CINTA DIBALIK CADAR

CINTA DIBALIK CADAR
131. Takut Istri


__ADS_3

Gavino masuk dengan cara mengendap-endap, kakinya berjinjit, seperti maling yang takut ketahuan si pemilik rumah. Gavino takut bila Danira terbangun melihat keadaannya yang sedang kacau. Namun....


TAP*


Semua lampu ruang tamu menyala, membuat Gavino langsung menengadah kepalanya di atas, melihat bola-bola lampu.


" Mas dari mana ?". Suara lembut nan halus membekukan Gavino, dia memejamkan mata, mengigit bibir bawahnya, takut.


" Aahhh itu,...Eemmm anu, dari situ !!!". Jawab Gavino gagap, tak ingin menghadap Danira.


" Kenapa kau belum tidur ?". Tanya Gavino tanpa memutar tubuhnya. Danira mengeryit kan keningnya bingung, melihat gelagat yang mencurigakan dari suaminya. Dia berjalan, memposisikan diri, berdiri didepan Gavino.


" ASTAGHFIRULLAH....Ya Allah, Ya Rab.". Pekik Danira, terkejut melihat wajah suaminya lebam, pelipis mata luka dan leher merah seperti bekas lilitan sesuatu. Danira melihat lebih dekat wajah suaminya, mengangkat dagu Gavino, melihat leher suaminya yang merah lecet.


" Mas kenapa ini? apa yang terjadi ? mengapa bisa lebam dan lecet begini ?, mas habis dari mana ?, Ya Allah....mas jawab, jangan diam saja ??". Kesal Danira panik, menyerbu Gavino dengan banyak pertanyaan. Gavino menunduk takut, dia menyembunyikan tangannya dibalik punggung, tak ingin Danira juga melihat luka diarea punggung tangannya. Gavino persis seperti anak kecil yang sedang diintrogasi ibunya.


" Itu....Eemmm aku....!!!". Aaahhh.. Gavino benar-benar kalang kabut, bingung harus menjawab apa, nyali Gavino yang tadinya besar kini menciut didepan Danira. Melihat suaminya diam saja, tak ada niatan menjawab pertanyaannya, membuat Danira semakin kesal, dia berlalu pergi meninggalkan Gavino begitu saja.


" Sayang.....?". Panggil Gavino, melihat istrinya telah naik ke kamar mereka. Buru-buru gavino menyusul Danira, yang telah menenggelamkan seluruh tubuhnya kedalam selimut tebal. Terdengar isakan Danira dari dalam selimut. Hal itu membuat Gavino semakin merasa bersalah.


" Sayang, aku tidak apa-apa ini hanya luka kecil, ini hal biasa jika pria dewasa berkelahi, bukan ?". Ujar Gavino duduk dipinggir ranjang, mencoba membuka selimut Danira, namun sekuat tenaga Danira menahannya.


" Sayang, buka dong selimutnya, apa kau tidak pengap didalam sana....?!! masa suami pulang kerja langsung ditinggal tidur sih ? ". Ujar Gavino pelan. Danira membuka selimutnya lalu bangun dari tempat tidur. Tanpa mengatakan apapun dia pergi ke kamar mandi, mengisi air hangat didalam nampan kaca, membawanya keluar beserta handuk kecil.


Kemudian dia berjongkok membuka sepatu Gavino, beserta kaus kakinya. lalu membantu Gavino membuka jas beserta kemeja yang masih menempel di tubuh gavino. Danira melakukan semua tugasnya, tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Wajahnya yang putih menjadi merah, terlihat jelas bila Danira sedang marah pada Gavino. Hal itu membuat Gavino kelabakan sendiri. Danira tak bertanya lagi, bila Gavino tak ingin menjawab pertanyaannya, dia tak memaksa. Dia mulai membersihkan luka di wajah Gavino dengan hati-hati, air matanya kembali luruh, mengalir hingga ke pipi mulusnya.


" Sayang jangan menangis, maafkan aku ". Gavino ingin menghapus air mata Danira, namun dengan cepat Danira menepis tangan Gavino. Dia terus membersihkan luka-luka Gavino, lalu sedikit menekannya.


" Aawww...!!". Pekik Gavino, merasa nyeri ketika Danira mengompres area lehernya. Danira tak perduli dengan ringisan Gavino, dia terus saja membersihkan luka Gavino dengan wajah ditekuk. Gavino menghela berat, lalu menangkap tangan Danira.


" Baiklah, aku akan memberitahumu ".


" Tidak perlu...!!".


" Kenapa ?, bukaannya tadi kau ingin tau ?".


" Itu tadi, sekarang sudah tidak lagi ". Ketus Danira, ingin beranjak pergi. Dengan cepat Gavino menarik tubuh ramping istrinya, membuat Danira duduk dipangkuan Gavino.


" Lepasin....!! aku mau menyimpan nampan ini ". Ujar Danira, ingin menghindar. Bukannya melepaskan, Gavino malah memeluk Danira erat, menempelkan kepalanya di dada Danira. Dia bisa mendengar detakan jantung sang istri yang tidak beraturan.


" Kau sangat marah padaku ?".


" Tidak...!!". Sanggah Danira cepat. Gavino tersenyum, mendengar jawaban ketus istrinya.


"Aku menemukan pelaku yang mencuri desain produk milikku, dia juga yang telah melakukan penyerangan saat kita di kalimantan, dan dia juga yang telah memotong tali rem mobilku ". Ujar Gavino, mulai memberitahu Danira. Danira diam, dia tak lagi mencoba memberontak dari pangkuan Gavino.


" Ternyata dia tunangan Ayu, dia menuduhku memperkosa ayu hingga hamil. Itulah yang mendasari dia melakukan semua itu ". Gavino menceritakan semua yang terjadi antara dia dan Danu, kecuali Tetang hukuman yang dia berikan untuk danu. Danira sangat terkejut mendengar ucapan Gavino, benarkah ayu Setega itu ?. Pikir Danira, sulit dipercaya.


" Mengapa ayu tega sekali menebar fitnah seperti itu, apa dia tidak pernah berfikir resikonya. Mengapa dia rela menjatuhkan harga dirinya sendiri ?".

__ADS_1


" Dia memang wanita gila, sejak dia masuk kedalam keluarga Oma aku tidak pernah menyukainya. Di pandanganku terlalu jelas, bila dia wanita murahan ". Ucap Gavino bernada kesal bercampur emosi.


" Aku jadi kasihan dengan calon suaminya mas, dia terlalu mencintai ayu, sehingga dia percaya apa saja yang ayu ucapkan ".


" Mengapa kau mengasihani pria bodoh seperti dia, seharusnya kau kasihan pada suamimu yang telah dilukainya ". cemberut Gavino, menggembungkan pipinya.


" Mas juga salah, kenapa harus berkelahi seperti ini, bukankah semuanya bisa dibicarakan dengan cara baik-baik?". Gavino diam, mengeryit kan keningnya mendengar ucapan danira, bila dia mengatakan yang sebenarnya sudah bisa Gavino pastikan, Danira akan menceramahinya bahkan yang lebih parah dia akan dibiarkan tidur diluar selama seminggu.


" Aku sudah mengajaknya berbicara baik-baik, bahkan aku telah memaafkan kesalahannya. Tapi dia malah mengancam ingin merebut mu dariku, dan aku tidak bisa mengontrol emosiku bila sudah menyangkut dirimu ". Jelas Gavino separuh berbohong, separuh jujur. Danira menangkup wajah Gavino, menyipitkan matanya melihat mata Gavino lekat-lekat, mencari kejujuran Gavino. Danira menghela nafas pelan.


" Dimana mas menyiksanya ?". selidik Danira.


" Aku tidak menyiksanya sayang, sungguh ...!!!". Ujar Gavino, mengalihkan pandangannya kearah lain. Gavino mulai was-was, khawatir bila Danira mengetahui bila dia berbohong.


" Mas.....?".


" Sayang....aku lapar, sejak dari kantormu aku belum makan apapun ". Gavino mencoba mengalihkan topik pembicaraan, dia tak ingin Danira terlalu fokus pada masalahnya dengan Danu. Danira menghela pelan, tanpa bertanya lagi, Danira langsung turun dari pangkuan Gavino, keluar kamar menuju dapur.


Semoga saja Danira tidak bertanya lebih jauh lagi, aku takut dia mengetahuinya. bisa habis aku!!!!. Batin Gavino bergidik ngeri, membayangkan kemarahan sang istri. Bisa dibilang saat ini Gavino telah masuk dalam daftar suami-istri takut istri.


****


Di dapur, Danira mulai memasak nasi goreng suwir Ayam kesukaan Gavino. Dia fokus memasukkan bumbu-bumbu penyedap dan sayuran, tak lama nasi goreng pun matang, dihiasi telor ceplok diatasnya, ditemani segelas teh manis hangat. Danira meletakkan didalam nampan, lalu membawanya ke kamar mereka. Saat dia masuk, dia melihat Gavino sudah selesai mandi, dan berganti pakaian, duduk santai di atas sofa.


" Ini mas ". Danira meletakkan nampan berisi makanan diatas meja.


" Terima kasih sayangku...". Ucap Gavino tersenyum manis, Danira hanya menanggapi dengan anggukan kecil.


" Eemmm...nasi gorengnya enak sekali, baru kali ini aku makan nasi goreng seenak ini ". Puji Gavino, terus memasukkan suap demi suap makanan ke mulutnya, bukannya senang Danira malah mencebikkan bibirnya, malas.


"Hampir setiap malam aku membuatnya untuk mas Gavin, jangan terlalu berlebihan begitu ". cibir Danira.


" Ohh benarkah....!! kenapa aku bisa lupa ya ". Elak Gavino santai, sebenarnya ini hanya alasan Gavino untuk mencairkan suasana yang hening, karena Danira selalu diam memperhatikannya makan.


Gavino telah meletakkan sendok dan garpunya di atas piring yang telah kosong, lalu menyeruput teh manis hangat sebagai penutup makan malamnya yang nikmat. Danira bergerak, ingin membereskan bekas makan suaminya, namun belum sempat Danira beranjak Gavino telah lebih dulu mencekal tangannya. membuat Danira kembali terduduk dipangkuan Gavino.


" Katakanlah....Apa yang mengganjal dalam pikiranmu ?". Ujar Gavino, merapikan anak rambut Danira. Danira menatap mata hitam pekat suaminya, tangannya naik menyentuh luka di pelipis mata Gavino.


" Mas, bisakah mas Gavin tidak terluka seperti ini lagi ?".


" Aku tau, tuan Danu salah, tapi bisakah mas Gavin melepaskannya ?". Dia tau bagaimana sifat suaminya, Gavino tidak akan mungkin melepas orang yang telah mencari masalah apa lagi sampai melukainya seperti ini begitu saja.


" Apa istriku meminta pasukannya untuk memata-matai aku sekarang, hhhhmm ?". Gavino mengelus pipi istrinya lembut, Dalam hati mulai was-was, apa Danira mengetahui semuanya. pikir Gavino.


Danira menggeleng.


" Tidak mas, aku telah menarik semua orang-orang yang biasa mengikuti mas Gavin, sejak mas Gavin mengetahui identitasku "


Gavino bisa sedikit lega mendengar jawaban Danira.

__ADS_1


" Tapi aku yakin mas Gavin berbohong, karena aku tau bagaimana sifat mu. Mas Gavin tidak mungkin dengan mudah memaafkan kesalahannya begitu saja, Apa lagi jelas-jelas dia sudah melakukan hal seperti ini. Jadi katakan padaku mas Gavin menyekapnya Dimana ?". Gavino diam, menatap mata danira dalam.


" Kau terlalu banyak berfikir sayang....". Sangkal Gavino, mengecup bibir Danira sekilas, lalu mengangkat tubuh Danira agar turun dari pangkuannya. Gavino ingin menghindar.


" Mas...Walaupun tuan Danu bersalah, namun ini tidak sepenuhnya kesalahan dia. Dia juga korban mas, korban karena terlalu mencintai hingga kecewa dan sakit hati. Bila mas Gavin ada di posisinya, aku yakin mas Gavin akan melakukan hal yang sama bahkan lebih parah dari ini ".


" Allah saja maha pengampun dan pemaaf setiap kesalahan hamba-hambanya, bahkan kesalahan yang sebesar gunung Uhud dan dilakukan sengaja pun Allah masih membukakan pintu ampunanNYA, mengapa kita hanya manusia biasa, sama-sama diciptakan dari tanah dan tetes air mani yang hina, malah merasa lebih hebat dari sang Pencipta ?".


" Memberi pelajaran kepada orang yang bersalah kepada kita tidaklah salah, tapi bila dilakukan secara terus menerus apa lagi dilakukan dengan cara menyiksa itu tidaklah baik, jangan sampai kelakuan kita yang niat awal hanya memberi pelajaran, malah menjadi kesenangan yang akan mendatangkan mudharat ".


" Apa mas tau?, Rasulullah saja manusia yang mulia, banyak dari kaum zaman dahulu tidak menyukai Beliau. Banyak juga yang menyebar berita-berita fitnahan, cacian, bahkan Beliau sampai diludahi setiap lewat didepan rumah orang tak menyukainya. Namun Beliau tidak marah, Beliau tetap bersabar, tetap memohon kebaikan untuk orang-orang yang telah melakukan hal-hal yang tidak pantas terhadap Beliau, supaya mendapatkan ampunan dari Allah. Padahal jika Beliau mau, Rasulullah bisa saja membalas atau memohon kepada Allah untuk membalas segala perbuatan buruk orang-orang itu terhadapnya, pasti Allah akan langsung mengabulkan keinginan Beliau saat itu juga, karena Rasulullah memiliki doa mustajab, doa yang langsung menembus langit ketujuh. Tapi Beliau tak melakukannya, Beliau tetap mendoakan yang baik-baik untuk semua orang yang telah menyakitinya dan selalu memaafkan setiap kesalahan orang tersebut".


" Mungkin kita tidak bisa mengikuti semua kemuliaan yang dimiliki Rasulullah, tapi setidaknya kita bisa meneladani salah satu, dari sifat beliau yaitu bersabar dan memaafkan. Memohon lah kepada Allah, karena Allah tidak pernah tidur mas, Allah selalu mengawasi dan memperhatikan hambanya ". Danira mencoba memberikan pandangan kepada suaminya yang keras bagaikan bongkahan batu. Danira memeluk Gavino yang hanya diam, dia mengelus-elus punggung suaminya penuh perasaan.


" Aku yakin, suamiku memiliki hati yang baik, saling memaafkan itu indah mas. Apa lagi kita tau alasan dibalik dia melakukan semua itu karen fitnahan seseorang. Berikan dia kesempatan ".


" Biarkan tuan Danu menyelesaikan permasalah hatinya dengan Ayu ". Ujar Danira sangat lembut, agar tak menyinggung hati suaminya. Gavino tetap bungkam, tak mengeluarkan sepatah katapun.


Haruskah aku mengikuti keinginan istriku ?, haruskah aku membebaskan tikus-tikus mengganggu seperti mereka. cckkk rasanya sayang sekali. Gavino bertanya-tanya dalam hatinya. Tak bisa Gavino pungkiri bila dia tersentuh dengan kata-kata Danira.


" Maaf ya mas, bila tadi aku menyambut kepulangan mas Gavin kurang baik. Aku terlalu terkejut dan khawatir melihat kondisi suamiku seperti ini ". ujar Danira melepaskan pelukannya, namun kedua tangannya tetap melingkar dileher Gavino.


" Tidak apa sayang, aku mengerti. Terima kasih selalu menunggu dan menghawatirkan aku ". Ucap Gavino, mencium pipi Danira lama. Danira mengalihkan pandangannya melihat jam didinding.


" Ini sudah larut mas, lebih baik kita tidur. Tubuh mas Gavin butuh istirahat, pasti hari ini sangat melelahkan bukan ?!!". Gavino menggeleng cepat.


" Aku tidak ingin tidur...., aku ingin itu!".


" Ingin apa ?". Tanya Danira bingung, dengan lirikan suaminya.


" Ingin membuat bayi ". Bisik Gavino, sambil mengigit kuping Danira pelan.


" Iisshhh...mas ini !!!, coba lihat luka saja belum kering, bibir masih memer, leher dan mata masih luka, bisa-bisanya minta begituan ".


" Yang sakit kan area wajah, tongkat baseball ku tidak apa-apa....sayang, boleh ya ?". Gavino merengek, membujuk Danira. Danira beranjak dari duduknya meninggalkan Gavino yang terus saja mengeluarkan kemampuan rayuannya. Mendengar kata-kata Gavino membuat Danira mengulum senyum, malu-malu.


"Sayang....?!!!"


......................


...Bersambung......


Assalamualaikum..... kakak-kakak ku semua 😍


Bagaimana kabarnya?, semoga dalam keadaan sehat ya☺️


Maafkan Author yang baru muncul kepermukaan ini, karena dunia nyata author sedang dalam guncangan 🤣


Terima kasih selalu setia menunggu cerita 'Cinta Dibalik Cadar '.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan tanda cintanya untuk author ya.👍✍️🥰


Saranghae ❤️❤️❤️


__ADS_2