CINTA DIBALIK CADAR

CINTA DIBALIK CADAR
7. Tolong Anakku


__ADS_3

David berlari menuruni satu persatu anak tangga dengan terburu-buru. Walaupun keadaan rumah yang gelap tidak membuatnya kesulitan karena ada cahaya dari lampu jalan yang menyusup masuk dari celah-celah pentilasi rumahnya.


Saat sampai di depan pintu dapur, Ia memegang handle pintu dan siap membuka nya tapi ada sedikit keraguan, takut jika sampai tertangkap oleh para penjahat itu bagaimana dengan istrinya.


Seketika ia merasa pundaknya dipegang seseorang ia refleks melihat kebelakang dan ternyata itu adalah Sofia.


" Pergilah,...tolong selamatkan dia, ingat dia sedang membutuhkan pertolongan kita dia sedang hamil besar, bayangkan jika aku yang ada di posisinya." ucapnya pada David memohon, dia tau suaminya mulai ragu.


" Kamu tidak perlu khawatir, aku akan menunggumu disini, aku janji akan tetap disini sampai kau kembali." ucapnya lagi meyakinkan suaminya.


David menatap manik cantik milik istrinya, lalu mendaratkan kecupan di kening sang istri dengan sayang.


" Tunggu aku, Jagan pernah keluar dari rumah ini sampai aku kembali". ucapnya memperingatkan.


Sofia mengganggu patuh, dan memberikan senyum termanisnya.


David langsung memutar Handle pintu dengan hati-hati, melihat sekeliling. Saat dirasa aman dia langsung menutup pintu itu lagi dan melangkah kearah tempat Shena bersembunyi secara diam-diam.


Sofia yang ada didalam rumah, terus saja mondar-mandir sambil memanjatkan doa yang tiada henti. Hatinya gelisah, khawatir, takut, semua bercampur menjadi satu.


( Ya Allah, Hamba mohon tolong lindungi suami Hamba dan Shena ).


( Selamatkan mereka Ya Allah )


( Karena hanya Engkau yang mampu melindungi mereka dari segala mara bahaya ini). Aamiin


Malam makin larut, hujan makin deras, suara petir mulai menggelegar. Semakin menambah keteganggan bagi pasangan suami istri itu.


David yang sudah berdiri di tembok pembatas antara rumahnya dan rumah Shena mulai menggendap-endap bak maling yang ingin mencuri sambil melihat kesekelilinya.


Saat dirasa aman David Sedikit memanjat tembok itu untuk bisa melihat dibagikan mana Shena bersembunyi. David terjun dan langsung membungkukkan badannya diantara pohon dan Tanaman pagar Asoka Jawa itu.


Dia melihat Shena meringkuk di antara Tanaman sambil memeluk perut buncitnya dibawah guyuran hujan. Pelan- pelan David menghampiri wanita itu. Shena yang merasa ada yang mendekat langsung membekap mulutnya sambil gemetar dan memejamkan matanya, agar tidak mengeluarkan suara.


Tiba....Tiba...!!


" Shena,..Shena...Ini aku David, suami Sofia." ucapnya dengan suara berbisik.

__ADS_1


Shena langsung membuka matanya, melihat siapa sosok yang ada dihadapannya ini. dan benar saja itu Tetangga barunya. ada sedikit rasa lega dalam hati Shena.


"Bagaimana kamu bisa ada disini." tanya Shena dengan raut bingung sekaligus cemas.


" Nanti saja aku jelaskan, sekarang ayo kita pergi dari sini, sebelum orang-orang itu menemukan kita." jawabnya lagi setengah berbisik.


Tapi, tiba- tiba dari arah belakang terdengar suara sepatu beberapa orang mendekat kearah mereka. Terdengar suara percakapan orang-orang itu.


" Cepat cari wanita itu, dia tidak bole lolos, karena hanya dia yang bisa memberi tahu bos dimana mereka menyembunyikan Gadis itu ". Ucap salah seorang penjahat itu pada rekannya.


" Ya kau benar, sepertinya dia belum pergi terlalu jauh, dia tak mungkin kuat berlari dengan perutnya yang sudah besar dan luka dilengannya tadi." jawab pria yang lainnya.


" Ayo kita berpencar " ujar yang lain.


Merekapun berpencar mencari kesetiap sudut rumah itu, syukurnya rumah tersebut cukup luas dan banyak ditumbuhi pepohonan dan tanaman apalagi ditambah dengan keadaan gelap dan hujan deras makin menyulitkan para penjahat itu untuk menemukan Shena.


David yang mendengar dari balik pohon mangga dan tanaman itu, langsung saja membawa Shena pergi dari sana sesegera mungkin. Tapi saat diingat mereka harus sedikit memanjat tembok David langsung duduk kembali.


" Ada apa, kenapa berhenti". tanya Shena pada David.


Shena yang paham akan maksud David langsung memberi tahu David, kalau di ujung pembatas antara rumahnya dan David ada celah yang bisa untuk mereka lewati tanpa harus memanjat. David yang mendengar itu langsung saya menarik Shena tanpa bertanya lagi. Yang ada dalam pikirannya dia harus keluar dari sini secepat mungkin tanpa harus berhadapan dengan para penjahat itu.


Namun Saat mereka sedang berlari, tiba-tiba perut Shena merasa sakit, sangat sakit, Shena menghentikan langkahnya ia memegang perutnya yang terasa menegang, dia sudah tidak kuat,! sepertinya dia akan melahirkan.


David yang melihat wajah Shena sudah makin pucat ditambah menahan kesakitan langsung menjadi panik, dia bingung apa yang harus dia lakukan.


" Pergilah, lebih baik anda segera pergi dari sini sebelum ada yang melihat." ujarnya pada David sambil nafasnya terengah-engah.


" lebih baik anda cepat selamatkan diri anda, terima kasih sudah berusaha membantu saya." ucapnya lagi dengan muka yang semakin sembab menahan gejolak dari perutnya.


David yang melihat Shena makin dirundung rasa kesakitan, seketika dia ingat ucapan istrinya Sofia. Tanpa banyak bicara David langsung menggendong tubuh Shena dan Sedikit berlari menuju ujung tembok itu. Sudah tak ia perdulikan lagi apabila ada yang melihat mereka. Yang dia tau, dia harus segera menolong wanita ini.


Saat sampai diujung tembok pembatas, David mengedarkan pandangannya mencari dimana celah yang dimaksud Shena tadi. Shena yang masih sadar itu langsung menunjuk ke sudut tembok yang ditutupi tanaman rambat.


Tanpa menunda lagi, David langsung menyibakkan tanaman rambat itu dan melihat celah kecil yang hanya bisa dilewati untuk satu orang saja, David langsung menoleh kearah Shena.


" Apa kau masih kuat berdiri, dan berjalan sedikit." tanya David pada Shena.

__ADS_1


Shena hanya mengguk pelan sambil menahan perutnya, David menurunkan Shena dan membatu Shena masuk ke jalan sempit itu. Saat Shena sudah diluar David menundukkan kepala dan langsung keluar dari tembok pantas itu.


David sedikit bernafas lega, karena mereka berhasil keluar dari sana dalam keadaan masih hidup. Ia langsung menggendong Shena lagi menuju pintu rumahnya dan langsung membawa Shena masuk kedalam rumah itu.


" Cekrek..". suara Handle pintu dibuka.


Sontak saja membuat Sofia yang masih berdiri disana langsung menoleh ke arah suara.


Matanya langsung menangkap sosok suami dan juga teman barunya itu masuk melalui pintu dapur mereka.


" Alhamdulillah Ya Allah ". Ucap Sofia penuh syukur sambil sedikit berlari menghampiri mereka.


" Sayang...Sepertinya Shena akan melahirkan." ucap David langsung pada istrinya.


"Apa..!??" sontak saja ucapan suaminya itu langsung membuat Sofia terkejut dan panik.


"Bagaimana ini, bukannya kandungannya baru menginjak 9 bulan, tapi kenapa secepat ini." ujar Sofia lagi makin panik.


" Aku tidak tau, yang jelas kita harus segera membawanya kerumah sakit." ucap David tak kalah paniknya.


"Tapi bagaimana caranya, kita tidak mungkin keluar melalui pintu depan, itu sangat bahaya pasti orang-orang itu akan curiga dan mengikuti kita." ucap Sofia lagi makin bingung dan frustasi.


David yang mendengar itu seketika diam sejenak, memikirkan cara dan jalan, dan dia menemukannya.


" Sayang,..kamu ambil handphone dan juga dompet kita diatas tapi ingat jangan lari." pinta David pada istrinya, Sofia hanya mengangguk dan beranjak pergi.


Tak berapa lama Sofia sudah kembali dengan tas ransel dipunggungnya.


"Ayo.." ujar Sofie pada suaminya.


Tiba-tiba tangan Sofie ditarik oleh Shena.


"TOLONG SELAMATKAN ANAKKU". ucap Shena dengan derai air mata dan menahan rasa sakit yang makin menjadi.


......................


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2