Bunga Lily Milik Tuan Edward

Bunga Lily Milik Tuan Edward
Dijemput Suami


__ADS_3

Tito mentertawai ucapan adik laki - lakinya tadi. Lily merasa sedikit malu saat mendengar ucapan Tobi tadi.


"Hahahaha... Itu memang benar Tobi! Kakakmu sudah didahului!" Tito kembali mentertawai Brian.


"Tertawa saja terus... Selama belum sah aku pasti bisa merebutnya" Brian tidak mau kalah merebut hati Lily.


"Sudahlah kalian! Habiskan makanan kalian dulu baru membahas itu nanti" Yur sengaja berbicara seperti itu karena dia sudah melihat temannya yang merasa sangat malu.


Mereka kembali melanjutkan menghabiskan makanan dan minuman. Lily sudah mulai merasa lega dan kembali memakan makanannya walaupun mengambilnya sedikit - sedikit.


Selesai mereka makan bersama Lily dan Yuri bermain dengan kedua adik Brian sedangkan Tito dan Leo menonton televisi sambil menikmati cemilan ringan disertai secangkir kopi. Tobi sangat suka bermain dengan Lily dan menolak untuk bermain bersama Yuri.


"Ahhh... Lily! Kenapa Tobi tidak mau main bersamaku?" tanya Yuri yang sedikit kesal dengan tingkah Tobi.


"Mana aku tahu coba tanyakan kepada Tobi" Lily sangat fokus bermain dengan Tobi.


"Karena Kak Lily cantik,baik,sopan,dan sangat dewasa" jawab Tobi yang dimana dia menyebutkan alasan dia menyukai Lily.


"Awas kau Tobi!" Yuri menyerang Tobi dengan cara menggelitiki pinggang si anak nakal tersebut.


Tobi tertawa digelitik oleh Yuri sampai guling - guling di lantai. Lily dan Kirana juga tertawa melihat Tobi yang guling - guling. Tito tersenyum miring mendengar ucapan Tobi barusan.


"Hehe... Kakak dan adik sama saja" ucap Tito yang menyeruput secangkir kopinya.


Brian keluar dari dapur setelah mencuci piring dan gelas bekas teman - teman mereka pakai tadi. Dia sangat terkejut melihat keakraban dua adiknya bersama dua teman wanitanya. Brian juga ikut nimbrung keseruan tersebut. Lily terkejut melihat Brian yang tiba - tiba muncul di sebelahnya dan berhadapan langsung dengan wajah Brian.


"Cium! Cium!cium!" ucap Tobi sambil menepuk kedua tangannya.


Tito dan Leo langsung menoleh yang dimana mereka melihat kedekatan wajah Brian dengan Lily , untuk Yuri berusaha untuk berpura - pura tidak melihat. Lily mendorong wajah Brian agar menjauh dari wajahnya. Brian langsung pergi dari sana dengan wajah memerah karena malu. Tito dan Leo tersenyum melihat Brian yang wajahnya memerah. Tiba - tiba ponsel Lily berdering yang menandakan bahwa suaminya menelpon.


"Halo sayang!".


"Halo baby! Kamu dimana? Masih disana?".

__ADS_1


"Iya aku masih di rumah temanku, kenapa?".


"Mama ada di kantor bersamaku dan katanya mama dia ingin mengajakmu mencicipi cemilan di toko dessert baru".


"Eh? Yang benar?! Aku ikut! Aku segera pulang nanti aku naik taksi pulangnya".


"Jangan naik taksi! Aku nanti jemput kamu lagipula hari menjelang malam sebaiknya aku menjemputmu saja, share locationmu".


"Iya sayangku! sekarang aku share locationku".


"On the way baby".


"Jangan ngebut sayang! Love you♡~...".


"Love you more my sweetie baby♡~...".


Panggilan telepon antara Edward dan Lily berakhir kemudian membagikan lokasi dia sekarang ke suaminya melalui pesan chat. Tapi Lily lupa kalau dia sekarang berada di rumahnya Brian dan semua mata tertuju padanya. Yuri tersenyum setelah mendengar percakapan tadi mengangguk paham.


"Lily kau bisa pulang duluan nanti aku dianter Tito,santai saja" ucap Yuri yang mempersilakan Lily pulang duluan.


"Oke kalau begitu... Semuanya aku pamit duluan, tante saya pamit" Lily membawa semua barang - barangnya dan berpamitan kepada semuanya.


"Biar tante anter sampai depan nak" ibu Brian langsung mengantar Lily sampai depan.


Lily berjalan bersama ibu Brian sampai depan gerbang rumah Brian. Setelah berada di depan gerbang ibu Brian menjabat kedua tangan Lily dan mengatakan sesuatu.


"Terima kasih banyak nona Lawrence mau berkunjung kesini! Ibu sangat senang menerima kehadiran nona disini! Ibu juga minta maaf atas ucapan Tobi tadi dia memang masih anak - anak".


"Tidak masalah tante! Tidak perlu meminta maaf saya juga tidak mempermasalahkan ucapan Tobi" jawab Lily.


"Kalau begitu nona Lawrence hati - hati dijalan" ibu Brian melambaikan tangannya kepada Lily.


Disaat yang bersamaan juga mobil Edward berhenti di depan gerbang. Lily melambaikan balik tangannya kepada ibu Brian dan masuk ke mobil Edward. Kaca mobil diturunkan yang menampakan wajah Edward yang tersenyum kepada ibu Brian. Ibu Brian sangat terkejut melihat orang yang menjemput Lily.

__ADS_1


Mobil Edward melaju dan kaca mobil diturunkan. Ibu Brian merasa tidak menyangka kalau kekasih Lily adalah direktur dengan perusahaan terkuat di benua C. Dalam pikiran ibu Brian, dia merasa kalau anaknya tidak pantas untuk wanita sebaik Lily.


Dalam perjalanan Lily memandang suaminya dengan mata berbinar. Edward memahami kode yang diberikan istrnya tersebut dan menurutinya.


"Apa yang kau mau? Kiss? Kartu atmku? Uang cash? Atau pelukan?".


"Aku mau kiss terus kartu atmmu lalu uang cash untuk uang jajan besok dan pelukan hangat saat sampai di rumah nanti".


"Sudah kuduga! Tapi kita makan cemilan dulu sama mama dan papa".


"Ok! Let's go!".


Edward geleng - geleng kepala melihat tingkah istrinya yang sangat imut. Dia merasa seperti ingin memakan Lily sekarang juga tapi sayangnya saat ini dia masih di mobil yang dimana dalam perjalanan menuju toko dessert. Lily sangat tidak sabar untuk mencoba semua dessert yang ada nanti.


Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di toko dessert yang dikatakan mama Edward. Pasangan suami istri bergandengan dengan sangat elegan dan berkarisma sampai orang - orang yang lewat tidak bisa memalingkan matanya. Edward membukakan pintu untuk sang istri dan mereka bisa melihat orang tua Edward yang duduk di meja dekat jendela. Lily menghampiri meja tersebut kemudian memeluk ibu mertuanya.


"Halo mama!".


"Halo menantu ibu! Bagaimana kuliahmu? Apa ada masalah?" tanya mama Edward yang membalas pelukan menantunya.


"Lancar kok mama" jawab Lily yang melepas pelukkannya dan duduk dihadapan ibu mertuanya.


Edward duduk bersebelahan dengan Lily dan berhadapan dengan papanya yang berwajah dingin. Dua pria itu saling menatap dengan pandangan menyeramkan yang menyebabkan suasana dingin. Sedangkan di sebelahnya ada suasa colorful dari menantu dan ibu mertuanya.


"Lily! Tadi mama dengar ada cake rainbow disini dan bermacam - macam cake unik lainnya" ucap mama Edward yang menyebutkan menu yang ada di toko ini.


"Hah?! Apa ada chocolate cake,ma? Atau dessert yang lainnya?" tanya Lily yang semakin penasaran dengan menu dessertnya.


"Pokoknya paket komplit! Mama sudah pesan dessert yang menarik disini! Tenang saja" jawab mama Edward yang sudah memesan menu terbaik dari toko ini.


Lily sangat gembira mendengar ibu mertaunya sudah memesan dessert. Kemudian mertua dan menantu itu kembali membicarakan hal - hal yang menyenanglan kejadian beberapa hari kemarin. Di sisi meja lain anak dan ayah tidak ada pembicaraan sama sekali mereka lebih memilih mendengar pembicaraan para istri.


MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA

__ADS_1


UNTUK PARA RIDERS TERCINTA MENGENAI UPDATE NOVEL INI CUMAN SATU CHAPTER SATU HARI KARENA AUTHOR MEMILIKI NOVEL YANG PERLU DIUPDATE JUGA JADI AUTHOR MINTA MAAF.


To be continued\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>


__ADS_2