
Lola sangat terkejut mendengar penjelasan dan merasa bersalah. Selama ini Lola salah paham terhadap tindakan Sean.
"Apa kau mengerti sekarang? Selama ini aku memperjuangkan hubungan kita Lola! Kumohon mengertilah! Lalu mari kita perbaiki hubungan kita ini" ucap Sean yang meraih kedua tangan Lola.
"Aku minta maaf Sean! Aku minta maaf! Aku tidak tahu selama ini kau memperjuangkan hubungan kita dan aku janji aku mulai mendengarkan penjelasanmu" jawab Lola yang menggenggam erat kedua tangan Sean.
"Tapi sepertinya kita tidak bisa Lola".
"Kenapa kita tidak bisa? Kenapa Sean?".
"Kau sudah memfitnah Lily dan bagaimana kalau kakek mengetahui kejahatanmu itu? Apakah dia bisa menerimamu?".
"Tentu saja bisa Sean! Aku akan berjuang! Pokoknya aku akan berjuang".
"Aku sudah lelah dengan hubungan ini dan aku sadar kalau kau itu ternyata egois".
"Aku akan mengubah kepribadianku Sean!".
"Tidak! Aku sudah capek! Sudahlah aku pulang saja".
Sean melangkah pergi dari rumah Lola. Si pemiliki rumah jatuh terduduk sambil menangis Sean yang benar - benar meminta mengakhiri hubungannya. Lola menangisi hubungannya yang sudah kandas dan tidak bisa diperbaiki lagi,tapi apa boleh buat? Yang terjadi sudah terjadi dan itu sudah terlambat.
Di dalam mobilnya, Sean memukul setirnya. Dia tahu kalau keputusan yang dilakukan adalah keputusan yang tepat. Sean melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan segera menjauh dari rumah Lola.
__ADS_1
Dua insan yang dulunya bersatu kini harus kandas di tengah jalan karena salah paham. Hubungan yang kita jalin dengan seseorang pasti ada yang sampai ke tempat tujuan dan ada juga yang kandas di tengah jalan. Tapi jika kalian ingin memiliki hubungan yang baik yang pertama yang harus dilakukan adalah membangun komunikasi yang baik dan saling pengertian. Ambilah hikmah yang ada di kisah Sean dan Lola. Author menyatakan hubungan Sean dan Lola selesai.
...****************...
Keesokan paginya Sean mengajak Lily untuk menemaninya berlatih sebentar di gedung olahraga. Sean masih terlihat lesu atas kejadian kemarin dan dia sudah menceritakan tentang kejadian kemarin kepada Lily. Ibu hamil tersebut tidak mempermasalahkan niat tersembunyi Sean karena Sean sudah mau berbicara jujur.
Sean melakukan shooting namun bola tersebut tidak masuk. Lily merasa kasihan dengan kondisi Sean saat ini yang dimana otak Sean masih dibayang - bayangkan tentang kejadian kemarin.
"Sean!" panggil Lily.
"Kenapa kak? Ada perlu sesuatu?" tanya Sean yang mendriblekan bola.
"Kau masih memikirkan tentang kejadian kemarin?" jawab Lily yang sontak membuat Sean menghentikan kegiatannya.
"Jangan menggunakan wanita lain sebagai pelampiasanmu!".
"Aku tidak akan menjadikannya pacar sebelum aku benar - benar mencintai dia yah.... Palingan dijadikan sebagai teman tapi mesra dulu".
"Terus kamu tinggal begitu saja?".
"Tidaklah kak! Mana mungkin aku melakukan hal itu".
"Awas saja kau sampai melakukan hal seperti itu aku akan melaporkan tindakanmu ke kakek".
__ADS_1
"Hehehe... Silakan saja kak".
Sean melakukan shooting kembali dan shooting kali ini berhasil masuk. Setelah bolanya masuk tiba - tiba saja pintu gedung olahraga terbuka dan mendapati dua teman Lily.
"Yuri! Yuan! Kenapa kalian tidak bilang kalau kalian ingin kesini?" tanya Lily yang menghampiri dua temannya.
"Hehehe... Kami sengaja melakukannya karena kami ingin memberikan hasil lukisan yang dibuat Yuan kembali" jawab Yuri yang menunjukkan hasil lukisnya.
Lily sangat terpukau melihat rupa lukisan tersebut. Judul lukisan tersebut adalah flower Lily in the sunset. Warna yang digunakan Yuan tidak terlalu mencolok juga tidak terlalu gelap,sangat sempurna. Mata Lily tidak henti - hentinya menatap lukisan tersebut.
Sean yang mendengar suara riuh tiga wanita itu segera menghampiri mereka. Bukannya melihat rupa lukisan tersebut mata Sean lebih fokus ke arah Yuan yang malu - malu meong.
"Siapa yang lukis ini?" tanya Sean yang baru saja menoleh ke lukisan tersebut.
"Saya yang lukis kak Sean, apa kak Sean mau dilukis juga?" jawab Yuan dengan ragu - ragu.
Sean mengangguk paham dan kembali menatap si pelukis. Menurut firasat Ryan, Yuan terlihat seperti kucing dan dia rasa dia pernah melihat Yuan tapi masalahnya dia lupa dimana itu.
Lily izin kepada Sean untuk makan cemilan bersama - sama. Sean menyetujui permintaan lalu Lily dan dua temannya langsung pergi meninggalkan gedung olahraga. Si kapten hanya bisa gelng - geleng kepala melihat pertemanan tiga sahabat tersebut. Sean kembali melanjutkan pemanasannya.
MAKASI YANG SUDAH MAMPIR DAN BACA AUTHOR MINTA MAAF KALAU YANG SATU CHAPTER CUMAN BERISI KERTAS SAJA. KARENA AUTHOR. LOVE YOU GUSSSS a b j
To be cintinued\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>>>
__ADS_1