
AUTHOR MINTA MAAF KARENA TIDAK UPDATE KEMARIN. CERITANYA SUDAH JADI TAPI MENURUT AUTHOR TERLALU CRINGEY MAKANYA AUTHOR NDK UP KMRN DAN AUTHOR HAPUS AJA. SEKALI LAGI AUTHOR MINTA MAAF.
Weekend pun tiba, Edward membawa istrinya pergi ke kolam renang. Tapi kali ini Edward tidak menyewa satu kolam renang karena disini ada begitu banyak permainan. Lily mengajak Yuri untuk ikut bermain bersama.
Saat di kolam renang, Lily ditemani Edward untuk mengganti pakaian. Lily membawa banyak baju renang koleksi dia tapi saat akan mengenakannya sang suami melarangnya.
"Bagaimana yang ini,sayang?" tanya Lily yang memperlihatkan baju renangnya.
"Tidak! Perutmu kelihatan! Tidak bagus! Ganti!" jawab Edward yang menolak baju renang yang dipakai Lily.
"Oke kalau begitu" Lily kembali masuk ke bilik ganti.
Beberapa menit kemudian...
"Kalau yang ini sayang?" Lily kembali memperlihatkan baju renangnya yang lain.
"Tidak! Ganti!" tolak Edward.
Lily kembali mengganti bajunya. Edward sangat posesif mengenai tubuh Lily. Jika aset negaranya dilihat maka, orang yang melihat asetnya harus pergi to hell.
"Lihat sayang! Ini sudah lumayan tertutup" Lily memperlihatkan bajunya dengan bagian perutnya sudah tertutup tapi belahan da danya terlihat sedikit.
"Ganti! Pakai yang ini saja!" Edward memberikan Lily baju renang dengan model yang sama tapi bagian da danya tertutup.
Lily dengan terpaksa menerima pilihan suaminya tersebut. Edward mengenakan baju renang dengan seluruh bagian atas dan bawah tertutup. Lily kembali dengan baju renang yang dipilihkan suaminya.
"Nah ini baru cantik! Lucu sekali rambutmu ikat cepol" Edward langsung melingkari tangannya di pinggang Lily.
"Hehehe... Ayo kita cari Yuri dan kak Max! Katanya mereka sudah sampai" Lily sangat senang mendengar pujian yang diberikan suaminya.
Edward dan Lily berjalan mencari keberadaan dua orang tersebut. Mereka mencari secara perlahan takutnya mereka melewati salah satu diantara mereka. Lily memutuskan menelpon Yuri.
__ADS_1
"Halo Yuri! Kamu dimana?".
"Aku diparkiran baru sampai ini,kau dimana?".
"Aku di depan kantin kolam renang ini cepatlah kesini!".
"Baiklah!".
Edward yang masih melihat - lihat sekitar akhirnya melihat Max di ujung kolam. Dia melambaikan tangannya sebagai tanda. Max yang melihat tanda tersebut segera membawa barang bawaannya lalu menghampiri Edward.
"Bagaimana,baby?" tanya Edward mengenai Yuri.
"Sebentar lagi dia akan sampai tadi masih di parkiran" jawab Lily yang memasukkan ponselnya ke tas.
Max berlari menghampiri Edward tapi saat dia berlari semua mata para wanita memperhatikan badan Max yang sempurna. Para wanita itu tidak bisa melepaskan pandangannya dari tubuh Max.
"Kalau lari itu tidak usah pamer body! Supaya kenapa kau berlari seperti tadi?" tanya Edward yang sedikit kesal melihat cara Max berlari tadi.
"Biarin! Aku suka tebar pesona!" jawab Max yang berhasil menghampiri Edward.
"Lily!" Yuri berlari menghampiri Lily kemudian memeluknya.
"Yuri! Aduh... Aku kangen sekali padamu!" Lily memeluk Yuri kemudian memiringkan tubuhnya ke kanan dan kiri.
Edward dan Max saling melihat satu sama lain. Max merentangkan tangannya seolah - olah minta dipeluk seperti Yuri. Dengan cepat Edward menepis tangan Max dan membuat ekspresi wajah jijik.
Empat orang tersebut telah berkumpul dan selanjutnya adalah mencari tempat untuk meletakkan barang bawaan masing - masing. Sebelum masuk ke kolam renang pertama - tama mereka harus melakukan pemanasan. Edward membantu Lily pemanasan dan Max bersama Yuri. Setelah melakukan pemanasan barulah turun ke kolam renang.
Edward memegangi tubuh Lily saat turun. Max mengulurkan tangannya kepada Yuri yang masih di atas. Tentu saja Yuri menerima uluran tangan tersebut. Max membantu Yuri turun ke kolam renang dengan hati - hati.
"Brrr... Rasanya dingin" ucap Lily yang kedua tangannya berpegangan kepada tangannya Edward.
__ADS_1
"Hati - hati baby! Ayo ikuti langkahku!" jawab Edward yang menuntun istrinya menyusuri Lily.
Sedangkan di sisi lain Yuri berenang sendirian. Dia tidak menyesali dirinya datang ke kolam renang ini walaupun harus jadi nyamuk. Tapi Yuri merasa senang bisa melihat body perfect dosennya. Max berenang mendekati Yuri kemudian mengejutkannya dari belakang.
"Haaa... Astaga pak Max ini! Bikin kaget saja!" ucap Yuri yang mengangkat kepalanya keluar dari air.
"Hahaha... Maafkan saya! Saya hanya penasaran dengan wanita yang berusaha mendekati saya melalui jalur adik ipar" jawab Max yang ikut mengangkat kepalanya dari air kemudian menyentuh dagu Yuri.
"Maksud pak Max apa,ya?" Yuri sedikit ketakutan mendengar ucapan Max.
"Kamu tidak tahu maksud saya? Yang saya maksud adalah dirimu,Yuri. Apa kamu cinta sama saya?" Max memegangi kedua pipi Yuri.
"Iya pak! Saya sangat mencintai pak Max!" entah pergi kemana rasa malu Yuri dengan begitu saja Yuri mengatakan secara langsung perasaannya.
"Pantas saja.... Apa kamu mendekati adik ipar demi saya?".
"Tidak! Lily lah yang berusaha mendekatiku dengan anda,pak Max. Jangan salah paham! Saya tahu diri pak tapi karena bapak sudah melakukan tindakan seperti ini maka,pak Max tidak bisa lari dari genggaman saya".
"Apa yang akan kau lakukan? Menci umku?".
"Kalau pak Max mengizinkannya saya lakukan!".
"Lakukan saja!".
Yuri mengalungkan kedua tangannya di leher Max kemudian melempar dirinya ke belakang sehingga Max ikut masuk ke air. Di dalam air Yuri benar saja dia menci um bibir Max tapi dia tidak mendapatkan penolakan sama sekali. Tautan pun terlepas dengan segera Yuri naik ke permukaan untuk mengambil oksigen diikuti juga dengan Max.
"Haa... Saya tidak menyangka kau akan benar - benar melakukannya hebat sekali" puji Max terhadap tindakan Yuri.
"Kalau saya sudah cinta sama seseorang maka,saya harus mendapatkannya" Yuri tersenyum mendengar pujian tersebut. A b c d
NANTI LAGI GUYS
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=