Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Wanita pick me


__ADS_3

Keesokan harinya Lily sedang berada di perpustakaan kampus. Lily terlihat sangat sibuk untuk persiapan besok. Ulangannya berlangsung selama empat hari dan dia tidak ikut kelas apapun. Tapi Lily tidak sendirian karena ada Yuri menemani. Yuan tidak dapat hadir sebab dia ada urusan penting.


"Ya ampun Lily! Buku sebanyak ini kau harus pelajari,ya? Yang benar saja!" Yuri heran melihat tumpukan buku dihadapan Lily.


"Iya beneran! Tapi ini belum seberapa karena kemarin aku baca buku sampai satu baris lemari buku" Lily menjawab ucapan Yuri tapi matanya tetap tertuju pada buku.


Yuri terkejut mendengarnya dan langsung menidurkan kepalanya. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana cara Lily menghabiskan satu baris lemari buku dalam sehari.


"Aduhhh Lily~.... Bagaimana cara kamu menyelesaikannya? Pasti berat,ya?" tanya Yuri dengan nada bicara malas.


"Tidak sulit kok! Kan cuman tinggal dibaca dan diresapi aja sudah selesai kok" jawab Lily dengan santainya.


"Hadeuhhh~..... Aku rasa sahabat baikmu adalah buku".


"Memang! Dulu saat aku masih diam di rumah Edward selalu membawakan aku berbagai macam buku dan aku sangat senang membaca buku - buku".


"Pengertian sekali suamimu".


"Hehehe.... Tidak juga kok! Sebenarnya kadang aku suka minta untuk dibawakan".


"Hmmmm.... Ya sudah lanjutkan saja belajarmu dan selamat berjuang untuk besok".


"Hehehe.... Makasi".


Lily kembali melanjutkan membaca bukunya sedangkan Yuri memilih tidur saja. Ulangan besok akan dilaksanakan pukul delapan pagi sampai jam dua sore. Tapi tidak secara terus menerus melainkan ada waktu istirahatnya selama tiga puluh menit. Jumlah mata pelajaran yang akan dilaksanakan besok berjumlah lima dan ulangan berlangsung selama tiga hari. Hari pertama berjumlah lima, hari kedua sama seperti hari pertama,dan hari ketiga berjumlah tiga.


Walaupun banyak mata pelajaran yang dilakukan tapi Lily tidak memiliki masalah sama sekali. Bagi dia lebih banyak mata pelajaran yang dilaksanakan maka semakin cepat selesainya. Lily berjuang keras demi ulangan ini karena ini sangat penting bagi masa depan dia.


Setelah belajar selama satu jam lebih Lily dan Yuri memutuskan untuk berjalan - jalan sebentar karena sudah merasa jenuh. Lily tidak berani terlalu lama duduk dia takut tubuhnya akan sakit ditambah takutnya akan memberikan dampak buruk terhadap janinnya.


"Tadi itu sangat menenangkan sekali" ucap Lily yang meretangkan tangannya yang berjalan di lorong kelas.

__ADS_1


"Bagimu tapi bagiku tidak" saut Yuri yang masih tampak lesu.


"Haha.... Jangan mengatakan hal seperti itu Yuri! Oh iya! Asal kau tahu saja Yuri kalau orang tua Max mencari menantu yang cerdas tahu".


"Eh?! Benarkan?! Aduh,bagaimana ini?!".


"Hahahaha.... Lihat ekspresimu itu,hahaha....".


"Astaga kau ini! Bikin kaget aku saja!".


"Hahaha.... Bagaimana bisa aku tidak mengerjaimu? Habisnya wajahmu tampak lesu sekali sebab itulah aku mengerjaimu".


"Tahu ah!".


"Jangan seperti ini Yuri! Aku hanya bercanda saja".


Yuri berjalan menjauh dari Lily. Tapi itu bukan dalam keadaan serius namun hanya untuk mengerjai Lily balik. Lily yang berusaha mengejar Yuri tiba - tiba saja tidak sengaja menyenggol kakak tingkatnya.


"Maafkan aku kak! Tadi aku tidak terlalu memperhatikan jalan makanya tidak sengaja menyenggol kakak" Lily meminta maaf kepada kakak tingkat tersebut.


"He! Ganti rugi ini! Ini mahal tahu!".


"Kalau masalah ganti baju kakak sepertinya saya tidak bisa karena baju yang kakak kenakan itu adalah baju kw".


Kakak tingkat itu langsung terdiam kalau dirinya menggunakan baju kw. Ketiga temannya langsung memegangi kain baju tersebut untuk memastikan keasliannya. Ternyata benar saja kalau baju itu kw atau palsu. Ketiga temannya langsung pergi meninggalkan mahasiswi yang menggunakan baju kw tersebut.


"Kenapa kamu bilang baju saya kw?! Katakan! Ini asli tahu!" mahasiswi tersebut tidak terima bajunya dikatakan palsu.


"Itu memang kw karena produk ibuku tidak pernah menggunakan kain seburuk ini" tiba - tiba saja Yuan muncul di belakang mahasiswi tersebut.


Mahasiswi itu menoleh ke belakang dan terkejut melihat kehadiran Yuan. Dia tampak panik dan langsung lari begitu saja. Lily bersyukur Yuan datang jika tidak masalahnya akan semakin panjang.

__ADS_1


"Apa kau baik - baik saja? Apa ada yang luka?" tanya Yuan yang memastikan keadaan Lily.


"Aku tidak apa - apa kok! Terima kasih banyak Yuan" jawab Lily.


Yuri kembali menghampiri Lily kemudian memeluk ibu hamil itu. Lily mendorong wajah Yuri agar tidak mencium perutnya.


"Jahat kamu!" Yuri melipat kedua tangannya kemudian membuat raut wajah kesal.


"Salahmu sih! Masa aku dibiarin sendirian?!".


"Iya aku salah Lily, aku minta maaf ya sudah ayo kita jalan - jalan lagi".


"Tunggu dulu! Aku penasaran dengan kakak tingkat tadi" Lily memegangi salah satu tangan Yuri.


"Aku akan ceritakan tapi sebaiknya kita cari tempat untuk membahas kisah ini" ujar Yuan.


"Baiklah! Bagaimana kalau di taman kampus kemarin?" usul Lily.


"Itu ide bagus! Ayo gas kennnnm!!!!" Yuri memegangi masing - masing satu tangan kedua temanya.


Mereka bertiga pergi menuju taman kampus untuk mendengar cerita Yuan. Lily masih khawatir dengan masalah tadi. Alasan dia mengkhawatirkannya karena mahasiswi tadi tiba - tiba saja lari tanpa alasan. Dia takut kalau mahasiswi tersebut akan balas dendam.


Di taman kampus, mereka bertiga duduk di salah satu pohon besar yang rindang. Lily dan Yuri membuat posisi duduknya senyaman mungkin agar bisa menyerapi setiap cerita Yuan tentang mahasiswi tadi. Kedua temannya sudah memberikan tanda ok yang berarti Yuan bisa memulai ceritanya.


"Mahasiswi yang tadi itu namanya Gina. Perempuan memiliki julukan "pick me" karena tingkahnya yang selalu ingin mendapat perhatian baik dari para pria maupun para wanita. Gina adalah mahasiswi fakultas ekonomi semester empat. Banyak perempuan membencinya karena menjadi pelakor. Sudah banyak pria dia rebut dari beberapa mahasiswi. Sebab itulah dia dijuluki pick me".


"Selain julukan pick me dia juga mendapat julukan wanita ember. Apapun yang rahasia dia punya pasti dia akan bocorkan,contohnya saja ada salah satu mahasiswi yang hamil namun mahasiswi tersebut merahasiakan kehamilan tersebut demi pendidikannya. Tapi suatu saat mahasiswi tersebut sedang di toilet ada Gina juga disana. Mahasiswi tersebut merasakan mual - mual disertai pusing sehingga Gina memutuskan untuk membantunya. Gina membawa gadis tersebut ke UKS. Tetapi saat dia tahu kalau wanita itu hamil, tanpa permisi sama sekali langsung saja dia menyebarkan berita tersebt di forum kampus atau melalui mulut ke mulu. Mahasiswi tersebut merasa malu dan memutuskan untuk berhenti kuliah saja dari pada jadi bahan omongan orang".


"Bukan hanya itu saja selain menjadi pick me dan wanita ember, Gina ini menjadi musuh terbesar osis. Karena dia, osis hampir dibubarkan tapi untungnya ada Sean membantu menjelaskan situasi terjadi sehingga osis berhasil diselamatkan".


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>>>


__ADS_2