Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Cerita ke Suami


__ADS_3

Lily menoleh ke sumber suara tersebut dan dia mendapati Sean bersama motornya. Sean mengahampiri Lily.


"Belum sih tapi aku sudah menelpon Edward tadi kok" jawab Lily terhadap pertanyaan Sean tadi.


"Ohh... Ok ya sudah kalau begitu aku duluan kak" Sean menyalakan motornya kemudian berkendara melalui jalanan yang ramai.


Lily melihat Sean yang berkendara menjauh. Kemudian secara tiba - tiba Dovan mengejutkan Lily dari belakang. Dovan tertawa melihat ekspresi wajah Lily yang terkejut.


"Hahahaha... Lucu sekali wajahmu" ejek Dovan.


"Hei! Jangan berkata seperti itu! Aku kaget soalnya" Lily memukul lengan Dovan lalu tidak sengaja mengenai bahu Dovan yang cedera.


"Aduh! Jangan dipukul dong! Kamu ini!".


"Heh! Anda yang duluan bukan aku! Ya salah sendiri!".


"Tahu ah!".


Dovan berjalan meninggalkan Lily yang sedang menunggu jemputan. Lily sangat kesal melihat ekspresi Dovan yang mengejeknya. Dovan hanya memerlukan waktu sepuluh menit untuk sampai ke rumahnya.


Beberapa menit kemudian mobil Edward berhenti di depan Lily. Tanpa bantuan Edward, Lily masuk sendiri kemudian membanting pintu mobil. Edward terkejut dengan cara Lily menutup pintu.


"Ada apa,baby?" tanya Edward yang memakaikan sabuk pengaman untuk Lily.


"Ini semua gara - gara dia! dia yang salah kenapa aku yang dimarahi?!" Lily masih kesal dengan tindakan Dovan tadi.


"Siapa yang membuatmu marah baby? Katakan".


"Itu ada anak klub basket! eh sayang! Aku dijadikan manajer klub basket oleh Sean tanpa seizinku tapi sekarang aku sudah menerimanya".


"Sean? Kenapa dia menjadikanmu sebagai manajer? Bukankah seharusnya sudah ada manajernya?".


"Karena aku memiliki daya analisis yang bagus makanya aku dijadikan manajer tapi ya sudahlah aku terima saja".


"Itu bagus untukmu baby karena sekarang kau ada kegiatan jadi tidak terlalu jenuh di rumah maupun tugas kampus".


"Iya sih... Masalahnya dua hari lagi ada pertandingan persahabatan dan aku sama sekali belum tahu tim siapa kampusku lawan".


"Jangan khawatir! Nanti tanyakan pada Sean".


"Iya nanti aku tanyakan".


Mobil Edward berjalan setelah mendengar keluhan istrinya hari ini. Edward mengambil tas kresek di bangku belakang kemudian memberikannya kepada Lily.


"Makan ini sayang! Aku membelinya tadi saat perjalanan".


"Wahhh... Donat moko! Aku suka" Lily membuka kresek dan kotak bungkusan tersebut.

__ADS_1


Lily sangat senang setelah melihat isi kotak tersebut. Karena perut yang sudah kelaparan dari tadi Lily memakannya terlebih dahulu tanpa memberitahu suaminya tapi Edward tidak mempermasalahkan hal tersebut.


"Sayang! Ayo aaa" Lily ingin menyuapi Edward dengan donat yang tadi.


Edward membuka mulut lalu memakannya. Lily sangat bahagia saat suaminya bisa merasakan rasa manis donat tersebut. Edward yang melihat ada sisa gula di bibir Lily dan tanpa permisi sama sekali Edward membersihkan bibir Lily dengan cara menciu m bibir istrinya. Lily mendorong Edward untuk melepaskan tautan bibir antar bibir.


"Sayang! Ish kamu ini!".


"Emm.. Lebih manis yang dari bibirmu".


"Sana! Kemudiin mobilnya yang benar nanti nabrak!".


"Hahaha... Iya my baby".


Edward kembali fokus ke jalanan dan setir mobilnya sedangkan Lily kembali melanjutkan memakan donatnya. Dalam perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali karena fokus pada urusan masing - masing.


...****************...


Mereka pun sampai di kediaman Davis. Lily hari ini memutuskan tidak membuat makan malam karena dia sangat lelah jadi tidak memungkin dia untuk memasak. Edward tidak mempermasalahkan hal tersebut dan Edward sudah memesan makanan. Edward menggendong Lily untuk mandi bersama dan Lily hanya bisa pasrah karena sudah lelah.


Selesai mereka membasuh badan pasangan suami istri itu memutuskan untuk berendam sebentar. Lily menyandarkan tubuhnya di dada Edward kemudian dia menceritakan hal yang terjadi hari ini.


"Jadi, Sean menunjukmu jadi manajer karena kemampuan analisismu saat SMA?".


"Iya... sebenarnya aku ingin menolaknya tapi di sisi lain aku rindu jadi manajer".


"Apa yang kau rindukan ?".


"Haha... Kau memang lucu baby apalagi saat kita sedang berdua".


"Mulai...".


"Jangan begitu baby! Kau tahu seberapa besar cintaku padamu?".


"Berapa memangnya?".


"Tidak terhingga bahkan aku menyadari satu hal setelah aku menikah, yaitu aku mecintaimu melebihi mencintai diriku sendiri".


"Ya ampun sayang~... So sweet sekali kamu, love you♡".


"Love you more my sweetie baby♡...".


Lily balik badan kemudian menciu m bibir Edward sebentar dan kembali ke posisi semula. Edward hanya tersenyum kecil melihat istrinya yang malu - malu seperti ini. Tangan Edward melingkar di pinggang Lily dan Edward meletakkan dagunya di bahu Lily.


"Sayang...".


"Kenapa baby?".

__ADS_1


"Aku lapar tu lihat perut kempes".


"Bukankah kau baru saja memakan satu kotak donat?".


"Kurang! Masih kurang! Aku mau makan yang lain".


"Baiklah! Kita pakai pakaian dulu kemudian kita makan makanan yang sudah aku pesan tadi".


"Yeaayyy...".


Edward berdiri lalu membantu istrinya berdiri. Keduanya berhenti berendam karena perut Lily keroncongan. Mereka kamar tidur untuk memakai pakaian dan turun ke meja makan untuk makan malam.


Di meja makan delievery food's mereka sudah ada di meja makan. Yang meletakkan pesanan mereka adalah pengawal di rumah ini. Edward dan Lily duduk berhadapan. Edward membuka bungkusan makanan kemudian memberikannya kepada istrinya. Mereka berdua makan malam dengan suasana tenang dan mereka saling menyuapi satu sama lain.


Selesai makan malam mereka kembali ke kamar dan tidur berhadapan. Edward menggunakan lengannya sebagai bantal untuk kepala istrinya dan Lily memeluk badan besar suaminya.


"Baby♡~...".


"Kenapa,sayang?".


"Besok malam Sean akan membawa pacarnya ke kediaman lama dan ini adalah hal pertama kalinya kau diperkenalkan ke orang lain selain keluarga. Apakah kau tidak takut?".


"Jujur saja sebenarnya aku takut dan merasa gugup tapi besok aku akan berusaha yang terbaik di depan pacarnya Sean".


"Apakah kau yakin? Jika kau merasa tidak nyaman katakan saja".


"Yakin kok sayangku juga aku sudah kenal siapa pacarnya Sean".


"Hm? Bagaimana kau bisa mengetahuinya?".


"Dia satu kampus denganku dan Sean".


"Pantes! Ya sudah ayo tidur besok kau harus kuliah, met malam baby".


"Met malam juga honey".


Selesai mereka melakukan percakapan malam mereka memutuskan untuk masuk ke dunia mimpi. Edward mencium kening istrinya kemudian tidur bersamanya.


...****************...


Keesokan harinya Lily sudah berada di kampus dan untungnya hari ini dia hanya memiliki tiga pelajaran saja jadi memudahkan dia untuk mendata anggota baru. Lily sudah di gedung olahraga bersama Sean dan Lola. Hari ini mereka klub basket memiliki jadwal latihan pagi tepatnya pukul delapan pagi. Tapi yang datang baru tiga orang.


"Sean! Kemana yang lain? Ini hampir jam delapan" tanya Lily sambil menoleh ke jam tangannya.


"Sebentar lagi datang kok! Tunggu saja" jawab Sean yang kembali melanjutkan mongahnya ( mojok tengah) bersama Lola.


Lily kembali melihat file yang dikirim Sean. File tersebut berisi data pemain tim lawan beserta video bermain mereka.

__ADS_1


Makasi yang sudah baca dan mampir.


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>


__ADS_2