Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Cup cup cup jangan nangis


__ADS_3

"Aku tahu perasaanmu sayang tapi kak Max yang melakukannya sendiri".


"Apa begitu susahnya kau menolak Max?! Apa kau tidak lihat ada suamimu di depan matamu?!".


Lily bungkam saat mendengar pertanyaan Edward tersebut. Kemudian karena tidak kuat menahan emosinya akhirnya tangisan Lily pecah.


"Huaaa... Sayang... Huhuhu... Maafkan aku... Huaaa... Aku tidak akan melakukannya lagi... Hueee..." ucap Lily sambil menangis terisak - isak.


Edward membiarkan dulu istrinya menangis sepuasnya. Semakin Edward membiarkan Lily menangis, tangisannya semakin keras. Tapi menurut penglihatan Edward semakin keras Lily menangis semakin imut wajahnya.


"Apa benar kau tidak melakukannya lagi? " tanya Edward yang menyentuh salah satu pipi Lily.


"Uhuk... Iya aku tidak akan melakukannya lagi tapi jangan huee....." belum sempat menyelesaikan omongannya tangisan Lily pecah kembali.


Edward yang akhirnya beranjak dari sofa lalu memeluk sang istri. Tangisan Lily belum selesai walaupun sudah dipeluk oleh Edward.


"Cup... Cup... Cup... Jangan nangis lagi,ya baby? Nanti Pinpin ikut nangis juga" ucap Edward yang berusaha menenangkan Lily dan mengusap punggungnya.


"Jangan marah lagi... Aku tidak suka... Edward... Aku lapar" jawab Lily yang masih menangis.

__ADS_1


"Iya! Iya! Baby mau makan apa?".


"Aku mau makan di restoran bernuansa negara timur... Uhuk... Boleh,ya?".


"Tentu saja boleh sekarang letakkan tasmu baru kita berangkat".


Lily melempar tasnya ke atas sofa lalu memeluk erat Edward. Memahami kode tersebut Edward langsung menggendong Lily seperti koala. Mereka berdua langsung berangkat pergi ke restoran yang diminta Lily.


...****************...


Sesampai disana Edward langsung menu terbaik untuk ibu hamil. Lily hanya terdiam saja dengan wajah habis menangisnya.


"Sudahlah baby jangan nangis lagi! Aku ikut sedih melihat dirimu seperti ini".


"Baguslah! Bagaimana keadaanmu? Ada bagian yang sakit?".


"Perutku sedikit sakit,mungkin karena aku belum makan".


"Kalau begitu sambil menunggu makanan datang aku elus perutmu dulu,ya?".

__ADS_1


Lily hanya mengangguk saja dengan wajah cemberut. Edward berusaha menahan tawanya saat melihat ekspresi Lily yang imut. Lily semakin cemberut melihat Edward yang senyum - senyum melihat wajahnya.


Tapi semua itu buyar ketika ada salah satu mitra bisnis Edward menyapanya. Mitra bisnis Edward tersebut menepuk bahu Edward kemudian menyapanya.


"Hai tuan Edward! Siapa wanita yang bersamamu ini?" tanya mitra bisnis Edward dengan menggandeng kekasihnya.


"Hai tuan Dhika! Dia adalah istriku namanya Lily" jawab Edward yang juga memperkenalkan Lily dihadapan mitranya tersebut yang bernama Dhika.(Jika para readers membaca novel author yang satuan maka, kalian akan menemukan tokoh yang bernama Dhika dan nama kekasihnya adalah Kaila).


"Hah?! Istrimu?! Waduhh... Nikah tidak mengundangku ternyata" Dhika geleng - geleng kepala mendengar jawaban Edward.


"Haha... Acaranya khusus keluarga saja mungkin acara lain aku akan mengundangmu" Edward tertawa kecil sambil mengelus perut istrinya.


"Terserah kau saja! Jangan lupa datang ke acara amal lima hari lagi" Dhika beranjak pergi dari sana dan melambaikan tangannya.


"Siap tuan Dhika!" Edward membalas lamabaian tangan Dhika.


Lily sedikit bingung melihat sosok pria tadi. Edward kemudian menjelaskan sedikit tentang mitra bisnisnya tersebut.(Maaf guys alur ceritanya jadi campur sama novel cafe and restoran,hehehe...).


Selesai menjelaskan mitra bisnisnya tersebut makanan yang mereka pesan akhirnya sampai. Edward menyiapkan segala macam hal yang akan dimakan oleh istrinya. Setelah semuanya siap dan matang, Lily mengambil salah satu daging panggang kemudian menggabungkannya dengan daun selada. Ibu hamil itu merasa senang setelah melihat suaminya tidak marah lagi dan mendapatkan makanan yang dia inginkan.

__ADS_1


Makasi yang sudah mampir dan baca


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>


__ADS_2