Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Festival Kebudayaan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian semuanya telah kembali seperti semula. Untungnya Lily tidak mendapatkan trauma apapun dan dia bisa kembali beraktivitas. Sejak kejadian itu Edward menjadi lebih posesif bahkan kemana pun Lily pergi harus ada pengawalnya di sisinya.


Hari ini adalah hari festival kebudayaan, Lily sudah ada di kampus dan sedang bersiap - siap di kampus untuk acara dia tampil. Lily sangat senang bisa tampil dihadapan suaminya.


"Sean! Bagaimana penampilanku? Cantik tidak?" tanya Lily yang memperlihatkan penampilannya.


"Iya cantik kok sangat cocok" jawab Sean yang masih fokus sama penampilan diri sendiri.


"Isshh... Beneran Sean! Bagaimana penampilanku?! Jawab yang jujur!" bentak Lily yang tidak menyukai cara menjawab Sean.


"He~.... Beneran kakak iparku yang tersayang kamu sangat cantik dan siapapun yang melihat kakak iparku pasti terpukau" Sean kembali menjawabnya dengan lebih jelas.


"Hehehe.... Makasi banyak adik ipar" Lily kembali melihat penampilannya di cermin.


Saat ini anggota band klub basket sedang berada di gedung olahraga. Disana mereka sedang menyiapkan diri mereka mulai dari penampilan,vokal,alat musik,dan lain - lainnya. Semua anggota sudah selesai bersiap - siap.


Acara festival kebudayaan ini diadakan secara outdoor. Perfomance klub basket ada diurutan terakhir. Lily menelpon Edward agar segera datang dan saat ini Edward dalam perjalanan.


"Sebentar ya Pinpin, ayah sebentar lagi sampai dan ibu akan menampilkan penampilan ibu yang terbaik" ucap Lily yang mengusap perutnya yang mulai membesar.


"Ayo semuanya! Kita melihat setiap perfomance" ajak Dovan yang sudah siap dengan penampilan menawannya.


Semuanya mengikuti Dovan dari belakang. Saat mereka memasuki area festival,semua mata langsung tertuju pada penampilan mereka yang mampu membuat siapapun terpukau. Lily tergugah seleranya melihat makanan dan minuman yang ada di setiap posko.


"Sean~.... Mau itu! Itu lagi! Mau itu~..." ucap Lily yang menarik tangan Sean ke suatu posko makanan.


Lily memesan dua bungkus makanan dan langsung membayarnya. Setelah mendapatkan apa yang didapatkan. Mereka berdua terpisah dari rombongan klub basket.


"Sean bagaimana ini? Kita mau kemana sekarang?" tanya Lily yang memakan makanan yang dia beli.


"Ikut saja denganku" jawab Sean yang menggandeng tangan Lily.

__ADS_1


Mereka berdua pergi mencari rombongan tim mereka. Tapi bukannya mencari malahan Lily menginginkan banyak makanan yang ada di setiap posko makanan dan minuman. Sean hanya bisa menuruti keinginan ibu hamil tersebut.


Beberapa menit kemudian Lily sudah membeli banyak sekali makanan dan sekarang dia bersama Sean duduk di kursi panjang. Sean sedang menghubungi Henryi untuk.mengetahui lokasi mereka.


"Halo bro! Kalian dimana?" tanya Sean yang sudah tersambung dengan Henryi.


"Kita lagi di dekat panggung, kalau mau keliling dulu tidak apa - apa kok perfomance kita masih lama" jawab Henryi yang menjauh dari panggung.


"Ohhh... Okelah! Ini ibu hamil lagi sibuk makan terus katanya dia mau keliling lagi".


"Oke kalau begitu! Ingat jangan kasi Lily kecapean dan perhatikan apa saja yang dia makan".


"Iya! Iya! Nanti sekitar jam sepuluh aku kesana".


Sean mematikan panggilannya sepihak. Lily bisa mendengar pembicaraan Sean dan Henryi, yaa... Dia hanya bisa mengangguk. Sean memperhatikan sekeliling yang kelihatan cukup ramai.


"Sean~.... Telponin Edward,aamm" ucap Lily yang menyuap makanannya.


"Kamu yang ngomong, aku lagi sibuk makan" Lily menyedot air botol minumnya.


Sean hanya menghela nafas panjang saja mendengar jawaban Lily. Dia langsung menghubungi kakaknya.


Tut.... Tut..... Tut....


"Halo kak!".


"Halo! Mana Lily? Aku sudah ada di kampus sekarang".


"Di taman fakultas kedokteran".


"Dimana itu?".

__ADS_1


"Kakak tinggal terus lurus melewati setiap posko makanan yang ada terus belok kiri nah... Nanti disana kelihatan taman dan kakak tinggal cari kita dah".


"Ohh... Jangan matikan telponnya Sean, aku mau ganti ke mode video call".


Mereka berdua mulai mengganti mode panggilan biasa ke mode video call. Edward mulai berjalan sambil mengarahkan jalan. Sean memberikan kakaknya arahan tidak lupa dia mengarahkannya ke Lily yang sibuk dengan makanannya.


Beberapa saat kemudian Edward akhirnya telah sampai di taman fakultas kedokteran. Sean memanggil Edward dari kejauhan. Edward langsung menghampiri kursi panjang yang ada di dekat gedung fakultas kedokteran.


"Sayang! Ayo sini ikut makan!" Lily langsung melebarkan kedua tangannya.


"Banyak sekali baby makannya,memangnya bisa habis?" Edward memeluk Lily kemudian duduk di sebelahnya.


"Ini makan yang, aaa..." Lily menyuapi Edward dengan makanan manis.


Edward hanya bisa menerimanya walaupun itu terlalu manis. Lily langsung memberikan botol airnya. Pasangan suami istri ini menikmati makanan yang dibeli sedangkan Sean masih berusaha untuk tidak melihat atau pun peduli.


"Baby tampilan ke berapa?" tanya Edward yang menyuapi Lily.


"Kalau tidak salah terakhir" jawab Lily yang kembali menerima suapan suaminya.


"Nanti baby pas manggungnya jangan gugup ya,ingat harus tenang kan ada aku nanti diantara kerumunan penonton. Jika baby merasa gugup lihat saja wajahku dan aku akan memberikan semangat untukmu my baby" Edward juga memakan makanan istrinya.


"Makasi sayangku, aku berenti makan sudah kenyang" Lily memberikan semua makanannya kepada Edward.


Bukannya memakan sisanya Lily malahan Edward membungkus kembali semua makanan dan minuman. Lily mengajak Edward berkeliling meninggalkan Sean yang duduk sambil menahan malunya.


"Kak... Begitu teganya kakak dan kakak iparku meninggalkan diriku yang sudah dijadikan nyamuk,huhuhu😭😭😭...." ucap Sean yang air mata dramanya mengalir sambil meminum kopinya.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>

__ADS_1


__ADS_2