
Tito membuat wajah cemberut mendengar perkataan Lily. Brian tersenyum memperhatikan Lily menjawab pertanyaan Tito tadi.
"Dekati terus! Maju terus Brian! Jangan kasi lepas bro!" seru Leo yang melihat pergerakan sahabatnya.
"Awas saja kau,Leo! Aku tidak berani terlalu mendekati dia karena aku masih takut dengan kejadian kemarin yang membuat dia tidak nyaman dan ketakutan" jawab Brian yang langsung menatap Leo.
"Aku permisi dulu semuanya sebentar lagi aku ada kelas dan aku harus mengerjakan tugas di perpustakaan" Lily beranjak dari sana kemudian berjalan pergi ke kelasnya.
Yang biasanya Lily memiliki kelas yang sama dengan tiga teman prianya tapi tumben hari ini memiliki jadwal yang berbeda. Lily sengaja mengambil kelas lebih pagi agar bisa cuddle bersama suaminya di sore hari nanti. Jadwal kelas Lily memiliki sedikit perubahan karena beberapa alasan seperti harus mengurus klub basketnya,tugas kuliahnya,dan hal lainnya.
Baru beberapa langkah Lily pergi ekspresi wajah Brian langsung berubah cemberut. Tito dan Leo saling memberi kode setelah melihat ekspresi sahabatnya. Yuri mengetahui maksud tiga temannya tersebut tapi dia akan berusaha untuk terus menjaga Lily dari ancaman mereka.
Tiba - tiba ada Sean yang menghampiri meja yang ditempati oleh Yuri,Brian dan dua temannya. Sean menepuk bahu Brian kemudian melambaikan tangannya kepada semuanya. Sebelum dia menghampiri meja, Sean sudah mendengar pembicaraan mereka tadi. Makanya Sean memutuskan untuk menghampiri mereka.
"Apakah kau ,Brian? Yang duduk di sebelah Lily tadi" tanya Sean kepada Brian dengan aura mengancam.
"Iya saya sendiri, ada apa kak Sean?" jawab Brian yang juga sedikit kebingungan dengan pertanyaan Brian tadi.
"Saya hanya bertanya saja tidak perlu khawatir, saya hanya penasaran saja. Oh ya Brian! Sejak kapan kamu dekat dengan Lily?" Sean mengintrogasi Brian secara tidak langsung.
"Saya sekelas dengan Lily itu sebabnya saya bisa dekat dengan Lily dan saya juga menyukai Lily" Brian memberikan jawaban tegas kepada Sean.
Dan duar! Sean sangat terkejut mendengar jawaban Brian. Yuri baru ingat kalau Sean adalah saudara dari suami Lily karena nama keluarga Sean sama seperti Edward. Sean mulai panas dan kembali menanyakan hal lainnya.
"Apa kau tahu kalau Lily sudah ada yang punya?".
"Aku tahu! Tapi selama jalur kuning masih menyala apa salahnya aku dekat dengan dia?".
"Hal itu tidak boleh terjadi! Kau tidak boleh mendekati Lily apapun caranya?".
"Kenapa kau melarangku?! Apa masalahmu kepadaku?! Memangnya salah aku dekat dengan Lily?!".
"Iya! Salah besar!".
"Kalau aku salah besar mendekati Lily, lalu untuk apa kau melarangku mendekati Lily?! Kau juga sudah punya pacar! Apa jangan - jangan kau mencintai Lily juga?!".
"Aku mencintai dia sebagai saudara bukan kekasih aku menganggap Lily itu sebagai saudariku sendiri! Tentu saja aku marah jika ada yang mendekati saudariku sendiri!".
"Urusi saja urusanmu! Apa - apaan kau ini?! Baru menganggap saudari saja sudah marah besar".
Brian pergi dari sana dengan perasaan marah dan kesal. Tito dan Leo mengikutinya dari belakang dan sedikit menoleh ke arah Sean. Yuri hanya memperhatikan pertengkaran dua pria yang dimana pria satu berusaha melindungi kakak iparnya sedangkan pria satunya ingin tetap dekat dengan Lily. Orang - orang di kantin mulai membicarakan perdebatan tersebut. Sean terlihat sangat marah dan dia berjanji kalau dirinya akan menjaga kakak iparnya.
...****************...
__ADS_1
Setelah beberap jam pertengkaran tadi suasana kembali tenang. Lily juga sudah selesai semua kelasnya sekarang dia berada di perpustakaan untuk mengerjakan tugas kuliahnya. Tapi sebelum mengerjakan tugas harus mengabari suami terlebih dahulu.
Mari kita masuk ke room chat Edward dan Lily. Untuk para pembaca kalian harus ingat kalau Edward manggil Lily itu baby dan Lily manggil Edward itu sayang.
^^^"Sayang".^^^
"Kenapa,baby?".
"Baby sudah makan?".
^^^"Sudah sayang".^^^
^^^"Sekarang aku lagi di perpustakaan mau kerjain tugas tapi aku lagi males, butuh penyemangat".^^^
"Ohh... Oke!".
"Kebetulan suamimu ini lagi senggang jadi bisa nemenin".
^^^"Yeayyy...".^^^
^^^"Sayang minggu ini kita main ke taman bunga yuk!".^^^
"Boleh, mau aku sewa berapa jam taman bunganya?".
^^^"Dari jam delapan pagi sampai jam lima sore,harus!".^^^
"Apa ada hal lainnya?".
^^^"Harus ada makanan untuk sarapan, makan siang ,dan dessert di sore hari".^^^
"Baik my sweetie baby♡".
^^^"Pesannya harus mulai besok".^^^
"Iya my baby".
^^^"Janji"^^^
^^^
(Sorry guys fotonya kebesaran^^^
__ADS_1
sama agak kejauhan sama kalimat yang tadi karena carinya di goo gle).
"Hehe... Iya janji baby".
^^^"Makasi sayang".^^^
^^^"Love you♡~...".^^^
"Love you more sweetie".
Chatting selesai.
Lily merasa bahagia bahagia setelah chatting dengan suaminya. Sekarang dia memiliki energi dan niat untuk mengerjakan tugas kuliahnya.
Di sisi lain Edward masih memandangi ponselnya dengan foto tangan Lily yang tertera di layar. Edward senyum - senyum sendiri saat melihat foto tersebut padahal itu cuma foto jari. Di sofa ruangan Edward ada dua temannya yang berkunjung setelah menyelesaikan tugasnya di negeri. Dua temannya itu kebingungan melihat ekspresi Edward yang seperti orang gila.
"Edward! Woi! Kamu kenapa senyum - senyum sendiri?" panggil salah temannya yang harus berteriak untuk memanggil Edward.
"Hm?! Kenapa?! Fyu... Aku kira kau kenapa sampai berteriak" Edward yang baru sadar kebingungan menjawab pertanyaan temannya.
"Hadeh! Aku tanya sekali lagi, kau itu kenapa? senyum - senyum sendiri saja seperti orang tidak waras" temannya tersebut kembali mengulang pertanyaannya tadi.
"Ohhh... Aku sedang chatting dengan istriku" jawab Edward dengan santainya.
Dua temannya tersebut sangat terkejut mendengar jawaban Edward. Mereka langsung mendekat ke meja Edward dan mulai mengintrogasi.
Ok guys jadi nama dua temannya ini adalah Viko dan Mishka.
"Baiklah tuan Davis! Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepadamu. Yang pertama adalah kapan kau menikah? kenapa kau tidak mengundang kami?" tanya Viko yang langsung mengajukan dua pertanyaan.
"Aku menikah tahun lalu tanggal dua bulan empat dan alasanku tidak mengundang kalian adalah ini pernikahan tersembunyi" jawab Edward yang sangat bersedia menjawab pertanyaan dua temannya.
"Hmmm... Kenapa kau merahasiakannya dari publik? Apakah istrimu ini orang biasa? Sampai kau harus merahasiakan pernikahanmu" sekarang giliran Mishka bertanya.
"Hal itu memang keinginan kita berdua. Istriku saat ini sedang kuliah dan alasan lainnya adalah aku ingin membua istriku nyaman saat berpergian. Istriku ini merupakan orang yang sederhana dari keluarga ternama" Edward menjelaskan sedikit tentang pernikahannya.
"Bolehkah kami mengetahui siapa istrimu itu?" tanya Viko dan Mishka secara bersamaan.
"Namanya Lawrence Taniya Lily,putri dari keluarga Lawrence. Dia orangnya sangat sederhana,cantik,baik,pengertian dan banyak lagi. Lily merelakan satu tahunnya demi belajar menjadi ibu rumah tangga dan saat itu juga perusahaan sedang diincar oleh para mafia" Edward mendeskripsikan Lily dihadapan dua temannya.
Viko dan Mishka sangat terpukau mendengar cerita Edward. Mereka sangat penasaran dengan sosok Lily.
MAAF YA BUAT PARA READERS KEMARIN NDK JADI KASI BONUS TIBA - TIBA AJA KEPALA AUTHOR PUSING LAGI TAPI SEKARANG SUDAH MENDINGAN. SEKALI LAGI MAAF.
__ADS_1
Makasi yang sudah mampir dan baca
To be continued