
Lily dan Yuri mengangguk paham tentang penjelasan Yuan. Gina ini terkenal sebagai wanita pick me apalagi di depan para pria. Dia tidak segan - segan untuk memarken bodynya atau hal lainnya yang dianggap menarik perhatian.
"Tapi bod ohnya para pria tersebut mau saja dengan si wanita ember itu, iuhhh...." Yuan merasa jijik membayangkan kebo do han para pria tersebut.
"Pakai black magis kayaknya makanya para pria mau" Yuri mengeluarkan ponselnya untuk melihat notifikasi yang masuk.
"Biarin ajalah! Tidak penting juga!. Oh iya Yuan! Apa kau tentang festival kebudayaan yang akan dilaksanakan minggu depan? Yang kudengar acaranya berlangsung selama empat hari" Lily langsung mengalihkan topik pembicaraan.
"Ohhh... Festival itu! Aku tahu! Biasanya setiap jurusan fakultas dan setiap klub akan menampilkan atau melakukan sesuatu hal yang berhubungan dengan kebudayaan atau seni, intinya acara ini akan berlangsung meriah. Dulu setahuku klub basket akan menjadi band musik" Yuan menjelaskan sedikit tentang festival kebudayaan.
"Wahhh.... Apakah ada hal lainnya juga? Misalnya tempat jual merchandais atau hal lainnya?" tanya Yuri yang semakin penasaran dengan festival kebudayaan tersebut.
"Tentu saja ada! Hari pertama biasanya setiap jurusan fakultas akan menampilkan sebuah perfomance atau hal lain di depan semua mahasiswa, mahasiswi,dan dosen. Kemudian hari kedua barulah setiap klub melakukan penampilan, dan hari ketiga biasanya free time, dan hari keempat barulah datang artis atau penyanyi" terkenal untuk tampil" jawab Yuan yang menjelaskan secara rinci tentang festival kebudayaan.
"Wahhh..... Pasti seru nih! Jadi tidak sabar" Lily jadi bersemangat setelah mendengar penjelasan Yuan begitu juga dengan Yuri.
Festival kebudayaan akan dilaksanakan satu minggu lagi. Acara itu akan banyak dihadiri oleh beberapa orang dari luar kampus. Saat ini osis sedang bekerja keras untuk melaksanakan event ini agar berjalan dengan lancar.
Selesai mereka bertiga berbicara, tiga wanita tersebut kembali melakukan kegiatan masing - masing. Lily tidak ikut latihan hari ini dan untuk tiga hari kedepannya guysss.
...****************...
Lily menjalani ulangan tengah semesternya dengan sangat lancar. Bisa dibilang Lily sangat tenang dalam mengerjakan ulangannya. Kegiatan ulangan Lily dilakukan di ruangan Max dengan diawasi oleh Max dan satu dosen wanita. Max sengaja mengajak teman wanitanya agar tidak dianggap curang.
Semua mata pelajaran sudah dilaksanakan sekarang Lily sudah bebas dan tinggal melakukan ulangan akhir semester. Akhirnya Lily bisa memasuki gedung olahraga lagi. Lily meminta kepada Max dan dosen wanita tersebut agar tidak memberitahukan hasil ulangan kepada dirinya melainkan Lily meminta Max agar memberitahukan hasil ulangannya kepada Edward. Tentu saja Max menyetujuinya dan Max sangat terkejut melihat hasil ulangan Lily.
"Ckckck..... Memang wanita setengah bangsawan ini sangatlah luar biasa" ucap Max yang geleng - geleng kepala saat memeriksa ulangan Lily.
__ADS_1
Sekarang Lily pergi ke gedung olahraga dengan penuh keceriaan. Baru saja membuka pintu Lily sudah disambut oleh Dovan dan Jia. Lily sangat senang bisa melihat dua teman baiknya tersebut.
"Selamat datang kembali Lily!" ucap Dovan dan Jia secara bersamaan.
"Haha.... Halo semuanya!" jawab Lily yang mulai melangkah masuk.
Bukan hanya dua orang itu yang menyambutnya tapi para anggota lain juga menyambutnya. Sedangkan di bangku panjang tempat biasa Lily duduk sudah disediakan beberapa cemilan untuk ibu hamil tercinta mereka.
"Ini untukku?" tanya Lily yang menunjuk ke arah beberapa cemilan tersebut.
"Tentu saja! Ambil saja! Dan makan yang banyak" jawab Dovan yang mempersilakan Lily untuk memakan cemilan tersebut.
Lily langsung berlari ke arah cemilan tersebut. Ibu hamil itu mulai memakan setiap cemilan yang ada kemudian Sean meletakkan segelas milktea di sebelah Lily. Anggota klub basket sangat senang melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Lily.
"Terima kasih semuanya! Aku sangat suka!" Lily memakan kembali cemilan yang dia pegang.
"Tahu! Boleh tidak aku bernyanyi di band kalian?" jawab Lily dengan mulut penuhnya.
Anggota yang lain terkejut mendengar ucapan Lily. Yang lain belum tahu kalau Lily adalah anak yang lahir dari keluarga yang sangat kaya raya. Kalau Lily saja lahir di keluarga kaya raya, tentu saja dia tahu tentang musik.
"Kau bisa bernyanyi?" tanya Dovan yang sedikit meragukan kemampuan Lily.
"Tentu saja aku bisa! Aku bisa bernyanyi,bisa bermain piano,violin,gitar,bass,harpa,dan keyboard" jawab Lily dengan bangganya.
"Wahhh.... Kau sangat hebat! Biarkan saja dia bernyanyi Sean,lagipula anggota disini pasa fales suaranya" Jia meminta Sean agar membiarkan Lily bernyanyi.
"Anda mengejek saya,hah? Aku juga bisa bernyanyi Jia!" Sean merasa terhina saat Jia mengatakan hal seperti itu.
__ADS_1
"Ehem! Sok paling bisa si Sean ini" Henryi sedikit menyerempet ucapan Sean.
"Memangnya ada apa dengan suara Sean?" Lily langsung bisa menebak serempetan Henryi.
"Jadi begini Lily, kan klub kita akam menjadi band saat festival kebudayaan minggu depan. Nah yang diambil cuman lima anggota dari keseluruhan. Yang jadi gitarisnya Kevin, yang jadi bassisnya aku, Jia drummernya,Sean keyboardis,dan vokalisnya Dovan. Sean tidak terima dirinya hanya ditunjuk sebagai keyboardis saja dia juga ingin jadi vokalis. Ya sudah kita kasi bagian itu dan saat bernyanyinya harus bagi - bagi tapi selama latihan Sean tidak bisa menyimbangi vocalnya Dovan, yaaa..... Batal deh,hahaha....." Henryi menjelaskan sedikit alasan dia menyerempet ucapan Sean tadi.
"Diem kau! Tidak membantu!" Sean merasa sangat kesal saat Henryi menceritakan tentang kejadian tersebut.
Lily merasa heran dengan kemampuan yang dimiliki oleh Sean. Dia mengira kalau Sean akan seperfect dua kakaknya ternyata tidak sama sekali. Kalau Hazel dan Zeta sangat pintar bernyanyi karena dulu mereka pernah ikut les vokal. Sean merasa malu saat mengingat kejadian tersebut.
"Kok Dovan keren sekali,ya? Perasaan dia bisa melakukan segala hal" Lily terkejut mengetahui skill yang dimiliki Dovan.
"Hehehe.... Biasa saja" Dovan merasa sedikit malu saat dipuji seperti itu.
"Kapan kita mulai latihan bandnya?" Lily meminum sedikit milkteanya.
"Mulai besok saja, ayo semuanya kita latihan basket! Ayo!" Sean mengumpulkan semua anggotanya kemudian memulai latihan.
Latihan basket dimulai dan Lily sibuk makan ditambah dia memikirkan lagu apa yang akan dinyanyikan. Lily sebenarnya ingin melakukan kolaborasi bersama Dovan tapi dia bingung harus menyanyikan apa.
Kemudian dia mencarinya di internet. Banyak lagu yang ditampilkan sampai pada akhirnya dia menemukan lagu yang pas untuk dilakukan kolaborasi. Lily memilih tiga lagu untuk dinyanyikan, satu lagu untuk dinyanyikan solo dan sisanya dinyanyikan secara kolaborasi.
Latihan terus berlangsung sampai pukuk setengah enam sore. Lily memberitahu lagu apa yang akan dinyanyikan minggu depan kepada semua anggota. Mereka mau menerimanya karena bagi mereka itu juga lagu yang pas untuk dinyanyikan.
Mereka semua berkemas - kemas dan pulang ke rumag masing - masing. Lily berlari ke arah Edward kemudian memeluk erat sang suami. Edward menggendong Lily untuk dimasukkan ke mobil barulah dirinya masuk ke mobil. Kendaraan roda empat itu mulai berkendara ke kediaman Edward.
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>