
Sarah keluar dari dalam supermarket menenteng Dua kantong plastik berisi berbagai macam cemilan dan minuman. Dia melangkah dengan santai menuju rumahnya yang ada di ujung gang, sambil minum susu kotak Ultra Coklat ditangannya, ditemani alunan musik melalui handset memenuhi rongga telinga.
Tapi tiba-tiba langkah Sarah harus terhenti saat Lima buah sepeda motor RX-KING yang ditunggangi 10 orang memutari Sarah, sambil melemparkan kata-kata nakal dan tatapan mesum.
" Cantik, kok malam-malam keluar sendirian aja ".
" Abang temenin enang cantik mau?, biar tidak diculik hantu ". Goda merek sambil tertawa.
" Iya disini serem loh neng, suka banyak Buto ijo yang menculik cewek cantik ".
" Rumahnya dimana neng, yuk Abang anterin neng duduk ditengah sini, biar anget ". Sarah tetap diam, menyedot susu kotaknya seakan tak terganggu dengan ucapan-ucapan pria mesum yang mengelilinginya.
" Neng cantik suka minum susu ya, Abang juga suka neng mimik susu tapi yang masih fresh dan tergantung dibalik baju ". Para pria itu terus saja mengganggu sarah dengan tawa mereka semakin kencang. Sarah menggaruk alisnya yang tidak gatal kemudian mengapsen setiap wajah para berandalan yang sedang menganggunya satu persatu.
" Minggir lah, saya ingin pulang. Saya sedang tidak tertarik untuk meladeni berandalan-berandalan seperti kalian malam ini ". Ujar Sarah datar memasukkan kotak susunya yang telah kosong kedalam kantong plastik yang dia pegang.
" Wwiihhh....galak juga ni cewek, jangan galak-galak neng nanti jadi perawan tua...Ha..Ha..Ha?". Gelak mereka menggelegar di jalanan sepi. Salah seorang pria dari atas motor itu turun lalu mendekati Sarah, dan menyentuh pundak Sarah. Sarah melirik tajam tangan pria yang telah bertengger di pundaknya, dan.....
KRAKKK**
Suara kertekan tulang yang patah terdengar jelas.
" Aaakkkhhhh.....lepas...lepas..
.sakit...aakkhh ". Pekik pria yang sedang kesakitan akibat tangannya di tekuk, lalu ditekan Sarah kebelakang. Kemudian Sarah mendorong tubuh pria itu hingga tersungkur mencium aspal. Satu geng itu terdiam sejenak melongok melihat rekan mereka dikalahkan dengan mudah oleh Sarah.
" Pergilah, saya benar-benar sedang tidak mood untuk berkelahi. Bawa saja teman kalian ke tukang urut yang ada diujung jalan sana, saya hanya membuat tulangnya sedikit patah, tiga kali urut juga akan kembali normal ". Enteng Sarah kembali ingin melangkah. Namun kembali berhenti ketika para pria itu semakin mendekatinya.
" Cciihhh....kau pikir akan semudah itu pergi dari kami, wanita kurang ajar sepertimu harus diberi pelajaran. Kau harus mendapatkan hukuman dari kami, kecuali bila kau ingin memuaskan kami satu persatu, maka kami akan melepaskan mu. Bagaimana ?? ". Ujar seorang pria yang berdiri paling depan diantara teman-temannya yang lain sambil tersenyum mesum, dengan lirikan menelusuri tubuh Sarah dari bawah sampai atas. Sarah menghela nafas panjang, dia semakin memperlihatkan wajah kesalnya. Sarah maju mendekati pria itu.
" Lihatlah....sepertinya wanita ini menyetujui untuk bersenang-senang dengan kit....!!" Belum selesai pria itu berbicara, sarah telah lebih dulu menendang wajah pria berambut pirang itu.
BUG**
Pria itu terpental hingga 3 gigi bagian depannya lepas.
" Kurang ajar, wanita sialan ". Pekik mereka emosi melihat Sarah, satu persatu dari mereka mulai menyerang Sarah, dengan cekatan Sarah menangkis dan menghindar setiap pukulan yang diberikan para pria itu.
"WOIIII.....". teriak seorang pria berpakaian kasual berambut panjang. Mendekati perkelahian yang sedang terjadi, semua mata beralih melihatnya. Terutama Sarah, dia menyipitkan sedikit matanya memastikan sosok pria yang sedang berjalan kearah mereka.
Bukankah dia teman tuan Gavino. Batin Sarah.
" Siapa kau....?".
" Masa kalian tidak mengenal aku?, aku Kevin Orlando, pengusaha ternama sekaligus model pria tertampan sejagat raya ". Sombongnya membusungkan dada, lalu melirik Sarah.
" Kami tidak kenal dan tidak perduli, Lebih baik kau pergi jangan ikut campur urusan kami ". Usir anggota motor
"Cciihhh kalian berandalan tidak pernah menonton televisi apa?, masa tidak mengenal aku ?".
" Cepat lepaskan wanita itu, nanti aku traktir kalian semua makan somay dan es tebu yang ada didepan sana ". Ujar Kevin, sambil melambaikan tangan pada Sarah. Seakan mengisyaratkan bahwa aku lah pahlawan yang akan menyelamatkanmu.
" Ha..ha..ha...kalau mau ngelawak jangan disini, sana lebih baik kau selamatkan saja dirimu. Jangan pedulikan wanita ini, dia sudah menjadi tawanan kami ".
"Ccckkk...kalian ini pria atau banci, beraninya keroyokan melawan satu wanita ". Ejeknya menyilangkan tangan didepan dada.
" Bacot.....". Teriak pria yang lain, ingin menyerang Kevin.
" STOP.....!!!". Kevin memajukan Lima jarinya kedepan wajah pria yang ingin menyerangnya.
__ADS_1
"Tunggu dulu, aku harus mengikat rambut indahku, karena tak boleh sehelai pun terlepas dari kulit kepalaku yang berharga, saat kita berkelahi ". Ujarnya mengambil kuncir rambut dalam saku jasnya, lalu mengibas-ngibas kan kekanan dan kekiri kemudian meraup nya, lalu diikat. membuat laki-laki itu melongok melihat Kevin yang seakan sedang menjadi bintang iklan shampoo. Laki-laki itu menggaruk lehernya, tidak gatal.
" Kita ini jadi berkelahi tidak!!, mengikat rambut saja lama sekali ". Sungut pria itu mulai geram pada Kevin yang lelet.
" Cciihhh terlalu banyak bicara, ayo maju !!!!". Ujar Kevin sombong, mengepal kedua tangannya membentuk tinju, mengarahkan kedepan.
" Wachaaa...Wat...wat...wacha....!!".
" Cchiiiatttt....Yuhu...". Kevin melompat-lompat kesana kemari, sambil menirukan gaya bela diri Bruce Lee, menggosok-gosok hidungnya menggunakan ibu jari, membuat si pria yang akan berkelahi dengan Kevin kelelahan melihat tingkah Kevin yang tidak melakukan penyerangan. Pria itu mendekat, lalu ..
BUG*
BUG*
Dia meninju kedua mata Kevin, membuat kevin terduduk diaspal sambil memegang kedua matanya.
" Aakkhh...kau curang mengapa kau menyerang ku diluan ". Sungut Kevin, merasa kesakitan diarea matanya.
" Heii..kita ini musuh, saling adu jontos, bukan main gundu ". Jawab pria itu, siap menyerang Kevin lagi.
Sarah terus menangkis dan membalas serangan yang diberikan padanya membuat beberapa lawanya terkapar di aspal. Saat Sarah sedang menarik rambut lawannya, mata Sarah beralih melihat Kevin, dia melihat seseorang akan memukul Kevin dari belakang. Sarah langsung mendorong lawannya, berlari kearah Kevin dan...
DUG*
Lagi-lagi Sarah memberikan tendangan yang kencang hingga pria itu terpental cukup jauh.
" Anda Tidak Apa-apa ?". Tanya Sarah, Kevin menoleh kepalanya kebelakang
" Aku tidak apa-apa". Kevin tersenyum lebar. Sarah mengeryitkan keningnya melihat wajah Kevin.
" Awas di belakangmu....". Teriak Kevin, Sarah refleks menghindar, namun naas balok kayu yang dipegang geng motor itu malah melesat mengenai kepala Kevin. Hingga membuat kevin seperti melihat banyak burung-burung yang beterbangan di atas kepalanya, tak lama dia jatuh pingsan.
***
Sean yang sedang melintas diarea sana melihat sekilas kearah orang-orang yang sedang adu otot itu, dia kembali melajukan motornya, tak ingin peduli. Namun tanpa sengaja matanya menangkap sosok wanita cantik yang berada ditengah sedang memberi perlawanan. Sean langsung menginjak rem dikakinya, berputar arah. Dan...
BRAK**
Sean menabrak 3 orang yang akan memukul Sarah. Sean turun membuka helmnya, dan menghajar para pria itu menggunakan helm yang dia pegang. Sarah menolehkan kepalanya, melihat siapa lagi yang datang menolongnya ini. Matanya terkejut ketika melihat Sean sedang memukul para berandalan itu.
Sean ...?. Batin Sarah.
" Kau tidak apa-apa?". Tanya Sean menyentuh pundak Sarah dengan tatapan khawatir, Sarah hanya diam sambil mengangguk kecil. Entah mengapa dia menjadi kaku saat disentuh Sean. melihat sudut bibir Sarah yang berdarah, sepertinya Sarah telah terkena pukulan. Pikir Sean.
Melihat itu, darah Sean mendidih, emosinya kian menjadi. Sean berbalik lalu menghajar orang-orang itu habis-habisan tanpa ampun. 10 pria itu telah tergeletak tak berdaya di jalanan. Sean mulai mengumpulkan belanjaan yang berserakan. Sean yakin ini adalah belanjaan milik Sarah, setelah itu dia melangkah mendekati Sarah yang tak bergerak ditempatnya.
" Ayo aku antar kau pulang ". Ujar Sean, menarik tangan Sarah. Sarah melihat kearah tangannya yang digenggam Sean, dia tak mengatakan apapun hanya mengikuti Sean hingga naik keatas motor sport milik Sean.
Tak beberapa lama mereka telah sampai didepan rumah dengan bangunan minimalis 2 lantai, Sean turun meletakkan kantong belanjaan Sarah di atas kursi teras yang ada disana.
" Mengapa kau keluar sendiri di jam seperti ini, apa karena kau jago bela diri, hingga merasa aman-aman saja. Bagaimana jika para pereman tadi berhasil melukaimu ?, apa kau tidak memikirkan semuanya ?". Sean mengomeli Sarah, tanpa perduli ekspresi bingung yang ditampilan Sarah di wajah. Tanpa Sean sadari sejak tadi dia berbicara tidak menggunakan bahasa formal seperti yang sering dia lakukan.
" Tadi saya lapar, karena tidak ada bahan makanan di rumah, itu sebabnya saya pergi ke supermarket, lagi pula letaknya tidak terlalu jauh. Dan Saya juga tidak mengira orang-orang itu akan menganggu saya ". Jelas Sarah santai. Sean melihat Sarah sambil berkacak pinggang, lalu menghela nafas panjang.
Sial...mengapa dia terlihat imut sekali malam ini. Batin Sean kesal bercampur gemas. Dia mengalihkan pandangannya kesembarang arah, lalu melihat jam ditangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 01.25 dini hari.
" Masuk lah...jangan keluar sendiri lagi, pesan saja makanan online bila besok-besok kau merasa lapar ". Ujar Sean. Sarah hanya diam, dia bisa melihat gurat kecemasan dari mata Sean.
Ada apa dengannya, bahkan sejak tadi berbicara dengan kata-kata santai. Batin Sarah, bingung.
__ADS_1
" Tuan Se....!!".
" Panggil saja nama ku, tidak perlu pakai tuan. Karena ini bukan jam kerja kita ". Potong Sean cepat.
" Terima kasih, sudah memban.....!!!". Sarah teringat sesuatu.
" Astaghfirullah.....Sean tolong tuan Kevin, dia tertinggal ditempat tadi ".
...****************...
Kevin duduk diatas sofa yang ada diruang tamu rumah Sarah, sambil memegang sekantong es batu untuk mengompres keningnya yang benjol dan kedua matanya yang bengkak.
" Kalian tega sekali meninggalkan aku sendirian disana, bagaimana bila orang-orang tadi menculikku ". Sungut Kevin kesal, terus menempelkan es batu di keningnya.
" Bagaimana anda bisa ada disana ?". Tanya Sean yang duduk diseberang kevin, tanpa perduli ocehan Kevin.
" Cckkk....!!! Tadi aku baru pulang dari Bar milikku yang tak jauh dari sini, tidak sengaja aku melihat Wanita tadi...Siapa namanya, aku lupa ?".
" Sarah...".
" Ahh iya, Sarah dihadang oleh geng motor berisik, makanya aku turun ingin membantu. Tapi mereka main curang, malah menyerangku lebih dulu, dalam ilmu bela diri itu tidak boleh ". Kesal Kevin. Sean hanya menghela, sambil menggaruk kepalanya. Bingung harus menanggapi seperti apa ocehan sahabat tuannya ini.
Sarah keluar dari ruangan lain sambil membawa 3 mangkuk pop mie dan 3 botol air mineral.
" Silahkan, maaf saya hanya bisa menyuguhkan ini ". Ujar Sarah sambil meletakkan nampan yang dia pegang ke atas meja.
" Terima kasih ". Jawab Sean, melirik Sarah. Sean masih terpaku melihat wajah imut Sarah malam ini. Bagaimana tidak, Sarah hanya menggunakan Hoodie berwarna pink menutup hingga kepalanya. Sarah tampak berbeda dari penampilannya sehari-hari yang sering dilihat oleh Sean.
" Waahhh...kau memang calon istri idaman, tau saja bila calon suaminya sedang kelaparan ". Ucap Kevin cengengesan bercampur percaya diri, dia meletakkan kantung es batu keatas meja, lalu mengambil pop mie yang diberikan Sarah untuknya. Mendengar ucapan Kevin, entah mengapa Sean merasa risih tak suka.
" Huu..huuu..hhu...aduh ini nanas sekali...". Oceh Kevin kepanasan, namun tetap menyeruput mie panasnya. Sarah dan Sean hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka melihat tingkah Kevin, mereka terus memakan pop mie mereka dengan santai.
" Apa kau mengajakku berkencan ?".
UHUK
UHUK
Sean terbatuk-batuk mendengar pertanyaan nyeleneh Kevin. Sarah menyodorkan sebotol air mineral yang telah dibuka kepada Sean.
" Berkencan ?". Tanya Sarah ulang. Kevin mengangguk.
" Ya....kalau di drama-drama Korea, bila wanita mengajak pria lalu memasakkannya ramen itu artinya dia ingin mengajak si pria berkencan. Apa ini alasanmu memasakkan aku pop mie ?, karena ingin berkencan denganku ?". Sarah melongok mendengar ucapan Kevin yang memiliki tingkat percaya diri diatas rata-rata.
Namun Sarah tidak ambil pusing, karena dia sudah tau betul, bagaimana sepak terjang seorang Kevin Orlando dalam hubungan asmara. Sang Casanova kelas kakap.
" Bila benar begitu, tanpa kau membuat mie pun aku akan menerima kau jadi kekasihku ". Rayuan playboy cap Kampak Kevin keluar, lalu memberikan Sarah senyuman termanis yang dia punya. Sarah hanya menanggapi dengan wajah datar, sedangkan wajah Sean sudah memerah bak tersiram air panas.
" Apa menurut tuan, saya kan mengencani dua pria sekaligus ?".
HEKHEM....
" Sepertinya ini sudah terlalu malam, bagaimana bila kita pulang sekarang saja TUAN". Ucap Sean, menekan kata-katanya, Kevin melihat arloji ditangannya, lalu beralih melihat Sarah.
" Nona sarah, bolehkah saya menginap disini, malam ini ?".
......................
...Bersambung.......
__ADS_1