Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Ngidamnya agak lain


__ADS_3

Pukul satu siang Lily mulai merasa bosan berada di rumah terus. Lily berjalan - jalan sebentar ke taman belakang. Saat berada di taman belakang Lily melihat bunga Lily yang dia tanam sejak baru dia menikah dengan Edward. Dia tidak menyangka kalau waktu yang dilaluinya berjalan begitu cepat.


Kaki Lily kembali melangkah menuju ruang tamu. Karena masih merasa bosan Lily memutuskan untuk belanja keluar. Lily mulai bersiap - siap dengan mulai mengenakan sweeter kebesarannya yang berwarna pink,celana panjang berwarna putih dengan ukuran agak besar,dan sepatu berwarna krem. Sesudah itu Lily segera membawa enam pengawalnya untuk belanja di suatu mall.


Lily memberitahu enam pengawalnya untuk menyiapkan mobil dan dirinya sedang mengunci pintu setiap ruangan. Setelah semua itu Lily segera masuk ke mobil.


Dalam perjalanan Lily sibuk bermain dengan ponselnya. Tapi kesenangannya terganggu saat ada pesan chat masuk dari Sean. Yang sebelah kanan Lily dan sebelah kiri Sean.


"Kak Lily".


"Kakak dimana?".


^^^"Ada apa?".^^^


"Hari ini kan ada latihan jam dua, kenapa kakak tidak masuk?".


^^^"Kakak sedang ngidam malas masuk kampus makanya tidak masuk".^^^


^^^"Nanti jam setengah dua kakak sudah ada disana".^^^


"Ada saja alasan ibu hamil satu ini😑".


^^^"Kenapa memangnya?! Salah?!".^^^


"Tidak ada kak,maaf".


^^^"Sean~...".^^^


"Kenapa kakak Lily tersayang?".


^^^"Aku mau jus alpukat yang ada di kantin nanti saat aku sampai disana belikan,ya?".^^^


"Kalau ngidam kesini saja".


^^^"Maunya nanti saat aku sampai di kampus😖".^^^


"Iya iya nanti aku beliin,mau berapa?".


^^^"Dua gelas dan harus pakai susu kental manis coklat".^^^

__ADS_1


"Tapi jangan banyak - banyak,ya? Tidak baik buat janin".


^^^"Oke👌".^^^


"Okelah, kakak tiduran saja dulu di rumah".


^^^"Kakak sedang tidak di rumah^^^


^^^kakak sedang berada perjalanan menuju mall".^^^


"Hati - hati kak! Bye".


^^^"Bye Sean".^^^


Okeh mari kita keluar sekarang.


Tanpa disadari Lily sudah sampai di suatu mall. Salah satu pengawal membuka pintu kemudian Lily keluar sambil memegangi perutnya. Setelah keluar Lily meminta empat pengawalnya mengikuti dia dan sisanya menjaga Mobil. Lily berjalan dengan gembira memasuki mall diikuti empat pengawalnya.


Di dalam mall tempat pertama kali yang dimasuki Lily adalah bakery. Lily membeli banyak roti dimulai dari ukuran besar dan ukuran kecil. Selesai belanja di bakery, Lily lanjut ke toko minuman diikuti para pengawalnya yang membawa dua totebag.


Lily banyak belanja kesana kemari hingga membuat empat pengawalnya mengalami kesulitan membawa barang belanjaan. Merasa sudah puas Lily memutuskan untuk pergi ke kampus tapi saat dia melihat jam di ponselnya ternyata sudah menunjukkan pukul satu lebih lima belas menit. Lily langsung mengajak para pengawalnya ke parkiran dan meminta mengantarkan ke kampus.


...****************...


Di gedung olahraga, ada Sean sedang pemanasan tetapi tidak ditemani oleh Lola karena sang pacar sedang menghadiri acara keluarga. Sean masih menanti kedatangan kakak iparnya yang merupakan ibu hamil. Kapten klub basket tersebut sudah menyiapkan dua gelas jus alpukat atas permintaan sang kakak ipar.


Beberapa menit kemudian Lily datang dengan membawa totebag berisi roti. Lily berjalan mendekati Sean walaupun sedikit kelelahan.


"Nah ini baru datang! Sini biar aku saja yang bawain" ucap Sean yang mengambil dua totebag dari tangan Lily.


"Makasi Sean! Aduhh... Capeknya" jawab Lily yang langsung duduk di dekat tas Sean sambil mengusap perutnya.


"Wah... Isinya roti pasti bumil menyukainya" Sean mengintip sedikit isi totebag tersebut kemudian mengembalikkannya kepada Lily.


"Mana jusku? Aku haus! Apa kau rela membiarkan aku kehausan?!" tanya Lily yang masih kelelahan.


"Itu disebelah tasku!".


Lily langsung mengambil dua gelas jus alpukat tersebut. Saat Sean akan kembali melakukan pemanasan tiba - tiba Lily memanggilnya.

__ADS_1


"Sean!".


"Kenapa kak?".


"Temenin makan".


"Aku mau pemanasan dulu nanti saja,ya?".


"Maunya sekarang! Ayolah! Sini! Sini!".


"Iya! Iya! Aku datang".


Sean duduk disebelah dengan jarak dua jengkal tangan. Lily memberikan jus dan satu totebagnya kepada Sean.


"Kenapa kakak memberikannya kepadaku? Itu kan buat kakak".


"Temenin makan! Pinpin memintamu untuk menemaninya makan maka,turuti saja".


"Siapa Pinpin?".


"Itu nama janinku ini".


"Aku tidak lapar kak, kakak saja yang makan".


"Ayolah Sean~... Ini permintaan Pinpin" pinta Lily dengan matanya yang berkaca - kaca.


Saat Sean melihat ekspresi Lily, tiba - tiba saja dia teringat dengan amanat kakaknya. Kira - kira amanat Edward seperti yang dibawah ini.


"Dengarkan baik - baik ini Sean! Apapun yang diminta atau disuruh oleh Lily, kau harus menurutinya! Kalau tidak aku akan menyita semua fasilitas yang kau gunakan selama ini".


Setelah mengingat pesan tersebut Sean menelan salivanya lalu mengambil jus dan totebag tersebur dari tangan Lily. Kemudian memberikan senyuman kepada bumil tersebut.


"Terima kasih kak!" ucap Sean dengan segera memakan roti dan meminum jus tersebut.


Lily hanya tersenyum saja saat melihat Sean makan dengan penuh kegembiraan yang tanpa diketahui sama sekali kalau Sean sedang dibawah ancaman Edward. Mereka berdua memakan roti dengan penuh senyuman yang dimana Lily tersenyum dengan ikhlas dan Sean tersenyum dengan ancaman kakaknya.


Author sarankan kalian untuk membaca novel author yang satuan berjudul cafe and restoran, alur ceritanya sangat menarik,ayo guyss


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA

__ADS_1


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>


__ADS_2