
Rektor tersebut mulai berpikir tentang rencana Edward tersebut. Dia merasa ini tidak adil bagi mahasiswa dan mahasiswi yang lain.
"Menurut saya ini tidak adil tuan Davis hanya karena istri anda adalah tuan putri dari keluarga Lawrence dan menantu keluarga Davis bukan berarti dia bisa seenaknya mendapatkan fasilitas yang bagus sementara yang lain tidak" jawab rektor tersebut disertai alasannya.
"Tapi ini demi kebaikan istri saya pak! Saya hanya berharap istri saya mendapat yang terbaik jika dia berada di lingkungan kampus dengan kondisi hamil yang ada dia akan dibully" Edward tetap menuntut program itu disetujui.
"Saya memahami rasa khawatir anda tuan Davis saya juga memiliki istri makanya saya mengerti. Bagaimana kalau begini saja istri anda mengikuti ujian tengah semester dan ujian akhir lebih awal?".
"Apa ini tidak terlalu memberatkan? Masalahnya dua ujian sekaligus dalam satu waktu".
"Tidak semuanya tuan Davis! Bulan depan ujian tengah semester dan bulan berikutnya ujian akhrinya,bagaimana?".
"Sepertinya saya harus membicarakan hal ini terlebih dahulu dengan istri saya,kalau begitu pak saya pamit" Edward berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
...****************...
Sedangkan di parkiran mobil,Lily sudah lelah menunggu. Lily tidak berani menurunkan kaca mobil sepenuhnya takutnya ada teman kelasnya yang melihat dia nanti. Tapi saat matanya melihat ke depan dia melihat Bianca bersama dua temannya sedang berjalan bersama. Dengan segera Lily menutup kaca sepenuhnya ada pindah ke bagian belakang. Lily harus duduk dan menahan suaranya agar tidak ketahuan.
Yang tidak terduga ternyata suara tiga wanita tersebut berada di dekat mobil. Lily dapat mendengar dengan jelas suara Bianca yang membicarakan dia dan Yuri.
"Akhir - akhir ini aku sering kesal dengan kelakuan Lily tahu!" ucap Bianca yang bersandar pada pintu mobil.
"Kenapa memangnya? Sekarang kau jarang bertemu dengan sepupumu dan temannya itu" tanya salah satu temannya.
"Iya aku tahu! Tapi masalahnya adalah si Lily itu dekat sekali dengan kak Sean akhir - akhir ini padahal kak Sean adalah calon pacar masa depanku" jawab Bianca yang menjelaskan kekesalannya.
"Idih! Kepedean sekali kau! Ingat! Kalau kak Sean itu sudah punya pacar namanya Lola, L-O-L-A dibaca Lola" temannya mengingatkan Bianca mengenai pacar Sean.
"Iya aku tahu! Tapi jika masih bisa ditikung tidak apa - apa,kan? Hahahaha..." Bianca tertawa lepas setelah mengatakan kalimat barusan.
__ADS_1
Lily sangat terkejut mendengar percakapan Bianca dengan temannya. Dia tahu jika Lola sering cemburu padanya namun di sisi lain Lily juga merasa bersalah atas tindakannya maka dari itu Lily selalu menjelaskan tindakannya saat di dekat Sean. Lola juga ingat kalau Lily adalah menantu keluarga Davis jadi bila ada beberapa kesempatan Lola meminta tips bagaimana menjadi menantu yang baik di keluarga Davis.
"Hahaha... Eh ngomong - ngomong girls! Ada mobil bagus nih! Fotoan yuk!" ajak Bianca yang langsung mengeluarkan dan mengarahkan ponselnya untuk selfi.
Lily bisa melihat dirinya yang terlihat di kamera segera bergeser ke daerah yang tidak tertangkap kamera. Tiga wanita tersebut banyak mengambil foto di depan mobil Edward.
Setelah mengambil begitu banyak gambar mereka bertiga pergi dari sana dengan penuh tawa. Lily langsung keluar dari mobil setelah melihat tiga wanita itu pergi. Dia muntah - muntah seusai tiga wanita itu pergi.
"Lily! Kamu kenapa,baby?! Bagian mana yang sakit?! Katakan!" tanya Edward yang berlari menghampiri Lily dan bertanya tentang kondisinya.
"Hueekk... Tadi ada tiga hueekk... Wanita kesini mengambil foto kemudian hueekk... Setelah mereka pergi tiba - tiba saja aku mual hueekkk..." jawab Lily disertai rasa mualnya.
Edward memijat kepala Lily yang terus berusaha mengeluarkan isi perutnya. Akhirnya terduduk lemas karena tidak kuat menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya. Edward menggendong kemudian Lily ke mobilnya. Dia membawa mobil pergi kembali ke kediamannya.
"Sayang~... " panggil Lily dengan tenaga yang masih tersisa.
"Kenapa,baby? apa semakin sakit?" tanya Edward yang masih dihantui rasa khawatir.
"Eh? Kenapa dibakar? Apakah ada alat sadap atau hal lainnya?".
"Aku tidak suka ada aura tiga wanita tadi menempel di mobil ini! Pokoknya saat kita sampai di rumah aku ingin mobil ini dibakar!".
"Tapi ini adalah hadiah anniversary pernikahan kita yang diberikan papa dan mama,masa iya mau dibakar?".
"Pokoknya harus dibakar! Besok kita jelaskan ke papa mama!".
"Oke nanti aku bakar".
"Harus dihalaman rumah!".
__ADS_1
"Bahaya baby! Nanti apinya menyebar bagaimana? Terus asapnya terhirup ke paru - parumu ,bagaimana?".
"Ya pakai masker aja, pokoknya mobil ini harus dibakar di halaman rumah dan disaksikan oleh semua pasukanmu!".
"Yang ada di rumah atau di markas juga?".
"Dua - duanya!".
Edward langsung menghubungi komandan pasukannya untuk segera ke rumahnya dan menyiapkan alat pemadam. Lily menatap tajam Edward yang sedang menghubungi para pasukannya.
...----------------...
......................
Mereka pun sampai di kediamannya. Edward memarkirkan mobilnya di halaman rumah. Beberapa pasukan membawa tameng takutnya mengenai nona muda mereka. Edward menuangkan bensin di atas mobil lalu melempar korek api di atas bensin tadi. Mobil tersebut mulai terbakar dan...
DUARRR!!!....
Mobil tersebut meledak. Dengan sigapnya pasukan Edward langsung menutupi Lily dengan tameng yang mereka bawa. Lily sangat senang setelah meliha mobil tersebur terbakar.
"Iyeyyyy!!!.... Mobilnya terbakar" seru Lily dengan kegirangan.
Edward harus merelakan mobil yang ia baru pakai selama empat bulan terbakar habis oleh api. Lily melompat - lompat kegirangan mobil tersebut terbakar habis.
Setelah mobil tersebut terbakar habis Lily berhenti mual - mual dan pusing. Lily menarik tangan suaminya masuk ke rumahnya. Edward memerintahkan semua pasukannya untuk membersihkan kekacuan tersebut.
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA
Maaf ya untuk para readers atas alur yang tidak nyambung,nama tokoh yang sering keganti, dan jadwal update yang berantakan.
__ADS_1
SEKALI LAGI AUTHOR MINTA MAAF SEBESAR - BESARNYA