pada Lily jadi wajar saja diperlakukan secara khusus" Tito membantu Brian menjawab pertanyaan Leo dan memotong sedikit telur dadar tersebut.
Lily menyicipi telur dadar buatan Brian. Setelah mencobanya Lily sangat senang dengan rasa telur dad buatan Brian. Lily kembali memakan telur dadar tersebut sampai habis.
"Lihat! telur dadar saja diberikan dengan rasa yang berbeda, memang budak cinta kau,Brian" Tito geleng - geleng kepala saat Lily memakan telur dadar tersebut dengan lahapnya dan kembali memakan telur dadar yang disajikan.
"Kapan aku belajar memasaknya?! kan aku minta diajarin memasak bukan menonton orang yang lagi pendekatan sama orang yang lagi disukai" tanya Yuri yang sudah merasa resah dari tadi
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu! Ayo Lily!" ajak Brian kepada Lily.
Dengan gelapan Lily meletakkan piringnya di atas meja makan dan menuju dapur. Lily mengajarkan bagaimana memecahkan telur dengan benar, memotong sayuran, dan mengocok campuran telur dengan sayuran. Brian sedang menyibukkan diri dengan mencuci sayuran yang dibeli oleh Lily tadi. Yuri mengikuti instruksi Lily secara hati - hati.
"Aku sudah memanaskan minyak gorengnya sekarang kau tinggal tuangkan saja ke penggorengan dan jangan mengubah suhu apinya" Lily memberi instruksi kepada Yuri.
"Lily! Sekalian kita masak lauk pauk yang lain juga kebetulan aku ada beberapa sosis di kulkas. Kira - kira enak dibuat apa,ya" tanya Brian yang mengeluarkan sosis beku dari freezer.
"Kau buat telur campur sosis saja nanti aku buat soup dan menanak nasi" jawab Lily yang langsung memotong beberapa sayuran.
Brian yang hendak mencuci sosis yang beku tiba - tiba tangan Lily juga di wastefel untuk mencuci sayuran yang belum dipotong. Lily sedikit malu saat akan menatap Brian secara langsung dan Lily memutuskan memalingkan wajahnya. Brian mempersilakan Lily terlebih dahulu. Lily segera mungkin mencuci sayuran tersebut dan Brian langsung mencuci sosis tersebut.
"AKHH!!!... YA TUHAN! TELURNYA MELEDAK!" teriak Yuri yang melihat percikan minyak di penggorengan.
"Aku sudah memberitahumu untuk tidak membesarkan suhu apinya! Kenapa kau membesarkannya?!" Lily langsung mengecilkan suhu api kompor dan percikan api tadi perlahan menghilang.
"Supaya cepat matang jadi aku besarkan saja" Yuri kembali mendekat ke kompor.
"Jika kau membesarkan suhu api kompor hal seperti tadi akan terjadi dan akan cepat hangus sebaiknya menggunakan suhu api sedang saja" Lily memarahi Yuri layaknya memarahi anaknya.
Yuri menunduk dan kembali fokus menggoreng telur. Lily kembali memotong sayuran. Saat Lily sedang memotong sayuran tanpa sengaja jari tengahnya terkena pisau.
"Akh! Aduh! kok bisa kena sih? Padahal sudah hati - hati" Lily melepas pisaunya dan memegangi jari tengahnya.
Brian yang melihat Lily terkena pisau langsung sigap mengobatinya. Tapi mengobatinya bukan dengan obat melainkan Brian mengemut darah yang keluar dari luka Lily.
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>