
Grey menekuk kedua alisnya saat mendengar jawaban Dovan. Dia berusaha menahan emosinya dan membenarkan ucapan Dovan.
"Maaf ya nama saya Grey! Tolong ingatlah" ucap Grey yang menyebut namanya dengan sedikit penekanan.
"Tuh kan namanya G ay! Benar jawabanmu Lily" jawab Dovan yang berputar balik menghadap dua temannya.
Sean mengangkat alisnya karena kebingungan sedangkan Henryi dan Kevin hanya tertawa saja. Dovan melakukan hi five kepada Jia dan Lily.
"Tunggu dulu! Namaku Grey! Bukan G ay! Aku masih lurus!" bentak Grey yang masih tidak menerima dirinya dipanggil g ay.
"Loh? Tadi namanya g ay sekarang jadi lurus, yang mana yang benar?" Dovan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Henryi dan Kevin semakin tidak terkontrol menahan tawanya mendengar ucapan Dovan. Grey mengambil bola basket kemudian hendak melempar bola tersebut tapi langsung ditahan oleh Sean. Sang kapten memberikan isyarat kepada Grey untuk tidak gegabah. Kaki Sean melangkah mendekati trio tersebut lalu tangannya mengambil papan alas yang di atasnya sudah ada kertas. Sean menulis nama Grey disana agar si trio tidak salah paham lagi.
"Ohhhhhhhhhhhhh...... Ternyata namanya Greyyyyy" ucap si trio secara bersamaan.
__ADS_1
Sean menepuk jidatnya saat mendengar jawaban si trio. Grey kembali berkumpul di anggota yang lain. Sean mengumpulkan semua anggotanya kemudian mulai memperkenalkan Grey kembali.
"Oke semuanya! Kita memiliki anggota baru yang bernama Grey yang merupakan pindahan dari negara H dan dia sudah memasuki semester tiga" ucap Sean yang memperkenalkan kembali Grey.
Semua anggotanya mengangguk paham dan si trio anak genius tidak mengalami konslet pendengaran lagi. Grey menunduk kepalanya sebentar lalu tersenyum kepada semua teman barunya.
"Ihh.... Jelek sekali senyumnya!" seru Lily secara tiba - tiba.
Henryi, Kevin, Dovan, dan Jia sontak saja langsung tertawa lepas. Sean lagi - lagi menepuk jidatnya mendengar ucapan kakak iparnya. Grey merasa jengkel yang dimana dari tadi dirinya diejek terus oleh anggota klub.
"Sudahlah Grey! Semua anggota disini tidak ada yang normal dan jangan hiraukan mereka kau hanya cukup bersikap normal saja" Sean berusaha menenangkan Grey agar tidak terbakar emosi.
Grey memasuki lapangan dengan pandangan angkuh. Dovan dan Jia memberikan tatapan tajam kepada Grey yang bisa - bisa membuat bola mata mereka keluar. Kevin dan Grey sudah saling hadap - hadapan. Yang jadi wasit disini adalah Henryi. Tangan Henryi bersiap - siap lalu melempar bola tersebut ke atas yang sebagai pertanda kalau latih tanding dimulai.
Yang mendapatkan bola pertama adalah Kevin. Dengan segera Kevin berlari mendekati area ring tapi langsung dihadang oleh Grey. Dia tidak akan membiarkan Kevin memasukkan bola tersebut ke ring. Kevin memantulkan bolanya ke lantai kanan lalu kiri dan langsung melewati Grey yang tertipu. Satu shooting ditembakkan dan berhasil masuk oleh Kevin. Grey mengambil bola tersebut.
__ADS_1
Kaki Grey berlari dengan sangat cepat dan saat Kevin menghadangnya tanpa rasa ragu sama sekali Grey mendorong tubuh Kevin secara sengaja. Kevin terjatuh dan Grey melancarkan satu shooting namun sayangnya tidak berhasil masuk.
"PRITT!!!.... Pelanggaran! Grey perhatikan cara bermain! Jangan mendorong seperti tadi!" ucap Henryi yang menghentikkan latih tanding.
"Apa pedulinya aku sama dia? Saat ini dia kan musuhku" jawab Grey dengan lancang.
"Jaga juga cara bicaramu itu Grey! Meskipun musuh atau tidak di olahraga basket kita harus bermain dengan jujur" ujar Sean yang memberikan nasihat sedikit kepada anak buah barunya.
Grey mendesis lalu melanjutkan kembali latih tandingnya. Kali ini yang membawa bola adalah Kevin. Bola tersebut masih dipantulkan ke lantai dengan irama yang sempurna. Kevin bisa melihat dengan jelas kalau Grey saat ini sangat serius untuk mengalahkan dirinya. Saat Kevin akan mengecoh kembali taktik tersebut terbaca kembali. Tangan Grey menepis bola tersebut yang dimana bola tersebut larinya ke kursi panjang yang ditempati oleh Lily.
Si manager langsung saja berteriak melingking saat bola itu akan mengenainya. Tapi bola tersebut langsung ditahan oleh Dovan dan Jia. Dovan berhasil menangkap bola tersebut lalu melemparnya kembali ke Grey. Sean bisa melihat jelas kalau Grey sangat terobsesi dengan kemenangan tapi di dalam permainan basket jika kalian ingin menang maka harus memiliki komunikasi yang baik antar tim.
"Kevin! Biarkan Dovan yang menggantikanmu! Suruh Lily mengobati lukamu" ucap Sean yang melempar jersey ke arah Dovan.
Kevin keluar dari lapangan dan Dovan masuk ke lapangan. Dovan menatap tajam Grey seolah - olah memberikan gertakan. Bola kembali di lempar ke atas dan yang berhasil mendapatkannya adalah Dovan. Ace nomor satu klub basket kampus Dazzling Stars ini berlari cepat memasuki area ring dan Grey langsung muncul dihadapan Dovan. Tangan Dovan mempercepat pantulannya lalu melakukan shooting. Berhasil masuk lalu dan Dovan memberikan.wajah mengejek kepara Grey.
__ADS_1
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
To be continued----------->>>>>>>>>>>>>>