Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Selesai pertandingan ada perkelahian


__ADS_3

Rekan - rekan merasa lega bisa melihat kaptennya tersadar kembali. Dovan memegangi pipinya tapi dia merasa bahagia kaptennya masih bisa hidup.


Sesudah menyadarkan Sean, pertandingan kembali dilanjutkan. Hiko tampak sangat kesal karena triknya berhasil dipatahkan oleh teman - teman Dovan. Kali ini Sean akan lebih serius dan tidak akan terganggu lagi.


Waktu pertandingan tinggal lima menit lagi. Kedua tim semakin meningkatkan kekuatan menyerang dan pertahanan mereka. Kevin yang telah masuk ke lingkaran three point kebingungan karena tidak ada celah untuk mengumpan ke teman - temannya yang lain. Dengan terpaksa dia harus melakukan shooting.


Namun shootingnya mengenai papan ring. Dua center yang berada di bawah ring langsung merebutkan dua bola tersebut. Sayangnya yang mendapatkan bola adalah center tim lawan. Center lawan langsung mengumpan ke point guardnya. Gerakan berlari Hiko dan Hino sangat cepat eitss... Jangan khawatir ada Sean dan Kevin yang menghadang.


Tadi saat time break Lily meminta Sean dan Kevin yang menjaga si kembar sekaligus harus menggagalkan trik mirorr mereka. Sean dan Kevin terus mengejar si kembar. Point guard lawan mengumpan kepada Hino dan Kevin langsung tukar posisi dengan Sean. Mereka berdua melakukan gerakan menyilang dan di saat yang bersamaan pula Hino mengumpan bola kepada kembarannya. Tapi umpannya berhasil ditahan oleh Sean.


"Kami yang akan menang sebaiknya kau mundur saja" ucap Sean yang melakukan sentuhan kepada bola tersebut.


Lemparan bola tersebut melenceng dan Kevin langsung mengambil alih kekuasaan bola. Kevin langsung mengumpan kepada Jia. Tim Sean berlari memasuki area lawan begitu pula dengan tim si kembar.


Jia yang melihat posisi Sean yang kosong langsung mengoper kepada kaptennya tersebut. Sean yang berhasil menangkap bola langsung melakukan meteor jump seperti yang dilakukan Kagami di anime kuroko. Posisi Sean melompat adalah tepat di garis three point.


"Duerrr!!!..." bola berhasil masuk ke ring melalui meteor jump Sean.


Para suporter berteriak gembira melihat aksi Sean. Lily berseru ria dari bangkunya. Sean memberikan salam jari tengah kepada Hiko yang juga merupakan pembalasan dia tadi.


"Hahaha... Sean berhasil! Sean berhasil! Waaa!!!..." seru Lily yang menggenggam kedua tangan Dovan.


"Darimana dia belajar? Yang aku tahu hanya Henryi saja yang bisa melakukannya" tanya Dovan yang kagum melihat aksi Sean.


"Dia belajar dari aku yaitu manager klub basket kampus dazzling stars" jawab Lily yang menyombongkan dirinya dihadapan Dovan.


Tapi guys pertandingan belum berakhir dan sisa waktu tinggal dua menit. Tim si kembar berusaha menekan balik dengan serangan - serangan mereka. Hino mendapatkan bola di sisi lain Hiko memberikan tanda agar melakukan trik mereka tetapi Hino langsung maju begitu saja.


Henryi yang sudah bersedia pada posisinya dari tadi untuk menahan Hino. Namun Hino tidak bergerak mendekati ring melainkan dia melakukan shooting three poin dan ada Kevin yang menahan shooting Hino menggunakan telapak tangannya. Shooting gagal ditambah Jia berhasil mendapatkan bola.


Jia bergerak maju secepat mungkin diikuti rekan - rekannya yang lain. Ada yang aneh dengan si kembar yang dimana mereka tidak ikut berlari untuk menahan lawan tetapi mereka berdiri di area mereka sendiri. Hiko berjalan mendekati Hino dan hal tak terduga terjadi.


"BAK! APA YANG KAU LAKUKAN BO DOH?! KENAPA KAU TIDAK MENGUMPAN?! APA KAU MAU MAIN SENDIRI?!" tanya Hiko yang memukul kepala Hino.


Tim Sean yang berhasil mendapatkan poin kembali seketika terdiam mendengar bentakan Hiko. Semua orang disana langsung terdiam mendengar suara Hiko.

__ADS_1


"KITA INI TIM! JANGAN MAIN SENDIRI! JANGAN TERPENGARUH DENGAN UCAPAN LAWAN! APA KAU PAHAM?!" Hiko kembali membentak adiknya di lapangan.


"Hehe... Hehe... KAU YANG MENGATAKAN AKU BO DOH?! SEHARUSNYA ITU UNTUK KAMU! KAMU TIDAK MEMBERIKAN KESEMPATAN KEPADA YANG LAIN UNTUK MENYERANG! SETIAP KITA AKAN MENYERANG PASTI KAU YANG MEMASUKKAN BOLA! APA KAU TIDAK PIKIR YANG LAIN JUGA INGIN MEMASUKKAN BOLA?!" jawab Hino yang membentak balik Hiko.


Waktu pertandingan habis dan perkelahian si kembar dimulai. Si kembar saling adu tojos satu sama lain. Rekan - rekan timnya tidak bisa melakukan apa - apa. Sean memberitahu temannya untuk melerai perkelahian tersebut. Kevin dan Jia memegangi tubuh Hino kemudian membawanya menjauh sedangkan Sean dan Henryi memegangi tubuh Hiko.


"Tenang bro! Tidak baik berkelahi disini juga tidak baik berkelahi dengan saudara sendiri" ucap Sean yang berusaha menenangkan Hiko.


"Lepaskan aku! Lepas! Apa kalian tidak dengar?! Lepas!" jawab Hiko yang memberontak.


"Kami akan melepaskanmu tapi jangan memukul adikmu!" Sean menguatkan pegangannya.


Hiko menuruti perintah Sean. Si kembar terlepas dari pegangan pemain lawan dan kemudian segera berbaris. Kedua tim berbaris lalu memberikan hormat kepada satu sama lain. Tim si kembar langsung meninggalkan gedung olahraga setelah selesai memberi hormat.


Sean berdiri di tengah lapangan bersama semua rekan - rekan. Kapten tersebut memberikan kode lalu mereka meneriakan,


"KITA MENANG!!! WOOOHHHHH!....".


Para suporter turun dari tribun untuk menyapa para pemain. Para suporter wanita bersorak ria tim kebanggaannya bisa menang lagi.


"Kak Sean! Selamat kak Sean!".


"Kak Kevin!!! Kak Henryi!!! Selamat!".


"TIM BASKET!!! SELAMAT ATAS KEMENANGAN KALIAN!!!".


Lily yang hendak menghampiri Sean tanpa sengaja disenggol oleh para kerumunan wanita. Untungnya hanya papan alasnya yang terjatuh tapi masalahnya dia tidak bisa menunduk atau pun berjongkok. Lily mengalami kesulitan saat akan mengambil papannya karena banyaknya suporter yang turun ditambah mereka menginjak - injak papan alas Lily.


"Ini! Punyamu kan?" tanya Max yang muncul dihadapan Lily juga memberikan papan alasnya.


"Pak Max! Terima kasih banyak pak" jawab Lily yang menerima papan alasnya.


"Seharusnya kau tidak berdiri diantara kerumunan ini, ayo kita pergi ke tepi juga ada di Yuri disana" Max menggandeng tangan Lily.


"Tidak pak! Aku harus menghampiri Sean dulu" Lily melepas gandengan tangannya.

__ADS_1


"Tapi Sean ada di tengah kerumunan itu tidak baik untukmu itu sebab--..." belum selesei mengatakan kalimatnya Max dan Lily tiba - tiba mendengar suara tamparan.


"PLAK! Kita putus saja Sean aku bosan bersamamu" ucap Lola yang menampar wajah Sean.


"Kenapa? Apa aku melakukan kesalahan padamu?" tanya Sean yang menyentuh wajahnya.


"Ini semua gara - gara dia! Kau selalu perhatian sama dia! Selalu baik kepada dia! Ini semua gara - gara si manager baru itu! Apa kau tidak bisa memahami perasaanku?!" jawab Lola yang mengatakan alasan dia memutuskan hubungan dengan Sean.


"Dia itu masih baru kau jangan salah paham seperti itu! Jika hubungan kita putus apa yang harus aku katakan kepada mama?! Sebaiknya jangan dan kita bicarakan ini baik - baik".


"Apa kau bo doh Sean? Kita pacaran hampir setahun tapi karena wanita itu semuanya berubah!".


"Jangan berkata yang tidak - tidak kepada Lily!".


"Lihat? Lihat kan?! Kau itu lebih memilih dia dari pada aku! Apa perbedaannya aku dengan dia?!".


Sebelum menjawab ucapan Lola, Sean dihentikkan oleh Max. Dosen tampan tersebut memegang tangan Lily yang terlihat ketakutan.


"Kalian berdua ke ruanganku sekarang! Semuanya bubar!" ucap Max yang berjalan menuju ruangannya dengan tiga mahasiswanya.


...----------------...


Di ruangan Max, pasangan tersebut terdiam menundukkan kepalanya sedangkan Lily duduk di sofa ditemani oleh Yuri. Max menatap dua mahasiswa yang berdebat tadi.


"Baiklah kalian berdua! Sekarang aku bertanya kepada kalian, apa benar penyebab kalian berkelahi adalah Lily?" tanya Max yang menyidang dua mahasiswanya.


"Itu benar pak! Pak Max pasti tahu kan hubungan aku dengan Lily" jawab Sean yang masih menundukkan kepalanya.


"Aku tahu hubunganmu dengan Lily adalah kakak dan adik ipar tapi dia kan sudah punya suami kenapa kau peduli dengannya?" ujar Lola kepada Sean.


"Lola! Perhatikan nada bicaramu! Jika keluarga besar Davis melihat atau mendengar sikapmu seperti ini sudah dipastikan kau tidak layak menjadi menantu keluarga Davis" Max langsung menegur Lola.


"Tapi pak! Tunggu dulu! Kenapa pak Max tahu keluarga Davis?".


"Karena saya adalah sepupunya Sean dan kakaknya. Aku sarankan kau sebaiknya kau jangan berkata seperti itu karena Lily adalah menantu utama keluarga Davis".

__ADS_1


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2