Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Menetap di villa


__ADS_3

MAAF YA ANYTHING AUTHOR TIDAK UPDATE SELAMA DUA HARI TERAKHIR KARENA AUTHOR BENAR - BENAR MEMILIKI URUSAN DI REAL LIFE DAN AUTHOR SAJA SAMPAI RAGU MAU NULIS


SEKALI LAGI AUTHOR MINTA MAAF SEBESAR - BESARNYA.


Ibu hamil itu hanya menanggapinya dengan tawa saja. Acara di pantai terus berlanjut sampai dengan klub basket berkumpul kembali dan melakukan latih tanding. Latih tanding berlangsung lancar dan semua pemain dalam keadaan prima tidak halangan sama sekali termasuk Dovan.


Setelah semua latihan selesai mereka semua bersiap - siap untuk pulang. Sejujurnya masih ada beberapa pemain yang ingin menetap di pantai ini tapi karena belum izin dengan keluarga untuk menginap jadi dengan terpaksa mereka harus pulang. Tapi tidak dengan Edward dan Lily yang memutuskan untuk menginap di villa milik keluarga Lawrence yang dimana villa tersebut juga milik Lily.


Saat ini pasangan suami istri tersebut sudah ada di villa tersebut. Mereka berdua duduk bersebelahan di balkon sambil menikmati pemandangan matahari terbenam. Edward menggenggam erat salah satu tangan Lily tidak lupa dia mengusapnya.


"Cantik sekali,ya sayang?" tanya Lily tang terpana melihat pemandangan sunset tersebut.


"Tapi lebih cantik dirimu dari pada pemandangan itu" jawab Edward ditambah bumbu gombalnya.


"Kebiasaan deh" Lily geleng - geleng kepala saat mendengar gombalan Edward.


Saat mereka sedang bermesraan tiba - tiba saja Hazel muncul di belakang mereka. Hazel berjalan mendekati dua orang tersebut.


"Lily!" panggil Hazel.


"Hm? Kak Hazel! Kapan kak Hazel datang?" jawab Lily yang terkejut melihat kehadiran kakak pertamanya.


"Barusan kakak datang dan kakak melihatmu ada disini makanya kakak samperin saja" Hazel berdiri dihadapan Edward.


Lily terlihat sangat bahagia melihat kehadiran kakaknya tapi tidak dengan Edward yang tampak kesal melihat Hazel. Karena ada sang istri disini dengan terpaksa Edward harus ikut bahagia.


"Hai Hazel! Kenapa kau datang kesini? Ada keperluan apa? Tumben sekali" tanya Edward dengan pandangan sombongnya.


"Memangnya salah aku datang ke villa keluargaku sendiri? Tidak kan? Aku hanya ingin bersantai di villa ini" jawab Hazel yang membalas pandangan Edward.


"Sayang~.... Aku lapar.... Makan yuk" ucap Lily yang sengaja mengalihkan topik pembicaraan.


"Hayuk! Mau makan apa?" tanya Edward yang berdiri dari kursinya.

__ADS_1


"Aku mau makan nasi goreng,sup ayam jahe, sama pudding susu sebagai dessertnya. Untuk minumannya harus susu hamil seperti biasa" jawab Lily yang menyebutkan menu makan malam apa saja yang ingin dimakan.


Edward membantu Lily berdiri kemudian mengajaknya ke dapur villa tersebut. Hazel tahu maksud tindakan Edward tersebut. Edward menemani Lily untuk membuat makan malam.


Di dapur, Lily memotong sayuran dan Edward membersihkan beberapa bahan masakan. Kekompakan pasangan suami istri bisa terlihat jelas yang dimulai Edward yang mengganti pekerjaan memasak Lily seperti menggoreng atau hal lainnya. Hazel sebenarnya sedikit kesal melihat kedekatan Edward dengan sang adik. Dia tahu kalau Edward dan Lily sudah menikah tapi tetap saja Hazel masih belum menerima pernikahan sang adik.


Beberapa menit kemudian makan malam sudah siap. Lily mengajak sang kakak untuk makan malam bersama. Mereka bertiga makan malam bersama di satu meja dan Edward duduk berhadapan dengan Hazel. Makan malam berlangsung tenang tanpa ada pembicaraan sama sekali.


Selesai makan malam, Edward mencuci alat - alat makan kemudian beralih ke kamarnya. Di dalam kamar,pasangan suami istri itu sudah selesai bersih - bersih dan bersiap untuk tidur. Sebelum tidur Edward selalu mengelus perut sang istri agar membuat Lily merasa lebih nyaman.


...****************...


Keesokan paginya, Lily sudah bangun dari tidur nyenyaknya. Ibu hamil berdiri di dekat jendela sambil memandangi pemandangan pantai di pagi hari. Mata Lily melirik sekilas ke arah kasur yang mendapati sang suami sedang tertidur nyenyak.


"Lagi tidur saja tampan apalagi kalau sudah bangun,hehehe..." batin Lily di dalam hati.


Tangan Lily mengelus perutnya yang mulai terlihat membesar. Dirinya tidak menyangka kalau sebentar lagi usia kehamilannya memasuki tiga bulan. Dia hanya berharap agar janinnya tetap kuat dan sehat.


Kaki Lily melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Saat Lily sudah masuk ke kamar mandi, ternyata Edward mulai sadar dari tidurnya. Perlahan - lahan Edward bangkit dari tidurnya terus merentangkan kedua tangannya. Mata Edward melihat sekeliling tapi dia tidak melihat sang istri dimana pun sampai pada akhirnya matanya tertuju pada kamar mandi. Kaki Edward melangkah menuju kamar mandi.


Tapi Edward tidak mendengar ucapan Lily dan tetap masuk. Saat ini keduanya sedang berada di dalam kamar mandi namun Edward ingat kalau saat ini sang istri sedang hamil.


Setelah huru hara terjadi pasangan suami istri itu memutuskan untuk sarapan di luar saja. Lily tidak mau pergi menggunakan kendaraan melainkan dia ingin berangkat ke restoran dengan jalan kaki saja.


Edward menggenggam tangan Lily sambil berjalan menuju restoran yang diinginkan sang istri. Orang - orang yang lewat merasa iri melihat keharmonisan pasangan tersebut.


Sampai di salah satu restoran barat, Lily memutuskan untuk makan disana saja. Edward menuruti keinginan sang istri. Baru saja duduk di salah satu meja langsung saja salah satu pelayan menghampiri mereka.


"Saya memesan makanan untuk sarapan dan satu kopi capuccino untuk saya, baby mau apa minumnya?" ucap Edward yang juga bertanya kepada Lily.


"Aku mau yogurt saja" jawab Lily dengan senyuman manisnya.


Sang pelayan sudah mencatat apa yang dikatakan Edward dan Lily kemudian melangkah ke dapur. Lily melihat sekeliling dan mendapati ada tiga orang anak kecil terlihat kelaparan melalui kaca jendela restoran. Hati kecil Lily merasa kasihan melihat tiga anak tersebut. Lily memberi kode kepada Edward untuk melihat tiga anak kecil itu.

__ADS_1


Edward juga merasa kasihan melihat mereka. Tapi Edward berusaha menenangkan Lily dan mengatakan kalau kita akan membantu mereka setelah kita sarapan nanti. Lily menyetujui ucapan Edward namun matanya tidak bisa teralihkan dari tiga anak kecil itu.


Makanan dan minuman yang dipesan sudah mendarat di meja mereka. Sarapan kali ini adalah waffle dengan krim caramel dan empat potong sandwich berukuran sedang sedangkan minumnya ada secangkir kopi dan segelas yogurt. Mereka berdua mulai memakan sarapannya.


Selesai mereka sarapan,sudah membayar, dan Lily membungkus beberapa makanan dari restoran tersebut disertai minumannya juga. Lily sengaja melakukannya demi memberi makan kepada tiga anak tadi.


Edward menemani Lily memberikan makanan - makanan tersebut kepada tiga anak tadi. Tiga anak tadi terdiri dari dua anak laki - laki dan satu anak perempuan.


"Terima kasih banyak bibi yang baik hati" ucap anak perempuan yang menerima bungkusan makanan dan minuman.


"Sama - sama! Dimana orang tua kalian? Kenapa kalian berkeliaran kesana kemari?" tanya Lily yang mengelus rambut anak perempuan tersebut.


"Orang tua kami meninggalkan kami dan kami punya rumah tapi kecil" jawab anak perempuan tersebut yang merasa malu.


"Hmm... Lalu dimana kalian mendapatkan makanan? Apakah kedua kakakmu bekerja?".


"Iya! Dia bekerja di restoran ini tapi karena belum waktu bekerja jadi kami hanya bisa diam disini dulu".


"Hmmm... Memangnya jam berapa kedua kakak kalian bekerja? Berapa lama kerjanya?".


"Dari jam satu siang sampai delapan malam".


"Apakah kalian bersekolah? Berapa umur kalian bertiga?".


"Aku dan kakak keduaku belum sekolah karena belum cukup umur dan untuk kakak pertamaku harusnya sudah masuk sekolah dasar. Umurku empat tahun,kakak keduaku lima tahun,dan kakak pertamaku berumur tujuh tahun".


"Ohh... Apakah boss di restoran ini baik sama kalian bertiga?".


"Pak boss sangat baik sekali dengan kami bertiga".


Lily mengangguk paham dan berpamitan pergi. Edward dan Lily melambaikan tangannya kepada tiga anak tersebut lalu melanjutkan jalan - jalan paginya.


SEKALI LAGI MINTA MAAF

__ADS_1


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA LOVE YOU ANYTHING


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>>


__ADS_2