CINTA DIBALIK CADAR

CINTA DIBALIK CADAR
36. Ijab Qobul


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi, Gavino mengunakan pakaian dengan warna senada dengan Danira, Dia makin tampak gagah, tampan dan berkharisma, Sudah duduk bersila diatas sajadah berhadapan dengan Kyai Roslan yang hanya dibatasi dengan Meja dengan alas kain putih. Didalam mesjid itu sudah ada beberapa orang saksi, team KUA, dan beberapa kerabat dekat saja, mereka melakukan akad secara tertutup. Danira juga sudah duduk disana ditemani oleh Umi Siti, Ny. Calina dan Khalisa yang berada dalam gendongan Bik Marni. Mereka masih dibatasi dengan tirai panjang, setelah ijab qobul nanti selesai barulah Danira boleh menemui suaminya.


" Apa sudah bisa kita mulai?". Tanya Pak penghulu kepada Kyai Roslan dan Gavino. Kyai Roslan mengangguk dan Gavino tetap diam.


Kyai Roslan mengeluarkan kertas, menyodorkan kehadapan Gavino. Gavino membaca tulisan yang ada dikertas itu, Dia mengeryitkan dahinya.


" Sepertinya aku pernah melihat nama ini, tapi dimana". batinnya.


Kyai Roslan mengulurkan tangannya, disambut oleh Gavino mereka saling berjabat tangan.


Kyai Roslan menatap mata Gavino tegas, bisa Gavino lihat orang yang berhadapan dengannya saat ini berilmu tinggi.


" Saudara Gavino, Saya Kyai Haji Ahmad Roslan yang telah ditunjuk oleh ananda Danira sebagai walinya menggantikan Almarhum sahabat saya ayahnya Danira".


Jadi dia bukan ayah wanita itu, Berarti ayah wanita itu sudah meninggal. Batin Gavino.


" Apa saudara Gavino sudah siap ?." Tanya Kyai Roslan memastikan kepada Gavino yang sedari tadi hanya diam dengan wajah beku itu.


"Sudah".Jawabya singkat.


Kyai Roslan mengeratkan genggamannya, yang bisa dirasakan oleh Gavino. Walaupun ini pernikahan yang tak diinginkan, tapi Gavino tetap merasa gugup dalam hatinya, tangannya sedikit basah menandakan betapa gugupnya Dia mau bagaimana pun ini adalah pernikahan pertamanya.


Sama halnya dengan Danira, Dia juga merasakan kegugupan yang teramat sangat, tangannya sedari tadi telah basah, jantungnya berdetak kencang saat mendengar suara calon suaminya untuk pertama kali dari balik tirai pembatas antara mereka. Perasaan hari Danira tak karuan, dia tak tenang. Umi Siti yang mengetahui kegugupan Danira, Dia menggenggam tangan Danira mentrasfer perasaan tenang ". Tenanglah nak, semua akan berjalan dengan lancar, pecayakan semuanya kepada Allah". Ujar Umi Siti mengelus Danira, Danira hanya mengangguk.


Jagan tanyakan bagaimana Perasaan Ny. Calina saat ini, dia lebih gugup dari kedua calon pengantin, bagaimana tidak, dia takut bila Gavino salah menyebut nama pengantin wanitanya. Ny. Calina benar-benar gusar, wajahnya pucat panik. Bik Sri menghampiri Nyonya-nya itu " Tenanglah Nyonya, Jagan panik seperti itu, Tuan Gavino pasti tidak akan salah". bisik Bik Sri


" Ya semoga kau benar bik, awas saja kalau sampai anak itu menyebutkan nama wanita sundel itu, akanku jadikan rengginang dia". Gumam Ny. Calina pelan.


" Baiklah sepertinya pengantin pria sudah sangat siap, jadi kita mulai saja ijab qobul nya". Suara bapak penghulu menambah ketegangan.


" Silahkan kyai". Pinta Penghulu pada Kyai Roslan.


“Saudara Gavino Garayudha Pradiksa Bin Jordan Pradiksa, Saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan Sasmaya Anak Agung Jandanira Radenayu Brahmacari Binti Sultan Agung Adiwilaga Batara Brahmacari yang walinya telah mewakilkan kepada saya untuk menikahkannya dengan Anda dengan mas kawin Seperangkat Alat Sholat dan Berlian seberat 30 kerat dibayar tunai.”


Deg*


Hentakan tangan Kyai Roslan, membuat jantung Gavino berdetang sangat cepat, seakan ingin keluar dari rongga dadanya. Gavino menarik nafasnya dalam-dalam.

__ADS_1


" Saya Terima Nikah dan Kawinnya".


( Ya Allah, Jika dia takdir yang engkau turunkan untukku, maka satukanlah kami dalam ikatan suci ini )


"Sasmaya Anak Agung Jandanira Radenayu Brahmacari Binti Sultan Agung Adiwilaga Batara Brahmacari".


( Tumbuhkan lah rasa cinta dihatiku untuknya karena-Mu, tanpa mengurangi rasa cinta dan takwaku Kepada-Mu).


"Dengan Mas kawin Tersebut ".


(Jagalah hati dan pandanganku dari segala godaan duniawi, karena aku hanya ingin Dia yang menjadi pendamping Dunia dan Akhiratku).


" Dibayar Tunai".


(Jadikan ikatan suci ini, sebagai jembatan awal menujuh Jannah keridhoan-Mu Ya Rab)."


" Bagaimana para saksi". Tanya pak penghulu


" SAHHH". teriak para saksi dengan lantang.


( Mulai saat ini, aku akan membuka hatiku hanya untuk Gavino Garayudha Pradiksa. Suamiku). Batin Danira mengiringi setiap bait Qobul yang diucapkan Gavino.


Deg*


Deg*


Jantung Danira semakin berdebar kencang, mendengar kata SAH telah diucapka. Sekarang, Saat ini, Detik ini juga, Danira telah menyandang Status sebagai Istri Gavino. Meluncur sudah air mata Danira, Umi Siti, Ny. Calina dan yang lainnya berucap Syukur saling berpelukan dan memberi selamat.


( Ibu, Bapak, Kak Shena, sekarang Danira sudah menikah, Danira sudah menjadi istri seseorang. Semoga kalian merestui dan bahagia melihatku dari sana). Ucap Danira dalam hati, dengan air mata mengalir dipipi.


"Selamat ya nak, sekarang kamu adalah putriku dan mulai sekarang panggil aku Mami..hmm?". ucap Ny. Calina sambil memeluk Danira dengan rasa bahagia, hilang sudah kegundahan dan kepanikan yang sempat menghantuinya.


" Iya....ma..mii". Ujar Danira belum terbiasa.


Danira membuka sarung tangan kanannya, untuk dipasangkan cincin pernikahan mereka oleh Ny. Calina. Tak lama suara seseorang, meminta Danira keluar menemui Gavino.


Tirai pembatas pun dibuka, Danira berdiri lalu berjalan diapit oleh Umi siti dan Ny. Calina. Gavino melihat wanita yang telah sah menjadi istrinya berjalan mendekati dirinya, Gavino melihat dari atas sampai bawah istrinya, tak ada yang terlihat, semua tertutup dengan kain berwarna putih, dibagian kepalanya dihiasi dengan mahkota. Danira duduk tepat disamping Gavino, perasannya makin tak karuan karena ini pertama kali Danira duduk yang sangat dekat dengan lawan jenisnya.

__ADS_1


" Silahkan Tuan Gavino membacakan Janji sighat taklik talak, lalu kalian tanda tangani buku nikah ini".


Gavino membacanya dengan lantang, kemudian Mereka berdua mengikuti perintah pak penghulu untuk menandatangani Buku nikah. " Dan silahkan pasang cincin pernikahan kalian". dikotak perhiasan itu hanya tinggal cincin untuk Gavino.


Gavino mengulurkan tangannya dengan wajah tetap datar tanpa ekspresi, Danira memasangkan cincin dijari manis Gavino dengan gemetar, lalu mencium tangan pria yang telah menjadi suaminya.


" Nak Gavino, silahkan bacakan doa di ubun-ubun istrimu". Ujar Kyai pada Gavino. Gavino bergeming, dia tak paham dengan hal semacam itu. Lebih baik dia diminta membacakan perkembangan saham dari pada doa-doa.


Kyai Roslan menggelengkan kepalanya melihat Gavino diam tanpa pergerakan. Kyai Roslan berjalan mendekat, membuat Danira dan Gavino saling berhadapan. Kyai Roslan mengangkat tangan Gavino, meletakkannya diatas ubun-ubun Danira.


" Ikuti saya". titah Kyai Roslan, Gavino mengangguk.


“Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”


Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.


Gavino mengikuti doa yang dibacakan oleh Kyai Roslan, dengan memejamkan kedua matanya begitupun dengan Danira yang meresapi setiap arti dari doa itu.


"Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri, Tuan Gavino sudah boleh mencium istrinya, bahkan lebih ". Gurau pak penghulu, membuat orang-orang yang ada disana tergelak. Gavino mengacuhkan gurauan itu, dia membuang pandangannya kesembarang arah.


" Vino, cepat cium kening istrimu". Titah Ny. Calina geram melihat anaknya yang tak memiliki inisiatif sama sekali. Gavino menyelang tajam menatap ibunya.


" Cepat ". Bisik Ny. Calina memelototkan matanya.


Gavino mencebikkan bibirnya, kemudian melihat Danira dengan tatapan dingin, Danira bisa melihat kebencian Dimata suaminya itu, buru-buru Danira menundukkan pandangannya.


Gavino menundukkan sedikit kepalanya, lalu..


" Cup.." Bibir Gavino melekat dikening Danira, tanpa sadar Gavino mencium kening Danira cukup lama dengan mata terpejam.


" Hekhem". deheman Ny. Calina menyadarkan Gavino, yang terlihat kikuk, merasa bodoh dengan apa yang telah Dia lakukan.


"Sial...kenapa aku melakukan hal memalukan itu, tapi tunggu parfum apa yang dia kenakan wanginya sangat enak". Gavino berperang dengan batinnya sendiri.


" Sekali lagi, kami ucapkan selamat untuk Tuan Gavino dan Nona Danira atas pernikahan kalian, semoga kalian menjadi keluarga yang Sakinah mawadah warahmah, kalau begitu kami mohon pamit dulu, karena ada pernikahan ditempat lain". ujar Pak Penghulu sambil berlalu pergi.


" Terima kasih banyak ya pak". Ny. Calina menyalami mereka.

__ADS_1


......................


...Bersambung......


__ADS_2