Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Kembarannya Jia


__ADS_3

Yuri yang menyadari kalau sang kekasih atau lebih tepatnya dosennya sedang marah saat ini. Tangan Yuri yang satuan berikan sentuhan pelan agar Max merasa lebih tenang saat menyidang mahasiswi yang tidak tahu malu itu.


Bukannya menjawab pertanyaan Max,mahasiswi itu sibuk dengan ponselnya. Max kembali melontarkan pertanyaan yang sama.


"Hei! Saya lagi bertanya kepada kamu! Apa kamu tahu akibat dari tindakanmu ini?!".


"Tidak tahu dan tidak peduli yang penting saya bisa menjadi nona Lawrence" jawab mahasiswi tersebut sambil menghempaskan rambutnya.


"Yuri bacakan biodata dia!" perintah Max kepada Yuri.


"Nama: Fiansi Jina Kiylein


Umur: dua puluh tahun


Jurusan:fakultas hukum


Punya saudara kembar bernama Fiansi Jia Kinnber" jawab Yuri yang membacakan biodata mahasiswi tersebut yang bernama Jina yang juga merupakan kembaran dari Jia.


"Panggil Jia! Suruh dia kesini!" Max kembali memerintahkan Yuri.


Tapi saat Yuri hendak menghubungi Jia menggunakan ponsel Max tiba - tiba Jina menahannya. Jina memberitahu tujuan dia masuk ke kampus ini.


"Jangan telpon Jia! Aku sengaja pindah kampus demi melihat wanita yang mampu membuat Jia berubah. Maksudku Jia itu mau berubah menjadi kepribadian lebih baik bahkan dia semakin rajin mengerjakan semua tugas - tugasnya jadi menurutku ini sangat aneh sekali. Sebab itulah saya masuk ke sekolah ini lalu berpura - pura menjadi nona Lawrence agar nona Lawrence yang asli datang menghampiriku".


"Kenapa kau berpura - pura menjadi nona Lawrence? Apa untungnya?".


"Agar aku bisa melihat wanita yang dapat merubah Jia. Karena nama kontak di ponsel dia bernama nona Lawrence".


Max dan Yuri kebingungan harus menanggapi ucapan Jina seperti apa. Di saat yang bersamaan pula suara ketukan pintu ruangan Max terdengar. Max mempersilakan orang tersebut masuk.


Orang yang mengetuk pintu tersebut ternyata adalah Jia. Terlihat dari raut wajah Jia,dia tampak sangat kesal sekali. Jia melangkah mendekati kembarannya tersebut.


"Jina! Kenapa kau pindah kampus? Bukannya kau sudah nyaman di kampus sebelah?" tanya Jia yang heran dengan tingkah kembarannya.

__ADS_1


"Aku bukan pindah beneran be go! Cuman pertukaran mahasiswa dan mahasiswi selama satu bulan setelah satu bulan, aku kembali ke kampusku" jawab Jina yang menjelaskan alasan lain dia masuk ke kampus kembarannya.


"Jia! Jina! Duduk kalian berdua! Aku mau mengajukan beberapa pertanyaan" ucap Max yang langsung dituruti oleh si kembar.


...****************...


"Baiklah! Diantara kalian berdua siapa yang lahir duluan?" tanya Max dengan pertanyaan pertamanya.


"Jia!" jawab Jina dengan menunjuk ke arah Jia dan menjawab secara bersamaan.


"Aku!" jawab Jia yang mengangkat salah satu tangannya.


"Beda berapa waktu?" Max lanjut ke pertanyaan kedua.


"Beda tujuh menit" Jia dan Jina menjawab secara bersamaan.


"Kenapa sama - sama milih fakultas hukum?".


"Mau jadi pengacara" yang ini Jia.


"Adakah kalian masuk ke salah satu eskul di kampus kalian?".


"Ada! Eskul basket".


"Ada! Eskul menjahit".


"Apakah kalian punya nama panggilan masing - masing? Atau orang tua kalian juga memanggil dengan panggilan khusus?".


"Kalau Jina memanggilku biasanya Jian tapi tumben dia benar memanggil namaku. Sedangkan untuk nama panggilan orang tua ke aku biasanya dipanggil Jiji".


"Kalau Jian selalu memanggilku Jinan dan untuk orang tuaku memanggilku Jinnie".


"Baiklah itu saja! Kalian berdua bisa kembali ke kelas kalian masing - masing".

__ADS_1


Si kembar keluar ruangan meninggalkan dosen dan mahasiswi yang terjalin dalam suatu hubungan cinta. Mahasiswi itu terlihat gugup karena dia tidak disuruh keluar juga jadi,dia memutuskan untuk duduk di sofa saja sambil mendengar perintah selanjutnya.


Dosen tampan itu duduk di sebelah Yuri lalu menarik tangan Yuri sampai si empu terjatuh. Jatuhnya itu saat wajah Yuri mengarah ke adik kecil Max. Yuri langsung berdiri dan menutup wajahnya dengan sebuah buku yang ada di atas meja.


"Kenapa Yeppie? Apa Yeppie pengen itu?" tanya Max dengan nada bicara menggoda.


"Tidak! Sudahlah! Aku mau keluar saja!" jawab Yuri yang menentang tasnya dan hendak berjalan keluar ruangan.


Tapi langsung ditahan oleh Max dengan cara menarik tangan sang kekasih. Lagi - lagi Yuri terjatuh tapi kali ini jatuhnya ke pangkuan Max. Tangan Max langsung membenarkan posisi duduk Yuri agar menghadapnya lalumemeluk badan Yuri dan meletakkan wajahnya diantara dada. Yuri tahu jelas kalau Max dalam posisi ini artinya dia sedang mengisi baterai. Dia biarkan sebentar agar baterainya segera terisi dan supaya makin cepat terisi Yuri memberikan usapan di punggung Max.


Posisi pasangan tersebut tetap bertahan selama satu setengah jam. Diantara mereka tidak ada yang merasa lelah sama sekali melainkan merasa lebih nyaman dan ingin terus dalam posisi seperti ini.


...****************...


Oke mari kita beralih ke Lily yang sedang sibuk mendengarkan penjelasan dosennya. Entah mengapa dari tadi mahasiswi disekitar Lily terus memperhatikannya dengan pandangan aneh. Tentu saja itu membuat Lily tidak nyaman dan merasa terganggu tapi apa boleh buat? Dia sedang berada di dalam kelas jadi ikuti saja alurnya.


Tanpa terasa sama sekali ternyata dua kelas telah dilalui oleh Lily. Dia merasa lelah sekali sampai enggan untuk berjalan dan dia memutuskan untuk duduk sebentar di dalam kelas. Brian dan dua temannya sudah mengajaknya ke kantin tapi Lily menolak dengan alasan dirinya sangat lelah. Mereka mengerti dan berlalu pergi.


Lily merasa kalau hari ini adalah hari yang tenang. Kenapa demikian? Karena yang pertama jadwal kelas Lily hari ini hanya ada enam kelas yang berarti dia pulanh pukul empat sore,yang kedua tidak ada jadwal latihan karena Sean meminta agar semua anggotanya beristirahat yang cukup untuk latihan besok,dan yang terakhir adalah sang suami pasti sangat senang memakan bekalnya. Ingin sekali rasanya Lily segera tidur tapi dia bingung harus tidur dimana.


Tapi solusi itu datang sendiri yang dimana Yuri datang untuk menjemputnya. Lily meminta Yuri untuk segera mendekat.


"Kau kenapa? Kau tampak pucat,laper? Atau capek?" tanya Yuri yang terlihat sangat khawatir.


"Keduanya Yuri tapi hari ini aku pengen tidur" jawab Lily yang meletakkan kepalanya di atas tas.


"Kita ke uks yuk! Tidur disana" ajak Yuri.


"Tidak bisa! Nanti aku ada kelas jam satu" tolak Lily yang tampak sangat lemas.


"Sekarang baru jam sepuluh lebih lima belas menit,ayo ke uks!" Yuri menarik tangan Lily agar segera bergeming.


Lily menuruti saran temannya tersebut dan segera pergi ke uks. Yang satu tampak bersemangat dan yang satunya terlihat sangat kelelahan sekali. Awalnya Yuri ingin mengajak Lily ke ruangan Max tapi takutnya siapa yang masuk pasti akan terkejut dengan kehadiran Lily dan pasti langsung bertanya.

__ADS_1


__ADS_2