
Mobil Edward sudah sampai di kediaman lama. Kebetulan mama Kiana sedang menyiram tanaman di taman depan. Lily keluar dari mobil lalu berlari menghampiri ibu mertuanya.
"Mama!".
"Astaga Lily jangan lari - lari! Nanti kamu bisa jatuh" mama Kiana langsung saja memeluk menantunya yang manis.
"Hehehe.... Maaf ma, Lily mau main disini boleh?" tanya Lily dengan wajah imutnya yang sangat sulit ditolak mama Kiana.
"Tentu saja sayang, tenang saja nak! Lily aman bersamamu" jawab mama Kiana yang juga memberikan kode kepada Edward.
"Makasi ma! Nanti saat pulang kerja nanti aku jemput" Edward mulai memutar mobilnya lalu melaju meninggalkan kediaman lama.
Lily melambaikan tangannya kepada Edward. Mama Kiana langsung mengajak menantunya masuk ke kediaman lama. Di dalam mama Kiana bersama Lily sedang menikmati secangkir teh manis dan Lily memberitahu mama Kiana tentang kegiatan dia selama masa kehamilan. Mama Kiana sontak sangat terkejut ditambah sangat bahagia.
"Pokoknya nak kamu harus jaga baik - baik kondisimu,tidak boleh kecapean, ingat jaga pola makan, jaga makanan apa saja yang dimakan,dan tidak boleh main dulu sama Edward" ucap mama Kiana yang memberikan sedikit wejangan - wejangan tentang kehamilan.
"Iya mama tapi Lily sudah jaga apa yang mama bilang dan sekarang tinggal tetap melanjutkan saja" jawab Lily yang memakan biskuit coklat buatan mama Kiana.
"Bagus sayang! Selama ini kamu ngalamin morning sickness tidak? Atau Edward yang mengalaminya?".
"Kalau morning sickness cuman sekali aja terus selanjutnya tidak pernah lagi".
"Apa masih mual atau pusing atau ada gejala lainnya?".
"Cuman pusing saja sisanya tidak terlalu parah".
"Selama ini Lily pernah tidak ngidam yang aneh - aneh? Yang sampai buat Edward pusing".
"Tidak kok ma! Edward selalu turutin apa yang aku mau ditambah jika Edward kesulitan mencari apa Lily minta palingan Edward akan minta bantuan Sean".
"Ohh... Masih lancar kuliahmu?".
__ADS_1
"Masih lancar kok lagi sebulan Lily sudah tidak kuliah lagi soalnya perut Lily bakal keliatan membesar".
"Baguslah nak,intinya jangan capek - capek dan jaga pola makanmu saja".
"Iya ma! Mama, bagaimana kalau kita bikin kue bersama ?".
"Boleh! Lily mau bikin kue apa?".
"Kue coklat yang Lily makan ini sama kue - kue bentukan kayak gini tapi rasanya lain - lain".
"Ayo dong!".
Mereka berdua langsung menuju dapur untuk memulai kegiatan membuat kue mereka. Mama Kiana memberikan beberapa arahan tentang apa yang dia harus lakukan saat membuat kue. Tapi mama Kiana hanya memberikan tugas yang ringan saja.
Lily sangat senang membuat kue bersama mertuanya. Ibu mertua dan menantunya itu terlihat sangat kompak sekali dalam melakukan kegiatan ini.
..............
"Enak ma! Sekarang kita cobain yang lainnya" Lily kembali mencicipi kue dengan rasa yang berbeda.
Lily kembali memuji rasa kue tersebut. Mama Kiana sangat senang melihat Lily makan dengan lahap. Kemudian mama Kiana memberikan segelas air putih kepada Lily.
"TING! TONG! Permisi bu Kiana!" suara bel rumah berbunyi dan ada seseorang memanggil mama Kiana.
"Sebentar!" mama Kiana segera menuju pintu depan.
Mama Kiana membuka pintu rumah dan mendapati ada temannya bersama putranya. Dua ibu itu melakukan cipika cipiki. Mama Kiana mempersilakan dua tamunya itu masuk dan duduk di sofa.
"Sebentar ya bu Luna saya buatin minuman dulu" mama Kiana kembali menuju dapur untuk membuat minuman serta membawa beberapa kue.
"Siapa itu ma?" tanya Lily yang masih sibuk di dapur dengan cemilan kuenya.
__ADS_1
"Ada tamu, kamu juga ikut mama ke ruang tamu sekalian bantu mama bawa kue - kue ini" jawab mama Kiana yang mempersiapkan minuman teh manis.
Lily langsung saja menyiapkan beberapa kue kemudian mengambil nampan. Mama Kiana menata dua gelas teh dan satu mangkuk kue dengan berbagai rasa dalam satu nampan. Mereka berdua langsung pergi menuju ruang tamu.
"Astaga bu Kiana! Saya merasa ngerepotin ibu saja" ucap bu Luna yang terkejut melihat mama Kiana bersama Lily membawa minuman dan cemilan.
"Tidak apa - apa bu! Ayo bu Luna sama nak Fredry diminum,dimakan" jawab mama Kiana yang menyuguhkan teh dan kue.
"Terima kasih banyak bu Kiana, ngomong - ngomong bu siapa perempuan yang di sebelah bu Kiana? Tumben saya melihat dia" bu Luna sedikit kebingungan melihat keberadaan Lily.
"Ohh... Dia menantu saya bu namanya Lily".
"Halo bu! Saya Lily, istrinya Edward" Lily memperkenalkan dirinya dihadapan dua tamu mama Kiana.
"Astaga! Edward sudah menikah?! Kenapa tidak mengundang saya bu?! Kan saya bisa datang terus ucapin selamat sama Edward lagipula Edward kan teman baiknya Fredry" bu Luna sangat terkejut mendengar ucapan Lily.
"Katanya Edward, dia masih ingin menyembunyikannya biasa masih malu".
"Huhuhu.... Lihat tu! Masa kamu belum menikah,Fredry?! Lihat Edward! Sekarang dia sudah menikah kamunya kapan?!" bu Luna mendorong tubuh anaknya yang masih melajang.
"Astaga bu! Fredry masih mau fokus sama bisnis dan saat ini perusahaan lagi ada masalah makanya Fredry tidak berani menikah" Fredry sedikit kesal dengan sikap ibunya yang menuntut terus.
"Alasan saja! Pokoknya kamu harus menikah tahun ini!".
"Terserah ibu saja".
Mama Kiana dan Lily hanya tersenyum mendengar percakapan bu Luna dengan Fredry. Dua ibu membicarakan tentang putranya masing - masing dan tentang kehamilan. Lily mendengarkan baik nasihat ibu - ibu itu.
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>
__ADS_1