
Keluarga Lola sangat terkejut mendengar jawaban mama Kiana. Lola tidak menyangka kalau Lily adalah menantu keluarga Davis. Lily memberikan senyum kepada keluarga Lola.
"Dia menantu nyonya? Tapi kami tidak pernah mendengar kalau keluarga Davis mempunyai menantu" ibu Lola sedikit meragukan ucapan mama Kiana tadi.
"Kami sengaja merahasiakannya karena putra dan menantu kami yang meminta" papa Jack membantu menjawab keraguan ibu Lola.
Ibu Lola mengangguk paham dan tidak bertanya lagi. Lola masih meragukan status Lily yang lebih tinggi daripada dia. Dia masih merasa iri dengan apa yang dimiliki oleh Lily.
"Baiklah mari kita mulai pertemuan pertama keluarga Davis dan keluarga Petra" papa Jack membuka pembicaraan.
"Terima kasih tuan Davis sudah membuka pertemuan, perkenalkan ini istri saya, putri pertama saya bernama Lola yang juga merupakan pacar dari tuan Sean dan putri kedua saya bernama Kiki" ayah Lola memperkenalkan seluruh anggota keluarganya.
"Lola kelihatan baik. Sekarang saya akan memperkenalkan anggota keluarga saya yang dimulai dari istri saya yang bernama Kiana, lalu dia adalah putra sulung saya bernama Edward kemudian di sebelahnya adalah istrinya bernama Lily, dan yang terakhir adalah putra bungsu saya yang tentu kalian ketahui" sekarang giliran papa Jack yang memperkenalkan seluruh anggota keluarganya.
Ibu Lola terpukau dengan nama yang dimiliki oleh menantu keluarga Davis. Nama yang cantik dan sangat sesuai dengan penampilannya yang cantik. Lola memutuskan bertanya sedikit tentang Lily kepada papa Jack.
"Permisi tuan Davis! Kalau saya diizinkan bertanya dari keluarga mana Lily? Karena kebetulan saya satu kampus dengan menantu tuan".
"Lily berasal dari keluarga Lawrence yang tentu kalian ketahui keluarga Lawrence adalah keluarga yang memiliki usaha bisnis yang luar biasa di berbagai negara" jawab papa Jack.
Keluarga Lola terkejut mendengar nama keluarga Lily. Lola merasa bersalah karena telah sirik terhadap Lily. Keluarga Lola langsung tersenyum ke arah Lily.
"Papa jangan begitu! Jangan membuat keluarga Lola tegang!" Lily merasa sedikit malu setelah nama keluarganya diucapkan tadi.
"Tidak apa - apa Lily biarkan saja keluarga pacar Sean mengetahuinya " saut Edward yang menggenggam erat tangan Lily.
"Sudahlah kalian berdua! Baiklah jika kau ingin diterima di keluarga ini yang pertama kau harus pinter memasak, pintar dalam urusan rumah tangga, pintar dalam proyek bisnis dan yang paling penting harus ada rasa keibuan" ucap papa Jack yang menyebutkan syarat - syarat menjadi menantu keluarga Davis.
Setelah mendengar beberapa syarat tadi seketika Lola langsung ketakutan. Sean memberi kode kepada Lola untuk tenang saja karena semua akan baik - baik saja. Lola berusaha menenangkan dirinya dan percaya dengan kemampuannya.
"Yang pertama harus diuji adalah skill memasakmu nak Lola, Lily antar dan awasi Lola di dapur" ucap mama Kiana yang menyebutkan ujian pertamanya.
Lily berdiri tapi genggaman suaminya tidak mau lepas. Dia mengelus punggung tangan Edward agar menunggu sebentar. Edward akhirnya melepas genggamanannya dan Lily mengajak Lola ke dapur. Edward menatap tajam Sean.
"Awas saja pacarmu melukai istriku aku akan melukainya juga!" Edward memberikan ancaman kepada Sean.
__ADS_1
"Jangan khawatir! Lola adalah gadis yang baik mana mungkin dia akan melukai kak Lily jadi tidak perlu khawatir" Sean meyakinkan kakaknya.
Di dapur, Lily mengeluarkan beberapa bahan makanan dari kulkas. Lola hanya memperhatikan saja sambil menyandarkan punggungnya di dinding. Lily mengeluarkan beberapa peralatan memasak dan piring - piring untuk wadah makanan yang sudah jadi.
"Baiklah Lola! Kau bisa mulai sekarang" Lily mempersilakan Lola untuk mulai masak.
"Kenapa aku harus masak segala di rumah ini?!" keluh Lola yang berhenti menyandarkan punggung dan bergerak maju ke bahan makanan yang telah disiapkan Lily.
"Ini ujian untukmu! Sebenarnya kau bisa memasak atau tidak kalau tidak bisa kau disuruh putus dengan Sean" ucap Lily yang mengambil kursi kemudian duduk memperhatikan Lola.
"Kalian orang kaya bisa saja memperkejakan pelayan atau koki, ada - ada saja mau masak sendiri" Lola memotong sayuran dengan terpaksa.
"Jika mama melihatmu seperti ini kau langsung diusir" Lily menyekak omongan Lola.
"Lebih kau diam Lily! Aku ini kakak tingatmu!".
"Tapi di rumah ini aku menantu pertama!".
Lola langsung terdiam setelah mendengar ucapan Lily. Dia masih kesal disuruh masak apalagi dia tidak begitu pandai dalam memasak.
"Iya! Kenapa?!".
"Makanya kau harus membuat makan malam yang enak jika papa dan mama ingin menerimamu".
"Banyak omong kau Lily! Diam!".
"Aku ini yang mengawasimu jadi wajar saja aku memberikanmu peringatan".
"Kurang ajar! Awas saja kau Lily! Aku yakin suatu hari Sean pasti akan mendapatkan perusahaan utama Davis".
"Tapi sepertinya hal itu sudah terlambat karena Edward yang sudah menjadi pewaris perusahaan jadi sebaiknya kau jangan terlalu banyak berkhayal".
Lola semakin kesal dengan ucapan Lily yang pedas. Lily terus memperhatikan Lola yang memasak sampai selesai.
......................
__ADS_1
Makan malam pun telah siap. Lola menyajikan makan malam di atas meja kepada keluarga Davis dan keluarganya dibantu dengan Lily yang hanya menyajikkan untuk suaminya. Setelah selesai menyajikkan Lily duduk di sebelah suaminya tetapi saat Lola akan duduk ditahan oleh mama Kiana.
"Tunggu sebentar nak Lola! Tunggu kami menyicipi makanan ini dulu baru kau boleh duduk".
Lola terpaksa berdiri di belakang ayahnya untuk menghormati keputusan sang calon mertua. Edward sedikit tidak bersemangat melihat makanan yang ada di atas meja. Lily yang melihat kondisi suaminya yang lesu memutuskan bertanya.
"Kenapa,sayang? Kamu mual? Apa tidak enak?".
"Ini bukan masakanmu! Aku tidak suka! Buang saja" jawab Edward yang membuat wajah cemberut seperti anak kecil.
"Hahaha... Ini buatanku sayang tadi saat Lola masak aku membuat makanan khusus untukmu karena aku tahu kalau kau pasti akan menolaknya" Lily mengatakan kalau yang dihadapan suaminya itu memang masakannya.
Edward memutuskan mencobanya sedikit dan benar saja kalau makanan itu memang buatan Lily. Melihat senyum Edward yang merekah kembali barulah Lily memulai makan malamnya. Papa Jack dan Mama Kiana sedikit bingung dengan rasa masakan yang dibuat Lola. Mama Kiana meletakkan sendok dan garpunya di atas piring kemudian mengambil air minum. Sean yang melihat reaksi mamanya mulai sedikit takut kalau Lola akan ditolak. Edward dan Lily tidak peduli dan tidak terlalu memperhatikan papa dan mamanya mereka lebih fokus pada urusan pribadi.
"Lola!".
"Iya nyonya?".
"Apa benar kau yang membuat ini?".
"Iya nyonya".
"Masakanmu tidak seenak Lily, maaf aku tidak menyukainya".
Mama Kiana mendorong menjauh piring makanannya begitu juga dengan papa Jack. Lily yang baru memperhatikan reaksi mamanya bisa menebak kalau Lola pasti disuruh mencoba kembali. Edward menepuk bahu Lily dan memberi tanda untuk minta disuapi.
"Kenapa nyonya tidak menyukainya? Tadi saya sudah mencicipi dan rasanya enak" Lola sedikit gemetar saat mengeluarkan kalimar dari mulutnya.
"Karena masakanmu tidak menggunakan cinta yang tulus, apakah kau tidak tulus mencintai anak saya?".
Pertanyaan tersebut mampu membuat Lola membeku. Sean terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan mamanya.
BESOK LAGI GUYS KAN BESOK MALAM MINGGU JADI DOUBLE UPDATE
Makasi yang sudah mampir dan baca love you♡~
__ADS_1
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>