Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Lily lagi ngambek


__ADS_3

Lily asyik sendiri bermain ponselnya Edward. Wanita cantik tersebut sudah ganti - ganti posisi saat bermain game dari duduk di sofa sampai tiduran di lantai. Untuk Edward dia masih fokus pada pekerjaannya hingga tidak memperhatikan istrinya.


"Sayang! Kapan selesainya?! Aku lapar! Apa kau tega membiarkan aku kelaparan seperti ini?!" tanya Lily yang sudah mulai kesal menunggu begitu lama suaminya.


"Sebentar lagi baby! Tinggal sedikit lagi" jawab Edward yang mengisyaratkan istrinya.


Lily yang sudah muak menunggu memutuskan untuk kembali ke dapur dan makan malam sendirian saja. Edward yang melihat istrinya ngambek hanya geleng - geleng kepala dan melanjutkan kembali pekerjaannya. Di meja makan Lily makan malam sendiri, ambil lauk pauk sendiri, minum air sendiri, dan marah - marah sendiri. Dia sudah sangat lama menunggu hingga perutnya berbunyi.


"Sebentar lagi baby! Sebentar lagi baby! Heh! Alasan saja! Bilang aja kalau tidak mau makan!" ucap Lily yang meniru ucapan Edward tadi dan menyuap makanannya.


"Oh... Sepertinya istriku ini memang sangat nakal,ya?" Edward yang tiba - tiba muncul di belakang Lily.


"Sana! Selesaikan dulu pekerjaanmu! " Lily mendorong perut Edward dan menyuruhnya kembali ke pekerjaannya.


"Kenapa sih baby? Kamu ngambek? Kalau kamu ngambek aku minta maaf" Edward memegang tangan Lily yang mendorong perutnya tadi.


"Pergi sana! Sudah tahu istri lagi ngambek pakai nanya lagi!" Lily kembali mendorong tubuh suaminya.


"Iya baby aku minta maaf telah membuatmu lama menunggu, jangan marah,ya baby?" Edward berusaha merayu istrinya agar tidak marah lagi.


"Sudahlah! Makan sendiri aja disini! Aku sudah selesai makan dan jangan lupa cuci piring" Lily menepis tangan Edward lalu pergi dari meja makan kemudian menuju kamar tidurnya.


Edward diam saja melihat istrinya pergi dengan perasaan marah padanya. Sekarang Edwars tidak ada nafsu makan sama sekali karena istrinya. Edward memasukkan makan malam tersebut di dalam kulkas kemudian dia menyusul istrinya di kamar tidur.


Di dalam kamar, Edward tidak melihat istrinya disekitar kamar. Tiba - tiba Edward mendengar suara orang mandi di dalam kamar mandi dan dia menyimpulkan kalau istrinya sedang mandi. Edward duduk di pinggir ranjang untuk menunggu istrinya keluar dari kamar mandi. Dia harus menghilangkan rasa marah dalam diri istrinya apapun caranya.


Lima belas menit kemudian Lily keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan bathrobe saja. Lily menatap sinis Edward yang duduk di pinggir ranjang. Edward berdiri dan menghampiri Lily.


"Stop! Jangan dekat - dekat! Aku masih marah sama kamu! Duduk lagi disana!" ucap Lily yang mengentikan Edward yang mendekat padanya.


"Dengar dulu baby! Aku minta maaf! Aku akui aku memang salah! Jadi tolong maafkan aku" Edward memeluk tubuh Lily yang masih mengenakan bathrobe.


"Awas ah! Pergi! Aku mau pakai baju dulu!" Lily yang meronta - ronta dipelukkan Edward dan sedikit membentaknya.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Edward langsung melepaskan pelukkannya dan kembali duduk di ranjang. Lily yang terlepas kemudian mengambil baju dan celana piyama yang ada di lemari. Edward memperhatikan istrinya yang mengenakan pakaiannya dari pakaian dalam dan luar.( Sudah suami istri jadi wajar - wajar saja).


Lily pun sudah selesai memakai pakaian piyamanya dan dia pun duduk di sebelah Edward. Tidak mau memandang langsung sang suami Lily menjaga jarak saat duduk di sebelah Edward sebesar tiga jengkal jarinya. Edward pun mulai merayu istrinya agar dia tidak marah lagi.


"Baby jangan begini! Aku susah tanpamu!" ucap Edward yang mennggenggam kedua tangan Lily.


"Sudah sana! Selesain pekerjaanmu!" jawab Lily dengan nada ketus.


"Baby... Aku minta maaf... Besok kalau aku kerja di rumah aku akan pangku kamu dan menuruti semua perintahmu" Edward masih berusaha merayu istrinya dengan nada bicara memohon.


"Dah ah sana! Aku males sama kamu! Aku capek mau tidur!" Lily menarik kedua tangannya lalu melipat tangannya di dada.


"My baby... mohon maafkan aku baby...".


"Kalau tahu istri minta makan malam seharusnya kau temani dulu baru selesaikan pekerjaanmu! Mengerti?".


"Iya baby! Aku salah! Kau yang benar!".


"Besok - besok jangan begitu lagi! Ya sudah mandi sana".


"Aku masih muda! Jangan panggil nyonya! panggil nona saja!".


"Hehehe... Siap nona Lily!".


Edward segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Lily hanya tersenyum melihat tingkah suaminya yang imut tersebut. Pasangan suami istri ini kembali berdamai walapun hari ini dua - duanya marahnya bergiliran namun semuanya kembali normal. Setelah selesai membersihkan diri Edward langsung bergabung dengan Lily di kasur.


"Hehehe..." Edward tidur berhadapan dengan Lily dan senyum terlukis di wajahnya.


"Sekarang saatnya tidur karena besok kita ada kegiatan masing - masing" ucap Lily yang mengusap pipi Edward.


"Iya my wife... Tapi sebelum tidur harus ada kis sebelum tidur" jawab Edward yang meminta ciuman dari istrinya.


"Kau ini ada - ada saja, ya sudahlah" Lily langsung memberikan kis kepada sang suami tepat di bibirnya.

__ADS_1


Selesai kis sleepnya mereka mulai tertidur untuk hari esok yang cerah dan baru. Edward memeluk Lily dan menggunakan lengannya sebagai bantal kepala istrinya. Mereka berdua sekarang sudah masuk ke dunia tidurnya.


...****************...


Keesokan paginya Lily sudah berada di kampur bersama dengan Yuri yang menikmati sekotak susu kemasan. Lily menceritakan momen weekend kemarin yang bersama suaminya. Yuri merasa iri mendengar kisah temannya itu sampai melompat - lompat.


"Akhh!!!... Ya ampun Lily! So sweet sekali! aku ingin mempunyai suami seperti suamimu" ucap Yuri yang menggigit sedotan.


"Kalau kau ingin suami seperti punyaku... Aku bisa memperkenalkan beberapa sepupu Edward yang lain dan untungnya mereka belum mempunyai pasangan" Lily langsung menawarkan sepupu Edward kepada Yuri.


"Hah?! Yang benar?! Boleh memangnya?!" tanya Yuri untuk meyakinkan ucapan temannya itu.


"Iya benar kok! Mau atau tidak ?" jawab Lily dengan sungguh - sungguh.


"Aku mau sekali! Kapan aku bisa bertemu dengan sepupu suamimu!" Yuri menerima tawaran tersebut dan melompat - lompat kegirangan.


"Nanti sore mungkin sekitaran jam setengah enam".


"Yahoo!!! Aku jadi tidak sabar Lily! Memangnya ada apa kau menawarkan sepupu Edward kepadaku?".


"Kebetulan sepupu Edward ini baru balik dari laur negri dan dia ingin mencari pasangan seperti diriku".


"Sepertinya susah deh Lily... dia pasti memiliki latar belakang keluarga yang bagus".


"Tidak kok! Dia menjalani hidupnya seperti orang - orang biasa saja. Sepupu Edward baru kembali dari luar ngeri karena dia kangen dengan masakanku".


"Hah?! Berarti aku harus bisa masak dong?".


"Iya! Dulu saja masa dimana aku akan menjadi calon menantu masakanku harus dicicip semua keluarga yang ada di kediaman lama".


"Lily masalahhya aku tidak bisa memasak sama sekali menyentuh dapur saja jarang".


"Selamat berjuang bestii".

__ADS_1


Makasi yang sudah mampir.


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2