Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Time Skip


__ADS_3

Setelah acara festival kebudayaan semuanya kembali berjalan lancar. Bahkan Lily meminta sesuatu yang biasa - biasa saja dan tidak menyulitkan Edward.


Lily sudah melakukan ujian akhirnya dan mendapatkan nilai yang sempurna. Sekarang Lily sudah resmi naik ke semester dua. Sekarang waktu dia izin sampai dia melahirkan ditambah satu bulan untuk mengurus anaknya.


Edward sebenarnya merasa bersalah karena sudah mengambil masa kuliah istrinya. Namun Lily tidak mempersalahkan hal tersebut yang penting dia sudah mendapatkan waktu kuliah walaupun sebentar.


Waktu terus berlalu dan tidak terasa sekarang usia kandungan Lily sudah memasuki trisemester akhir atau delapan bulan lebih dua minggu. Edward memutuskan pindah kamar karena takut istrinya kenapa - napa. Yang awalnya berada di atas sekarang mereka berdua tidur di kamar bawah.


Siang ini Lily sedang makan siang bersama Edward di kantor. Edward harus merelakan rasa malunya karena dia harus menggunakan kostum ikan hiu berwarna pink demi sang istri.


"Ayo makan dulu hiu cantik! Aaa~...." ucap Lily yang menyuapi hiu kesayangannya.


"Ayolah baby kita lagi di kantor masa aku pakai beginian" jawab Edward yang memakan suapan Lily dan masih melihat penampilan dia dengan kostum hiu pink.


"Aku suka lihat kamu pakai kostum hiu pink,lucu sekali terus nanti pakai bando kucing dan pakai pakaian kantormu" Lily kembali menyuapi suaminya.


"Huhuhu... baby.... baby juga makan dong masa aku aja" Edward mengambil alih sendok yang dipegang Lily kemudian menyuapi istrinya.


"Oh iya! Hehehe... aku lupa,sini dong!" Lily menerima suapan yang diberikan suaminya.


Mereka berdua menikmati makan siang yang nikmat. Lily memakaikan suaminya bando kucing yang dia bawa tadi.


"Sayang aku kenyang kamu aja yang makan" Lily mendorong sisa.makanan dia ke Edward.


"Ini masih banyak baby, bagaimana caranya aku menghabiskan ini semua?" Edward terkejut melihat sisa makanan yang masih banyak.

__ADS_1


"Ya tinggal makan saja,apa susahnya? Kalau tidak habis ya tinggal bagi saja ke asistenmu" Lily mengambil ponsel lalu memainkannya.


"Hehhh~... aku bagikan saja ya baby? Tidak kuat aku habiskan sendirian" Edward membungkus sisa makanan dan meminum lalu menelpon dua asistennya.


"Terserah!" Lily mengambil salah satu chiki yang hendak dibungkus oleh Edward.


Semua sudah dibungkus dan dua asisten Edward sudah masuk ke ruangan Edward. Suami dari Lily itu memberikan beberapa makanan dan minuman kepada dua asistennya. Mereka berdua berterima kasih kepada suami istri tersebut lalu keluar.


"Sayang~.... kapan kamu pergi ngegym?" tanya Lily yang memeluk suaminya dari belakang walaupun terhalang oleh perut besarnya.


"Nanti sore mungkin sekitar jam empat atau jam tiga,kenapa memangnya?" tanya Edward yang menghabiskan sisa makanan Lily.


"Mau ikut,boleh ya?" jawab Lily yang mengeluarkan wajah imutnya agar dapat izin.


"Jangan baby! Disana bukan tempat untuk ibu hamil nanti baby kenapa - napa kalau disana" Edward membereskan bekas makanan dia dan membuangnya ke tong sampah yang tersedia di ruangannya.


"Bau disana by, nanti baby bisa bosan kalau disana".


"Tidak akan! Baby tidak akan bosan! Baby pengen lihat otot ayahnya Pinpin terus pengen ngomong sama orang - orang yang ada di gym". S


"Ya sudah kalau begitu tapi jangan nakal ya".


"Oke!".


Edward menggendong Lily lalu memdudukannya di pangkuannya. Lily menci um pipi Edward dan dibalas balik oleh Edward

__ADS_1


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


Jam sudah menunjukkan pukul empat tiga puluh dan pasangan suami istri itu sedang bersiap - siap menuju gym. Lily menyiapkan barang - barang untuk pergi ke gym.


"Jangan bawa banyak barang baby nanti kesulitan bawanya" ucap Edward yang sudah selesai menyiapkan barang bawaannya.


"Aku pengen, yang aku bawa ini juga ya?" Lily menunjukkan boneka kucingnya berwarna putih.


"Ya bawa aja takutnya nanti baby bosan disana" Edward juga membawa beberapa barang bawaan milik istrinya.


Edward membukakan pintu untuk istrinya lalu. Baru sekarang giliran Edward masuk ke mobil. Mobil mulai melaju dari kediaman Edward menuju gym. Edward harus pulang sebentar untuk mengambil beberapa barang miliknya dan istrinya juga.


Lily sangat senang saat pergi menuju gym. Dia tidak sabar menantikan apa saja yang akan muncul saat dia berada di gym.


Saat berada di gym, mata Lily terus melihat ke sekelilingnya yang dipenuhi dengan banyak peralatan olahraga. Lily memperhatikan baik - baik suaminya yang sedang berolahraga.


"Wahhh.... suamiku tampan sekali" Lily terpukau melihat tubuh bagus suaminya.


Edward dibimbing oleh salah satu pembimbing. Pembimbing Edward sangat seksi sekali saat sedang berolahraga dan godaan tersebut mampu membuat Lily terpikat. Lily sangat ingin menyentuh otot - otot tersebut.


Edward melirik ke arah Lily yang terdiam memandanginya. Pikiran Edward mengetahui maksud tatapan Lily tersebut. Edward memberitahu pembimbingnya kalau untuk tunggu sebentar.


Dia mendekati istrinya. Lily memundurkan sedikit wajahnya saat wajah Edward mendekat.


"Kenapa ngelihatin aku terus? Mau apa baby?".

__ADS_1


Makasi yang sudah mampir dan baca


To be continued\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>


__ADS_2