
Piringan matahari secara keseluruhan telah terbenam dari cakrawala, keadaan dibumi telah berubah menjadi setengah gelap, Senja warnanya terukir cantik membuat mata ingin berlama-lama memandangnya namun sayang senja yang indah tak bertahan lama. Disetiap waktu telah menunjukkan datangnya magrib, Danira selalu melakukan sesuai hadits sahabat Jabir Radhiallahu'anhu yaitu tentang menutup semua pintu dan jendela-jendela yang ada dirumah.
Dalam Hadits itu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:
...( إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنْ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ ، وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا ، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ ) رواه البخاري (3280)...
“Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian (di rumah), karena ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka biarkan mereka (jika ingin keluar). Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian” (HR. Bukhari 3280, Muslim 2012).
Itulah yang sedang Danira lakukan saat ini, dirasa semuanya sudah tertutup rapat, Danira berjalan menujuh kamar mandi untuk mengambil Wudhu, setelah selesai Danira mulai melakukan kakinya ingin masuk kedalam kamarnya, suara adzan Maghrib sedang berkumandang namun dari depan terdengar pula suara ketukan pintu yang diketuk berulang kali.
Tok
Tok
Tok
Langkah Danira terhenti, tangannya yang ingin menyibak gorden mengatung diudara, Danira menoleh kearah pintu. Penasaran ..! Dia melangkah mengintip dari balik gorden Yang menutupi jendela kaca rumahnya. Terlihat seorang pria tegah berdiri menggunakan setelan jas hitam, dan kaca mata hitam di wajahnya. Danira seperti mengenali pria itu, pria yang pernah datang kerumahnya untuk menjemput ibu mertuanya saat kecelakaan beberapa bulan yang lalu. Danira memutar kunci lalu membuka pintunya. Pria itu berdiri tegak dihadapan Danira.
" Selamat Malam Nyonya". Sapa Sean, kemudiaan membungkukkan setengah badannya.
" Waallaikumsalam". Ujar Danira menjawab dengan salam.
" Ahh.. Assalamualaikum Nyonya". Ulang Sean yang kikuk.
" iya...ada perlu apa anda kemari ?". tanya Danira sopan, Sean seakan terhipnotis mendengar suara lembut Danira, sedetik kemudian kesadarannya kembali.
" Maaf mengganggu waktu anda nyonya, saya hanya diperintahkan Tuan Gavino untu menjemput anda".
" Menjemput saya ?, Kemana ?, untuk apa?". Tanya Danira penasaran.
" Nanti saja kamu menjawabnya, saya harus masuk dulu untuk menjalankan sholat magrib, tidak baik menundanya". Ujarnya lagi memberitahu.
" Maaf kan saya, saya tidak bisa mempersilahkan anda untuk masuk kedalam karena anda seorang pria, saya tidak ingin ada fitnah diantara saya dan anda. Jika anda bersedia menunggu, anda bisa duduk disana saja". Danira mengarahkan ibu jarinya kebangku yang ada di teras. Sean hanya menjawab dengan anggukan, Danira ingin menutup pintunya, Namun dia urungkan sejenak, kembali melihat kearah Sean.
" Maaf boleh saya bertanya sesuatu pada anda, ini sedikit sensitif?".
"Silahkan nyonya".
"Apakah anda muslim ?". tanya Danira hati-hati. Sean menautkan alisnya, mendengar pertanyaan Danira namun Dia langsung menjawab dengan anggukan kepala lagi.
" Maaf jika anda terganggu dengan pertanyaan saya, saya hanya ingin mengatakan bila anda ingin solat magrib, anda bisa ke mushola yang ada disana". unjuk Danira lagi, memberi tahu ada mushola yang tak jauh dari rumahnya.
__ADS_1
" Kalau begitu, saya tinggal dulu maaf pintunya saya tutup". Danira menutup pintunya, berlalu kedalam untuk menjalankan kewajibannya. Sean masih mematung ditempatnya, baru kali ini ada orang yang menanyakan sekaligus mengingatkannya perihal agamanya, bahkan ibunyapun tak pernah mengajarkan apa lagi menggingatkan nya hal tentang ibadah. Sean terkesima, tanpa sadar dia sedikit nyunggingkan senyuman di wajah kaku es balok itu.
15 menit, Danira telah duduk di kursi teras yang berjarak cukup jauh dari tempat duduknya Sean, disana juga ada bik Marni yang menemani mereka.
"Jadi katakanlah, mengapa dia memintamu untuk menjemput saya ?".
"Maaf Nyonya, saya hanya minta untuk menjemput anda, dan mengantarkan anda ke penthouses milih Tuan Gavino, beliau tidak menjelaskan apa alasannya". jawab Sean jujur dan tegas. Danira menghela nafas pelan, mau apa lagi suaminya itu bukankah dia sendiri yang mengatakan tempat mereka tidak cocok untuk Danira, lalu mengapa sekarang dia berubah pikiran. pikir Danira.
Danira tak membantah, selagi suaminya meminta secara baik-baik dan menempatkannya dan juga Khalisa ditempat yang baik Danira tak akan menolak.
" Baiklah,...! tunggu sebentar, kami akan mengemasi barang-barang dulu". ucap Danira sambil berdiri.
" Nyonya, tuan juga berpesan jika yang boleh ikut pindah hanya anda dan bayi anda saja". ujar Sean lagi, melirik sejenak kearah bik Marni. Danira mengerti, lalu dia melihat bik Marni yang ada disampingnya.
" Bik sepertinya bibik hanya menemani aku dan Khalisa hanya sampai disini, terima kasih banyak sudah membantu aku untuk menjaga Khalisa selama ini, maaf aku tidak bisa membawa bibi bersamaku lagi, karena ini keinginan suamiku". Ujar Danira lirih, lalu memeluk Bik Marni.
" Tidak apa Nona, Jagan sedih, saya sangat beruntung bisa menemani nona dan nona kecil selama ini. Tetap jaga diri dan kesehatan anda ya nona". Ujar bik Marni lebut, mengelus punggung nonanya.
" Nanti Sarah akan mengirim bibi kembali ke mansion". Bisik Danira ditelingga bik Marni, bik Marni hanya mengangguk tanda mengerti.
Setelah pelukan itu berakhir, Danira segera mengemasi barang-barang yang akan dia bawa ke tempat suaminya dibantu oleh Bik Marni. Danira telah siap, dia berjalan keluar sambil menggendong Khalisa dalam pelukannya, bik Marni menarik 2 koper yang ada ditangannya, Sean yang melihat itu dengan sigap mengambil alih koper yang ada ditangan bik Marni.
" Mari Nyonya". ujar Sean, mengangkat kedua koper milik Danira berjalan mendahului, menyimpan koper-koper itu dibagasi, lalu membukakan pintu penumpang untuk Danira masuk.
" Iy Nona, Waallaikumsalam". Bik Marni melambai-lambaikan tangannya melihat mobil yang membawa majikannya menjauh, hingga menghilang tak terlihat lagi.
" Semoga anda bahagia Nona". Gumam Bik Marni.
Didalam mobil hening, tak ada yang bersuara hanya ada suara deru mesin mobil dan suara Dot susu yang sedang disedot oleh Khalisa. Setelah merasa kenyang, Khalisa tertidur melepaskan botol susu yang Dia pegang,Danira mengambil dan menyimpan botol susu kedalam tas yang ada disampingnya. Sean sesekali melirik kebelakang memalui kaca Spion kemudi, melihat apa yang Danira lakukan. Danira kembali melihat keluar jendela mobil, tak berniat mengeluarkan sepata katapun, dia sedang menyiapkan hati dan mentalnya untuk menghadapi suaminya yang arogan dan sombong itu.
***
Mobil telah terparkir tenang di basment gedung yang menjulang tinggi.
" Kita sudah sampai nona". Sean turun, lalu membuka pintu untuk Danira. Danira mengeratkan kain gendongannya, takut jika Khalisa terjatuh, Dia keluar dan mengikuti kaki Sean yang telah melangkah didepannya, mereka masuk kedalam lift menujuh lantai paling atas.
Didepan pintu penthouses Melik Gavino, Sean menekan Bel yang ada disisi kanan. Menunggu yang punya membukakan pintu, Danira merasakan gusar dihatinya, ada rasa tidak nyaman yang menghinggap, seakan-akan dia akan memasuki rumah hantu paling menyeramkan didunia. Pintu terbuka, menampakkan sosok laki-laki bertubuh atletis dan berwajah sangat paripuna tampannya.
" Tuan". Sapa Sean memberi hormat.
" Kenapa kau lama sekali, apa kau menjemputnya ke Arab Saudi". Ketus Gavino, Dia sudah menunggu cukup lama hingga membuatnya menjadi kesal.
__ADS_1
" Maaf tuan". Sean menundukkan kepalanya sebagai rasa bersalah. Gavino masuk meninggalkan mereka diluar, dengan pintu masih terbuka lebar.
" Silahkan masuk Nyonya". Sean mempersilahkan Danira masuk terlebih dahulu, Danira melangkahkan kakinya untuk pertama kali masuk kedalam tempat tinggal suaminya.
Danira disambut dengan aroma maskulin, menggambarkan bahwa penghuninya seorang pria. Mata Danira menelurusi isi ruangan, sempurna, semuanya terlihat rapi dan mewah. Gavino telah duduk bersandar di sofa ruang tamu, dengan kakibmenyilang dan tangan memegang 1 gelas berisi minuman tak berwarna. bening, tapi dari aromanya Danira bisa menebak jika itu adalah minuman beralkohol.
" Latakkan kopernya didalam kamar itu". Titah Gavino pada Sean, menunjuk 1 buah kamar tamu yang tak jauh dari tempat mereka sekarang.
" Sudah tuan, apa ada lagi yang anda butuhkan tuan". tanya Sean menawari, Gavino hanya menggeleng.
" Kalau begitu, saya pamit pulang tuan. Selamat malam". Sean membungkuk kan badannya, berbalik melirik Danira sekilas, menundukkan kepalanya memberi hormat dan melangkah pergi.
Danira masih berdiri sekitar 7 meter dari tempat Gavino duduk. Gavino memperhatikan Danira dari atas sampai bawah, tatapannya berhenti melihat baby imut yang berhijab dalam gendongan Danira, lalu dengan cepat Dia membuang pandangannya kesembarang arah.
" Apa kau hanya ingin berdiri disana, hingga pagi". Ketus gavino tanpa melihat Danira, Dia masih asik mengoyang-goyangkan gelas minumannya. Danira hanya diam, tak melakukan pergerakan apapun.
" Eemmaahhhhh"...Gavino menghembuskan nafas sebal.
" Duduklah, kita harus bicara". Titah Gavino dengan mata elangnya yang melihat Danira tajam. Danira duduk disofa sebelah kiri, yang lumayan jauh dari Gavino. Gavino hanya diam memperhatikan.
" Mengapa kau melanggar perintahku". Bentak Gavino dengan suara dingin.
......................
...Bersambung.......
Assalamualaikum kakak-kakak Semua 😍
Bagaimana kabarnya hari ini ? semoga kalian sehat selalu ya 🤲
*
Terima kasih banyak untuk kakak-kakak yang selalu setia dan sudah meluangkan waktunya untuk membaca Novel ini .
Mohon tinggalkan cinta dan dukungannya dalam bentuk Like, Komen dan Vote nya yah ?
Biar author makin semangat buat ceritanya.
Jangan lupa VOTE yang banyak yah !...Agar lebih ramai yang membaca Novel ini.
Terima kasih
__ADS_1
Saranghae ❤️